KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
60 - Hutan Sekte Lautan Awan


__ADS_3

"Sekte Lautan Awan sebenarnya dikelilingi oleh hutan yang lebat. Hutan itu dibagi ke dalam tiga wilayah..."


"... Pertama, adalah wilayah terluar yang disebut sebagai Hutan Larangan. Kedua, wilayah tengah yang dihuni oleh Demonic Beast yang berusia 5000 Tahun. Ketiga, merupakan wilayah dalam yang meski juga dihuni Demonic Beast, tetapi mereka tidaklah terlalu kuat..."


"... Ada batu besar sebagai penanda wilayah Sekte Lautan Awan. Kita hanya perlu mencari pohon berusia tua dan telah mati untuk ditebang. Tidak perlu terlalu jauh ke dalam hutan,"


Xiao Shuxiang mendengarkan penjelasan pemuda di sampingnya. "Aku memang belum sempat berkeliling dan melihat-lihat sekte tempat para murid baru belajar, jadi aku memang penasaran untuk makin mengenal tempat ini."


"Di sana," pelayan tersebut menunjuk ke sebuah pohon yang cukup besar. Dia berjalan dengan membawa keranjang anyaman di punggungnya.


"Apa di sini pekerjaanmu hanya melayani para murid?" Xiao Shuxiang bertanya sambil mengikuti pemuda itu.


"Sebenarnya aku juga berlatih, tapi tidak bisa sekuat para murid yang lain. Kami tidak memiliki sumber daya yang sama seperti murid-murid itu,"


"Aku bisa merasakan Qi di sini sangat murni. Kenapa tidak menyerapnya secara langsung untuk meningkatkan praktik kultivasimu?"


?!


Pelayan muda itu terkejut dan spontan menoleh ke arah Xiao Shuxiang. "Kau bisa merasakan Qi di tempat ini?"


"Tentu, kenapa kau menanyakan itu?"


"Apa kau bisa langsung menyerapnya?! Tanpa melalui perantara? Spirit stone atau Demonic Core?" pelayan muda itu tidak menjawab pertanyaan Xiao Shuxiang, tetapi justru mengajukan pertanyaan lain seakan tertarik.


"Benar, aku bisa menyerapnya langsung. Tanpa perantara. Memang kenapa?" Xiao Shuxiang masih dengan ekspresinya yang biasa. Dia sebenarnya penasaran melihat tingkah pemuda ini yang seperti sangat terkejut.


"Hebat..." pelayan itu mengutarakan rasa kekagumamnya, "Di tempat ini... Semua bergantung pada bakat. Aku sama sekali tidak memiliki bakat menyerap Qi dari alam secara langsung. Orang-orang di sini hanya menghormati mereka yang kuat dan mempunyai status yang tinggi. Tapi kenapa kau ingin menjadi pelayan jika mempunyai bakat seperti itu? Aku juga merasa bahwa kau bukan dari kalangan orang dengan status yang biasa,"


Dilihat sekilas pun, Xiao Shuxiang sungguh tidak cocok menjadi pelayan. Dia memang mempunyai tinggi dan postur tubuh yang tidak terlalu berotot, tetapi aura yang terpancar di tubuhnya benar-benar sangat mengagumkan.


Pemuda ini memiliki pesona yang misterius dan di bawah sinar matahari----fitur anggunnya sangatlah menawan. Tidak perlu ditanyakan tentang garis wajahnya, Xiao Shuxiang terlalu sulit untuk digambarkan.


"........"


Pelayan muda itu tersadar dan segera mengalihkan pandangan. Wajahnya terasa memanas jika terus menatap sosok yang berjalan di sampingnya ini. Dia gugup, namun di satu sisi juga merasa tenang. Xiao Shuxiang memiliki aura yang membuatnya merasa tidak asing.

__ADS_1


Xiao Shuxiang sendiri tidak menyadari hal tersebut. Dia dengan tenang berkata, "Jika tentang orang-orang yang kuat dan lemah ini... Di tempat tinggalku juga sama. Bahkan mungkin itu adalah hal yang sudah mutlak menjadi aturan dunia. Pilihannya hanya satu. Jika kau tidak ingin ditindas, maka kau harus menjadi kuat."


Xiao Shuxiang sebenarnya tidak ingin mengatakan itu. Rasanya seakan dia sedang bersikap bijak dan memberi dorongan pada pemuda ini untuk berjalan di jalan yang sama seperti dirinya.


"Tidak perlu memikirkan apa yang aku katakan tadi. Beberapa orang mendapat hidup yang baik dengan menjadi manusia biasa,"


"Tapi aku tidak bisa melakukannya," pelayan muda itu tersenyum dan mulai menurunkan keranjang anyamannya.


Dia sudah berada di depan sebuah pohon yang akan ditebang. Dia mengambil kapak di dalam keranjang itu dan kembali bersuara, "Di tempat ini... Tidak ada jalan menuju hidup yang biasa-biasa saja."


Xiao Shuxiang memperhatikan ketika pelayan muda itu mulai mengayunkan kapaknya. Dia mendengar pemuda tersebut kembali bersuara.


"Kau bisa menyerap Qi dari alam secara langsung, kenapa tidak mencoba meningkatkan praktik kultivasimu? Dengan bakatmu itu... Kau bisa dengan mudah diangkat menjadi murid oleh salah satu Tetua di sekte ini."


"Benarkah?"


"Tentu saja. Kau tidak perlu lagi menjadi pelayan,"


Xiao Shuxiang menyilangkan tangannya dan masih dengan ekspresi wajah yang biasa. Dia memperhatikan setiap ayunan kapak pemuda ini. Dirinya pun berujar, "Aku memang tidak cocok menjadi pelayan, tapi jauh lebih tidak cocok lagi menjadi murid orang lain."


"Semua orang bisa menjadi guru, tapi tidak semua dari mereka yang bisa menjadi pendidik. Xiao Shuxiang ini... Tidak butuh seorang guru. Aku lebih butuh didikan... Didikan tentang bagaimana aku harus menggunakan bakatku. Ssh.. Haah... Dipikir-pikir lagi, aku sebenarnya cukup bijak juga. Rasanya jadi merinding saat aku mulai melontarkan berbagai ucapan dengan nuansa siraman kalbu."


Pelayan muda itu tertegun ketika melihat Xiao Shuxiang nampak mengusap-usap kedua lengannya. Dia berkedip, namun tidak mampu mengatakan apa-apa. Ini adalah yang pertama kalinya dia bertemu orang dengan sifat seperti Xiao Shuxiang.


Suara kapak kembali terdengar ketika pelayan muda itu mengayunkannya. Kapak tersebut membentur batang pohon dan menjadi pemecah keheningan selama beberapa saat.


Xiao Shuxiang tidak lagi merasa merinding. Dia sudah melupakan ucapannya barusan. Dia mulai berkomentar, "Kau menebang pohon itu seperti cara manusia biasa,"


Pelayan muda itu mengerutkan kening dan lalu menoleh ke arah Xiao Shuxiang, "Apa maksudmu?"


"Minggir," Xiao Shuxiang meminta diberi ruang untuk bisa bergerak sedikit lebih bebas.


Pelayan muda itu memperhatikan Xiao Shuxiang yang berdiri dengan kepalan tangan yang langsung meninju pohon di depannya. Suara yang dihasilkan sangat keras bahkan pohon di hadapannya tiba-tiba saja terbelah dua sebelum akhirnya tumbang.


Tindakan Xiao Shuxiang berlangsung sangat cepat, bahkan pelayan muda itu terlambat bereaksi. Dia baru tersadar ketika angin dan debu mengganggu penglihatannya.

__ADS_1


!!


Matanya terbelalak saat tahu apa yang baru saja dilakukan Xiao Shuxiang. Dia begitu kaget, namun di satu sisi juga sangat kagum. Dia sampai tidak bisa menahan diri untuk tak bertanya.


"Ba-bagaimana kau bisa melakukannya?" ucapan pelayan itu terdengar gugup di samping ekspresi wajahnya yang penuh rasa ketidak-percayaan. "Aku mendengar praktikmu berada di Forging Qi tingkat 5, ta-tapi tingkat praktik seperti itu belum tentu bisa melakukan hal yang sama dengan yang kau perbuat. I-itu sangat hebat,"


"Baguslah, jika kau tahu itu. Sekarang coba perhatikan ini," senyuman terlukis di wajah Xiao Shuxiang bersamaan dengan jari tangan kanannya yang bergerak.


Angin yang aneh langsung berhembus hingga menarik perhatian pelayan muda itu. Beberapa daun yang diterbangkan bergerak mengitari pohon yang tumbang tersebut dan hanya butuh waktu beberapa saat sampai pohon yang sudah tua itu terpotong-potong menjadi balok-balok kayu yang kecil.


Pelayan muda itu terperangah. Mulutnya terbuka lebar saking tidak percayanya dengan apa yang dia saksikan barusan. Di satu sisi, Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan dan dalam hati memuji diri sendiri.


"Apa yang kau tunggu? Ayo bantu aku," Xiao Shuxiang mengambil kayu yang telah terpotong-potong itu dan dengan tekun mengumpulkannya pada satu titik.


"Benar-benar hebat..." pelayan muda itu berdecak kagum. Dia memperhatikan Xiao Shuxiang dan menilai bahwa orang ini adalah sosok yang luar biasa.


"Apa yang harus kulakukan...?" dalam hati sebenarnya pelayan itu ingin menjadi teman Xiao Shuxiang, tetapi di satu sisi dia tidak berdaya.


"Kenapa berdiri saja? Bawa kemari keranjangmu,"


!!


Pelayan itu tersentak dan tiba-tiba menjadi gugup. Dia mengambil keranjang anyaman dan memberikannya kepada Xiao Shuxiang. Pemuda itu menerimanya dan mulai memasukkan potongan-potongan kayu tersebut.


"........"


Pelayan muda itu terlihat berkeringat dingin. Tangan kanannya gemetar ketika terulur ke belakang untuk menyentuh belati kecil yang terselip dalam sabuk pinggangnya. Dia terus memperhatikan Xiao Shuxiang.


"Apa satu pohon saja cukup?" Xiao Shuxiang bertanya tanpa menoleh, dia tidak menyadari perubahan pada raut wajah pelayan yang dia temani kemari.


"Kawan, berapa jumlah murid Sekte Lautan Awan---" Xiao Shuxiang menoleh dan baru akan bertanya saat sebuah kilatan cahaya melintas di matanya.


!!


******

__ADS_1


__ADS_2