KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
222 - Pengungkapan (2)


__ADS_3

Bocah Pengemis Gila saat ini duduk di tepi sungai buatan milik Sekte Lautan Awan. Dia memandang pantulan bulan dan sudah mengembuskan napas entah berapa kali.


Xiao Shuxiang sendiri terlihat duduk di samping Bocah Pengemis Gila dan nampak memegang sebuah buku serta kuas lukis. Pemuda itu nampak sangat serius.


Xiao Shuxiang melirik pria di sampingnya dan memperhatikan bahwa sosok ini sekarang jadi lebih pendiam. Dirinya pun mulai tidak tahan dan akhirnya bersuara.


Xiao Shuxiang berkata, "Aku sebenarnya tidak ingin ikut campur dengan apa pun tentang kehidupan pribadimu. Tapi aku sudah bertemu dengan Gurung Agung Duan Wenyang ini dan tidak ada siapa pun yang bisa kutanyai tentangnya selain kau,"


Xiao Shuxiang bertanya, "Jadi apa kau bisa mengatakan sesuatu?"


"..............." Bocah Pengemis Gila menoleh dan menatap pemuda di sampingnya sebelum kembali memandang pantulan bulan dalam tenangnya aliran sungai.


"Bocah Pengemis Gila, katakan sesuatu. Jangan hanya diam. Kebungkamanmu membuat kau terlihat lebih normal dan aku tidak suka,"


"Aku itu .... Adalah anak yatim piatu,"


Xiao Shuxiang berkedip, "Kau membunuh kedua orang tuamu?"


"Tentu saja tidak. Aku bukan orang sepertimu," Bocah Pengemis Gila langsung membantah, dia cukup syok karena pemuda di sampingnya memberi pertanyaan yang mengagetkan.


Xiao Shuxiang sendiri memanyunkan bibirnya sebelum kembali fokus pada sketsa wajah yang sedang dia lukis. Dia mendengar suara hembusan napas dari pria di sampingnya.


Bocah Pengemis Gila berujar, "Aku tidak punya banyak ingatan tentang masa lalu. Yang kuingat .... Aku hidup di jalanan saat masih kecil. Aku dijauhi semua orang dan terkadang juga diusir. Mereka takut,"


Bocah Pengemis Gila berkata, "Saat itu aku memiliki penyakit kulit. Tidak ada yang mau dekat denganku. Benar-benar menjijikkan. Belum lagi, aku juga sering berebut makanan dengan anjing. Sangat jarang ada orang yang menaruh belas kasihan,"


"............. Beberapa orang memang ada yang dilahirkan dengan sebuah ketidak-beruntungan,"


"Mn, aku selalu ingin melupakan masa-masa itu. Tapi mengingat nama guruku yang kau sebutkan .... Aku jadi terkenang beliau kembali. Guruku saat itu tinggal di Alam Atas. Kami menyebutnya Manusia Dewa, saat ini lebih dikenal dengan kultivator."


"............. Apa saat itu kelima benua belum terpisah seperti sekarang?" Xiao Shuxiang hanya sekadar bertanya. Siapa yang menyangka pria di sampingnya justru mengangguk.


"Benar. Jika aku tidak salah, dahulu ini disebut Benua Bintang. Kemudian ada sekali dalam beberapa tahun, para Manusia Dewa turun untuk mengambil murid. Saat itulah aku bertemu Duan Wenyang, guruku."


"Biar kutebak. Dia melihatmu dan merasa kasihan lalu kau mulai dibawa untuk menjadi muridnya. Benar, kan?" Xiao Shuxiang tidak ingin cerita dari pria ini terdengar menyedihkan, karenanya dia hendak membangun suasana dan itu berhasil.


Bocah Pengemis Gila mendengus dan lalu menanggapi, "Itu sama sekali tidak benar. Duan Wenyang itu tidak pernah memberiku muka sedikit pun. Tatapan matanya lebih menusuk, lebih dingin dari tatapan mata Kucing Putihmu dan bahkan tanpa rasa kasihan sama sekali."


"Apa dia melihatmu seperti melihat kotoran?"


"Benar. Dia melakukannya. Aku selalu dilihat seperti itu oleh semua orang, tapi saat dia yang melakukannya----rasanya seakan aku ingin mati."


"Bukankah itu buruk? Tidak baik memberi tatapan semenakutkan itu pada seorang anak kecil," Xiao Shuxiang menggeleng dan lalu berkata. "Jika aku diberi tatapan seperti itu oleh seseorang, maka bila harus mati----akan kupastikan dia tidak akan bisa melihat lagi,"


"Guruku memang memiliki tatapan yang menakutkan, tapi saat itu .... Aku melihat pandangan matanya yang lain. Seorang anak laki-laki telah berdiri di depanku dan seakan mencuri perhatiannya,"


"Itu murid yang lainnya?!" Xiao Shuxiang tersentak. Dia ingat ucapan Guru Agung Duan Wenyang, sosok murid yang begitu dikagumi dan sosok murid yang selalu terabaikan.


Bocah Pengemis Gila berkata, "Anak laki-laki itu dipilih langsung oleh guru dan dia telah membuat sosok Duan Wenyang tersenyum. Benar. Aku tidak pernah melihat senyuman yang seindah itu bisa berasal dari ekspresi wajah sedingin es. Itulah saat di mana aku merasa bahwa hatiku sudah dicuri,"


Xiao Shuxiang melihat pria yang duduk di sampingnya ini tersenyum. Dia tidak ingin menyela Bocah Pengemis Gila sekarang, jadi dia hanya mendengarkan.


Bocah Pengemis Gila berkata, "Orang bilang .... Ayah adalah cinta pertama anak perempuannya. Aku seperti bisa merasakan itu juga, jadi aku berusaha untuk memberanikan diri dan menarik pakaiannya."


".............. Dengan tangan yang kotor?" Xiao Shuxiang bergumam pelan.


"Mn, dengan tangan kotor, kurus dan penuh penyakit. Tapi kau tahu, dia ternyata bersedia menerimaku. Kupikir ... Itu mungkin karena rasa kasihan atau mungkin karena dia merasa aku tidak akan bisa hidup lebih lama. Mungkin .... Dia ingin berbuat kebaikan terakhir pada seorang anak yang begitu menyedihkan,"


Bocah Pengemis Gila menarik napas dan lalu berkata, "Kemudian aku dibawa untuk tinggal dengan para Manusia Dewa itu. Namun seperti sebelumnya, meski aku diobati dan mulai berangsur-angsur membaik .... Perlakuan terhadapku sama sekali tidak berubah. 'Sebuah kotoran tidak akan pernah bisa menjadi perak meski dibersihkan dengan air sesuci apa pun itu,'"


"..............." Xiao Shuxiang menghentikan gerakan melukisnya saat mengingat sedikit tentang masa lalunya. Ucapan Bocah Pengemis Gila yang terakhir itu membuatnya mengembuskan napas berat.

__ADS_1


Xiao Shuxiang kembali menggerakkan kuas miliknya dan berujar pelan, "....... Sama seperti kaum Demonic Beast yang ditakuti oleh manusia dan juga kultivator dari Aliran Hitam yang selama ini telah banyak membawa kekacauan. Nama yang sudah dianggap buruk sejak awal, tidak akan pernah bisa dibersihkan."


"Mn, tapi itu juga karena kultivator Aliran Hitam memang kebanyakan orang-orang jahat. Demonic Beast juga .... Hanya beberapa di antara mereka yang bisa dijadikan teman,"


"Yang kutahu Aliran Hitam itu .... Kami kebanyakan melakukan teknik terlarang untuk berkultivasi. Ada yang memakai energi gelap karena dantiannya lemah, tidak bisa berkultivasi secara normal. Jika ada pilihan lain, mana mungkin mereka akan mencoba teknik terlarang."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan kembali berkata, "Alasan mengapa para kultivator Aliran Hitam memilih tinggal di pegunungan atau tempat-tempat berbahaya dan seakan terasing dari dunia----tentu karena tidak seorang pun yang akan menerima mereka. Aku tidak mau membela atau membenarkan siapa pun, karena seperti katamu----kebanyakan penjahat berasal dari Aliran Hitam."


Xiao Shuxiang mendengus dan kemudian tersenyum. Dia berkata, "Tapi aku kagum padamu. Kau sama sekali tidak menaruh dendam meski diperlakukan selayaknya kotoran. Jika itu aku, mereka tidak akan bisa hidup tenang."


"Siapa yang bilang?" Bocah Pengemis Gila berkata, "Aku bukan orang sebaik itu. Aku juga bisa merasa kesal dan dendam pada siapa pun, tapi sepertinya----saat itu aku seakan terlahir sebagai orang yang selalu ditindas."


"Biar kutebak. Apa anak laki-laki yang menarik perhatian gurumu adalah orang yang menjadi pahlawan untukmu?"


"Hah, dia hanya menjadi penonton. Sama sekali tidak menolong," Bocah Pengemis Gila menggeleng pelan. Dia membuat Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya.


"Guru Agung Duan Wenyang bilang dia mempunyai murid yang berhati murni dengan jiwa yang kuat. Dia penuh kasih dan memiliki cinta kenapa manusia, apa mungkin dia tidak memberikan bantuan satu pun padamu?"


"Guruku bilang begitu?" Bocah Pengemis Gila bertanya dan dibalas gumaman oleh Xiao Shuxiang.


"Mn, dia mengatakannya."


"Hmph, bahkan setelah menjadi potongan jiwa pun----dia masih memuji murid kesayangannya."


"Ada *cuka di wajahmu," Xiao Shuxiang meledek dan kemudian mengembuskan napas.


^^^*cemburu^^^


Xiao Shuxiang berkata, "Kau jangan sedih. Guru Agung Duan Wenyang menyampaikan penyesalannya. Dia juga menceritakan tentangmu. Dia terlihat menyesal sudah mengabaikanmu dan dia merasa bangga bahwa murid yang diabaikannya telah menjadi legenda yang begitu dikagumi,"


"Kau tidak perlu menghiburku," Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas. "Aku tahu bahwa dia pasti lebih menyesal pada murid yang paling disayanginya bila dibandingkan denganku,"


Bocah Pengemis Gila berkata, "Aku berada di bawah bimbingannya hanya beberapa tahun sebelum kuputuskan untuk pergi. Aku selama ini hanya ingin agar dia memperhatikanku, tapi kau tahu .... Sulit untuk murid yang biasa-biasa saja dan bahkan tidak punya bakat untuk bisa menarik perhatian sosok yang begitu agung sepertinya."


"Mn, aku berkelana dan belajar pada banyak guru. Tapi aku tidak pernah mengangkat kultivator untuk mengajariku berkultivasi lagi, praktikku tetap di Forging Qi Tingkat 2 sampai sekarang."


"............. Apa itu sebagai pelampiasan atau untuk mengingatkanmu padanya?"


"Ini bentuk penghormatanku,"


"Lalu bagaimana dengan Teknik Tenaga Dalam yang kau miliki sekarang?" Xiao Shuxiang penasaran untuk yang satu ini.


Bocah Pengemis Gila menggeleng, "Tidak ingat. Terlalu banyak guru yang sudah mengajariku,"


"Lalu bagaimana dengan kitab yang ditulis gurumu?"


"Tentu saja diberikan kepada murid kesayangannya. Aku pun baru bertemu dengannya kembali setelah beberapa lama, di saat Era Kekacauan terjadi. Itu kejadian yang mengerikan dan lebih baik tidak diceritakan,"


Xiao Shuxiang memberikan bukunya pada Bocah Pengemis Gila. Dia telah membuat lukisan yang luar biasa indah dan membuat pria di sampingnya sontak terkejut.


"Ini ...." Bocah Pengemis Gila menatap sosok dalam lukisan buatan pemuda di sampingnya. Dia menahan napas, "Ini ...."


"Aku mencoba mengingat wajah dari potongan jiwa yang pernah kutemui. Apa kau mulai mengingatnya?"


"Iya.... Benar. Ini adalah wajahnya. Wajah yang kulihat saat pertama kali bertemu dengannya," Bocah Pengemis Gila mengusap pelan setiap goresan tinta dalam buku di tangannya.


"Kenapa aku bisa melupakannya. Jika tidak melihat wajahnya lagi .... Aku tidak akan pernah bisa mengingatnya dengan jelas. Dia adalah guru yang benar-benar kukagumi dan sosok yang membuatku sedih,"


"Bocah Pengemis Gila ...." Xiao Shuxiang tidak tertegun saat pria di sampingnya tersenyum, tetapi meneteskan air mata. Ini pertama kalinya dia melihat Bocah Pengemis Gila menangis.


Xiao Shuxiang memperhatikan pria di sampingnya dan lalu mengembuskan napas. Tangannya dengan perlahan mulai terulur dan mengusap serta menepuk-nepuk punggung pria di sampingnya.

__ADS_1


"Masih bisa menangis, itu masih baik..."


"............. Aku murid yang tidak berbakti," Bocah Pengemis Gila bersuara pelan, "Aku telah membuat guruku kecewa."


"Itu tidak benar." Xiao Shuxiang mencoba menghibur temannya ini, dia berkata tanpa nada. "Jika kau murid yang tidak berbakti, maka aku adalah anak yang durhaka. Kesalahanku sangat banyak dan dosaku lebih besar. Dalam hidupmu, kau sudah membuat banyak kebaikan. Kau sosok yang membanggakan,"


"Tapi aku .... Benar-benar mengecewakan guruku. Semua orang tahu aku memiliki kehidupan yang menyimpang. Aku sama sekali tidak berani menatapnya,"


"Itu kan hanya penyamaranmu, tidak perlu khawatir. Ingatlah ini, jika kau membuat satu kesalahan. Maka Xiao Shuxiang sudah membuat kesalahan yang tidak lagi terhitung. Satu kesalahan bisa diampuni, sementara kesalahan Xiao Shuxiang hanya bisa dihukum langit. Kau akan merasa beruntung karena tidak membuat kesalahan yang sama seperti yang telah kulakukan."


"Shuxiang...." Bocah Pengemis Gila menatap pemuda di sampingnya.


Dia kini tidak lagi menangis karena mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Namun entah kenapa Bocah Pengemis Gila merasa pemuda ini punya cara yang tidak biasa untuk menghiburnya.


Bocah Pengemis Gila bertanya, "Kenapa kau mengatakan itu?"


"Saat kau merasa ada yang membuat kesalahan besar, bukankah kau akan merasa bersyukur dan beruntung karena hanya melakukan kesalahan yang kecil? Jika kau melihat ada orang yang tidak pernah melakukan kebaikan satu kali pun, bukankah kau akan merasa bangga karena telah berbuat beberapa kebaikan?"


Xiao Shuxianh berkata, "Manusia itu .... Terkadang butuh orang yang memiliki kehidupan lebih rendah untuk membuatnya bersyukur. Bukan orang yang sejajar dengannya untuk membuatnya merasa iri hati. Manusia itu .... Terkadang butuh membandingkan hidupnya dengan hidup orang lain,"


"..............." Bocah Pengemis Gila berkedip dan memperhatikan pemuda ini dengan saksama. Dia pun spontan bertanya, "Apa kau menjadi kultivator Aliran Hitam yang ditakuti hanyalah kedok munafikmu?"


"Apa?" Xiao Shuxiang mengerutkan kening dan menatap Bocah Pengemis Gila.


"Entah mengapa .... Tapi aku merasa bahwa kau benar-benar bukan orang yang jahat,"


Xiao Shuxiang mendengus dan kemudian tertawa, "Luar biasa. Aku baru saja mengatakan beberapa hal baik dan kau menganggapku bukan orang jahat?"


"Shuxiang, jujurlah. Kau tadi mengatakan beberapa hal yang tidak kuketahui dari kehidupan para kultivator Aliran Hitam, bahwa mereka memilih teknik terlarang karena memang tidak punya pilihan lain. Rasanya kau sedang mengungkap rahasia yang sebenarnya tidak diketahui dunia,"


"Benarkah? Apa aku bicara seperti itu padamu?" Xiao Shuxiang berkedip dan menatap Bocah Pengemis Gila dengan polosnya.


"Shuxiang, kau jangan bercanda. Kau ini pembohong besar,"


"Hei..! Aku tidak pernah berbohong. Sekali pun tidak pernah. Kau menyinggungku,"


"Kalau begitu katakan padaku tentang dirimu yang sebenarnya."


"Bukannya kau sudah tahu?"


"Shuxiang, yang lainnya. Rahasia yang kau sembunyikan dari semua orang di mana aku pun sulit menebaknya,"


Xiao Shuxiang memperhatikan betapa seriusnya Bocah Pengemis Gila. Dia pun mengembuskan napas dan kemudian tersenyum, "Kau ingin tahu?"


Bocah Pengemis Gila menelan ludah. Dia tiba-tiba menjadi agak tegang.


Xiao Shuxiang lama terdiam sebelum kemudian berkata, "Aku berusaha menjalani kehidupan yang lebih baik. Tapi jika ada di antara kalian yang meragukan niatku ini----aku tidak akan ragu untuk kembali memporak-porandakan dunia."


Xiao Shuxiang berdiri dan menatap Bocah Pengemis Gila. Dia berekspresi datar dan berkata, "Ada beberapa hal yang tidak perlu kau ketahui. Ini jauh lebih baik untukmu. Kau hanya harus tahu .... Yang Mulia Xiao Shuxiang ini berada dipihak kalian,"


"..............." Bocah Pengemis Gila menatap Xiao Shuxiang yang berjalan pergi. Dia pun berdiri dan berkata dengan serius, "Bukan seperti itu caramu menghindari pertanyaan, Nak. Apa kau mau aku memberimu tebakan yang gila?"


Bocah Pengemis Gila berkata, "Kau telah memberontak dengan kehidupanmu di lingkungan Aliran Hitam. Itulah sebabnya kau menghabisi nyawa ayah dan ibumu sendiri. Kau tidak diperlakukan seperti layaknya seorang anak, bukan?"


!!!


Xiao Shuxiang berhenti melangkah dan langsung berbalik. Dia menatap Bocah Pengemis Gila dan tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya.


"Kau mau aku menebaknya lagi?" Bocah Pengemis Gila bertanya dengan nada yang serius. Ekspresi wajahnya sedang tidak bercanda.


Bocah Pengemis Gila berkata, "Kau muak dengan didikan orang tuamu yang tanpa belas kasih. Kau juga muak dengan kehidupan di lingkunganmu yang setiap harinya semakin tidak manusiawi. Kau tidak mau keadaan semacam itu terus berlangsung dan karena inilah kau memberontak. Kau menghabisi nyawa mereka yang pantas dihabisi hingga kau mendapatkan gelar itu. Benar, kan? Xiao Shuxiang,"

__ADS_1


******


__ADS_2