KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
83 - Pertarungan


__ADS_3

Ekspresi wajah mereka tidak terlihat baik, bahkan aura permusuhan jelas nampak pada salah seorang di antara mereka yang tidak lain adalah Yan Tianhen.


Xiao Shuxiang mendengus pelan, "Ini masih sangat pagi. Tapi mereka seperti sudah tidak sabar lagi..."


"Akhirnya keluar juga," suara salah satu murid terdengar dingin, namun tetap bisa terdengar jelas.


Xiao Shuxiang berjalan ke arah Yan Tianhen dan rekan pria itu. Dalam hati dia tersenyum karena prediksinya terbukti benar.


Sebenarnya kemarin saat Xiao Shuxiang dikerumuni oleh para murid perempuan Sekte Lautan Awan dan juga menggoda salah satu di antara mereka-----dia sudah memperkirakan itu akan mengundang masalah.


Apalagi keyakinannya makin menjadi saat para murid perempuan yang mengerumuninya dipanggil oleh seorang murid laki-laki. Dia sempat bertemu pandang dengan murid itu dan melihat ekspresi ketidak-sukaan darinya.


"Tidak biasanya aku kedatangan tamu sebanyak ini. Mari silahkan masuk, maaf jika kediamanku amat sangat sederhana," Xiao Shuxiang tersenyum ramah.


"Tidak perlu basa-basi, Xiao Shuxiang. Kami tidak datang untuk bertamu," salah seorang murid berujar dingin dan mulai melirik rekan-rekannya, "Orang inilah yang kemarin datang ke bagian Timur sekte dan mengganggu para saudara seperguruan kita,"


Xiao Shuxiang bisa melihat dia diberi tatapan merendahkan oleh para pemuda ini, utamanya Yan Tianhen. Hanya saja dia belum mau mengatakan apa pun.


"Aku melihatmu menggoda Zhao Lu Si kemarin, kau bahkan mencari perhatian nona Ling Qing Zhu. Tidak tahu malu,"


"Kau hanyalah pelayan, Xiao Shuxiang. Sadarilah identitasmu. Meski di Alam Kultivasi Bawah kau adalah Tuan Muda, tetapi tidak jika di tempat ini. Kelakuanmu tidak bisa diterima,"


Xiao Shuxiang tersenyum, "Jadi karena itu. Tapi .... Kenapa kalian yang marah? Atau jangan-jangan kau sebenarnya juga ingin bisa bertingkah seperti itu, tapi karena mempedulikan citramu kau jadi tidak berani melakukannya."


"Tutup mulutmu..!!"


"Xiao Shuxiang, tidak pernah ada pelayan yang berani bertingkah sepertimu di tempat ini. Meski tindakanmu terlihat sepele, tapi tetap saja tidak dibenarkan."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Baiklah. Aku minta maaf. Aku menyadari kesalahanku, karena itulah aku minta maaf."


Meskipun sempat tersentak karena Xiao Shuxiang meminta maaf, namun dua di antara rekan Yan Tianhen segera menarik pedang mereka dan menghunuskannya tepat di depan Xiao Shuxiang.


"Kau pikir kami datang untuk mendengar permintaan maafmu?"


"Satu orang pelayan yang berani tidak sopan, maka pelayan lainnya bisa juga ikut-ikutan. Jika kami tidak menyadarkan akan posisimu, nama sekte ini akan tercemar."


Xiao Shuxiang berkedip dan kemudian berujar, "Jadi kalian datang kemari untuk menghukumku? Tapi untuk memberi hukuman ini .... Kurasa bukan hak kalian."


"Hmph, maksudmu kau ingin dihukum oleh para tetua? Kau bahkan tidak pantas bertemu mereka. Para Tetua memiliki urusan yang jauh lebih penting daripada harus memberi pelajaran pada orang sepertimu."


"Benar, kami saja sudah cukup untuk memberikanmu pelajaran berharga."

__ADS_1


"Ha ha ha," Xiao Shuxiang tertawa dan membuat tersentak para pemuda di hadapannya. Mereka mengerutkan kening dan menatapnya penuh waspada.


Xiao Shuxiang, "Haaah... Kalian sungguh mengatakan itu? Jika tindakanku benar mencemarkan nama baik sekte ini, maka harusnya para tetua-lah yang memberi hukuman. Jika kalian yang bergerak .... Rasanya aku terlihat seperti ditindas. Ah, bukan. Rasanya seakan kalian-lah yang telah mencermarkan nama baik sekte ini."


"XIAO SHUXIANG!"


"Jangan tinggikan suaramu di depanku, kau belum pantas." suara Xiao Shuxiang dingin dengan tatapan mata yang menajam. Sejenak, dia membuat para pemuda itu membeku.


"Kau sangat pandai bicara," Yan Tianhen akhirnya buka suara. Dia melirik rekan-rekannya sebelum kembali menatap Xiao Shuxiang, "Kurasa ini sudah cukup."


Ada dua orang lagi yang menarik pedang mereka dan membuat Xiao Shuxiang mendengus, dia menatap Yan Tianhen. "Kalian serius ingin melawanku di sini? Enam orang murid Sekte Lautan Awan .... Menarik pedang mereka untuk melawan seorang pelayan yang praktiknya hanya ada di Forging Qi tingkat 5. Aku sendiri akan merasa tersanjung, tetapi jika dari pandangan orang lain .... Bukankah ini terlihat seperti pencemaran nama baik?"


"Kau!" salah seorang pria berseru, dia tersentak dan meradang saat melihat Xiao Shuxiang tersenyum.


"Apa aku salah bicara?" warna mata Xiao Shuxiang terlihat cerah, "Hanya karena seorang pelayan, ah bukan. Pencabut rumput yang bahkan lebih rendah dari pelayan .... Kalian sampai datang secara berkelompok dan menghunuskan senjata tepat di depanku. Apa mungkin .... Murid sekte ini selemah itu untuk melawan satu orang saja perlu mengerahkan banyak orang seperti ini?"


"XIAO SHUXIANG, KAU--!!"


Tanpa peringatan, Xiao Shuxiang langsung melayangkan tendangan penuh tenaga pada salah satu murid hingga mengejutkan semuanya.


Beruntung tendangan itu ditangkis cepat oleh Yan Tianhen dengan memakai lengan kanannya. Jika saja Yan Tianhen terlambat merespon, maka seseorang pasti sudah terpental sangat jauh.


Yan Tianhen dan Xiao Shuxiang saling menatap cukup lama. Mereka masih dalam posisi masing-masing. Lima orang pemuda yang bersama keduanya seakan baru tersadar saat mendengar debaran jantung yang tidak karuan.


"Apa-apaan kau ini..!!" pemuda yang nyaris celaka itu melotot tajam ke arah Xiao Shuxiang, namun dia kembali kaget saat melihat betapa menusuknya tatapan mata pelayan muda tersebut.


!!


Itu bukan tatapan mata kultivator biasa. Mata itu seperti milik orang yang sudah sering mengambil nyawa banyak orang.


Xiao Shuxiang berkata dengan nada yang dingin, dia menatap pemuda itu tanpa mengendurkan kewaspadaannya pada Yan Tianhen. "Sudah kubilang padamu untuk jangan meninggikan suaramu di depanku. Kau masih belum pantas."


"Sombong!"


"Berhenti," Yan Tianhen mencegah salah satu rekannya yang berniat menyerang Xiao Shuxiang. "Jika kau menyerangnya, kita akan terlihat seperti menindas orang yang lemah. Kita selesaikan ini dengan cara yang lain,"


Xiao Shuxiang memperbaiki posisinya kembali saat merasakan Yan Tianhen mengendurkan gerakan lengannya. Dia memang tidak bisa menghindari ini, tapi itulah yang terbaik.


Kening Xiao Shuxiang sedikit bergerak, "Untuk membuktikan kemampuan alkemis Mo Huai, memang harus ada orang yang terluka. Mereka ini .... Bisa membantuku."


*

__ADS_1


*


Xiao Shuxiang berdiri di tengah sebuah arena pelatihan yang berada di bagian timur Sekte Lautan Awan. Dia mengikuti Yan Tianhen dan rekan-rekannya, mereka sudah sepakat akan bertarung di tempat ini.


"Jadi .... Aku harus tetap melawan enam orang?" Xiao Shuxiang menyilangkan tangan. Dia sebenarnya tidak masalah dengan berapa jumlah lawan yang akan dia hadapi, tetapi dia hanya tidak yakin bisa menahan diri untuk tak membunuh siapa pun.


"Kau tidak akan mendapat kehormatan seperti itu, aku saja sudah cukup menjadi lawanmu."


Xiao Shuxiang menatap pria yang berdiri di hadapannya secara saksama. Sosok ini berwajah bersih, namun mempunyai tatapan mata yang tegas seperti milik Yan Tianhen.


"Siapa namamu?" Xiao Shuxiang bertanya.


"Zifan, dari keluarga 'Zhang'." pemuda itu berujar dingin. Dia memakai pedangnya untuk menunjuk sebuah meja yang di atasnya terdapat berbagai senjata.


Zhang Zifan berkata, "Pilih senjatamu sebelum kita bertarung. Dan ada baiknya kau berusaha untuk bertahan dari tiga seranganku."


Xiao Shuxiang, "Tentu aku akan berusaha untuk bertahan. Tapi .... Apa kau akan baik-baik saja?"


Melihat lawannya mengerutkan kening membuat Xiao Shuxiang kembali berujar. "Pertarungan ini rasanya tidak adil bagimu, Tuan Muda Zhang Zifan."


"Apa maksudmu?"


"Jika kau menang dariku, kau akan dianggap menindas orang yang lemah. Namun jika aku yang menang darimu, maka kau akan kehilangan muka karena kalah dari seorang pelayan. Apa pun yang kau pilih, sama sekali tidak berakhir baik."


"Hmph, tidak perlu khawatirkan tentang kau yang akan menang karena itu tidak akan pernah terjadi. Sebaiknya cepat pilih senjatamu dan jangan banyak bicara,"


Xiao Shuxiang mengulurkan tangan dan melepaskan pita merah yang selama ini menjadi ikat rambutnya. "Tidak perlu senjata yang lain. Aku bisa melawanmu dengan benda ini,"


"Sombong sekali...! Jangan menyesal jika kau kehilangan nyawamu." Zhang Zifan melesat, dia sebenarnya hanya sekadar menggertak. Tidak mungkin dia akan membunuh seorang pelayan dari Sekte Lautan Awan.


Zhang Zifan hanya ingin memberi sedikit pelajaran pada pemuda di hadapannya karena terlalu angkuh. Hanya saja .... Lawan yang dia hadapi ini adalah Xiao Shuxiang. Sosok yang tidak akan pernah segan membunuh siapa pun.


!!


Yan Tianhen dan rekan-rekannya yang lain terlihat tersentak. Pertarungan Xiao Shuxiang melawan Zhang Zifan baru saja berlangsung beberapa saat dan suasana di sekitar mereka telah berubah sengit.


Tidak hanya berhasil menangkis tiga serangan dari Zhang Zifan, Xiao Shuxiang bahkan mampu membalas serangan itu hingga terlihat seperti dialah yang sedang menyudutkan lawan.


Dalam waktu beberapa menit, kabar mengenai pertarungan tersebut tersiar dan mengundang banyak kerumunan. Liu Wei Lin, Ling Qing Zhu, termasuk Mo Huai dan Wang Zhao bahkan sampai terkejut. Mereka bergegas pergi menuju arena pelatihan.


******

__ADS_1


__ADS_2