![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Banyak murid Sekte Pedang Langit yang dibawa ke Balai Peristirahatan untuk diobati, Xiao Shuxiang dibantu oleh beberapa murid termasuk Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu.
Lan Xiao sendiri terlihat masih terbaring dan belum kembali ke wujud manusianya. Xiao Qing Yan dan tiga murid Sekte Pedang Langit yang bersamanya nampak duduk, menjaga harimau bulan itu.
Xiao Qing Yan mengembuskan napas dan lalu menggeleng pelan, "Aku sama sekali tidak mengerti. Padahal baru pergi sebentar dan kondisi sekte ini sudah begitu parah,"
Seorang murid Sekte Pedang Langit terlihat mengangguk setuju, "Aku pun juga benar-benar sangat terkejut..."
Xiao Qing Yan melihat raut wajah murid di sampingnya yang nampak begitu menyesal. Dia tahu bahwa para murid senior yang kebanyakan sedang menjalankan misi di luar sekte akan berekspresi sama jika melihat kondisi tempat ini.
"Semenjak aku masuk ke sekta ini. Ini kedua kalinya sekte diserang hingga mengalami kerusakan yang begitu parah..." murid Sekte Pedang Langit bergumam, namun masih bisa didengar oleh yang lain.
"Aku sendiri sudah lama tinggal di sini dibandingkan denganmu dan sebenarnya ini bukan hanya kedua kalinya. Kudengar, ini memang hal biasa karena sekte kita berlokasi di tempat yang padat oleh warga biasa..."
Murid Sekte Pedang Langit itu menarik napas dan berkata, "Sekte Kultivator seharusnya.. Ada di tempat yang jauh dari manusia awam dan seharusnya lebih tersembunyi. Hanya saja... Dibandingkan dengan wilayah aliran hitam, wilayah aliran putih tidak terlalu banyak hutan dan pegunungannya."
"Yaah.. Kau benar. Jika seperti ini.. Sekte yang membenci perguruan ini akan memanfaatkan orang tidak bersalah. Sekarang pun sudah terlihat, kan? Mereka melukai penduduk tanpa merasa bersalah."
"Apa sebaiknya kita beritahu patriarch? Sekte ini membutuhkan tempat yang lebih baik,"
"Aku rasa para patriarch menyadari hal yang sama, begitu juga dengan tetua. Mereka pasti akan mencari solusi untuk masalah ini,"
"Tapi tetap saja aku tidak tenang. Bukankah kita bisa mengeluarkan pendapat? Aku ingin mengatakan usulanku... Setidaknya pada salah satu patriarch,"
Xiao Shuxiang yang saat ini sedang memeriksa nadi seorang murid Sekte Pedang Langit mendengar pembicaraan itu dan memang mempunyai pemikiran yang sama. Di Alam Kultivasi Atas... Meski sebuah kota masuk ke dalam wilayah sekte, namun sebenarnya lokasi kedua tempat ini berjauhan.
Xiao Shuxiang menarik napas dan menoleh. Dia melihat Kucing Putihnya yang begitu serius membalut luka seorang murid Sekte Pedang Langit. Dia pun menghela napas dan berkata, "Jika terus seperti ini... Kapan kita akan berkencan,"
?!
Tiga murid, termasuk pemuda yang sedang diperiksa oleh Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu sendiri spontan menoleh mendengar nada suara yang penuh keluhan itu. Mereka berkedip dan menatap pemuda menawan ini dengan pandangan yang tidak biasa.
Ling Qing Zhu berujar tanpa nada, "Tidak tahu malu."
Melihat Wali Pelindungnya cemberut membuat Ling Qing Zhu kembali membalut luka murid di depannya. Dia pun berkata, "Fokus pada apa yang ada di depanmu sekarang. Tidak ada waktu melakukan hal tak berguna seperti itu,"
Murid Sekte Pedang Langit yang mendengar suara Ling Qing Zhu nampak tertegun, nyaris tidak percaya bahwa gadis cantik bercadar tipis tersebut dan bicara beberapa kalimat.
"Apa ini mimpi? Nona Ling ternyata bisa bicara,"
"Waah... Tidak sia-sia aku terluka,"
Xiao Shuxiang tidak memperhatikan raut wajah para murid Sekte Pedang Langit di dekatnya, termasuk reaksi mereka terhadap Kucing Putihnya. Dia menarik napas dan kembali berkata, "Apa salah jika aku ingin berkencan denganmu? Aku bahkan tidak ingat kapan kita melakukannya,"
"............ Bukankah sudah pernah,"
__ADS_1
"Kapan?"
"Pulau Yín Jiàn,"
Xiao Shuxiang tersentak saat mengingatnya dan kemudian menatap gadis cantik bercadar di sampingnya. Dia pun berkata, "Istriku. Apa kau pikir menghadiri festival hantu dan menjadi bagian dari pengantin hantu adalah kencan?"
Ling Qing Zhu menoleh saat mendengar panggilan tidak biasa dari pemuda ini padanya. Dia tanpa nada bergumam sebagai jawaban, "Mn. Bukankah itu kencan?"
"Luar biasa," Xiao Shuxiang menggeleng pelan. "Dari mana kau melihatnya sebagai kencan? Qing Zhu'Er-ku, oh?"
Ling Qing Zhu berkedip, "Kencanmu. Dengan Tuan Muda Lan,"
!!
Xiao Shuxiang merasa seperti ada batu yang menimpuk kepalanya. Dia menatap Ling Qing Zhu menunjuk gadis itu dan mulai berkata, "Rasa-rasanya kau mulai menyebalkan. Dengan siapa kau berteman? Temanmu sudah membawa dampak buruk untukmu,"
"Shuxiang,"
"Apa?"
"Aku belajar darimu."
!!
Seorang murid Sekte Pedang Langit berdecak, "Ya ampun.. Itu hantaman yang besar--Aah!"
"Kucing Putih, kau bercanda kan?" Xiao Shuxiang buka suara.
".......... Tidak juga,"
"Aku ini kan sudah jadi orang yang baik. Sama sekali tidak kekanakan. Bagaimana mungkin aku bisa menjadi pengaruh buruk untukmu?"
Murid Sekte Pedang Langit dan Ling Qing Zhu sama-sama mempunyai pemikiran serupa melihat Xiao Shuxiang. Pemuda ini saking tidak tahu malunya sampai melupakan apa yang sudah diperbuatnya.
Xiao Shuxiang menghela napas dan berkata, "Waah... Luar biasa. Xiao Shuxiang sangat malang sekali. Entah kebaikan apa kulakukan di masa lalu hingga langit memperkenalkanku dengan orang-orang menyebalkan seperti kalian semua,"
"Tuan Muda Xiao, jangan bicara seperti itu." Murid Sekte Pedang Langit berkata, "Biar bagaimanapun aku ini termasuk orang yang sangat mengagumimu."
"Oh, benarkah?" Xiao Shuxiang mencubit gemas pipi murid Sekte Pedang Langit di depannya sebelum akhirnya berdiri. "Kau istirahat saja dan jangan pikirkan apa pun. Akan kuberikan tanda tanganku nanti, oke?"
Xiao Shuxiang lantas memegang bahu Ling Qing Zhu dan membungkuk sedikit. Dia pun berujar pelan, "Aku akan pergi ke tempat Patriarch Yu dulu. Ayo kita kencan setelahnya,"
Ling Qing Zhu menoleh, "Kau masih belum menyerah?"
"Aku ingin menghabiskan waktu denganmu, apa tidak boleh?"
__ADS_1
Ling Qing Zhu terdiam sejenak sebelum mulai mengulurkan tangan. Dia menepuk pelan pipi pemuda yang berdiri di sampingnya dan lantas berkata, "Pergilah. Ada banyak waktu melakukannya,"
"Kau sudah mengatakannya. Jangan tarik kembali," Xiao Shuxiang tersenyum. Dia secara spontan memeluk Kucing Putihnya dan tindakan tersebut membuat semua orang kaget. Ling Qing Zhu sendiri sampai membeku karena tidak menyangka akan hal ini.
Xiao Shuxiang pergi ke Halai Hukuman yang sebagian dindingnya nampak rusak. Dia pun menuruni jalan rahasia menuju lantai bawah tanah. Tempat itu mempunyai pintu berukuran bangau dan saat dibuka---terlihat sebuah dinding batu hitam dengan penghias bebatuan runcing di sekelilingnya.
Xiao Shuxiang berjalan dan melihat ada kolam air yang sangat dingin di hadapannya. Di tengah-tengah kolam itu nampak tiga orang pria yang tak lain adalah sosok penyerang sekte ini. Mereka dalam kondisi yang terikat rantai pada dan tidak bisa bergerak sama sekali.
Patriarch Yu Chang Hai yang berada dalam ruangan dan menyadari keberadaan Xiao Shuxiang pun nampak menoleh. Pemuda menawan ini berdiri di sampingnya, namun dengan pandangan yang tetap lurus ke depan.
"Apa Patriarch sudah tahu siapa mereka?" Xiao Shuxiang bertanya sambil memperhatikan tiga orang yang penuh luka di hadapannya.
Patriarch Yu Chang Hai bersin dan mengusap hidungnya. Dia pun berkata, "Mereka tidak ada yang mau bicara. Aku bahkan sampai kesal dan tanpa sengaja membuat ketiganya tidak sadarkan diri lagi,"
Patriarch Yu Chang Hai menarik napas dan kembali berkata, "Saat ini Lan Guan Zhi sedang pergi mencari gadis bernama Rana Qisheng itu dan akan membawanya kemari. Apa para murid semuanya sudah diobati?"
"Mn, mereka sudah tidak ada yang dalam kondisi mengkhawatirkan sekarang." Xiao Shuxiang menoleh dan kemudian berkata, "Apa Patriarch masih tinggal di Bukit Salju Tanpa Musim?"
"Memang aku akan tinggal di mana jika bukan di sana?"
"Ya ampun, coba lihat kondisimu..." Xiao Shuxiang menarik napas dan berkata, "Patriarch Yu. Kau sudah lama tinggal di tempat itu, apa serius kau masih tidak tahan dingin? Bukan itu saja. Kau adalah kultivator, tidakkah harusnya... Kau punya kemampuan mengatur suhu tubuhmu agar tetap hangat?"
Xiao Shuxiang memperhatikan dan pria di sampingnya ini tetap memakai pakaian putih, namun juga memakai pakaian berbulu. Belum lagi, hidung dan pipi Patriarch Yu Chang Hai terlihat kemerahan karena efek kedinginan.
Xiao Shuxiang menggeleng. Kepribadian pria ini memang unik dan berbeda dari patriarch Sekte Pedang Langit yang lain. Dia baru akan bicara saat menyadari salah satu dari pria yang terikat di tengah-tengah kolam itu mulai bangun.
Mata Ying Tao perlahan terbuka, namun pandangannya memburam. Membutuhkan waktu beberapa lama sampai penglihatannya mulai membaik dan rasa sakit langsung menyerang seluruh tubuhnya.
"Akhirnya kau sadar juga..." Xiao Shuxiang berkata, "Aku terkesan kau tidak mati. Atau mungkin... Tetua sekte ini begitu baik hingga membawa kalian kemari,"
Ying Tao menggeram dan berusaha melepas rantai yang mengikat kedua tangan serta kakinya. Dia menatap tajam dua orang di hadapannya dan berkata, "Kalian pasti akan merasakan akibatnya! Kalian tidak akan bisa lepas dari kami..!"
Suara Xiao Shuxiang dingin saat berkata, "Aku tidak tahu apa sebenarnya mau kalian, tetapi berani sekali kau dan temanmu melukai Lan Xiao. Tsk, kau beruntung sekali karena bukan aku yang melawanmu."
"Xiao'Er, tenangkan dirimu.."
"Aku masih tenang, Patriarch. Jika saja aku tenang, mungkin sudah sedari tadi aku mencongkel mata orang ini, memotong kedua tangannya, dan mengulitinya hidup-hidup."
Ying Tao menahan rasa sakit dan dingin di tubuhnya saat mendengus. Nada suaranya terdengar meledek ketika berkata, "Kau ingin mengulitiku? Kau bahkan tidak terlihat memiliki keberanian itu,"
!!
Xiao Shuxiang baru saja diremehkan. Dia pun tanpa bicara langsung mengibaskan tangannya dan sebuah angin kejut tercipta. Angin tersebut membuat air pada kolam bereaksi dan Ying Tao saat di saat bersamaan merasakan sakit yang luar biasa. Bahkan dada Ying Tao terluka bagaikan terkena tebasan pedang yang dalam.
"Patriarch Yu masih punya dua sandera lain, jadi tidak masalah bila kehilangan satu orang ini, kan? Aku sangat ingin menghabisinya sekarang--"
__ADS_1
"Hei-Hei, Xiao'Er sebaiknya jangan. Tunggu dulu..!"
******