![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Di kediaman Tetua Chen Duan Shan saat ini sedang didatangi oleh Tetua Besar dari Lembah Cahaya Surgawi dan Tetua Besar dari Menara Bintang Suci.
Kedatangan kedua orang yang begitu disegani tersebut tidak lain adalah untuk mengucapkan bela-sungkawa dan membahas masalah Sekte Lembah Iblis.
Tetua Besar dari Lembah Cahaya Surgawi, Shang Quan Yi berkata. "Aku tidak bisa mengatakan padamu untuk tidak perlu khawatir. Biar bagaimanapun juga, keadaan ini tidak baik meski dilihat dari segi mana pun."
Tetua dari Menara Bintang Suci, Wang Haoran nampak menepuk pelan bahu Tetua Chen Duan Shan. Dia berkata, "Aku benar-benar menyesal karena baru tahu hal yang menimpamu dan sekte ini. Aku pasti akan membuat perhitungan pada Sekte Lembah Iblis. Ini adalah janjiku,"
"Mereka berpikir kultivator Aliran Putih mudah ditindas? Lihat saja. Aku tidak akan berhenti sebelum mematahkan leher mereka," Tetua Shang Quan Yi memegang kuat tongkat bambunya dan bersungut-sungut. Dia begitu marah.
Tetua Chen Duan Shang menghela napas dan berujar pelan, "Kalian tidak perlu melibatkan diri. Masalah dengan Sekte Lembah Iblis adalah masalah sekte ini. Biar aku dan para partriach yang mengatasinya-"
"Kau ini apa-apaan," Tetua Shang Quan Yi menyela, "Jika Sekte Lembah Iblis datang dan menyerang sektemu, maka tidak butuh waktu sampai mereka akan menargetkan sekte yang lain."
"Tidak ada waktu lagi," Tetua Wang Haoran berkata, "Siapkan para muridmu dan kita akan menyerang Sekte Lembah Iblis seminggu dari sekarang."
"Apa?" Tetua Chen Duan Shan terkejut, "Itu waktu yang sangat singkat. Tidak mungkin bisa dipersiapkan dengan baik,"
"Mempersiapkan penyerangan dalam waktu lama pun juga tidak baik." Tetua Wang Haoran menjelaskan, "Kau bisa melihatnya ... Sekte Lembah Iblis hanya mengirim beberapa perwakilan mereka dan itu membuat sekte ini kacau-balau. Mereka menargetkan para kultivator senior dan yang berbakat. Mereka ingin menjatuhkan kekuatan kita. Ini tidak bisa dibiarkan,"
Tetua Shang Quan Yi mengangguk pelan dan berkata, "Itu benar sekali. Kita akan menyerang mereka lebih dahulu. Aku pun akan mengirim informasi ke beberapa sekte yang lain. Kita akan bertemu seminggu lagi,"
"Kalian ..." Tetua Chen Duan Shan tidak bisa berkata-kata. Semangat kedua tetua sekaligus teman dekatnya ini begitu menggebu-gebu. Dia menarik napas dan kemudian mengucapkan terima kasih.
Keesokan harinya, Tetua Shang Quan Yi mengirim surat pada sekte menengah yang ada di Alam Kultivasi Atas. Dia memakai bantuan burung pengantar pesan yang mampu terbang jauh dalam waktu singkat.
Di tempat lain, tepatnya di Sekte Lautan Awan---tetua dan para patriarch di sana memulai persiapan mereka. Tetua Dao Fang An mendapatkan kabar dari Tetua Meng Hao Niang dan kini bersiap untuk segera pergi. Dia, para patriarch dan juga murid-murid senior Sekte Lautan Awan sudah lama mempersiapkan diri.
Dua hari persiapan penyerangan itu, Tetua Shang Quan Yi mendapat balasan dari beberapa sekte menengah. Dirinya terkejut sebab ternyata sebelum Sekte Lembah Iblis menyerang Istana Seribu Pedang, mereka lebih dulu menargetkan sekte menengah dan buruknya---tidak sedikit yang wilayahnya telah menjadi abu.
Tetua Shang Quan Yi memegang kuat surat di tangannya. Dia memandang keluar jendela dengan raut wajah yang rumit. Tidak butuh waktu lama sampai seorang murid datang dan memberi hormat padanya.
"Lapor, Tetua. Saya mendapatkan kabar bahwa Gunung Naga Suci dan Sekte Tiga Danau akan ikut serta dalam aliansi,"
Tetua Shang Quan Yi berbalik. Dia menatap muridnya yang mempunyai penampilan kumuh dengan sebuah tongkat bambu. Dia pun mengangguk pelan, "Kau membawa kabar yang baik."
Tetua Shang Quan Yin menarik napas dan berkata, "Aku hampir berpikir bahwa rencana ini akan sia-sia. Beberapa sekte yang kuharapkan bisa membantu justru mempunyai masalah sendiri, tak sedikit dari mereka yang bahkan tidak mampu untuk pulih kembali."
"Tetua ..." murid berusia 27 Tahun itu nampak terkejut, "Maksud Anda Sekte Lembah Iblis juga menyerang ... Se-sekte yang lain?"
"Kau pergilah. Kabarkan kepada seluruh rekanmu untuk mencari sekte yang ingin membantu kita menyerang Sekte Lembah Iblis. Kita harus mengumpulkan kekuatan sebanyak mungkin dan kalian harus berhati-hati. Jangan biarkan kabar ini menyebar hingga ke telinga musuh,"
"Baik, Tetua."
Tetua Shang Quan Yi melihat muridnya yang mulai berjalan pergi. Dia menarik napas berat. Meskipun muridnya tadi membawa kabar baik, tetapi rasa gelisah di dalam hatinya masih belum terobati.
Di sisi lain, Tetua Wang Haoran justru mendapat kabar yang cukup baik. Surat yang dia kirimkan diterima bahkan ada sekte yang mengirimkan surat ajakan menyerang Sekte Lembah Iblis padanya lebih dahulu. Dia merasa bahwa ini akan menjadi awal dari sebuah perubahan besar.
Kabar tentang para sekte aliran putih yang membentuk aliansi sampai di telinga Xiao Shuxiang. Dia pun meminta Hu Li untuk memanggil Wang Zhao dan Liu Wei Lin.
Mereka berempat meminjam kamar Lan Guan Zhi dan membahas masalah ini. Hal yang tidak diinginkan sebenarnya adalah kehadiran Bocah Pengemis Gila di dalam kamar tersebut.
Wang Zhao duduk dengan rasa gugup. Beberapa kali dia mengembuskan napas dan menelan ludah. Di sisi lain, Liu Wei Lin begitu tenang sambil melambaikan kipas merah miliknya.
Hu Li sendiri berkedip beberapa kali dan merasa risih sebab Bocah Pengemis Gila terus saja menyenggol lengannya secara sengaja. Pria bertongkat bambu ini terus menanyakan tentang apa yang sudah dia alami di Bentang Alam Jiwa Tuan Muda Xiao-nya.
"Hu Li, katakankah.." Bocah Pengemis Gila berbisik, "Aku berjanji tidak akan cerita pada siapa pun. Apa Shuxiang melecehkanmu?"
"Tolong jangan ganggu saya,"
"Apa kau melihatnya mandi? Kau mandi dengannya? Atau dia melecehkanmu di pemandian umum?"
Hu Li menatap pria yang bicaranya mulai ngawur ini. Dia berkata pelan, "Tidak ada apa pun. Anda cobalah mengerti,"
__ADS_1
"Tapi aku mendengar dari Zhi Shu bahwa," Bocah Pengemis Gila menahan suaranya dan berkata, "Bahwa kau serius ingin menikah dengannya. Kau pasti sudah melihat sesuatu, kan?"
Bocah Pengemis Gila menggeser tempat duduknya dan bertanya kembali, "Apa kau ... Melihat Xiao Shuxiang melakukan skidipapap swadipap aha ahoy dengan seorang gadis? Dengan seorang pria?"
"Saya bahkan tidak mengerti maksud Anda," Hu Li jelas saja terkejut, dia sampai keheranan dengan istilah aneh yang dikatakan oleh pria berusia 'Tidak Terdefinisi' ini.
"Bocah Pengemis Gila, kau membahas apa di sana dengan Hu Li?" Xiao Shuxiang buka suara dan mulai bersandar pada tempat tidur di belakangnya.
"Tidak ada," Bocah Pengemis Gila menggeleng pelan. Dia mengusap-usap tongkat bambunya dan sesekali meniup debunya.
"Jadi ...." Xiao Shuxiang mulai berkata, "Seperti ini. Para Tetua dari berbagai sekte sedang merencanakam membuat aliansi untuk menyerang Sekte Lembah Iblis. Apa menurut kalian ... Ini ide yang bagus?"
Xiao Shuxiang memain-mainkan pita dahi Lan Guan Zhi yang baru saja dia pulangkan dan kembali berkata, "Aku menyuruh kalian kemari karena aku ingin meminta pendapatmu. Khususnya kau, Wang Zhao."
"Aku?" Wang Zhao menelan ludah dan kemudian mulai menarik napas. Dia berkedip saat melihat Lan Guan Zhi memegang tangan Xiao Shuxiang yang tidak bisa diam itu.
"Ehm ..." konsentrasi Wang Zhao sedikit terganggu sebelum dia mulai berkata, "Sekte Lembah Iblis memang adalah tempat tinggal para kultivator Aliran Hitam. Semua orang menganggap Aliran Hitam adalah tempat di mana kultivator jahat berada, tapi tidak semua orang yang tinggal di sana seperti itu."
"Sejujurnya aku ..." Wang Zhao berujar, "Aku tidak ingin ada orang yang tidak bersalah dihukum. Dan lagi ... Meski aku tidak tinggal di sana, tapi ... Itu adalah tempat yang bangun oleh ayahku."
Liu Wei Lin mendesah pelan dan berkata, "Untukku sendiri ... Aliansi ini justru tidak banyak membantu. Bahkan sangat besar kemungkinannya ini akan menjadi perang besar di mana korban berjatuhan di kedua belah pihak,"
"Bukankah Sekte Lembah Hantu ikut dan membantu Sekte Lembah Iblis?" Bocah Pengemis Gila angkat bicara, dia berujar. "Maaf jika ini menyinggung, tapi aku masih belum percaya padamu."
Liu Wei Lin menggeleng pelan dan lantas melambaikan kipasnya. Dia pun berkata, "Anggota Sekte Lembah Hantu yang beraliansi dengan Sekte Lembah Iblis adalah mereka yang mengabaikan perintahku. Jadi aku tidak peduli mereka mati atau tidak. Justru jika kalian bisa membunuh mereka, aku akan sangat berterima kasih."
"Sebenarnya ..." Xiao Shuxiang menggaruk pelan pipinya dan berkata, "Aku sudah memikirkan sebuah rencana. Menurutku, tidak perlu banyak orang untuk menyerang Sekte Lembah Iblis. Biar Bocah Pengemis Gila saja yang pergi dan kita tinggal menunggu dia kembali,"
"Apa? Aku?!" Bocah Pengemis Gila terkejut. Dia menunjuk dirinya sendiri dan lantas berkata, "Kenapa hanya aku? Apa kau tidak waras?"
"Kau kan sangat kuat," Xiao Shuxiang meledek, "Kami yang masih muda ini punya rencana untuk masa depan. Jadi kau saja yang pergi, oke?"
"Hah. Kau pikir aku akan berkata, 'baiklah' dengan senang hati? Hei..! Apa kau pikir aku adalah pria tanpa masa depan, huh?"
"Lalu membiarkanmu membuat anak dengan Lan'Er Gege? Aku tidak mau!"
"Astaga mulutnya," Xiao Shuxiang kaget dan melempar kuas di meja ke arah Bocah Pengemis Gila. Tindakannya mengagetkan semua orang.
"Apa? Apa?" Bocah Pengemis Gila masih tidak mau kalah, "Kau pikir aku tidak tahu niatanmu? Kau bahkan melecehkan Hu Li. Tidak lihat betapa traumanya dia?"
Hu Li kaget karena namanya ikut disebut-sebut, "Tuan Muda. Sa-saya tidak apa-apa ... Tuan Xiao sama sekali-"
"Kau ini sudah menikah, Shuxiang." Bocah Pengemis Gila tidak mendengar Hu Li dan berkata, "Ling Qing Zhu gadis yang cantik. Dia istrimu dan seorang perempuan tulen, jadi kau garap saja dia. Kenapa kau bahkan tidak melepaskan laki-laki yang---ya ampun, kau sangat memalukan."
"Aiya, rasa-rasanya kau jadi semakin menyebalkan." Xiao Shuxiang baru akan menerjang Bocah Pengemis Gila saat tangannya ditahan oleh Lan Guan Zhi dan dirinya juga ikut dihentikan oleh Liu Wei Lin.
"Keluar kau," Xiao Shuxiang mengusir Bocah Pengemis Gila, "Keluar dari sini. Aku tidak menyuruhmu datang kemari, kan? Keluar sana!"
"Aku tidak mau," Bocah Pengemis Gila memeluk tongkat bambunya sambil memasang wajah menyebalkan.
"Shuxiang, sudahlah." Lan Guan Zhi mencoba menenangkan teman baiknya.
"Saudara Xiao, ayo tenang. Duduklah yang baik," Liu Wei Lin menepuk-nepuk pelan bahu Xiao Shuxiang dan merasa tegang karena pemuda ini bahkan menginjak meja hingga terdengar suara retakan.
"Kau benar-benar tidak waras," Xiao Shuxiang kembali duduk. Dia mengatai Bocah Pengemis Gila yang dijawab senyuman oleh pria itu.
Bocah Pengemis Gila berkata, "Itu kan memang sebutanku."
"Berani membalas lagi aku benar-benar akan menggantungmu,"
Liu Wei Lin menggeleng pelan. Padahal sebelum ini dia melihat Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang begitu akrab, tapi entah bagaimana mereka menjadi dua kucing yang selalu bertengkar.
Lan Guan Zhi bernapas pelan dan lantas menatap teman baiknya. Dia pun buka suara, "Kau tahu Tuan Muda Shén Lóng orang yang seperti itu, tapi kau malah meladeninya."
__ADS_1
"Lan'Er Gege, kau tega sekali ..." Bocah Pengemis Gila syok berat mendengar ucapan itu. Dia pun menggelembungkan pipinya.
Xiao Shuxiang menatap Lan Guan Zhi dan berkata, "Tapi dia ini membuatku sangat emosi. Dia selalu saja mencari masalah denganku, menyebalkan sekali."
"Tenanglah dan mari selesaikan ini," Lan Guan Zhi mengeluarkan sebuah gulungan dan membukanya di atas meja. Teman-temannya lain memperhatikan dan Bocah Pengemis Gila juga ikut mendekat.
Lan Guan Zhi menjelaskan, "Ini adalah salinan peta Sekte Lembah Iblis yang dibuat Wang Zhao. Aslinya ada di tangan Tetua Chen Duan Shan,"
Wang Zhao merasakan tatapan teman-temannya dan mengangguk pelan. Dia berkata, "Tetua Chen Duan Shan memintaku membuat peta wilayah Sekte Lembah Iblis. Tuan Muda Lan membantu dalam menggambarnya, aku sendiri tidak bisa melakukan itu."
"Tunggu," Xiao Shuxiang menghentikan Wang Zhao dan bertanya pada pemuda di depannya tersebut, "Apa Tetua Chen tahu kau pemimpin Sekte Lembah Iblis?"
Wang Zhao mengembuskan napas dan sedikit menunduk saat berkata, "Tetua Meng Hao Niang yang memberitahukan hal ini pada tetua Chen Duan Shan. Aku sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa,"
"Bahkan," Wang Zhao menahan napas. "Aku sangat takut saat Tetua Chen Duan Shan memanggilku dengan wajah yang begitu marah,"
Bocah Pengemis Gila berdecak beberapa kali, "Kau sekarang sudah hebat. Apa kau masih takut menghadapi tetua Chen?"
"Dia seorang Tetua Besar, bagaimana mungkin aku berani...?"
"Tapi Kau Seorang Pemimpin Sekte...!"
Wang Zhao terlonjak kaget mendengar seruan Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang secara bersamaan. Dia nampak mengusap-usap dadanya karena merasa jantungnya hampir runtuh. Hu Li dan Liu Wei Lin pun juga ikut tersentak.
Xiao Shuxiang menggeleng pelan. "Aiya, rasa-rasanya kau ini punya kemiripan dengan Mo Huai. Kalian sama-sama penakut, padahal kau sebenarnya lebih baik darinya karena kekuatanmu."
"Makanya sudah kubilang, dia ini punya hati selembut tahu." Liu Wei Lin menatap Wang Zhao sambil melambai-lambaikan kipas miliknya. Dia pun menatap ke arah peta di atas meja dan bertanya, "Jadi kita akan melakukan apa dengan ini?"
Xiao Shuxiang mengusap pelan dagunya dan berkata, "Sebenarnya aku sedang memikirkan sebuah rencana tentang bagaimana jika kita pergi terlebih dahulu ke Sekte Lembah Iblis. Menyerang mereka lebih dulu akan mengurangi korban dari pihak kita."
Bocah Pengemis Gila berkedip, "Apa kau bisa membuat rencana yang lebih baik? Kau mau mati? Dan mengajak kami semua, hah?"
"Kau takut?" Xiao Shuxiang meledek, "Jika kau takut, maka angkat bokongmu dan keluar dari sini."
Liu Wei Lin menutup kipasnya dan berkata, "Kupikir ini bukan ide yang buruk. Anggota Sekte Lembah Iblis juga sering menyelinap dan melakukan serangan tanpa peringatan. Jadi ayo kita lakukan hal yang sama,"
"Ta-tapi, itu tindakan yang curang."
"Lihat, kan? Wang Zhao ini benar-benar memiliki hati selembut tahu," Liu Wei Lin membuka kembali kipasnya dan lantas menggeleng pelan.
Lan Guan Zhi menatap Wang Zhao dan bernapas pelan. Dia berkata, "Tidak ada kecurangan dari sebuah perang. Justru apa yang Sekte Lembah Iblis lakukan patut diberi ganjaran,"
"Aku benar-benar menyukai teman baikku," Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan menatap satu per satu teman-temannya. Dia berkata, "Lan'Er sudah jelas akan ikut denganku. Jadi apa keputusan kalian?"
Bocah Pengemis Gila secara spontan mengangkat tangannya dan berseru, "Aku akan ikut!"
Xiao Shuxiang mendengus, "Kenapa sekarang kau mau pergi?"
"Tentu saja aku tidak mau Lan'Er Gege dalam kesusahan," Bocah Pengemis Gila menatap Xiao Shuxiang dan kemudian berkata, "Jujur saja. Kau selalu membuat Lan'Er Gege-ku dalam kesusahan. Kau seperti sumber masalah baginya, apa kau bahkan tidak menyadari ini?"
Xiao Shuxiang mendengus, "Coba kau bercermin dan lihat dirimu. Sadarlah..! Kau juga sumber masalah. Kau bahkan adalah masalah itu sendiri. Kau masalah untukku, ah tidak. Kau masalah bagi semua orang,"
"Memang aku melakukan apa? Apa yang sudah kuperbuat padamu? Tsk, dasar menyebalkan.."
Hu Li berkedip dan menatap Bocah Pengemis Gila serta Tuan Muda Xiao-nya secara bergantian. Apa kedua orang ini tidak pernah sadar dengan apa yang mereka katakan? Ingin sekali dia berkata bahwa Bocah Pengemis Gila dan Tuan Muda Xiao-nya mempunyai kemiripan yakni sering membuat banyak masalah.
Liu Wei Lin mencoba melerai keadaan dengan berkata, "Ayo hentikan ini dan tentukan kapan kita mulai bergerak."
Xiao Shuxiang menatap Liu Wei Lin dan kemudian berujar, "Besok malam. Kita akan berkumpul di sini dan segera pergi ke Sekte Lembah Iblis,"
Wang Zhao menelan ludah dan baru sadar akan sesuatu, "Wilayah Sekte Lembah Iblis lumayan jauh dari sini. Jadi bagaimana kita bisa sampai di sana dengan cepat?"
Xiao Shuxiang tersenyum, "Karena itulah kalian harus memujiku yang luar biasa ini. Aku bisa membuat kita semua ke Sekte Lembah Iblis dengan cepat. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,"
__ADS_1
******