![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Lan Guan Zhi tersentak dan seketika pandangan matanya menjadi jelas. Dia sudah bisa melihat lagi. Matanya tidak tertutupi kain yang tak bisa dibuka seperti sebelumnya.
Dia pun berbalik, melihat siapa yang menepuk bahunya barusan dan tersentak ketika tahu ada sosok berambut putih dengan pakaian berwarna senada berdiri di belakangnya.
Ada sebuah pita yang menutupi mata pria tersebut dan Lan Guan Zhi sangat mengenalnya. Sosok ini adalah Zhou Yuan yang sebenarnya.
"Senior Zhou ..." Lan Guan Zhi bernapas pelan. Dia heran dengan bagaimana bisa Zhao Yuan berdiri di hadapannya.
"Kau hampir saja pergi jauh," Zhou Yuan memberi isyarat agar pemuda ini ikut dengannya. Dia berjalan dengan tenang.
Lan Guan Zhi memperhatikan ayah dari Tetua Tiga Sekte Pedang Langit ini dan berkata dengan hati-hati, "Bagaimana Anda bisa ada di sini?"
"Apa kau ingat tentang pembentukan tubuhmu yang berasal dari Tiga Roh Pusaka Langit? Jika bukan karena itu, aku tidak bisa sampai di sini."
"..............." Lan Guan Zhi menahan napas. Pandangannya turun saat dia berujar, "Kupikir ... Senior sudah tidak ada."
"Nak, ini adalah bantuan terakhir yang bisa kuberikan padamu. Setelahnya, kau harus menghadapi semuanya sendirian."
Zhou Yuan membawa Lan Guan Zhi ke sebuah sungai. Ada perahu di pinggir sungai itu dan dia pun melesat sebelum akhirnya mendarat dengan lembut di atas perahu.
Lan Guan Zhi masih belum mengerti. Dia ingin bertanya, tetapi Zhou Yuan sudah lebih dulu buka suara dan memintanya untuk menaiki perahu tersebut. Dia pun hanya bisa menurut.
Lan Guan Zhi duduk dengan tenang di atas perahu, saling berhadapan dengan Zhou Yuan dan perahu kayu ini pun mulai bergerak bahkan tanpa dikayuh.
"Senior, bagaimana dengan Xiao Shuxiang? Dia masih terluka-"
"Itu bukan jiwanya," Zhou Yuan menyela. Dia berkata, "Apa yang kau lihat adalah kenangan masa lalunya. Itu merupakan bagian dari bentang alam jiwa yang tidak akan menemui akhir bila kau masih ada di sana,"
Zhou Yuan menghela napas, "Rumit bila menjelaskannya padamu. Aku hanya bisa mengatakan bahwa bentang alam jiwa ini akan memerangkap jiwa yang lain dan membuatnya menyatu dalam setiap kejadian yang tidak akan bisa berakhir."
Zhou Yuan berkata, "Buruknya. Meski nanti Xiao Shuxiang sadarkan diri, kau bisa saja terus terperangkap dalam bentang jiwa ini tanpa bisa kembali. Karena itulah sebelum berada dalam situasi yang buruk, aku pun segera menolongmu."
Lan Guan Zhi tersentak, "Lalu bagaimana dengan yang lain? Nona Ling dan Hu Li?"
"Siapa maksudmu?" Zhou Yuan terlihat mengerutkan kening dan membuat Lan Guan Zhi berkedip.
"Teman-temanku. Mereka juga ada di sini. Mereka membantu Shuxiang,"
Zhou Yuan bernapas pelan, "Nak. Aku hanya terikat denganmu. Selain kau, aku tidak bisa membantu yang lain."
__ADS_1
"..............." Lan Guan Zhi mencengkeram kuat pakaiannya. Dia jadi cemas kepada Ling Qing Zhu dan Hu Li. Mereka juga pasti terperangkap dalam situasi yang melibatkan kejadian masa lalu Xiao Shuxiang.
"Senior," Lan Guan Zhi menatap pria di depannya dan berkata, "Perahu ini ... Mengarah ke mana?"
"Ke Dunia Bawah. Tempat di mana jiwa Xiao Shuxiang yang lainnya berada,"
Zhou Yuan mengetuk perahu dengan ringan sebelum akhirnya berkata, "Ini adalah sungai yang ada di Kota Jiang Shang, Yue Xian. Aku memakai energi jiwaku untuk memungkinkan sungai ini melewati Yin dan Yang. Aliran airnya akan membawamu langsung ke dunia bawah,"
"Dengarkan dengan baik," Zhou Yuan menjelaskan, "Karena kau bukan jiwa yang mati, maka kau harus berhati-hati. Jangan biarkan roh di dunia bawah tahu identitasmu atau kau benar-benar akan dalam bahaya. Segera temukan Xiao Shuxiang dan naiki kembali perahu ini,"
Lan Guan Zhi mengangguk pelan, "Lalu bagaimana dengan Senior?"
"Aku tidak bisa terus mengikutimu," Zhou Yuan mengulurkan tangan dan membuka pita putih yang menutup matanya.
Lan Guan Zhi menahan napas, dia sudah pernah melihat mata Zhou Yuan sekali dan masih saja terpukau. Pria penuh wibawa di hadapannya ini mempunyai mata bagaikan langit malam dengan ribuan bintang di dalamnya.
Zhou Yuan adalah satu-satunya pemilik mata yang sangat langka ini. Mata yang bisa melihat masa lalu dan masa depan siapa pun yang ditatapnya. Lan Guan Zhi tentu saja menjadi tegang.
Zhou Yuan berkedip dan kemudian menutup matanya kembali. Dia pun terbatuk pelan dengan ekspresi wajah yang rumit sebelum menarik napas dalam-dalam.
Zhou Yua berujar tenang, "Akan butuh waktu untuk sampai ke dunia bawah. Jadi sebelum jiwa ini menghilang, aku berpikir bisa sedikit melihat masa lalumu."
"Bukankah ... Jiwa Senior harusnya sudah menghilang saat itu?" Lan Guan Zhi buka suara. Dia tegang, tetapi raut wajahnya sama sekali tidak berubah.
"Senior, itu tidak benar." Lan Guan Zhi menatap tidak percaya ke arah Zhou Yuan. Dia antara masa lalunya yang dilihat oleh pria ini, kenapa harus kejadian itu yang dibahas? Dia sendiri bahkan sudah melupakannya dan sekarang karena Zhou Yuan, dia jadi ingat lagi.
"Itu ..." Lan Guan Zhi berkedip. Tidak yakin harus memberi penjelasan seperti apa.
Zhou Yuan mengusap-usap dagunya, "Xiao'Er ... Aku melihat bahwa dia lembut dan ramah, juga cantik dan baik hati. Dia memang sedikit nakal, tapi dia sebenarnya penuh perhatian pada orang lain. Bisa menikah dengannya ... Jujur tidak ada keluhan,"
Saat kata 'lembut dan ramah, juga cantik dan baik hati' terlontar. Di saat itu juga Lan Guan Zhi menatap horor ke arah pria di hadapannya.
Dia tidak mengenal siapa Xiao'Er yang disebut demikian oleh orang ini. Dirinya bahkan tidak akan percaya pada pribadi teman baiknya yang diucapkan oleh pria yang setiap harinya menutupi matanya dengan kain ini.
Zhou Yuan mengembuskan napas dan menggeleng pelan, "Haiih... Tapi kenapa aku justru tidak melihatmu satu peti dengannya. Ini sangat disayangkan,"
"Senior, tolonglah..." Lan Guan Zhi tidak tahan mendengarnya, namun dia masih sangat tenang ketika berkata. "Aku dan Xiao Shuxiang bukan orang seperti itu,"
Zhou Yuan tertawa kecil, "Tenanglah. Aku hanya menggodamu. Kau dan Xiao'Er benar-benar lucu. Haah ... Sayang sekali tidak bisa kulihat secara langsung,"
__ADS_1
Lan Guan Zhi mencengkeram kuat pakaian miliknya dan mengembuskan napas pelan. Entah ada yang sadar atau tidak, tetapi terlihat ujung telinganya samar-samar memerah.
"Tapi Xiao'Er itu memang cantik saat memakai pakaian pengantin perempuan, kan?" Zhou Yuan kembali buka suara. "Aku sebenarnya tidak pernah tahu dia enak dipandang dengan balutan pakaian berwarna cerah,"
"Shuxiang akan mengamuk bila dipanggil dengan kata itu,"
"Maksudmu, 'cantik'? Aku tahu. Karena itulah aku selalu menggantinya dengan kata 'indah'." Zhou Yuan tersenyum.
"..............." Lan Guan Zhi berkedip. Dia pun menggeleng pelan. Sangat tidak menyangka bahwa orang yang dekat dengan teman baiknya juga punya pribadi yang 'unik' seperti ini.
Arus air terus membawa perahu yang dinaiki Lan Guan Zhi. Di atas adalah langit cerah dan di bawah merupakan air sungai yang diselimuti kabut tipis.
Dia dibawa bermil-mil jauhnya hingga mulai terlihat sebuah gerbang besar yang luar biasa megah. Entah sejak kapan kabut tipis sudah tidak lagi menyelimuti sungai dan kini Lan Guan Zhi bisa melihat gumpalan jiwa-jiwa samar yang berenang di sekitar perahu miliknya.
"Senior ..." Lan Guan Zhi berbalik dan tersentak melihat tubuh Zhou Yuan yang mulai transparan.
"Itu adalah gerbangnya," Zhou Yuan buka suara, "Tidak ada yang terlihat indah meski begitu megah. Tempat itu buruk dan dipenuhi oleh jiwa-jiwa yang tidak terhitung jumlahnya. Kau jangan sampai melakukan kesalahan apa pun,"
Zhou Yuan berujar, "Sebelum jiwa ini menghilang ... Bisakah kau lakukan satu hal untukku?"
Lan Guan Zhi tertegun, tidak tahu apa yang diinginkan Zhou Yuan tetapi justru mengguman dan mengangguk pelan sebagai jawaban.
Zhou Yuan tersenyum dan lalu berkata, "Aku juga ingin memberimu sesuatu. Anggap saja sebagai hadiah pernikahan untukmu dan Xiao Shuxiang,"
"Senior Zhou-"
Zhou Yuan tertawa, "Aku menggodamu saja. Kau ini seperti Xiao'Er, pantas kalian sangat serasi."
"Aku merinding membayangkannya. Tolong jangan katakan itu,"
"Ayolah, kau pikir aku tidak tahu tentang rahasia pita dahi sektemu? Kau tidak memakai pita dahimu, tapi malah memakai pita yang menjadi ikat rambut Xiao'Er. Apa yang harus kubayangkan tentang ini?"
Menyadari bahwa orang lain tidak bicara membuat Zhou Yuan kembali tertawa. Dia melambaikan tangan dan berkata, "Aku bercanda, bercanda. Pfft ... Haah ... Rasanya menyenangkan menggoda orang-orang dari Sekte Pedang Langit. Beberapa hal sudah banyak berubah, tapi kalian tetap memegang prinsip yang kuat tentang persahabatan. Dunia harus belajar darimu,"
"..............."
"Xiao Shuxiang sangat beruntung memiliki teman sepertimu," Zhou Yuan menarik napas dalam dan pandangan matanya sedikit tertunduk, "Aku kalah karena tidak bisa menerima karakter Xiao Shuxiang. Dia sebenarnya orang yang baik,"
"..............." Lan Guan Zhi melihat tubuh Zhou Yuan yang semakin memudar dan kemudian menghilang. Dia pun lantas mengarahkan pandangannya dan melihat gerbang megah di hadapannya.
__ADS_1
"Akulah yang beruntung ... Karena bisa menjadi temannya."
******