KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
116 - Ling Qing Zhu (4)


__ADS_3

Xiao Shuxiang mengatur napasnya dan perlahan mulai sadar dengan posisinya saat ini. Dia berada dalam kondisi basah kuyup dan masih dalam balutan pakaian pengantin. Di sisi lain, Lan Guan Zhi juga dalam keadaan yang sama.


Xiao Shuxiang menggeleng pelan, dia berujar. "Lan'Er... Kau jangan lagi lakukan hal semacam ini. Memandikanku saat masih tertidur sangat mengejutkan. Kupikir tadi, aku benar-benar tenggelam dan mati."


Xiao Shuxiang mengusap-usap dadanya. Jantungnya masih berdebar kencang saat ini, dia bahkan baru sadar bahwa tidak hanya Lan Guan Zhi----tetapi Ling Qing Zhu pun ada di tempat ini.


"Kucing Putih? Jangan bilang kau yang meminta Lan'Er memandikanku?"


"..............."


Ling Qing Zhu tidak mengatakan apa pun dan hanya melihat ke arah Lan Guan Zhi seakan-akan meminta bantuan pada pemuda itu untuk bicara dengan Wali Pelindungnya.


Lan Guan Zhi mengerti dan kemudian bangun. Dia memegang tangan Xiao Shuxiang dan membantu temannya itu berdiri. Lan Guan Zhi berkata, "Ini karena kau selalu merepotkan Nona Ling."


"Kapan aku melakukannya? Aku tidak meminta Kucing Putih memandikanku,"


Ling Qing Zhu mengembuskan napas mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Wali Pelindungnya itu benar-benar tidak sadar sudah membuat orang khawatir dan juga kerepotan. Sungguh tidak tahu malu.


Baru saja Ling Qing Zhu akan bicara, tiba-tiba terdengar suara wanita tua disertai bunyi ketukan pintu. Dia, Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang langsung menoleh.


"Tuan..?! Nona..?!"


Ling Qing Zhu berjalan untuk membuka pintu kamarnya dan berkedip saat yakin wanita tua yang berdiri di depan pintu adalah pemilik penginapan ini. Raut wajah wanita tersebut nampak sangat khawatir.


"Kucing Putih? Siapa itu..?" Xiao Shuxiang berjalan bersama Lan Guan Zhi dan agak tersentak saat tahu yang berkunjung ke kamarnya adalah pemilik penginapan.


"Nyonya cantik, apa yang membawa Anda kemari?" Xiao Shuxiang bertanya saat telah berada di depan wanita tua itu.


"Tuan Muda... Apa yang Anda lakukan?" Wanita itu terlihat berwajah pucat, "Tamu yang tinggal di bawah kamar Anda terkejut dengan air yang tiba-tiba jatuh dari langit-langit kamar mereka. Bahkan saat kejadian, tamuku itu sedang makan malam,"


Xiao Shuxiang tersentak, dia menatap Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi secara bergantian sebelum akhirnya kembali menatap wanita tua di hadapannya. Dia pun mengembuskan napas dan berujar lembut, "Nyonya cantik.... Soal ini, aku minta maaf. Biarkan aku yang bicara langsung dengan tamu Nyonya,"


Wanita tua itu mengangguk pelan, "Yaah. Sebaiknya memang begitu, mari Tuan Muda. Ikutlah dengan saya,"


"Mn," Xiao Shuxiang melangkah keluar dari kamarnya, namun baru beberapa langkah----dia kembali berbalik dan lalu meminta agar Ling Qing Zhu dengan Lan Guan Zhi menunggunya di sini.


Xiao Shuxiang berkata, "Kalian berdua tidak boleh ikut. Duduk manis dan tunggu saja aku. Jangan pernah keluar sebelum aku kembali, mengerti?"


Ling Qing Zhu menatap punggung Wali Pelindungnya yang semakin menjauh. Dia pun menoleh ke arah Lan Guan Zhi, "Apa kita harus ikut dan meminta maaf?"


"Mn, tidak perlu. Shuxiang sudah mengatakannya. Kita tunggu saja."


*


*


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan. Beruntung orang yang dia temui adalah saudagar ramah hingga masalah ini tidak sampai menimbulkan keributan.


Permintaan maafnya diterima dan untuk memberi kompensasi----Xiao Shuxiang bahkan membayar sebuah kamar khusus dan terbaik di penginapan ini hanya pada saudagar tersebut. Dia juga membayar makanan untuk mereka dan sampai mengobrol cukup lama hingga akhirnya dia bisa kembali ke kamar miliknya.


"Aah... Punggung dan kepalaku sakit. Suluruh tubuhku pegal dan sakit-sakit semua," Xiao Shuxiang memukul-mukul pelan bahunya dan seketika ingat sesuatu.


Matanya agak membulat, "Benar juga. Bukannya tadi aku meninggalkan Lan'Er dengan Kucing Putihku di dalam kamar dan hanya berdua? Ya ampun. Apa yang sudah kulakukan?!"


Xiao Shuxiang menepuk pelan dahinya dan buru-buru menaiki tangga, "Kenapa aku bisa meninggalkan dua gunung es dalam satu kamar. Bukan, bukan seperti itu. Aku melarang Lan'Er dan Kucing Putih pergi keluar kamar itu. Aiya, rasanya seakan aku sedang melakukan tindakan kejahatan dengan menyembunyikan dua selingkuhan sekaligus."

__ADS_1


Xiao Shuxiang menarik napas pelan saat berada di depan kamarnya. Dia baru akan membuka pintu kamarnya saat sebuah suara membuatnya terdiam.


"Nona Ling tidak suka Shuxiang...?"


!!


Itu jelas suara Lan Guan Zhi. Kening Xiao Shuxiang sedikit mengerut, dia tersentak saat mendengar suara perempuan yang tak lain adalah milik Kucing Putihnya.


"Aku tidak tahu,"


"Kenapa Nona Ling bisa tidak tahu?"


Suara Lan Guan Zhi terdengar serius. Xiao Shuxiang merasa bahwa kedua orang terdekatnya itu sedang membahas sesuatu yang cukup penting.


"Nona Ling, aku bertanya sekali lagi. Apa Anda menyukai Shuxiang atau tidak?"


"Tuan Muda Lan, ini pertanyaan yang sulit."


"Kenapa?"


"Kadang aku menyukai Shuxiang, aku ingin dekat dengannya. Tapi ketika keadaan telah sangat baik, aku justru mengingat wajah pamanku yang mati di tangannya."


!!


Xiao Shuxiang terkejut dan tanpa sengaja membuat pintu kamarnya bersuara. Dia mengagetkan Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi. Kedua temannya itu langsung menoleh.


"Shuxiang?" Lan Guan Zhi berdiri dengan ekspresi wajah yang tidak berubah, tetap setenang air. Namun bila diperhatikan baik-baik, binar pada matanya sedikit berbeda.


Ling Qing Zhu juga ikut berdiri, tapi tidak mengatakan apa pun. Tatapan matanya dingin walau samar-samar mengandung rasa cemas. Ling Qing Zhu merasa sudah lengah karena bahkan kehadiran Wali Pelindungnya pun tidak dia sadari.


"..............."


Xiao Shuxiang melangkah masuk sambil mengeluh, "Aiya... Saudagar yang tinggal di kamar bawah menahanku cukup lama hingga bokongku ini pegal karena harus terus-terusan duduk. Punggungku sakit dan keadaanku juga sedang basah kuyup, tapi untungnya aku tidak memergoki kalian sedang mesra-mesraan."


Ling Qing Zhu bernapas pelan. Reaksi Wali Pelindungnya sama seperti yang biasa, itu berarti Xiao Shuxiang sama sekali tidak mendengar apa yang dia bicarakan dengan Lan Guan Zhi.


Ling Qing Zhu berkata, "Akan kuambil pakaian ganti untukmu,"


"Mn, tentu." Xiao Shuxiang tersenyum dan kembali duduk di tempat tidurnya, dia pun menoleh ke arah Lan Guan Zhi sebelum memanggil Ling Qing Zhu lagi.


Xiao Shuxiang berkata, "Kucing Putih. Jika bisa, tolong kau bawakan pakaian ganti juga untuk Lan'Er."


Lan Guan Zhi, "Tidak perlu. Aku akan segera ke kamarku setelah melihat lukamu,"


Xiao Shuxiang, "Lan'Er. Kau tidak perlu melakukannya. Tubuhku memang terasa pegal-pegal dan sakit, tapi jika terluka... Kurasa ini hanya luka dalam yang kecil. Aku hanya butuh istirahat dan akan kembali pulih,"


"Aku hanya ingin memastikannya saja. Buka pakaianmu,"


"Aiya, kau ini terlalu perhatian. Serius, ini sama sekali bukan---Ah!" Xiao Shuxiang meringis saat punggungnya ditekan oleh teman baiknya.


Dia pun membentak Lan Guan Zhi, "Lan'Er..?! Apa yang kau lakukan?!"


"Kau jelas terluka. Apa kau tidak sadar dengan luka di punggungmu?" Lan Guan Zhi memperlihatkan telapak tangannya yang kotor karena darah, jelas itu adalah darah yang masih segar.


Xiao Shuxiang tersentak mendengarnya. Dia pun dibantu oleh Lan Guan Zhi untuk melepas pakaiannya. Ling Qing Zhu yang baru saja datang terkejut ketika melihat punggung Wali Pelindungnya yang benar-benar terluka.

__ADS_1


Lan Guan Zhi sendiri bahkan ikut terkejut. Dia tidak menyangka bahwa luka teman baiknya akan separah ini. Di punggung Xiao Shuxiang terlihat jelas tiga bekas cakaran yang dalam, bahkan dua di antaranya masih mengeluarkan darah segar.


"..............."


Tidak hanya itu yang membuat raut wajah Lan Guan Zhi memburuk. Dia melihat bahwa darah pada salah satu bekas cakaran di punggung temannya telah mengering, namun daging di sekitar luka itu telah mengalami kerusakan parah.


"Shuxiang..!" Ling Qing Zhu membuang kasar pakaian di tangannya dan segera memegang bahu Wali Pelindungnga untuk melihat lebih jelas penampakan luka yang begitu mengerikan ini.


Xiao Shuxiang jujur saja kaget karena tidak biasanya Ling Qing Zhu bernada setinggi ini saat memanggilnya. Dia baru saja akan bicara saat tiba-tiba harus meringis kesakitan.


"Kucing Putih, apa yang kau lakukan?! Kau ingin membunuhku?!" Xiao Shuxiang memegang tangan Ling Qing Zhu yang mencengkeram pundaknya.


"Kaulah yang ingin mati. Untuk apa kau menyembunyikan luka separah ini?" Ling Qing Zhu bisa merasakan denyut sakit di hatinya ketika melihat luka Xiao Shuxiang yang begitu parah.


"Apa... Apa separah itu? Tapi sakitnya terasa biasa-biasa saja bagiku. Kucing Putih, memang lukaku separah apa?"


"..............."


Lan Guan Zhi melihat tatapan mata Lin Qing Zhu dan kemudian menjawab pertanyaan Xiao Shuxiang mewakili gadis berambut putih ini. Dia berkata, "Kau mempunyai tiga bekas cakar yang dalam di punggungmu. Kulit dan daging---"


"Tidak perlu menjelaskannya, Lan'Er." Xiao Shuxiang menyela, "Intinya luka yang kau lihat sangat parah, kan?"


Lan Guan Zhi mengangguk pelan, "Mn."


Ling Qing Zhu, "Tuan Muda Lan. Anda bisa mengobatinya, kan?"


Lan Guan Zhi, "Darah yang mengering harus dihilangkan. Daging yang sudah membusuk harus dibuang. Aku akan melakukannya. Nona Ling, tolong bantuannya."


Ling Qing Zhu mengangguk pelan, dia sebenarnya ingin mengomeli Xiao Shuxiang karena Wali Pelindungnya ini seakan tidak peduli pada diri sendiri. Bahkan luka separah ini pun sampai tidak disadari.


Xiao Shuxiang sendiri hanya diam. Dia jujur merasa bersyukur karena memiliki orang-orang seperti Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu yang peduli padanya. Dia senang pada kebaikan kedua temannya ini, namun perasaannya juga sekarang sedikit gelisah----apalagi dia mendengar pembicaraan Ling Qing Zhu dengan Lan Guan Zhi.


Xiao Shuxiang meringis dan menahan sakit saat Lan Guan Zhi mulai mengiris pelan daging di punggungnya. Tangan Xiao Shuxiang sampai terkepal kuat.


Ling Qing Zhu tahu dan duduk di depan Wali Pelindungnya. Dia meraih kedua tangan Xiao Shuxiang dan memegangnya erat seakan menguatkan.


Gadis cantik bercadar dan berambut putih itu mulai fokus mengalirkan Qi ke dalam tubuh Xiao Shuxiang dengan maksud untuk meringankan rasa sakit yang dialami Wali Pelindungnya ini.


"..............."


Xiao Shuxiang sebenarnya tidak menyangka bahwa darah dalam tubuhnya ternyata tidak menolak Qi dari Ling Qing Zhu. Padahal selama ini, karena darahnya yang istimewa----jarang kultivator yang mampu mengalirkan Qi di dalam tubuhnya, apalagi dengan maksud untuk menyembuhkan luka.


"..............."


Hanya saja, dibandingkan yang lain----Xiao Shuxiang jauh lebih memikirkan tentang apa yang dia dengar dari Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi. Jelas sekali bahwa kedua orang ini punya pembahasan sendiri yang berkaitan dengannya.


Xiao Shuxiang bernapas pelan, dia menatap Ling Qing Zhu dan seakan ingin mencari jawaban dari meneliti wajah serta tatapan mata gadis di hadapannya.


Perasaannya mengatakan bahwa sebenarnya Ling Qing Zhu takut kepadanya. Ini juga bisa jadi alasan kuat kenapa hubungan pernikahan mereka tidak pernah se-normal orang lain.


Walau Ling Qing Zhu tidak pernah mengeluh dan memberontak sekali pun, namun tetap saja gadis ini punya kenangan yang buruk tentang seorang Xiao Shuxiang.


Ling Qing Zhu jelas berusaha melupakannya, namun kadang kenangan itu kembali datang. Siapa pun juga pasti akan kesulitan. Apalagi orang yang menjadi pasangan hidup kita tidak lain adalah orang yang sudah mengambil nyawa sosok yang kita anggap paling berharga.


******

__ADS_1


__ADS_2