![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Tetua Zhao Linying dari Sekte Bunga Surga terlihat sangat kesulitan dalam menghadapi sosok Zhou Ding Feng yang merupakan anggota Sekte Lembah Iblis.
Zhou Ding Feng sendiri sama sekali tidak bersikap lunak meski lawannya adalah seorang wanita. Dia bahkan membuat Tetua Zhao Linying mengalami luka yang parah dengan membuatnya menghantam tanah, tepat di sekitar mayat kultivator.
Dia hampir saja menghabisi nyawa wanita dari Sekte Bunga Surga itu saat sesuatu tiba-tiba terjadi di mana potongan tangan yang berada di dekat tubuh Zhao Linying secara mengejutkan bergerak.
!?
Mata Zhou Ding Feng terbelalak lebar. Tidak hanya menyaksikan potongan tangan yang bergerak, dia bahkan melihat kepala yang sudah terpisah dari tubuh ikut mengalami hal yang sama.
Tetua Zhao Linying menjerit saat merasakan ada yang bergerak di antara pahanya. Dia menggunakan seluruh tenaganya untuk berguling dan akhirnya sadar bahwa dia ternyata menduduki potongan kaki manusia.
Keterkejutan jelas terlihat di wajah Tetua Zhao Linying. Rasa sakit akibat serangan lawan masih belum menghilang dan kini ketahanan jantungnya diuji.
Dengan mata kepalanya sendiri, Tetua Zhao Linying menyaksikan bagaimana potongan tubuh mayat di sekitarnya bergerak dan seakan saling mencari bagian tubuh satu sama lain. Tidak butuh waktu lama sampai potongan tubuh itu menjadi bagian yang utuh meski penempatan posisi setiap organnya terbalik.
"Mu-Mustahil ..." Zhou Ding Feng tanpa sadar menelan ludah saat menyaksikan apa yang terjadi pada mayat-mayat di sekitarnya. Dia baru akan buka suara ketika mendadak mayat-mayat itu melesat dan menerjangnya.
!!
Meski menggunakan kekuatan yang besar, namun Zhou Ding Feng tetap merasa kesulitan menghadapi para mayat ini. Apalagi mereka begitu tahan banting dan bahkan tidak merasakan sakit sama sekali.
"Gawat," Zhou Ding Feng menggertakkan gigi, "Bagaimana bisa ini terjadi..! Siapa yang sudah melakukannya?!"
Jelas sekali ini bukan teknik dari anggota Sekte Lembah Iblis apalagi ulah dari Qiao Nuan. Mayat-mayat itu tidak menyerang Tetua Zhao Linying yang artinya mereka berpihak pada lawan.
Tidak hanya tempat itu yang kacau, tetapi juga tempat para tetua lainnya. Mereka terkejut dengan perubahan yang sedang terjadi.
Ada beberapa kultivator yang terlihat menghunuskan pedangnya ke arah para mayat itu. Mereka takut jika ini adalah teknik lain dari musuh di saat keadaan belum berpihak pada mereka.
Para kultivator itu hendak melawan saat mayat-mayat mulai melesat ke arah mereka. Hanya saja ternyata mayat itu justru melewati mereka begitu saja dan malah menyerang lawan.
"Apa ini?! Aakh!!"
!!!
Serangan dari mayat-mayat tersebut luar biasa brutal. Mereka menerjang lawan lalu menggigit lehernya. Buruknya para mayat itu menyerang dalam jumlah yang besar. Kultivator Sekte Lembah Iblis yang tidak bisa mengatasi ini bahkan harus kehilangan nyawa mereka.
Zhou Ding Feng menggeram marah. Dia kembali mengeluarkan kekuatan yang besar dan kini mampu menebas para mayat yang menyerangnya menjadi potongan-potongan daging. Namun hal mengerikan terjadi di detik berikutnya.
Ada lima mayat yang memegang senjata dan menyerang Zhou Ding Feng dari arah yang berbeda-beda. Gerakan mayat itu gesit seakan-akan mereka masih hidup.
Tetua Zhao Linying sampai menahan napas dan melebarkan matanya ketika menyaksikan bagaimana Zhou Ding Feng terkurung dan dikalahkan oleh kelima mayat itu.
__ADS_1
Tangan Tetua Zhao Linying bahkan tanpa sadar menutup mulutnya dan terlihat gemetar. Dia menyaksikan para mayat itu yang memperlihatkan senyuman lebar hingga merobek pipi sendiri. Mereka pun melesat pergi dan menyerang anggota Sekte Lembah Iblis yang lain.
Tetua Zhao Linying sebenarnya bukan pemula dalam melihat mayat hidup, tetapi ini adalah yang pertama kali dia menyaksikan ada mayat yang dengan karakter luar biasa mengerikan seperti itu. Siapa pun yang mengendalikan mereka, sosok tersebut jelas adalah orang yang sangat berbahaya.
*
*
Wang Zhao sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi di lingkungan Istana Teratai Hitam saat ini. Dia tidak memiliki waktu untuk merasa khawatir karena posisinya sekarang pun nampak tidak baik.
Kedua tangannya bersilang di depan dan terlihat dialiri energi spiritual. Dia telah mengeluarkan tenaga yang besar hanya demi menahan serangan mengejutkan yang tiba-tiba datang ke arahnya. Saat ini, ada seseorang yang tengah berdiri tidak jauh di hadapannya.
Sosok itu berdiri di sebuah ranting pohon yang sudah mati. Jubah hitamnya terlihat dilambaikan angin dan aura pembunuh orang ini sangat pekat hingga terasa begitu menyesakkan.
Napas Wang Zhao menjadi tidak beraturan akibat serangan kejutan yang dia alami sebelumnya. Dan sekarang jantungnya berpacu kencang melihat siapa yang ada di depannya sekarang.
Subjek dengan aura pembunuh yang pekat itu tidak lain adalah Tetua Sekte Lembah Iblis yang sekarang. Hanya saja entah mengapa ekspresi Wang Zhao justru terlihat bagai seseorang yang tidak menyangka dengan wajah sosok yang dia lihat.
"Kau ..." Wang Zhao kesulitan mencari kata. Dia berkedip dan begitu gugup saat berkata, "Kau .... A-Ayah?!"
"..................."
!!!
Tidak bisa dibayangkan rasa terkejut yang dialami oleh Wang Zhao saat ini. Dia benar-benar tidak menyangka akan melihat sosok yang sama sekali berbeda seperti bayangannya.
"Ti-tidak mungkin ... Bagaimana Ayah ... Ini mustahil," Wang Zhao menggeleng dan kemudian menatap lurus sosok di depannya. Dia pun berseru, "Siapa kau?!"
Dia tahu bahwa orang yang sudah menghabisi ayahnya adalah sosok yang saat ini menjadi Pemimpin Sekte Lembah Iblis. Namun apa yang ada di hadapannya begitu sangat mengejutkan.
"Kau bukan ayahku. Katakan siapa kau..!" Wang Zhao menghunuskan pedangnya. Dia merasakan sakit di dalam dadanya dan bahkan tangannya pun nampak gemetar. Ekspresi wajahnya terlihat sangat tidak baik.
"Xuan Zhao'Er. Apa yang sedang kau bicarakan?"
!!!
Wang Zhao syok, bahkan suara itu sama seperti milik ayahnya. Air menggenang di pelupuk matanya saat dia menggeleng, napasnya sangat tidak karuan.
"Tidak ... Tidak mungkin," Wang Zhao menggeram. "Katakan siapa kau sebenarnya!"
"Xuan Zhao'Er, ini memang Ayah. Ayahmu,"
Wang Zhao berusaha menenangkan detakan pada jantungnya. Dia tidak bisa percaya. Dia benar-benar tidak bisa mempercayai ini..!
__ADS_1
"Ayahku ... Dia dihabisi oleh paman, tepat di depan mataku. Kau ... Kau bukan dia." Wang Zhao memegang kuat pedangnya hingga darah nampak mengalir di sela-sela jarinya.
"Beraninya kau menghina ayahku dengan mengambil wujudnya!" Wang Zhao membentak dan langsung menerjang sosok tersebut.
Serangan emosi yang tepat mengenai hatinya membuat pergerakan Wang Zhao mudah terlihat. Dia bahkan terpental sebab tidak bisa menangkis serangan dari angin kejut yang dibuat oleh sosok yang menjadi lawannya.
!!
Tubuh Wang Zhao menghantam tanah dengan keras. Dia memuntahkan seteguk darah bersamaan dengan air yang mulai membasahi pipinya. Kedua tangannya masih gemetar.
"Tidak ... Dia bukanlah ayahku," Wang Zhao jelas merasakan sakit di hatinya. Dia tidak bisa menerima jika dalang di balik Sekte Lembah Iblis adalah orang yang paling dia hormati.
Seseorang menapak lembut di tanah dan suara berat mulai terdengar. Sosok pria dewasa yang mempunyai wajah mirip ayah dari Wang Zhao itu pun mulai buka suara.
Nadanya tenang ketika berkata, "Apa yang kau harapkan? Bukankah kau sudah melihatnya dengan jelas?"
Wang Zhao menggertakkan giginya dan kemudian kembali melesat. Kali ini bilah pedangnya diselimuti oleh asap merah yang bisa melelehkan benda apa pun.
Sosok berjubah hitam itu kali ini menangkis serangan Wang Zhao dengan memakai tangannya. Pakaiannya yang bersentuhan dengan bilah pedang Wang Zhao terlihat mulai meleleh.
Wang Zhao kali ini menyerang memakai tendangan. Dia bertukar serangan sambil menahan kegelisahan di hatinya dan tetap waspada jikalau lawan memakai serangan besar seperti sebelumnya.
Semakin lama bertukar serangan, Wang Zhao pun menjadi semakin sadar akan sesuatu. Sosok ini bukanlah ayahnya dan dia sangat yakin untuk hal itu.
"Katakan siapa kau sebenarnya? Apa yang kau inginkan dan kenapa kau bisa terlihat seperti ayahku!" Wang Zhao tidak bisa lagi menahan diri. Dia melesatkan serangan yang menyemburkan asap merah pekat hingga membuat pohon di sekitarnya meleleh dalam sekejap.
"Anak tidak tahu diri," pria berjubah hitam itu bersuara dingin. "Harusnya saat kau lahir aku langsung menghabisimu. Bahkan di titik ini pun kau masih bersembunyi di balik wajah polosmu itu."
!!!
Wang Zhao terkejut mendengar ucapan orang ini. Dia yang kaget menjadi sulit mengambil posisi dan harus kembali terpental. Punggungnya menghantam sebuah batang pohon hingga tumbang.
Sosok berjubah hitam itu melangkah dan berujar, "Akulah yang harusnya bertanya. Apa yang kau lakukan di tempat ini? Kau mengirim orang-orang tidak berguna ini kemari untuk mengacau? Wang Xuan Zhao. Orang-orang yang mendukungmu di tempat ini sudah lama tiada. Sekte Lembah Iblis bukan lagi rumahmu. Apa kau masih tidak mengerti?"
"Ah, bukan." Sosok itu mengalirkan Qi pekat pada tangannya dan berkata, "Kau sudah tahu bahwa orang-orang yang mendukungmu telah binasa. Kau datang untuk membalaskan dendam mereka, benar begitu?"
"Wang Xuan Zhao," sosok tersebut nampak mendengus dan berujar tenang. "Di tempat ini hanya ada kau dan aku. Kenapa kau tidak memperlihatkan wajah aslimu yang sebenarnya? Kau kini sudah berhasil menggerakkan para kultivator itu hingga menyerang tempat ini."
Wang Zhao terbatuk darah, napasnya tersengal-sengal dan wajahnya begitu pucat. Dia berusaha bangun dan lantas berkata, "Aku ... Bukan orang yang seperti dirimu!"
"Hmph, bahkan dalam keadaan seperti ini pun kau masih berpura-pura." Sosok berjubah hitam itu memejamkan mata sejenak sebelum menatap pemuda di hadapannya.
Sosok itu berkata. "Kau pemain yang begitu hebat, Wang Xuan Zhao. Tidak hanya menipu Hei Lian dan membuat anak itu menyerahkan kekuatannya, kau juga menipu seluruh sekte besar yang ada dan membuat mereka membentuk aliansi. Kau jelas sudah menjadi pemenang, tidakkah ... Kau ingin memperlihatkan dirimu yang sesungguhnya?"
__ADS_1
"Aku bukan orang yang berpura-pura menjadi orang lain sepertimu!" Wang Zhao menunjuk subjek di depannya dengan memakai pedang. Suaranya dingin saat berkata, "Kaulah yang justru berpura-pura dan aku pasti akan melepaskan wajah palsumu itu!"
******