KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
334 - Bentang Alam Mimpi (3)


__ADS_3

Jika diperhatikan baik-baik, pertarungan Tetua Meng Hao Niang melawan Qiao Nuan nampak berat sebelah. Qiao Nuan jelas lebih unggul sebab ini adalah bentang dari alam mimpinya. Wanita itu bisa memanipulasi lingkungan di alam mimpi ini dan membuat mereka yang terperangkap menjadi kesulitan.


Dia sebenarnya ingin mempengaruhi mental Tetua Meng Hao Niang dengan memperlihatkan beberapa adegan masa lalu, namun Tetua Meng Hao Niang rupanya memiliki hati yang teguh. Karena itulah dia harus mengubah rencananya.


Qiao Nuan menyerang Tetua Meng Hao Niang yang tidak bisa menggunakan energi spiritual. Dia memanfaatkan ini sebagai kesempatan untuk menyiksa lawan bertarungnya. Dia terlihat sangat menikmati waktunya mempermainkan Tetua Meng Hao Niang.


Qiao Nuan tersenyum, "Jika kau terus seperti ini dan tanpa bisa memberikan perlawanan yang berarti, maka para kultivator yang terjebak bersamamu akan satu per satu mati."


"................" Tetua Meng Hao Niang menarik napas dan tanpa nada berkata, "Hal yang harusnya kau perhatikan adalah tidak bermain-main dengan lawanmu. Kau melakukan ini ... Justru terlihat begitu pemula,"


"Hmph, kau sedang meledek?" Qiao Nuan mengusap pelan bekas luka pada pelipisnya. Dia pun berkata, "Aku tahu dengan baik apa yang kau katakan, tapi aku sama sekali tidak bermain-main. Aku tidak seperti gadis bodoh itu,"


Tetua Meng Hao Niang melihat asap hitam terbentuk di kaki Qiao Nuan dan hanya dalam waktu singkat, asap itu melesat ke berbagai arah dan seakan sedang menarik sesuatu untuk dibawa ke hadapan Qiao Nuan.


!!!


Tetua Meng Hao Niang sudah tahu bahwa subjek di hadapannya merupakan wanita yang tidak waras, tetapi dia tidak menyangka bahwa sosok ini bahkan semakin buruk lagi dari yang pernah dia lihat.


Asap hitam milik Qiao Nuan itu menarik beberapa orang yang tidak lain adalah para kultivator dari berbagai sekte. Asap itu melilit leher mereka dan orang-orang tersebut masih ada beberapa di antara mereka yang memberontak.


Wajah pucat dan kesakitan para pendekar ini membuat ekspresi Tetua Meng Hao Niang memburuk. Dia bahkan tidak sempat bicara karena melihat para pendekar itu menjerit kesakitan.


Hanya dalam waktu seper-sekian detik, suara bagai retakan tulang terdengar. Itu adalah leher yang dipatahkan begitu saja, seolah hanya ranting kayu. Buruknya lagi, tubuh para pendekar itu sampai terlepas dari kepala mereka masing-masing dan jatuh ke tanah.


"Kau--"


"QIAO NUAN..!!"


Tetua Meng Hao Niang terkejut mendengar teriakan yang kasar itu. Dia baru saja akan berseru, namun teriakan tersebut lebih dahulu terdengar.


Saat dia berbalik, Tetua Meng Hao Niang dikejutkan dengan kehadiran Wang Zhao yang nampak begitu marah. Pemuda itu berdiri dengan pedang di tangannya.


Wang Zhao berjalan dengan tatapan mata yang tajam. Baru saja beberapa langkah, dirinya seketika melesat dan langsung menerjang Qiao Nuan hingga mengejutkan wanita itu. Tetua Meng Hao Niang pun sampai terbelalak.


"Beraninya ... Berani sekali kau!" Wang Zhao sampai tidak bisa mengumpat saking marahnya. Dia bergerak cepat, memakai seluruh tenaga hingga mendorong keluar energi spiritual yang dia miliki.


Qiao Nuan masih bisa menahan beberapa serangan Wang Zhao sebelum dia mulai kesulitan mengambil posisi hingga harus terkena salah satu serangan dari pemuda itu. Bentang alam mimpi miliknya sampai mengalami resonansi.


"Bagaimana bisa kau sekejam ini, Qiao Nuan!" Wang Zhao berseru. "Kenapa kau sangat kejam pada mereka! Apa yang sudah mereka lakukan padamu hingga kau sampai berbuat seperti ini, kau!"


Qiao Nuan meludahkan darah dan lalu menatap tajam ke arah Wang Zhao. Napasnya naik-turun saat dia berkata, "Aku? Salahku? Mereka yang datang ke tempat ini, Wang Zhao! Dan kau pikir ini salahku?"


Qiao Nuan mendengus, "Hah. Jika saja kalian tidak kemari mencari masalah, aku tidak akan berbuat seperti ini--"


"Qiao Nuan!" Wang Zhao menyela, "Apa kau lupa alasan dasar kenapa mereka datang kemari, hah? Jika saja kau tidak serakah untuk mengumpulkan kitab itu, maka semua ini tidak akan terjadi."


"Wang Zhao," Tetua Meng Hao Niang menepuk bahu Wang Zhao dan membuat pemuda itu tersentak. Dia pun berkata, "Tidak perlu bicara padanya. Sekeras apa pun kau mencoba, orang ini tidak akan pernah berubah."


Wang Zhao menatap Tetua Meng Hao Niang sejenak sebelum memandang ke arah Qiao Nuan. Dia marah, tidak terima dengan semua ini dan sebenarnya dia merasa sangat sedih, kecewa karena kelakuan orang-orang di sektenya yang jauh dari kata 'manusiawi'.


Wang Zhao memejamkan mata sejenak. Dia tidak ingin mengakuinya, tetapi Sekte Lembah Iblis sudah tidak seperti yang dia kenal selama ini dan semua itu adalah ulah dari pamannya serta wanita di hadapannya ini.


Tetua Meng Hao Niang dengan serius berkata, "Untuk membuat wanita sepertinya sadar, maka kita harus mengalahkannya terlebih dahulu. Dia tidak akan mendengarkanmu selama kau tidak bisa membuatnya berlutut,"


Qiao Nuan mendengar suara yang ketus itu ditujukan padanya dan dia pun nampak tertawa. Qiao Nuan meledek, "Kalian ingin membuatku berlutut? Aku tidak yakin kalian bisa,"


!!


Hanya satu lirikan dari Qiao Nuan dan tanah yang dipijak oleh Wang Zhao serta Tetua Meng Hao Niang bergetar. Tanah itu mengalami retakan yang semakin lama, kian meluas. Bahkan tanahnya pun nampak terbelah.


Tubuh Qiao Nuan melayang di udara saat belahan tanah itu semakin besar dan mulai memperlihatkan lahar yang panas. Wang Zhao dan Tetua Meng Hao Niang mengambil langkah mundur untuk menghindari pergerakan tanah yang makin melebar itu.


Qiao Nuan tersenyum, "Bagaimana kalian bisa mengalahkanku, huh? Tanah dan udara di tempat ini ... Semuanya adalah milikku. Kalian sama sekali tidak mempunyai kesempatan menang."


Wang Zhao memegang kuat pedangnya hingga terlihat darah mengalir di sela-sela jarinya. Dia menggigit bibir bawahnya sampai berdarah karena begitu marah.

__ADS_1


Senyum Qiao Nuan membeku saat melihat tubuh dan pedang Wang Zhao diselimuti oleh energi spiritual iblis.


Dia sebenarnya sudah terkejut sejak awal sebab Wang Zhao masih bisa memakai energi spiritual di bentang alam mimpinya. Padahal harusnya pemuda ini tidak bisa melakukan hal itu.


Tetua Meng Hao Niang sendiri nampak tersentak sebab energi spiritual Wang Zhao begitu pekat. Dia meminta pemuda itu untuk tenang, tetapi belum sempat buka suara---Wang Zhao seketika menerjang Qiao Nuan dengan serangan yang mengeluarkan suara keras.


*


*


!!


"Apa itu?" Xiao Shuxiang kaget dengan suara dahsyat yang tiba-tiba terdengar tanpa peringatan. Dia bahkan secara spontan memegang kedua bahu Lan Guan Zhi dan menarik teman baiknya untuk dijadikan perisai hidup.


Pria bermata hijau alami yang bersama dengan Xiao Shuxiang nampak berkedip. Dia pun menatap Lan Guan Zhi dan lalu berkata, "Kau mempunyai teman yang hebat. Dia tanpa ragu membuatmu menjadi dinding daging untuknya,"


Lan Guan Zhi hanya mengangguk pelan sebagai balasan. Jelas sekali bahwa pria asing ini meledek teman baiknya dan orang yang menjadi target ledekan itu justru tidak sadar diri.


"Apa kalian berdua tidak khawatir?" Xiao Shuxiang buka suara, "Bagaimana jika yang kudengar tadi adalah pertanda langit runtuh? Kita bertiga benar-benar bisa mati di sini,"


"Oh ... Mungkin saja," pria bermata hijau alami itu dengan tenang berkata, "Aku bahkan merasa itu adalah pertanda langit membutuhkan pengorbanan,"


"Kalau begitu aku akan mengorbankan Lan Zhi,"


Lan Guan Zhi tersentak mendengar ucapan spontan Xiao Shuxiang dan menoleh. Di saat yang sama, pria asing bermata hijau itu mendengus dan kemudian bicara padanya.


Pria tersebut berkata, "Kau mempunyai teman yang mengagumkan."


Lan Guan Zhi bernapas pelan dan tanpa peringatan menyikut perut Xiao Shuxiang hingga pemuda itu meringis. Baru saja dia akan buka suara, teman baiknya ini langsung membalas dengan menjitak kepalanya. Dia benar-benar terkejut.


"Shuxiang, kau--"


"Lan Zhi..! Kau ini kenapa? Aduuh..." Xiao Shuxiang masih merasakan sakit di perutnya. Dia sebenarnya terkejut sebab langsung mendapat serangan dari Lan Guan Zhi tanpa tahu kesalahannya.


Suara menggelegar kembali terdengar dan membuat Xiao Shuxiang spontan memeluk Lan Guan Zhi. Tubuh temannya yang pendek, membuat A-Yuan nampak sangat menggemaskan. Xiao Shuxiang sekarang justru seakan sedang melindungi remaja berusia 14 Tahun itu.


"Suara ini bukan kebetulan," pria bermata hijau alami itu buka suara. "Aku yakin ada seseorang yang sedang terlibat pertarungan sekarang,"


Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Tapi bukankah kultivator yang terperangkap dalam Bentang Alam Mimpi ini tidak bisa menggunakan energi spiritual? Ledakan tadi jelas bukan berasal dari pertarungan biasa,"


"Iblis Mimpi," Lan Guan Zhi berujar tanpa nada, "Hanya dia yang bisa berbuat seperti itu."


"Mn, dia benar." Pria bermata hijau itu mengangguk membenarkan.


Xiao Shuxiang, "Jika itu Iblis Mimpi ... Kenapa dia begitu brutal melampiaskan amarahnya? Apa dia sedang datang bulan?"


"Shuxiang,"


"Aku hanya bicara, oke?" Xiao Shuxiang berujar, "Pikirkan baik-baik. Ini adalah Bentang Alam Mimpinya, wanita bernama Qiao Nuan itu bisa melakukan apa pun tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga. Dia bisa menyiksa siapa pun di tempat ini tanpa harus turun tangan sendiri, lantas kenapa dia begitu marah?"


Suara ledakan kembali terdengar hingga membuat langit di atas Xiao Shuxiang berubah warna menjadi merah menyala sebelum kembali berwarna normal.


Xiao Shuxiang berkata, "Coba lihat. Entah siapa yang sudah memancing emosi wanita gila itu,"


Lan Guan Zhi berkata, "Tidak baik menunda waktu. Kita harus ke sana,"


"Mn, aku yang di depan. Kalian ikuti aku," pria bermata hijau alami itu berlari dan menjadi penunjuk jalan bagi kedua orang rekannya.


Xiao Shuxiang mendengar merasakan tanah yang dipijaknya bergetar. Suara keras itu kembali dan bahkan datang bertubi-tubi. Dia merasa bahwa memang ada pertarungan dahsyat di suatu tempat dan sedang melawan pemilik Bentang Alam Mimpi ini.


Xiao Shuxiang berkata, "Siapa pun yang melawan Iblis Mimpi itu, dia pasti orang yang tidak waras."


"Kupikir juga begitu," pria bermata hijau alami tersebut mempercepat larinya. Dia menghadapi beberapa mayat hidup yang dilaluinya dan melindungi kedua anak muda di belakangnya.


Lan Guan Zhi tidak banyak bicara, hanya saja dia terus memperhatikan pria asing yang nampak akrab dengan Xiao Shuxiang. Dirinya tidak pernah melihat pria ini sebelumnya, namun juga tidak mau menanyakan identitas pria tersebut para temannya di saat semacam ini.

__ADS_1


"A-Yuan, selain kau. Apa Hu Li dan Liu Wei Lin juga ada di tempat ini?" Xiao Shuxiang mulai buka suara. Dia bertanya tentang kedua teman mereka yang lain.


"Entahlah, mereka sebelumnya ada bersamaku. Tapi setelah kabut itu dan aku ditarik kemari, kami jadi terpisah."


Xiao Shuxiang menarik napas, "Kuharap firasatku tidak benar."


Lan Guan Zhi hendak bertanya, namun sesuatu tiba-tiba terjadi padanya. Dia tidak bisa mengikuti lari dari teman baiknya karena langkah kakinya menjadi lebih pendek.


Xiao Shuxiang yang menyadari itu pun menoleh dan terkejut dengan perubahan yang terjadi pada teman baiknya. Dia memanggil leluhur Bocah Pengemis Gila dan membuat pria bermata hijau alami itu berhenti melangkah.


"Lan Zhi ..!" Xiao Shuxiang berseru. Dia mendekati teman baiknya dengan raut wajah yang amat terkejut.


"Ada apa-!!" pria bermata hijau itu pun sama kagetnya. Dia melihat Lan Guan Zhi yang entah bagaimana berubah menjadi anak kecil yang nampak berusia 5 Tahun. Kejadian ini benar-benar sangat mengejutkan dan sama sekali tidak bisa dijelaskan.


"Lan'Er...! Apa yang terjadi padamu, kawan! Ya ampun," Xiao Shuxiang sampai berlutut untuk memeriksa kondisi teman baiknya. Ekspresi masih sangat terkejut.


"Ba-Bagaimana kau bisa menjadi kurcaci seperti ini?!" Xiao Shuxiang memeriksa tubuh teman baiknya, dia bahkan sampai membalik tubuh temannya itu dan membuat Lan Guan Zhi berekspresi masam.


"Shuxiang, aku baik-baik saja."


"Bahkan suaramu juga berubah..! Ya ampun, Lan'Er. Ini sama sekali tidak baik, kau ..." Xiao Shuxiang memperhatikan wajah teman baiknya yang mempunyai ekspresi dingin, tapi menggemaskan. Dia berkedip beberapa kali dan merasa Lan Guan Zhi begitu imut dengan tubuh anak-anak ini.


Xiao Shuxiang menggeleng beberapa kali, dia tidak boleh memikirkan hal yang bukan-bukan untuk saat ini. Dia pun menoleh ke arah pria bermata hijau alami yang bersamanya dan lantas bicara.


Xiao Shuxiang berkata, "Senior? Apa kau tahu apa yang terjadi pada Lan Zhi? Bagaimana dia bisa seperti ini?"


"Ehm ..." Leluhur dari Bocah Pengemis Gila itu menggaruk pelan pipinya yang tidak gatal dan lantas mengembuskan napas pelan.


Pria tersebut berkata, "Maafkan aku. Tapi aku tidak mempunyai jawaban untuk pertanyaanmu ini. Aku hanya berpikir bahwa mungkin situasi dalam Bentang Alam Mimpi ini berubah-ubah pada setiap jiwa, seperti kau yang tidak bisa memakai energi spiritual atau dirinya yang tiba-tiba menjadi anak kecil."


Xiao Shuxiang tersentak dan menatap ke arah Lan Guan Zhi. Meski dalam situasi seperti ini pun, ketenangan pada wajah teman baiknya tidak berkurang. Namun dia yakin, Lan Guan Zhi pun sedang tidak percaya dengan perubahan pada tubuhnya saat ini.


"Senior," Xiao Shuxiang berujar dengan nada yang serius. "Kita harus segera pergi ke pusat mimpi itu dan keluar dari tempat ini,"


!!


Lan Guan Zhi tersentak saat tubuhnya diangkat oleh teman baiknya dan dia digendong. Keterkejutan jelas terlihat di wajahnya.


"Shu-Shuxiang, apa yang kau lakukan? Turunkan aku,"


"Lan Zhi, jangan memberontak. Aku tidak sedang melecehkanmu,"


"Kau--"


"Senior, ayo pergi." Xiao Shuxiang tidak mendengarkan Lan Guan Zhi. Dia dan leluhur Bocah Pengemis Gila kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Pria bermata hijau alami itu tidak lupa membawa pedang Lan Guan Zhi yang terlepas karena tangan laki-laki itu terlalu kecil untuk memegang pedang yang lebih tinggi dan berat dari tubuh mungilnya.


"Shuxiang, turunkan. Aku bisa sendiri," Lan Guan Zhi tidak nyaman dengan posisinya. Benar-benar tidak menyukai hal ini.


"A-Yuan, kau harus memanggilku Gege mulai sekarang. Mengerti?"


"Dalam mimpimu. Kau sebaiknya turunkan aku,"


"Tidak akan,"


Xiao Shuxiang jelas tidak akan peduli dengan pemberontakan Lan Guan Zhi. Baginya, meminta agar teman baiknya ini berlari sendiri dengan kondisi tubuh menciut justru akan memperlambat waktu mereka.


"Shuxiang,"


"Tidak, A-Yuan. Kau pegangan yang erat,"


!!


******

__ADS_1


__ADS_2