KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
444 - Akhir dari pertarungan


__ADS_3

Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar ucapan Yang Hao barusan. Dia berhenti melangkah dan menatap wajah pria di dekatnya ini.


"Apa maksud Ayah?"


Meski terlihat samar, namun Xiao Shuxiang nampak khawatir dengan sesuatu. Yang Hao tidak menyadari hal itu, tetapi mulai buka suara.


Yang Hao berkata, "Orang tua ini mendengar dari ibumu. Kau mengetahui bahwa sekte dan Kota Awan Dingin akan diincar musuh. Kau yang merencanakan penggantian orang-orang di sana dengan mayat hidup. Melakukan hal itu pasti sudah sangat memberatkanmu,"


"Ah, jadi itu..."


"Yang ingin Ayah katakan adalah bahwa kau tidak harus melibatkan diri dari semua hal yang terjadi. Ini bukan tanggung jawabmu dan kau tidak seharusnya melakukan semua itu sendirian,"


".................."


Yang Hao bernapas pelan sebelum kembali menarik Xiao Shuxiang. Dia membawa pemuda itu ke tempat di mana para warga dan prajurit istana sedang dirawat. Dia pun kembali bicara.


"Selama ini kau selalu berada di garis terdepan untuk melawan musuh. Ayah sebenarnya tidak masalah dengan hal itu, tetapi setiap kali kau melakukannya---rasanya seperti kau begitu memaksakan diri."


"Kupikir karena akulah yang terlibat dengan mereka dan ini adalah masalahku," Xiao Shuxiang berujar pelan saat berkata, "Aku hanya tidak ingin orang lain ikut terluka."


"Tidak semua hal bisa berjalan baik, apalagi seperti yang kau inginkan. Terkadang masalah selalu datang kepada siapa pun, jadi kau jangan berpikir bahwa ini semua adalah karenamu dan bahwa kaulah yang harus mengatasinya."


Yang Hao mengulurkan tangan dan mengusap pelan kepala putranya. Dia berujar tulus, "Setiap orang harus berusaha berkembang dan melindungi dirinya sendiri. Tanggung jawabmu adalah sebatas tentang keselamatanmu dan keluarga kecilmu. Kau tidak perlu khawatir pada keselamatan ayah dan ibumu atau pun orang lain. Untuk warga kota... Mereka tahu cara bertahan hidup masing-masing."


Xiao Shuxiang tertegun untuk waktu yang lama saat mendengar ucapan Yang Hao barusan. Ekspresi wajahnya agak pucat ketika dia tiba-tiba ingat sesuatu yang sangat penting.


!


"Aku...." Xiao Shuxiang tanpa sadar terus mengikuti langkah Yang Hao dan seakan terkejut pada sesuatu. Dia menahan napas saat membatin, "Apakah ini seperti yang kupikirkan?"


"Sejak kapan sebenarnya aku mulai mengkhawatirkan orang lain?!" Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali. Ekspresi wajahnya terlihat tidak menyangka bahwa dia baru tersadar setelah sekian lama.


"Ayah..." suara Xiao Shuxiang pelan saat dia berkata, "Seperti apa aku di matamu..?"


"Mn?" Yang Hao mengerutkan kening dan menjawab, "Kau anak yang baik dan pekerja keras. Memangnya ada apa?"


"Be-benarkah?"


"Memangnya ada apa? Kenapa kau pucat?! Apa kau sakit?! Kau terluka di suatu tempat, Xiao'Er?!"


"Ti-tidak..." Xiao Shuxiang tersenyum pahit dan menekan pelan dahinya dengan jari. Dia membatin, "Bagaimana bisa seperti ini? Aku Xiao Shuxiang. Sungguh! Apa nama Yang Mulia ini tidak menakutkan lagi?! Ah, ya ampun.."


*


*


Yang Hao membawa Xiao Shuxiang ke sebuah bangunan besar yang dijaga oleh beberapa orang kultivator. Bangunan besar itu adalah milik dari Asosiasi Bangau Merak yang saat ini beralih fungsi menjadi tempat pengungsian.


Xiao Shuxiang mempunyai hubungan kerja sama dengan asosiasi ini dan itu sudah berlangsung sangat lama. Karenanya, tidak ada penolakan ketika banyak orang yang butuh tempat perlindungan.


Ketika orang-orang yang mengungsi dan para anggota asosiasi mengetahui kedatangan Xiao Shuxiang, mereka langsung bergegas untuk melihatnya. Xiao Shuxiang yang baru tiba pun terkejut dengan sambutan tidak terduga ini.


"Tuan Muda Xiao! Itu benar Tuan Muda Xiao..!"


"Ini pertama kali aku melihatnya sedekat ini. Dia benar-benar alkemis Xiao Shuxiang..!"


!!!


"Ayah?" Xiao Shuxiang tanpa sadar menahan napas. Dia bertanya, "Apa semua ini?"


"Entahlah, Ayah juga tidak tahu.." Yang Hao menggeleng pelan. Dia baru akan bicara kembali ketika seseorang tiba-tiba berlari dan langsung memeluk Xiao Shuxiang.

__ADS_1


Keterkejutan nampak di wajah Yang Hao, begitu pula dengan Xiao Shuxiang sendiri. Sosok yang memeluknya tidak lain adalah seorang anak perempuan kecil yang pakaian serta wajahnya begitu kotor.


"Tolong selamatkan ibuku..."


?!


Xiao Shuxiang tersentak. Dia menatap wajah perempuan kecil yang memeluknya. Dia mengulurkan tangan, tetapi kemudian terhenti di udara. Dia tidak pernah mengira bahwa situasi akan seperti ini.


Yang Hao mengusap pelan kepala anak perempuan itu dan sambil tersenyum lembut berkata, "Ibumu pasti akan diobati. Kau jangan cemas. Ayo tunjukkan di mana ibumu dirawat, hm?"


Anak perempuan itu mengangguk dengan ucapan Yang Hao, tetapi kemudian menatap ke arah Xiao Shuxiang dan memegang tangan pemuda itu. Dia menariknya pelan dan berkata, "Ibuku ada di sana... Dia sedang kesakitan."


Yang Hao memperhatikan ekspresi Xiao Shuxiang yang rumit. Putranya ini tidak mengatakan apa-apa, tetapi tetap berjalan sambil dipegang oleh anak perempuan yang entah siapa itu. Dia sebenarnya tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Xiao Shuxiang sekarang, tetapi sepertinya itu adalah rasa syok sebab kedatangan mereka ini mencuri banyak perhatian.


*


*


Pertarungan masih berlangsung di Istana Kekaisaran Matahari Tengah, terutama Dai Chen yang saat ini masih berhadapan dengan Wu Ji Zhen.


Pria ini sangat kuat dan sulit sekali dihadapi. Jika saja bukan akar-akar milik Dai Chen yang bisa bergerak bahkan tanpa disuruh, maka sudah lama dia kehilangan nyawanya.


"Benar-benar keras kepala," Wu Ji Zhen menggeram dan energi spiritual yang kuat mengalir pada bilah pedangnya. Dia menarik napas, "Baiklah. Karena kau menginginkan kematian, maka akan kukabulkan."


!!!


Lesatan cahaya naik ke langit dan membentuk awan yang gelap disertai sambaran petir. Dai Chen terkejut sebab ternyata lawannya masih memiliki kekuatan yang luar biasa setelah semua pertarungan mereka.


Xiao Lu mendengar gemuruh petir di langit dan melihat Dai Chen yang berada dalam situasi mengkhawatirkan. Dia sendiri saat ini sedang dalam lindungan para murid Sekte Kupu-Kupu ketika menyadari situasi dari suaminya itu.


"Lan Xiao..!" Xiao Lu berseru, dia memanggil harimau bulan yang saat ini sedang membawa dua orang pengawal istana yang terluka di punggungnya. Harimau bulan itu terbang ke arah Xiao Lu ketika mendengar namanya dipanggil.


Tanpa ragu, Xiao Lu melepaskan jubahnya dan melemparnya ke udara. Jubah yang semula transparan itu berubah warna menjadi merah dan dengan cepat ditangkap oleh harimau bulan. Demonic Beast itu seakan tahu maksud Xiao Lu dan membawa jubah tersebut ke tempat Dai Chen.


Akar-akar menjalar miliknya melesat naik ketika harimau bulan itu menjatuhkan jubah yang dibawanya. Hanya saja tepat ketika akar milik Dai Chen bersentuhan dengan jubah tersebut, serangan Wu Ji Zhen mengenainya.


!!!


"Yang Mulia..!"


Dua prajurit istana yang berada di punggung harimau bulan berteriak memanggil Dai Chen. Mereka tidak bisa membantu, angin kejut yang datang dan sambaran petir karena ledakan itu menyebar. Keduanya hanya bisa memejamkan mata dan berpegangan kuat pada harimau bulan.


Lan Xiao sebenarnya ingin membantu melawan Wu Ji Zhen, tetapi dia memiliki tugas membawa orang-orang yang terluka ke tempat teraman. Bahkan saat ini pun, tekanan dari kekuatan dahsyat tersebut membuat manusia yang dibawanya ketakutan.


"Chen'Er..!" Xiao Lu berteriak. Dia khawatir jika Dai Chen tidak selamat, tetapi tidak ada yang bisa dia lakukan sekarang. Ledakan dari serangan yang dialamatkan oleh Wu Ji Zhen pada suaminya itu sangat luar biasa dan bahkan tanah serta bangunan yang masuk dalam lingkup ledakan nampak terbakar.


Wu Ji Zhen sendiri mendengus. Dia sudah mengakhiri satu lawannya yang merepotkan. Dia bahkan menyaksikan bagaimana akar-akar di hadapannya berubah menjadi serpihan kayu yang terbakar dan menghilang di udara.


Wu Ji Zhen menoleh dan baru akan menargetkan orang-orang yang sudah mengambil nyawa muridnya ketika sesuatu tiba-tiba saja terjadi. Debu tebal yang disertai kobaran api perlahan memudar dan mulai memperlihatkan tubuh seseorang yang berdiri.


!!!


"Ba-bagaimana mungkin?!" Wu Ji Zhen terkejut bukan main. Matanya melebar saat tahu bahwa sosok yang dia lihat itu adalah Dai Chen.


"Tidak mungkin..." Wu Ji Zhen syok dan kemudian menggeram marah. "Kau harusnya sudah mati..! Bagaimana bisa kau masih hidup dan baik-baik saja!"


"Ah... Yang tadi itu memang nyaris," Dai Chen mengulurkan tangan dan lima akar menjalar miliknya muncul di tanah dengan cepat.


Jǐngwèi adalah nama dari akar-akar milik Dai Chen. Benda tersebut tercipta dari energi alam dan tidak pernah meninggalkan Dai Chen sampai sekarang. Jǐngwèi seperti penjaga dan pelindung Dai Chen, bisa dikatakan mereka tidak terpisahkan.


Jǐngwèi terlihat seperti akar tumbuhan pada umumnya, namun sangat kuat. Dan sekarang, perubahan telah terjadi pada akar-akar itu. Bahkan Dai Chen sendiri bisa merasakannya dengan sangat jelas.

__ADS_1


Jǐngwèi kini mempunyai pola ukiran kuno berwarna merah seperti warna dari jubah yang dilemparkan oleh harimau bulan sebelumnya. Siapa pun tahu bahwa aura yang keluar dari akar-akar itu tidak seperti biasanya.


Tidak hanya Jǐngwèi, tetapi juga aura yang ada pada Dai Chen pun berbeda. Sebuah kilat terlihat di mata Kaisar Matahari Tengah itu ketika salah satu akar miliknya muncul dari tanah dan tepat di hadapan Dai Chen.


!!


Kemunculan akar tersebut menghalangi pandangan Wu Ji Zhen sehingga pria itu tidak menyadari pergerakan apa yang dilakukan oleh Dai Chen. Namun tetap saja dia sudah bersiap dengan pedangnya sekarang.


Wu Ji Zhen tersentak, dia merasakannya dan segera melompat mundur. Bersamaan dengan hal itu, sebuah akar muncul di tanah---tepat di tempat dia berdiri sebelumnya.


Hanya saja ketika berada di udara, Dai Chen tiba-tiba muncul tepat di samping kanan Wu Ji Zhen dan memberikan sebuah tendangan hingga pemimpin dari Sekte Kabut Berdarah itu terpental sangat jauh.


Hanya sebuah tendangan, tetapi tenaga Dai Chen begitu kuat. Dia tidak menunggu dan lalu mengulurkan tangan. Jǐngwèi bergerak dan kemudian berubah menjadi sebuah busur yang kini dipegang oleh Dai Chen.


Tanpa ragu, Dai Chen menarik busurnya dan sebuah anak panah tercipta. Lesatan dari anak panah itu memecah angin dan mengarah ke tempat di mana Wu Ji Zhen menghantam tanah.


Ketika memecah udara, anak panah yang melesat itu mengalami perubahan warna menjadi transparan. Wu Ji Zhen yang saat ini terbatuk darah menggeram marah dan berusaha berdiri kembali.


!!


Hanya saja tepat ketika Wu Ji Zhen bangun, sesuatu tiba-tiba mengenai perutnya dan dia pun terkejut. Matanya melebar dan pandangan matanya mulai turun.


Anak panah yang sebelumnya transparan kini kembali ke wujudnya semula dan itu jugalah yang membuat Wu Ji Zhen terkejut. Dia baru akan menyentuh dan melepaskan anak panah yang mengenainya saat rasa terbakar tiba-tiba datang.


Ukh!


Teriakan melengking terdengar tidak lama kemudian. Wu Ji Zhen tidak bisa menahannya, apalagi menarik benda yang menancap di perutnya. Dia berteriak keras bahkan sampai terjatuh.


Sedikit dari ujung anak panah milik Dai Chen berada di dalam perut Wu Ji Zhen. Benda itu mengalami perubahan dan memunculkan banyak akar-akar menjalar. Kejadian berikutnya adalah hal yang paling mengerikan.


Akar-akar dari anak panah itu menyebar dengan cepat ke setiap organ dalam Wu Ji Zhen dan inilah yang membuat pria tersebut sangat kesakitan. Tidak butuh waktu lama sampai akar-akar itu menembus keluar dari kulit Wu Ji Zhen termasuk dari leher, wajah, dan kepalanya.


Akar tersebut dengan cepat membesar dan menjadi sebuah pohon sebelum pada akhirnya meledak keras. Kekalahan pemimpin dari Sekte Kabut Berdarah itu berpengaruh kuat pada pertarungan yang sedang terjadi di berbagai tempat.


Anggota Sekte Kabut Berdarah yang saat ini tengah bertarung sengit melawan murid Sekte Kupu-Kupu merasakan hantaman besar di dada mereka. Di waktu yang bersamaan, setiap anggota Sekte Kabut Berdarah berteriak kesakitan dan mengejutkan lawan-lawannya.


Xiao Lu yang saat ini berada di istana nampak menyaksikan bagaimana akar-akar menjalar muncul dari tubuh para murid Sekte Kabut Berdarah dan dalam jumlah yang banyak. Bahkan kemunculan akar-akar itu membuat koyakan pada tubuh kultivator yang dilihatnya.


!!!


Tidak hanya Xiao Lu, bahkan para murid Sekte Kupu-Kupu pun menatap ngeri pemandangan yang ada tepat di depan mereka. Dalam waktu sekejap, akar-akar yang keluar itu menjadi sebuah pohon dengan dedaunan yang meneteskan darah.


"Astaga... A-Apa itu?!" seorang murid Sekte Kupu-Kupu menatap horor pada apa yang dia lihat. Keterkejutan nampak jelas di wajahnya.


Bukan hanya para saudara seperguruan Xiao Lu yang merasakan keterkejutan itu sampai rasa ngeri ini, tetapi juga mereka yang berada di tempat lain. Bahkan Ling Qing Zhu yang saat ini ada di Kota Embun Bunga juga terkejut menyaksikan bagaimana para anggota Sekte Kabut Berdarah berteriak kesakitan.


"Apa yang sedang terjadi?"


"Nona Ling, menjauh dari sana..!"


Ling Qing Zhu mendengar seruan tersebut dan langsung melompat mundur. Matanya melebar saat menyaksikan para anggota Sekte Kabut Berdarah tumbang satu per satu. Akar-akar aneh keluar dari tubuh mereka dan tidak butuh waktu lama sampai tubuh para anggota Sekte Kabut Berdarah itu ditumbuhi pepohonan.


"Bagaimana ini bisa terjadi?!"


"Apa mereka mati?"


Salah seorang murid Sekte Kupu-Kupu mendengar rekannya bicara dan dia pun memeriksa seorang dari anggota Sekte Kabut Berdarah. Sekali dilihat sebenarnya sudah menjadi bukti bahwa lawan mereka ini telah tiada, tetapi dia hanya ingin memastikannya kembali.


!!


"Mereka memang sudah tiada..."

__ADS_1


******


__ADS_2