KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
87 - Sesuatu Yang Tidak Diduga


__ADS_3

Di luar ruangan, Dao Fang An cukup lama menunggu dan baru saja akan berjalan masuk saat melihat Ling Qing Zhu. Gadis bercadar tipis dengan rambut berwarna putih itu nampak berjalan penuh wibawa sambil membawa satu set pakaian di tangannya.


Dao Fang An pun mengurungkan niat melangkah masuk dan menatap Ling Qing Zhu yang semakin berjalan ke arahnya.


Dao Fang An bertanya, "Nona Ling? Apa yang kau lakukan di sini?"


Ling Qing Zhu yang sudah ada di depan Dao Fang An menjawab dengan singkat. "Mn, pakaian."


"Apa? Pakaian siapa?" Dao Fang An mengerutkan keningnya.


"Shuxiang. Untuknya."


Dao Fang An hampir tidak berkedip saat mendengar betapa singkat dan dinginnya gadis cantik ini ketika bicara. Dia kenal gadis yang punya kemiripan sikap sama seperti Ling Qing Zhu. Dia pikir mereka sama-sama punya sikap dingin yang menyebalkan, tetapi nyatanya gadis di depannya ini jauh lebih buruk lagi karena selalu bicara dengan hanya gumaman singkat dan tidak lebih dari tiga kata.


Bagi Dao Fang An, pribadi seorang Ling Qing Zhu tidak terbantahkan. Pesonanya mengagumkan dan layak diibaratkan sebagai Gunung Suci Yang Agung atau Bunga Musim Dingin Yang Beku. Dia sosok gadis yang satu-satunya mampu menarik perhatian siapa pun dengan sikap dinginnya.


Dao Fang An bernapas pelan-pelan. Dia jujur menyayangkan hal ini. Memang Ling Qing Zhu sudah sangat mempesona dan mampu menarik perhatian banyak orang dengan sikapnya, tetapi jika saja gadis ini bisa lebih banyak bicara atau mungkin cukup tersenyum tipis saja----maka Dao Fang An yakin, bahkan bulan akan merah karena terpikat pada Ling Qing Zhu.


Dao Fang An baru saja akan kembali bicara saat tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka. Dia pun menoleh dan bertemu pandang dengan Mo Huai yang baru saja melangkah keluar ruangan.


Mo Huai, "Kakek Dao? Nona Ling?"


"Mo Huai? Bagaimana kondisi Bocah itu?" Dao Fang An langsung bertanya tanpa basa-basi. Mo Huai sampai tersentak karenanya.


"Ehm... Tu-tuan muda Xiao" Mo Huai agak gugup, dia memejamkan mata sejenak sebab akan berbohong lagi, "Aku... Aku sudah memeriksanya. Dia butuh istirahat, aku .... Sudah memberinya obat. Sa-Saat ini aku .... Ingin melihat kondisi tuan muda Zhang. Aku .... Pe-permisi dulu,"


!?


Dao Fang An tersentak saat Mo Huai langsung memberi hormat dan pergi dengan langkah yang terburu-buru. Dia pun berkedip dan lalu menoleh ke arah Ling Qing Zhu. Dao Fang An mengajak gadis berambut putih itu untuk masuk bersama.


Xiao Shuxiang yang berbaring di tempat tidurnya menyadari kedatangan Dao Fang An dan Kucing Putihnya. Dirinya langsung memperbaiki posisi tidurnya dan mulai terbatuk pelan.


Wang Zhao yang melihat tingkahnya hanya bisa tertegun sambil memberi pandangan aneh.


Dao Fang An duduk di sisi tempat tidur dan menatap Xiao Shuxiang, "Bocah? Bagaimana keadaanmu sekarang?"


Xiao Shuxiang berdeham dan lalu berujar pelan, "Tua Bangka. Kau pikirkan sendiri, apa aku akan baik-baik saja setelah bertarung dengan pria yang tingkat praktiknya bahkan tidak kuketahui?"


Dao Fang An mengembuskan napas dan lalu menggeleng, "Itu juga salahmu. Kau harusnya tidak mencari masalah. Lihat sekarang kondisimu ini, apa kau puas hah?"


"Puas? Hmph, aku baru memberi sedikit pelajaran pada salah satu teman Yan Tianhen. Tentu saja belum puas. Ini bahkan belum ada apa-apanya. Tua Bangka .... Jika kau datang kemari hanya untuk meledek dan mengomeliku, maka pergilah. Kau sangat keterlaluan..."


Wang Zhao berkedip, "Sepertinya ada yang salah di sini. Tuan Xiao bukannya tadi sangat sehat walafiat, tapi kenapa sekarang terlihat seperti orang yang letih, lemah, lesu, lelah, lunglai begitu?"


Xiao Shuxiang lantas menoleh pada Ling Qing Zhu, dia memanggilnya. "Kucing Putih ...."


Ling Qing Zhu berjalan mendekat dan mengulurkan tangan. Dia menempelkan tangannya pada dahi Xiao Shuxiang dan berkata, "Dahimu tidak panas."

__ADS_1


Xiao Shuxiang nyaris membentak, namun dengan cepat dia bisa mengendalikan diri. Dia pun berujar pelan, "Aku tidak sakit karena demam, Kucing Putih. Tapi telapak tanganmu dingin, kau baik-baik saja?"


"Mn, ini biasa." Ling Qing Zhu tanpa berekspresi berkata, "Aku membawa pakaianmu."


Dao Fang An tercengang saat mendengar Ling Qing Zhu berbicara. Gadis itu masih memiliki tatapan mata yang dingin, tetapi bahkan tanpa ditanya----dia mengatakan membawa pakaian Xiao Shuxiang.


"Dia ... Apa gadis ini sedang memulai sebuah pembicaraan? Biasanya dia tidak pernah memberi respon demikian pada orang lain," Dao Fang An berkedip dan tanpa sadar bertanya, "Apa kalian benar-benar pasangan suami-istri?"


Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu mendengarnya. Keduanya langsung menatap pria tua itu.


Xiao Shuxiang berkata, "Tentu saja. Tidak mungkin aku berbohong,"


Ling Qing Zhu, ".........."


Xiao Shuxiang terbatuk pelan dan berujar pelan, "Bisakah .... Kami diberi privasi? Aku ingin bersama Kucing Putihku,"


Wang Zhao dengan polos bertanya, "Kau memang mau melakukan apa?"


"Wang Zhao, apa aku harus menjelaskan secara detail padamu?" Xiao Shuxiang nyaris meradang. Hanya saja dia masih sadar hingga mampu bersuara sangat lemah.


Dao Fang An mengembuskan napas, "Kau istirahatlah. Kau sudah diobati Mo Huai, kan? Sekarang berbaring yang tenang dan tidak perlu banyak bergerak. Zhao'Er, ayo keluar."


"Tapi Shizun, aku mau menemani Tuan Xiao--!" Wang Zhao tersentak saat lengannya langsung diraih dan ditarik oleh Dao Fang An. "Shizun?! Apa yang Anda lakukan?"


"Biarkan mereka. Kau ini tidak paham situasinya, yah. Ayo,"


"Ta-tapi..."


Xiao Shuxiang tidak menyangka Tua Bangka tersebut bisa se-peka ini. Dia pun menatap punggung Ling Qing Zhu dan kembali terbatuk pelan untuk menarik perhatian gadis tersebut.


Benar saja, Ling Qing Zhu segera menoleh padanya dan memberinya tatapan yang meski dingin, namun tidak sedingin yang biasanya.


Ling Qing Zhu mengembuskan napas dan duduk di sisi tempat tidur, dia berujar tanpa nada. "Bukankah kau seorang alkemis?"


"Tapi .... Kekuatanku kan disegel. Selain praktiku melemah, regenerasiku juga terhambat." Xiao Shuxiang berkata jujur.


"Mn, kau punya pil."


Xiao Shuxiang tersentak, namun segera berekspresi menyedihkan. "Kucing Putih, apa kau tidak mau merawatku...?"


"Hmph, kekanakan. Kau sama sekali tidak sakit,"


"Kau tega sekali .... Biar bagaimanapun, aku ini kan juga makhluk hidup. Punya kelemahan, tidak bisa selalu kuat. Aku bisa merasakan sakit, aku juga punya hati. Sikapmu ini justru membuatku terluka, kau menyebalkan ...."


Melihat Wali Pelindungnya bisa cemberut seperti ini membuat Ling Qing Zhu hanya bisa mengembuskan napas, dia merasa Xiao Shuxiang benar-benar kekanakan.


Ling Qing Zhu berkedip dan seakan tahu apa yang harus dia lakukan. Dirinya pun berkata, "Ini pakaianmu. Biar kubantu kau memakainya,"

__ADS_1


"Mn? Kau akan apa?" Xiao Shuxiang berkedip.


"Kubantu kau berpakaian."


!!


"Kucing Putih?!" Xiao Shuxiang kaget bukan main dan spontan bangun. Dia langsung memegang tangan Ling Qing Zhu yang menyentuh kain celananya.


Xiao Shuxiang, "Apa yang kau lakukan?"


"Membuka pakaianmu."


"Tapi kenapa celana yang duluan?!"


".........."


Xiao Shuxiang agak pucat. Ini adalah yang pertama kalinya dia merasa bahwa eskpresi datar dari Ling Qing Zhu sangat menakutkan.


Xiao Shuxiang berkata, "Kucing Putih. Di mana-mana... Saat sedang ganti baju. Bagian atas dahulu yang pertama kali dibuka. Dan meski aku tidak mau mengatakan ini, tapi .... Apa kau ti-tidak malu melihat pria telanjang dada?"


Ling Qing Zhu berkedip, keningnya agak mengerut saat mendengar ucapan Wali Pelindungnya. Dia berkata, "Kenapa harus malu? Yang telanjang kau, bukan aku. Jika tidak suka kubantu, maka lakukan sendiri."


Xiao Shuxiang menarik napas lega saat Ling Qing Zhu tidak lagi menarik pakaian bagian bawahnya. Dia tidak menyangka Kucing Putihnya akan bertindak seperti ini. Benar-benar mengejutkan!


Xiao Shuxiang akhirnya memperoleh kembali ketenangannya saat Ling Qing Zhu berdiri. Dia pun berujar, "Kenapa kau sama sekali tidak merasa malu berbuat seperti ini padaku...?"


Xiao Shuxiang menggelembungkan pipinya, "Sekarang siapa yang tidak tahu malu...?"


Ling Qing Zhu berkedip dan berujar tenang, "Aku biasa membantu Ya Bing'Er berpakaian. Jadi sama sekali tidak memalukan,"


"Kucing Putih?!" wajah Xiao Shuxiang memucat, "Aku dan Ling Ya Bing adalah dua orang yang berbeda. Dia anak kecil dan seorang perempuan. Sementara aku ini merupakan pemuda dewasa. Apa kau tidak bisa membedakannya?"


"Kau suamiku. Tidak masalah,"


!!


Xiao Shuxiang seketika membeku, Ling Qing Zhu pun ikut terkejut. Keduanya saling bertatapan dan terdiam cukup lama.


Ling Qing Zhu berkedip terlebih dahulu dan berkata, "Ganti pakaianmu. Aku tunggu diluar,"


".........."


Xiao Shuxiang masih terdiam saat Ling Qing Zhu berjalan meninggalkannya. Dia baru berkedip saat mendengar bunyi pintu yang tertutup. Ujung telinga Xiao Shuxiang langsung memerah saat itu juga.


Koki Alkemis itu memakai punggung tangan kanan untuk menutup mulutnya, dia menatap udara dengan telinga yang masih memerah. Kata 'Suami' itu baru pertama kali dia dengar dari Kucing Putihnya dan membuat ujung telinganya makin memerah.


Sementara itu diluar ruangan, Ling Qing Zhu terlihat berjalan tenang dan masih mempertahankan wibawanya. Namun tidak dengan kedua tangannya yang terkepal kuat.

__ADS_1


Di bawah terik matahari, kulit wajah Ling Qing Zhu nampak bercahaya. Terlihat seputih salju, tetapi saat dia berjalan di bawah naungan pepohonan----barulah terlihat semburat kemerahan pada pipi yang tertutup cadar tipis itu.


******


__ADS_2