KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
375 - Ling Qing Zhu (11)


__ADS_3

Mata Xiao Shuxiang perlahan terbuka. Dia mengusap-usap matanya dan kemudian berbalik hanya untuk bertemu kepala besar Harimau Bulan yang masih lelap tertidur.


Lan Xiao mempunyai bulu yang halus, lembut, dan hangat. Rasanya benar-benar malas untuk bangun. Xiao Shuxiang menutup mulutnya saat menguap. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat dia mulai bangun. Masalahnya, dia duduk hanya sesaat sebelum bersandar kembali di tubuh Lan Xiao.


Suara pintu kamar Xiao Shuxiang mulai terbuka dan seseorang berpakaian putih nampak berjalan masuk. Suara tanpa nada seorang gadis seketika terdengar.


"Kau sudah bangun?"


Xiao Shuxiang baru bisa melihat jelas siapa yang datang. Dia pun dengan malas menjawab, "Aku masih ingin tidur, Kucing Putih. Sepuluh menit lagi,"


"Sebaiknya bangun. Tidak baik jika kau sudah membuka mata dan kembali tidur. Kepalamu bisa sakit. Ayo bangun,"


Ling Qing Zhu menepuk bahu pemuda di depannya dan berusaha membangunkan orang ini. Dia bahkan mencubit pipi Xiao Shuxiang dan menarik hidung Wali Pelindungnya.


"Kucing Putih, jangan. Aku benar-benar masih mengantuk,"


"Shuxiang, bangunlah. Ayo,"


Xiao Sbuxiang menepis pelan tangan Kucing Putihnya yang kembali mencubit-cubit dan memainkan pipinya. Di kondisi seperti ini, dia seakan tidak mau diajak bermain.


"Xiang'Er," Ling Qing Zhu menggoyangkan bahu Wali Pelindungnya. Dia mengguncangkan tubuh Xiao Shuxiang dan benar-benar menjadi pengganggu.


Xiao Shuxiang meringis dan secara spontan meraih lengan Ling Qing Zhu, menariknya hingga gadis itu jatuh ke pelukannya. Dengan kakinya, dia memeluk Ling Qing Zhu seperti guling dan membuat gadis berambut putih itu membeku.


"Shuxiang, lepaskan-"


"Kau diam atau kucium."


"Kakimu berat. Aku ini bukan guling, jadi lepaskan."


"................"


"Shuxiang,"


"................"


"Tidak tahu malu,"


Xiao Shuxiang tidak mengatakan apa-apa. Matanya tertutup, tetapi dia tersenyum tipis saat merasakan gadis di sampingnya tidak lagi protes ataupun bergerak memberontak. Dia bahkan mengeratkan pelukannya dan Kucing Putihnya tetap diam.


Ling Qjng Zhu berkedip. Dia sebenarnya tidak berani bergerak dalam situasi seperti ini. Tapi beberapa saat kemudian, dia menengadah dan memperhatikan wajah tertidur pemuda di sampingnya.


"Shuxiang, apa kau tidur?"


"............. Mn,"


"Tuan Muda Lan mencarimu,"

__ADS_1


".............. Biarkan saja," mata Xiao Shuxiang tetap terpejam saat berkata, "Aku ingin bersama denganmu sebentar."


"................" Ling Qing Zhu memperhatikan wajah tampan Wali Pelindungnya. Dilihat sedekat ini, wajah Xiao Shuxiang benar-benar indah dan mempesona.


"Shuxiang," Ling Qing Zhu buka suara. "Di Alam Kultivasi Atas waktu itu... Kenapa kau pergi tanpa mengatakan apa pun?"


"............. Mn,"


"Shuxiang,"


"............ Kau pasti sangat khawatir. Itu salahku," Xiao Shuxiang mengusap kepala Kucing Putihnya saat dia masih memejamkan mata.


"................" Ling Qing Zhu tidak mengatakan apa pun. Kebungkaman dan bahkan reaksinya yang sama sekali tidak bergerak membuat Xiao Shuxiang perlahan membuka matanya kembali.


Pandangan kedua orang ini langsung bertemu. Ling Qing Zhu masih memasang wajah yang tanpa ekspresi, namun matanya yang secerah langit biru dan kulit putih saljunya membuat dia terlihat luar biasa cantik. Di sisi lain, Xiao Shuxiang tidak diragukan lagi sebagai pemilik dari wajah yang lembut dengan ketampanan yang indah.


Ling Qing Zhu mengulurkan tangan dan mengusap sudut mata Wali Pelindungnya. Dia seakan membantu pemuda ini membersihkan pinggiran matanya yang jelas terlihat seperti orang yang baru bangun tidur.


"Ini aneh.." Xiao Shuxiang bergumam pelan.


"............ Kenapa?"


"Rasanya seperti aku sedang bermimpi... Bisa melihatmu sedekat ini,"


"Pergi dan basuh wajahmu. Kau bisa tahu apa ini mimpi atau bukan,"


"Aku tidak mau..." Xiao Shuxiang meraih tangan Ling Qing Zhu yang entah bagaimana bisa begitu nakal mencubit-cubit pipinya.


"Siapa yang tidak tahu malu menarik dan memelukku?"


"............ Xiao Shuxiang,"


"Mn," Ling Qing Zhu bergumam pelan.


Xiao Shuxiang berbalik. Dia melepaskan pelukannya dan tidur telentang sambil menengadah menatap langit-langit kamarnya. Dirinya berujar, "Diingat-ingat lagi... Ini pertama kalinya aku sedekat ini denganmu. Aku merasa sangat aneh... Kau benar-benar Kucing Putih, kan?"


"............. Kau masih tidak percaya?"


"Tentu saja tidak. Aku merasa salju akan turun bahkan sebelum musimnya. Kau ini sangat mengejutkan,"


Ling Qing Zhu bangun. Dia memperbaiki posisi duduknya dan dengan tenang berkata, "Jika kau tidak terlalu banyak membanggakan diri sendiri dan bersikap memalukan, mungkin aku bisa lebih dekat denganmu."


"Kucing Putih..." Xiao Shuxiang menoleh, "Itu bukan membanggakan diri. Itu adalah rasa syukur atas semua bakat dan kelebihan yang diberikan langit padaku. Oh, ya ampun. Aku sangat luar biasa."


"Kau melakukannya lagi,"


"Bagaimana Yang Mulia Xiao Shuxiang ini tidak membanggakan dirinya di saat aku memiliki apa yang patut dibanggakan. Bahkan aku juga sangat bangga karena mempunyai istri seperti dirimu,"

__ADS_1


"............ Aku terkesan,"


"Tapi, Kucing Putih. Serius. Ini benar-benar aneh," Xiao Shuxiang bangun dan dalam posisi duduk. Dia menepuk-nepuk pipinya dan lantas menatap gadis berambut putih di hadapannya. Dia berkata, "Kenapa kau sama sekali tidak memberontak saat aku memelukmu? Kau juga tidak biasanya seperti ini. Ada apa? Apakah terjadi sesuatu atau ada yang membuatmu terganggu?"


Ling Qing Zhu memperhatikan Xiao Shuxiang dan bernapas pelan. Suaranya tanpa nada saat berkata, "Bagaimana aku bisa memberontak. Kau memeluk terlalu kuat,"


"Rasanya aku memelukmu bisa saja..." Xiao Shuxiang sedang memikirkannya di saat Ling Qing Zhu tiba-tiba berdiri dan mengusap pelan kepalanya. Dia tentu saja terkejut.


Ling Qing Zhu berkata, "Bersihkan dirimu. Akan kubangunkan Lan Xiao,"


"................" Xiao Shuxiang berkedip. Dia merasa keheranan dengan sikap gadis cantik ini. Ling Qing Zhu memang seseorang yang baginya sulit untuk ditebak.


Gadis berambut putih ini bisa bersikap sangat dingin dan seakan tidak peduli, tetapi di saat dia tidak mengharapkan apa-apa... Sosok ini justru mendekat dan bersikap begitu baik.


Xiao Shuxiang menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia memperhatikan Ling Qing Zhu yang nampak berusaha membangunkan Lan Xiao, Sang Harimau Bulan.


Xiao Shuxiang berdiri, dia berjalan ke arah sekat dan berbalik untuk memperhatikan Kucing Putihnya kembali. Dia masih sangat keheranan. Dirinya bahkan mengintip gadis itu saat dirinya sudah berada di balik sebuah sekat.


"................"


Ling Qing Zhu tidak mengatakan apa-apa. Dia baru menatap ke arah Xiao Shuxiang ketika Wali Pelindungnya itu sudah terdengar turun ke bak mandi. Di posisi seperti ini, dia tentunya hanya melihat sebuah sekat kayu.


Gadis ini sebenarnya tidak pernah melakukan pemberontakan yang keras, meski saat Xiao Shuxiang memeluk atau memegang tangannya. Dia hanya membentak dengan lisan, tidak pernah benar-benar memakai tangan untuk mendorong Xiao Shuxiang menjauh.


Bahkan jika ada kondisi di mana dia melakukan dorongan, itu karena Xiao Shuxiang mulai mengatakan kata-kata yang membuat jantungnya hampir melompat dan itu terasa memalukan baginya. Ling Qing Zhu bukannya tidak suka, dia hanya kurang terbiasa.


Harimau Bulan sendiri akhirnya bisa dibangunkan. Dia kembali berubah menjadi anak laki-laki berusia 7 Tahun dan nampak memasang wajah yang mengantuk seperti Xiao Shuxiang sebelumnya.


"Bibi Qing Zhu.." Lan Xiao mengusap-usap matanya. Dia menguap dan membuat Ling Qing Zhu bernapas pelan.


"Pergi dan basuh wajahmu,"


"Di mana Ibu A-Xiangku?" Lan Xiao justru mencari keberadaan Xiao Shuxiang dan tentu saja Ling Qing Zhu menjawab bahwa sosok yang dicari oleh anak kecil ini sedang membersihkan diri.


Lan Xiao tanpa ragu berjalan ke arah sekat dan terdengar suara Xiao Shuxiang. Ling Qing Zhu tetap berada di tempat dan berkedip mendengar percakapan pemuda dengan anak laki-laki cadel tersebut.


"Ibu A-Xiang. A-Xiao juga mau mandi,"


"Sudah kubilang panggil, 'Kakak'."


"Ibu A-Xiang,"


"Ya ampun. Lepas pakaianmu dan masuk kemari. Lain kali kau panggil A-Yuan, 'Ibu' bagaimana?"


"Tidak mau. Ayah Yuan, tetap Ayah Yuan. Ibu A-Xiang, adalah Ibu A-Xiang."


"Siapa yang mengajarkan ini padamu sebenarnya, hm?"

__ADS_1


Ling Qing Zhu berkedip. Dia mendengar suara gemerisik air dan entah apa yang dilakukan oleh Wali Pelindungnya di balik sekat itu, apalagi bersama dengan Lan Xiao.


******


__ADS_2