KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
400 - Alur Awal (2)


__ADS_3

"Patriarch benar," Feng Ying buka suara. Dia kembali berkata, "Ada banyak orang yang jahat di dunia ini. Tapi aku sendiri tidak akan memilih untuk menjadi salah satu dari mereka,"


Feng Ying menyatukan tangan dan memberi hormat, dia lantas berjalan pergi meninggalkan ruangan tempat Patriarch Ketiga berada. Dia kembali ke kamarnya dan beristirahat di sana.


Malam hari itu tenang, bahkan di Sekte Pedang Langit saat ini. Xiao Shuxiang tidak berusaha mengganggu Kucing Putihnya seperti biasa. Pemuda itu tertidur setelah kepalanya menyentuh bantal, mungkin karena memang kelelahan.


Ling Qing Zhu sendiri juga tidak berniat untuk memulai pembicaraan kembali, dia berbalik dengan punggung yang berhadapan dengan harimau bulan dan Xiao Shuxiang.


Pagi hari, burung Guì Jīnzi berkicau. Ling Qing Zhu mempunyai kebiasaan bangun sangat pagi, sekitar jam 5 meskipun dirinya tidur dengan cepat atau lambat. Bahkan jika pemanas di sisinya begitu nyaman, dia masih berusaha keluar dari tempat tidur.


Ling Qing Zhu menghargai niat baik dari Wali Pelindungnya. Xiao Shuxiang begitu perhatian. Walau masuk musim panas, namun malam hari masih dingin dan Wali Pelindungnya itu menyiapkan pemanas agar dia merasa nyaman dan tidak kedinginan. Xiao Shuxiang benar-benar penuh perhatian, padahal pemuda menawan itu tidak perlu sampai serepot ini.


Ling Qing Zhu mendongak sedikit untuk melihat jenis pemanas apa yang diberikan Wali Pelindungnya dan detik itu juga mata birunya yang cerah terbuka lebar. Pipinya yang seputih salju kini bersemburat karena tersadar bahwa pemanas itu bukan seperti yang dia ketahui, tetapi Xiao Shuxiang. Dia telah menjadikan tubuh Wali Pelindungnya sendiri sebagai pemanas.


!!


Ling Qing Zhu membeku, tanpa sadar dia menahan napas. Posisinya saat ini adalah berhadapan dengan Xiao Shuxiang dan dalam kondisi tangan memeluk Wali Pelindungnya ini.


Ya ampun! Ling Qing Zhu tegang. Dia sangat gugup dan berusaha untuk mengangkat tangannya secara perlahan. Posisinya dengan pemuda ini terlalu dekat, dia bahkan tidak tahu apa sudah mengganggu tidur Xiao Shuxiang atau tidak.


!!


Xiao Shuxiang sendiri mempunyai kebiasaan menendang selimut, tetapi karena dia tidur tanpa benda itu... Dirinya pun tidak banyak bergerak. Hanya saja entah bagaimana Xiao Shuxiang tanpa sadar mengulurkan tangan dan menggerakkan kaki. Dia memeluk Ling Qing Zhu seperti memeluk guling dan itu membuat gadis cantik tersebut terkejut bukan main.


Ling Qing Zhu syok, dia menatap horor Wali Pelindungnya dan hanya menemukan wajah menawan penuh kelembutan. Dia sebenarnya tahu bahwa Xiao Shuxiang sangat tampan, tapi dirinya tidak berani memberikan tatapan mata yang penuh perhatian.

__ADS_1


"Indah..." Ling Qing Zhu memperhatikan wajah Xiao Shuxiang dan tidak ada cela pada Wali Pelindungnya ini. Dia bahkan bisa seharian memandangi makhluk ciptaan Tuhan yang satu ini tanpa merasa bosan sama sekali.


Xiao Shuxiang mempunyai bulu mata hitam yang panjang dan terlihat tebal. Saat matanya tertutup dan tidur setenang ini---dia memiliki garis wajah polos dan murni. Tidak pernah terpikirkan bahwa makhluk dengan garis wajah lembut ini adalah seseorang yang memiliki gelar sebagai Sang Bintang Penghancur.


Ling Qing Zhu melihat bulu mata Wali Pelindungnya bergetar dan perlahan terbuka. Dia pun dengan buru-buru memejamkan mata. Tidak sulit untuk berpura-pura tidur sebab ekspresi wajahnya selalu tenang dan tidak akan ada yang curiga jika pipinya sampai bersemburat merah. Ling Qing Zhu bisa membuat alasan bahwa itu hal wajar mengingat udara pagi hari yang dingin.


"Benda berbulu apa yang kupeluk ini.." Xiao Shuxiang tidak mencium aroma tubuh Lan Xiao dan merasakan kehangatan bulu harimau bulan tersebut, dia justru mendapati sensasi lain yang berbeda dan spontan terkejut saat menyadari situasinya sekarang.


!!!


Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali. Rasa kantuknya seketika buyar saat tahu bahwa dia sudah memeluk Kucing Putihnya. Tidak hanya itu, dia bahkan membuat gadis ini menjadi guling instan seperti saat dia memperlakukan teman baiknya.


"Tunggu. Di mana Lan Xiao?!" Xiao Shuxiang spontan bangun dan menjadi cemas karena bisa saja dia tanpa sengaja menendang harimau bulan yang masih terluka itu dari tempat tidur.


"Tidak ada," pandangan Xiao Shuxiang mengedar dan sama sekali tidak menemukan Lan Xiao. Dia pun lantas menepuk pelan gadis di sampingnya dan mulai buka suara.


Ling Qing Zhu meyakinkan diri untuk tidak boleh sampai membuka mata, tetapi Wali Pelindungnya terdengar khawatir karena harimau bulan yang seharusnya tidur di tengah-tengah mereka kini mendadak menghilang.


Dia berpura-pura baru bangun tidur dan tetap memasang ekspresi wajah yang tenang. Xiao Shuxiang berkedip dan dalam hati mendesah pelan. Dia bertanya-tanya mengenai buah apa yang dimakan oleh ibu mertuanya saat wanita dari Sekte Pagoda Langit itu mengandung Kucing Putihnya ini.


Sungguh, Xiao Shuxiang berharap jika dia bisa menyaksikan ekspresi lain dari Ling Qing Zhu. Mungkin seperti memergoki gadis ini yang tiba-tiba mengeluarkan suara lucu atau hal lainnya.


Tidak mau memikirkan itu, Xiao Shuxiang pun lantas menatap Kucing Putihnya dan berkata. "Pertama-tama, aku ingin menanyakan kondisimu. Apa kau baik-baik saja? Aku sepertinya sudah tidak sopan dengan membuatmu menjadi guling,"


"............. Bukan masalah," Ling Qing Zhu jelas lebih tidak sopan karena sudah menjadikan pemuda ini sebagai pemanas. Tetapi tentu dia tidak mengatakannya.

__ADS_1


"Haaah... Entah di mana Lan Xiao sekarang," Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan menatap Kucing Putihnya. Dia bertanya, "Apa kau menyadari Lan Xiao pergi?"


Ling Qing Zhu menggeleng pelan, "Tidak. Aku rasa harimau bulan itu bangun lebih awal dan mungkin pergi ke suatu tempat. Apa kau punya pemikiran tentang tempat mana yang biasa dia datangi?"


"Ehm... Selain pagoda tingkat sembilan, aku tidak bisa memikirkan tempat mana pun lagi."


"Jika demikian, maka ayo mencarinya di kamar Tuan Muda Lan."


Xiao Shuxiang mengangguk pelan. Dia turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar Lan Guan Zhi yang berada di bangunan pagoda tingkat sembilan. Ling Qing Zhu sendiri mengambil cadar miliknya dan menyusul pemuda tersebut.


Harimau Bulan yang mereka cari memang bangun lebih awal. Lan Xiao sudah kembali ke wujudnya yang nampak seperti anak laki-laki berusia 7 Tahun. Kekuatannya sudah pulih dan karena telah terdidik dengan baik, dia pun Juga memiliki kebiasaan bangun cepat seperti Lan Guan Zhi beserta para murid Sekte Pedang Langit.


Lan Xiao sebelumnya tersentak karena bangun di antara kedua orang yang sangat dikenalnya. Satu orang adalah Bibi Qing Zhu-nya dan satu orang lagi merupakan Ibu A-Xiang-nya. Dia memperhatikan kedua orang yang penuh perhatian ini dan menjadi sangat bersalah.


Lan Xiao tahu Ibu A-Xiang-nya lelah, jadi karena itulah dia tidak ingin membangunkan sosok yang paling disayanginya ini. Di sisi lain, dia juga merasa kasihan pada Bibi Qing Zhu-nya. Karena itulah dia turun dari tempat tidur dan pergi secara diam-diam.


Baik Lan Xiao, Ling Qing Zhu, maupun Xiao Shuxiang tidak mengetahui apa yang akan menunggu mereka dan tidak tahu kondisi Yi Wen serta Bocah Pengemis Gila ini.


Saat ini kedua teman Xiao Shuxiang itu masih terkurung dalam penjara yang diselimuti oleh petir. Mereka bahkan tidak bisa berbuat apa-apa karena tangan keduanya diikat dengan sangat kuat.


Di dalam penjara, Yi Wen terlihat baru saja bangun dari tidurnya. Dia mengembuskan napas dan mengingat bahwa semalam dia menjadikan lengan Bocah Pengemis Gila sebagai sandaran.


Di tempat lain, udara mulai berubah arah dan membawa angin yang menyesakkan. Kondisi udara yang tiba-tiba ini ada karena pendekar yang sebelumnya menangkap Mo Huai, Bocah Pengemis Gila, dan Yi Wen kini mulai berdiri di bangunan tertentu bersama teman-temannya.


Mereka sudah menargetkan kota ini dan telah membuat rencana. Sekarang sudah saatnya untuk mulai melakukan hal paling terpenting yaitu memancing Xiao Shuxiang keluar dan membuat pemuda itu menghadapi mereka.

__ADS_1


******


__ADS_2