![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Xiao Shuxiang..." Yun Qiao Yue tertegun, "Tidak banyak pemuda berbakat yang memiliki sikap seperti ini. Kebanyakan yang kutemui mempunyai sifat keras kepala dan tidak mau mengalah. Selalu merasa diri sendiri paling benar dan lebih senang bicara dengan pukulan daripada mulutnya... Tapi pemuda ini..."
Yun Qiao Yue tersenyum samar dan membalas hormat dari Xiao Shuxiang. Dia tahu pemuda mempesona ini bukan berasal dari kalangan orang biasa, aura yang dirasakannya tidak banyak dimiliki oleh kultivator pada umumnya. Xiao Shuxiang mempunyai sesuatu yang bahkan jauh dari bayangannya.
Yun Qiao Yue pun membalikkan tubuh dan berujar lembut kepada para kultivator. Dia meminta mereka untuk kembali ke tenda masing-masing dan mengingatkan agar tidak ada lagi di antara mereka yang membuat kegaduhan seperti ini.
Nada suara dan aura keanggunan yang dipancarkannya membuat para kultivator merasa nyaman. Ketegangan yang ada di sekitar mereka seakan menghilang. Para kultivator itu pun memberi hormat pada Yun Qiao Yue dan lalu meninggalkan tempat tersebut.
Mo Huai sendiri memperhatikan salah satu pemuda yang sebelah tangannya tertebas. Dia merasa kasihan pada orang tersebut, namun tidak mungkin jika dia meminta Xiao Shuxiang memulihkan kembali kondisi pemuda itu. Dia yakin Xiao Shuxiang tidak akan pernah mau melakukannya.
Diam-diam, Mo Huai melangkah mundur untuk menyusul pemuda itu. Dia masih memiliki beberapa Pil Napas Naga yang dirinya simpan selama ini. Mo Huai hanya ingin agar kultivator tersebut tidak menaruh dendam pada Xiao Shuxiang.
Di sisi lain, Yun Qiao Yue terlihat menaruh hormat kepada Xiao Shuxiang. Semenjak pemuda tampan ini memberi hormat padanya tadi----itu sudah menunjukkan inisiatif untuk mengakhiri pembicaraan. Rasanya seakan Xiao Shuxiang berusaha menghindari perselisihan yang mungkin saja terjadi di antara mereka.
Saat Yun Qiao Yue berpamitan dan mulai melayang pergi, Nie Shang akhirnya bisa mengembuskan napas lega. Dia terlihat mengusap-usap pelan dadanya dan lalu berkata, "Syukurlah sudah selesai. Aku sebelumnya sempat berpikir akan terjadi perang dunia barusan. Haah... Ya ampun,"
Xiao Shuxiang mendengarnya dan lantas menggeleng, "Kau tenang saja. Aku tahu kapan waktunya bersikap angkuh dan mencari masalah dan kapan waktunya bersikap ramah. Tapi nona yang tadi itu... Dia terlihat cantik."
!!
Hu Li dan Nie Shang terkejut mendengar ucapan terakhir Xiao Shuxiang. Jujur, ini pertama kalinya mereka mendengar Xiao Shuxiang memuji seorang gadis. Benar-benar tidak biasa. Siu Yixin bahkan berkedip beberapa kali karena tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Tuan Muda Xiao," Hu Li segera meraih tangan Xiao Shuxiang. "Jangan katakan Anda sedang terpikat pada nona Yun Qiao Yue. Dia memang cantik, tapi Anda bukannya sudah---"
"Kau memikirkan apa, Hu Li?" Xiao Shuxiang menyela. "Bahwa aku menaruh hati padanya? Hmph, aku hanya memuji dia cantik. Bukan berarti aku langsung terpikat padanya. Kau seperti tidak tahu Tuan Mudamu saja,"
Hu Li mengembuskan napas, "Saya minta maaf, Tuan Muda. Anda memuji 'cantik' seorang gadis secara langsung membuat saya terkejut. Meski tidak ada larangan bagi seorang kultivator memiliki lebih dari satu istri dan status Anda sendiri yang juga adalah seorang pangeran----tapi saya masih akan syok jika Anda justru ingin menikah lagi."
__ADS_1
Xiao Shuxiang, "Hu Li... Aku sudah hidup sangat lama dan banyak wanita cantik yang kutemui. Apa kau pikir aku akan menikahi gadis mana pun yang kulihat? Hah, 'Piton'-ku tidak semurahan itu. Aku tahu Xiao Shuxiang ini orang yang jahat, tapi aku bukan pria yang berengsek. Haah... Ya ampun. Kucing Putih harus sangat bersyukur karena memiliki suami sepertiku. Aku memang luar biasa,"
"Anda memang sangat mengagumkan, Tuan Muda." Hu Li dalam hati merasa lega karena mempunyai tuan yang tidak mudah terjerat nafsu semacam 'itu'. Ini adalah salah satu dari sifat tuannya yang dia banggakan.
Siu Yixin memperhatikan para kultivator yang sudah semakin menjauh. Dia pun mulai mengajak Xiao Shuxiang, Hu Li dan Nie Shang untuk kembali ke dalam tenda. Para kultivator itu tidak akan mencari masalah lagi setelah mendapat teguran dari Yun Qiao Yue.
Hu Li sendiri memandang ke sekeliling dan tiba-tiba tersentak. Dia pun bertanya, "Ke mana tuan muda Mo?"
Alis Xiao Shuxiang dan Hu Li bertaut.
Keduanya ikut mengedarkan pandangan dan baru tersadar bahwa Mo Huai tidak ada bersama mereka. Para pelayan dan pengawal Nie Shang yang lain pun heran serta merasa kebingungan, pasalnya Mo Huai sebelumnya ada di antara mereka.
Xiao Shuxiang, "Apa ada yang melihat Mo Huai?"
Nie Shang, "Dia tadi berdiri di sampingku. Tapi aku tidak tahu ke mana perginya anak itu,"
Xiao Shuxiang mengangguk pelan sambil mengembuskan napas, "Ya terserahlah. Nanti dia juga akan pulang. Aku mau istirahat, perjalanan untuk sampai kemari sangat melelahkan."
"Tuan Muda Xiao," Hu Li mengikuti Xiao Shuxiang ketika pemuda itu memasuki tenda Nie Shang yang benar-benar telah berdiri kokoh kembali setelah diperbaiki oleh Yun Qiao Yue hanya dengan sekali gerakan tangan.
Hu Li berdecak kagum, "Kultivator dari Alam Atas sangat luar biasa hebat. Tenda ini hampir menjadi abu tadi dan lihat! Semuanya pulih kembali."
Nie Shang pun memperhatikan sekelilingnya dan mengulurkan tangan untuk menyentuh salah satu tiang penyangga tenda miliknya. "Ini kayu asli, benar-benar hebat."
Xiao Shuxiang kembali duduk di sebuah kursi kayu dan bersandar dengan posisi paling nyaman. Dia pun memejamkan matanya pelan dan menjelaskan, "Lebih dari seratus tahun yang lalu... Aku pernah bertemu satu orang yang memiliki kemampuan seperti ini. Dia bisa memulihkan kembali kondisi bangunan yang kacau akibat pertarungan. Kupikir praktiknya berada di tingkat Immortal, tapi sepertinya tingkatan itu juga mempunyai tahapannya sendiri-sendiri. Entahlah... Apa benar atau tidak, tapi salah satu tahapan dari tingkat Immortal adalah Wéixiū (Memperbaiki)."
Nie Shang tersentak, namun terlihat sangat penasaran. Dia pun duduk dan bertanya pada Xiao Shuxiang, "Saudaraku? Apa itu juga bisa mengembalikan nyawa orang yang sudah mati?"
__ADS_1
Xiao Shuxiang membuka matanya dan mendengus pelan, "Tentu saja tidak mungkin. Tahap Wéixiū hanya berlaku pada benda mati, bahkan mencapai tahapan ini sangatlah sulit. Tidak semua kultivator dapat melakukannya. Kau juga harus tahu bahwa sehebat apa pun seorang kultivator, dia tidak akan bisa melampaui Langit."
Hu Li mengerutkan keningnya, "Tapi Tuan Muda. Saat Anda berhadapan dengan naga Wyven dahulu... Bukankah Anda melakukan hal yang mustahil dengan mengembalikan nyawa orang-orang yang mati dahulu?"
Xiao Shuxiang menoleh dan menatap Hu Li, "Aku tidak pernah melakukannya. Saat itu mereka hanya terlihat mati karena terkena jurus 'Pengorbanan' yang dibalik. Kekuatan dan roh mereka seperti dihisap, namun sebenarnya mereka masih bernapas. Jika saat itu mereka benar-benar tidak lagi memiliki satu napas pun, maka mustahil mereka bisa selamat. Aku tidak akan pernah bisa menyelamatkan manusia yang telah kehilangan napas terakhirnya."
Siu Yixin mengangguk pelan, dia juga tahu itu. Entah sehebat apa pun seorang kultivator, tetap saja memiliki batasan. Xiao Shuxiang pun demikian. Pemuda itu memang mempunyai bakat alkemis yang dia akui, namun dia masih dalam tahap mengembangkan kemampuannya.
Nie Shang, "Saudara Xiao. Kau bilang pernah bertemu orang yang seperti nona Yun Qiao Yue di masa lalu. Ehm... Siapa nama orang itu?"
Xiao Shuxiang memperbaiki posisi duduknya, "Dia ayah dari Tetua Tiga. Seniorku... Senior Zhou."
"Tuan Muda Xiao, maksud Anda Immortal Zhou Yuan?! Dia..." Hu Li tersentak dan sampai tidak bisa melanjutkan ucapannya. Zhou Yuan... Dia jelas tahu siapa sosok itu. Namun jika benar sosok tersebut memiliki kemampuan sehebat itu----dirinya tidak bisa membayangkan sekuat apa Tuan Mudanya hingga dapat membunuh seorang Zhou Yuan.
Hu Li bernapas pelan-pelan, pandangannya agak tertunduk. "Saya ingat bahwa dahulu praktik Anda belum mencapai Tingkat Grand Master Tahap Bumi namun Anda sudah membuat banyak kekacauan. Tuan Muda Xiao, Anda..."
"Itu hanya masa lalu, Hu Li." Xiao Shuxiang kembali bersandar pada kursinya dan bahkan menaikkan kakinya di atas meja. Kedua tangannya menjadi bantal untuk kepalanya saat dia mulai memejamkan mata.
Xiao Shuxiang berujar, "Lagipula orang-orang yang begitu kuat dan menjadi lawanku di masa lalu semuanya akrab dengan Xiao Shuxiang ini. Jadi saat bertarung melawanku dahulu... Kurasa mereka sepertinya setengah hati melakukannya. Mereka seakan... tidak benar-benar berniat ingin membunuhku."
"Benar... Mereka tidak ingin membunuhku. Bahkan aku masih ingat teriakan dari senior Guan Wei saat perang akhir itu. Dia masih saja menyebutku 'Xiao-Er'. Wajah para tetua ketiga aliran dan tatapan mata mereka... sama sekali tidak ada aroma kebencian. Justru mereka seperti merasa bersalah dan... mengasihaniku."
Xiao Shuxiang tidak ingin mengakuinya. Dia tidak tahu kenapa para tetua dari ketiga aliran memberinya pandangan seperti itu. Namun perasaan yang tidak ingin dia ketahui justru datang saat dia melakukan Pembersihan Iblis Hati dan bertemu A-Xiang. Hanya saja dia menolak menghadapinya.
Xiao Shuxiang tahu A-Xiang memperlihatkan sebuah penyesalan, tetapi bukan miliknya. Itu adalah penyesalah orang lain----mereka yang pernah terhubung dengannya. Karena itulah dia tidak mau menghadapinya. Xiao Shuxiang lebih memilih menghindar. Dia tidak ingin melihat penyesalan dari mereka yang mati di tangannya.
Nie Shang tertegun, dia tidak tahu apa yang sedang dirasakan Xiao Shuxiang sekarang karena pemuda itu menutup matanya saat masih berbicara dengan mereka. Namun dari ucapan yang dia dengar barusan----dia jadi merasa bahwa Saudara Xiao-nya menyimpan rahasia yang berkaitan dengan pecahnya perang besar lebih dari seratus tahun yang lalu.
__ADS_1
******