KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
104 - Festival Hantu


__ADS_3

Liu Wei Lin dan Ling Qing Zhu merasakan ada seseorang yang mendekat ke arah mereka. Keduanya bersiap melesatkan serangan andai tidak mendengar sebuah suara.


"Aku tidak bisa menemukan Mo Huai. Kalian baik-baik saja, kan?"


!!


Liu Wei Lin tersentak, "Saudara Xiao?"


"Benar, ini aku." Xiao Shuxiang hendak menghampiri Liu Wei Lin saat sesuatu seperti sedang menargetkan dirinya.


Xiao Shuxiang tanpa ragu melesat dan memakai kepalan tangannya untuk meninju apa pun yang baginya terasa mengancam.


Kepalan tangannya seperti membentur sesuatu dan bersamaan dengan itu, kabut putih yang menyelimuti tempat tersebut menghilang dengan cepat seperti kedatangannya.


!!


Liu Wei Lin akhirnya dapat melihat teman-temannya. Namun yang mengejutkan adalah ketika kabut putih menghilang, jejeran rumah dan sekaligus kereta kudanya ikut lenyap.


Ling Qing Zhu dan Wang Zhao tersentak. Yang mereka lihat tidak sama seperti sebelumnya. Di hadapan mereka membentang sebuah hamparan luas taman, dihiasi dengan ornamen rumit dan elegan, penuh warna merah meriah.


Terlihat juga sebuah paviliun dan beranda yang luas serta berliku, pohon-pohon hijau dengan jalan setapak yang berbatu. Semua itu membentang di hadapan mereka dan bahkan melampaui apa yang bisa dilihat oleh mata. Masalahnya, ini bukanlah apa yang mereka lihat saat di dalam kereta tadi.


"Tanggal berapa hari ini?" Xiao Shuxiang serius bertanya. Dia membuat Liu Wei Lin tersentak karena menyadari sesuatu.


Ling Qing Zhu menjawab karena ikut menyadarinya, "Hari Festival Hantu."


Xiao Shuxiang menoleh saat mendengar ucapan Kucing Putihnya. Dia baru saja akan menanggapi saat pandangannya mengarah pada sesuatu. Segera, Xiao Shuxiang berjalan ke arah Wang Zhao yang berdiri di samping Ling Qing Zhu.


Tangan Xiao Shuxiang terulur dan meraih pergelangan tangan Ling Qing Zhu, dia dengan nada ngambek berkata. "Kenapa kau memegang tangan Wang Zhao? Apa kau diam-diam menyukai pemuda ini?"


Wang Zhao tersentak kaget. Dia baru tersadar bahwa saat Ling Qing Zhu menarik tangannya----gadis cantik bercadar tipis itu terus memegangnya tanpa pernah dilepaskan.


Hati Wang Zhao terguncang mengingat dia tidak pernah sedekat apalagi sampai bersentuhan dengan perempuan. Raut wajahnya agak memucat saat menyadari bahwa tidak hanya dipegang perempuan, sosok yang melakukannya bahkan tidak lain adalah seorang Ling Qing Zhu.


Wang Zhao melihat pergelangan tangan kanannya tanpa bisa mengatakan apa pun. Dia kaget bukan main. Dia bahkan sampai tidak mendengar keluhan Xiao Shuxiang.


Ling Qing Zhu sendiri nampak menatap Wali Pelindungnya. Dia berkata dengan tenang, "Aku menyelamatkan Wang Zhao. Tidak ada yang istimewa."


"Tapi aku melihat kau terus memegang tangannya," pipi Xiao Shuxiang terlihat agak menggelembung.


"Aku lupa,"


"Kucing Putih! Kau lupa atau terlalu nyaman memegang tangannya, huh?"

__ADS_1


"Mn, dua-duanya." jawaban singkat Ling Qing Zhu mengejutkan Xiao Shuxiang dan nyaris membuat Wang Zhao serta Liu Wei Lin tersandung kaki mereka sendiri.


Wang Zhao merasa lemas, dia berkata. "Tolong jangan bawa-bawa aku dalam hubungan kalian. Aku pemuda yang cinta damai,"


"Saudara Xiao," Liu Wei Lin berujar. "Nona Ling hanya menggodamu saja, tidak perlu *menyiram cuka di wajahmu sampai seperti itu,"


^^^*cemburu^^^


"Mana mungkin aku merasa begitu," Xiao Shuxiang membela diri. Dia menoleh ke arah Liu Wei Lin dan tetap memegang tangan Kucing Putihnya.


Ling Qing Zhu sendiri baru saja akan menanggapi saat sesuatu tiba-tiba terjadi. Xiao Shuxiang, Wang Zhao dan Liu Wei Lin tersentak. Mereka juga menyadarinya.


"Ada gerakan di depan," Ling Qing Zhu berujar serius. Dia tidak melihat siapa pun selain teman-temannya, namun dia bisa merasakannya.


"Suara ini .... Langkah kaki?" Wang Zhao mendengar sesuatu.


Xiao Shuxiang, "Lihat itu."


!!


Wang Zhao tersentak dan segera memandang ke depan. Matanya terbelalak saat pandangannya menangkap kabut tipis yang mulai membentuk banyak kepala dan tubuh.


Liu Wei Lin berekspresi serius. Di halaman paviliun yang sebelumnya luas mulai terlihat lebih dari seratus meja perjamuan dengan semua santapan hidangan istimewa.


Wang Zhao menoleh dan menyaksikan sendiri bagaimana dua kabut tipis telah membentuk gerbang terbuka di depannya dengan ukiran karakter 'Keberuntungan'.


Ukiran tersebut tertuang dalam kain merah besar yang cerah dan siapa pun akan tahu karakter 'Keberuntungan' itu biasanya dikaitkan dengan pernikahan.


Benar. Ini adalah pernikahan dengan semua tampilannya.


Liu Wei Lin menutup kipasnya, "Kalian melihatnya? Orang-orang ini ..... Tidak satu pun di antara mereka yang memiliki wajah."


Wang Zhao mengangguk pelan. Wajah pucatnya masih terlihat jelas, dia bahkan menahan napas saat tahu orang-orang ini memang tidak mempunyai wajah seperti yang dikatakan Liu Wei Lin.


Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu juga tahu. Mereka memperhatikan hal itu lebih dahulu, bahkan sebelum mendengar komentar dari Liu Wei Lin.


Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Apa hanya aku yang mendengarnya atau memang orang-orang itu mengobrol dengan riang dan seru sekali?"


"Mn, aku juga mendengarnya." Ling Qing Zhu menanggapi.


"Ta-tapi..." Wang Zhao merasa takut, "Ba-bagaimana cara mereka bicara?"


Liu Wei Lin, "Bukan tentang caranya bicara, tapi dari mana suara-suara itu berasal. Lihatlah, orang-orang itu berdiri, duduk dan bersulang di dalam sana. Namun mereka mempunyai wajah yang kosong dan seakan terbuat dari kertas."

__ADS_1


Xiao Shuxiang menyenggol Ling Qing Zhu dan berkata, "Kucing Putih. Lihat itu, jika kau jarang bicara dan selalu berekspresi datar----kau bisa saja berubah menjadi salah satu di antara mereka,"


"Tidak takut," Ling Qing Zhu merespon dengan nada suara yang tenang.


"Nona, aku sedang tidak menakut-nakutimu." Xiao Shuxiang bersungguh-sungguh sebelum akhirnya menatap ke depan. Dia lanjut berkata pada teman-temannya, "Jadi sekarang apa yang harus kita lakukan? Apa masuk ke sana dan ikut bersenang-senang dengan mereka?"


Liu Wei Lin membuka kipasnya, "Saudara Xiao, apa kau bercanda?"


"Lalu apa yang kita lakukan di sini? Masa hanya berdiri diam dan menyaksikan orang-orangan yang tak berwajah itu----" Xiao Shuxiang baru akan menggerutu saat mendengar suara langkah kaki dari kejauhan.


Wang Zhao dan teman-temannya berbalik. Mereka melihat dua garis panjang orang yang bergerak, seakan keluar dari kabut. Xiao Shuxiang dan yang lainnya refleks memberi jalan orang-orang itu.


Iringan-iringan tersebut semakin mendekat. Ling Qing Zhu melihat yang memimpin iringan itu adalah seorang anak laki-laki dan perempuan. Mereka tampak seperti boneka kertas yang mirip boneka untuk orang mati.


Sepasang anak itu membawa masing-masing sebuah lilin di tangan. Ling Qing Zhu memperhatikan bahwa lilin tebal itu dihiasi dengan ukiran naga dan phoenix yang saling terkait.


Iringan-iringan itu berjalan di depan Xiao Shuxiang dan teman-temannya. Dia pun terkejut saat melihat barisan orang-orang ini yang rupanya adalah mayat, bahkan mayat-mayat tersebut tetap mempunyai fitur wajah yang sama seperti saat mereka hidup.


"Mn?" Xiao Shuxiang penuh dengan rasa ingin tahu. Dia memperhatikan dengan saksama dan melihat bahwa barisan mayat yang berjalan di hadapannya mempunyai kulit putih pucat dengan mata yang tertutup. Sebagian besar mayat nampak berusia 20 Tahun.


Wang Zhao terlihat berwajah buruk. Dia meraih lengan Xiao Shuxiang dengan pandangan yang tetap lurus ke depan. Karena tindakannya, Xiao Shuxiang menoleh dan segera menatap ke arah pandangan Wang Zhao.


!!


Di salah satu barisan mayat itu ternyata ada Mo Huai. Pemuda tersebut mengikut di belakang barisan mayat dengan kepala menunduk. Mata Mo Huai juga tertutup, wajahnya pucat dan cara berjalannya sama persis dengan para mayat-mayat ini. Wang Zhao sama sekali tidak tahu apakah pemuda itu masih hidup atau sudah mati.


Xiao Shuxiang hendak bergegas untuk menarik Mo Huai saat pergelangan tangannya dicengkeram lebih dahulu oleh Liu Wei Lin. Dia tersentak dan langsung menoleh.


"Apa yang----" Xiao Shuxiang baru akan bertanya saat Liu Wei Lin memberinya isyarat untuk tidak bersuara. Ling Qing Zhu dan Wang Zhao ikut melihatnya.


Liu Wei Lin berbisik, "Tahan dirimu. Jangan terburu-buru,"


Xiao Shuxiang, "Tapi Mo Huai..."


"Aku tahu," Liu Wei Lin bersuara pelan, "Tapi coba perhatikan situasi kita sekarang. Ini adalah Festival Pernikahan Hantu, kau tidak bisa mengeluarkan Mo Huai tanpa persiapan. Dan meskipun para hantu itu seakan tidak menyadari keberadaan kita----bukan berarti kita akan terus diabaikan. Jika tidak hati-hati dan kau justru menarik Mo Huai, itu akan membuat iringan-iringan ini kacau. Para hantu ini bisa saja menyerang kita secara sekaligus,"


Xiao Shuxiang tidak mau membayangkan hal tersebut. Akan buruk jika apa yang dikatakan Liu Wei Lin menjadi kenyataan. "Jadi harus bagaimana? Apa hanya diam menunggu saja?"


Liu Wei Li membuka kipasnya dan begitu hati-hati saat bicara, "Kita akan menyamar."


!?


******

__ADS_1


__ADS_2