KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
105 - Pengantin Hantu


__ADS_3

Xiao Shuxiang, Wang Zhao dan Ling Qing Zhu tersentak mendengarkan ucapan Liu Wei Lin barusan. Mereka memperhatikan dengan saksama rencana penyamaran yang disebutkan oleh teman mereka ini.


Liu Wei Lin berkata dengan suara yang pelan, "Kita akan ikut dalam barisan di belakang mayat-mayat itu. Tutup mata kalian dan tahan napas sebentar saat kita melewati gerbang itu. Jangan buat keributan, perhatikan saja apa pun yang terjadi nantinya. Kalian juga tidak boleh bicara sama sekali. Apa kalian bisa?"


Xiao Shuxiang, "Mn. Aku tidak kesulitan melakukannya, tapi maksudmu dengan menahan napas saat melewati gerbang itu maksudnya apa?"


"Ini hanya kekhawatiranku. Kemungkinan ada semacam penghalang tidak terlihat di gerbang itu. Jika melaluinya sambil bernapas, hantu-hantu itu akan langsung tahu kita adalah orang yang masih hidup. Ini hanya bentuk pencegahan, tapi aku minta kalian agar jangan sampai lengah."


Xiao Shuxiang mengangguk. Wang Zhao pun ikut melakukannya, meski dia masih sangat pucat dan gugup----tetapi dirinya yakin masih bisa melakukan apa yang Liu Wei Lin katakan.


Ling Qing Zhu juga mengerti. Dia dan teman-temannya pun mulai mengambil tempat di barisan paling belakang mayat-mayat hidup tersebut dan melakukan apa yang sudah Liu Wei Lin jelaskan.


Awalnya, Ling Qing Zhu berdiri di depan Xiao Shuxiang. Namun bahunya ditarik oleh pemuda tersebut dan posisi mereka pun terganti. Dia tersentak karena insiden yang berlangsung sepersekian detik itu.


"Shuxiang," suara Ling Qing Zhu amat pelan.


Xiao Shuxiang menoleh ke belakang dan menggeleng pelan, dia berbisik. "Kau tidak boleh di depan. Bagaimana jika ada masalah?"


"Aku bisa--"


"Aku tidak bisa melihatmu dalam bahaya, itu bukan tugas seorang Wali Pelindung. Jadi kau di belakang saja, oke?"


"............." Ling Qing Zhu tidak berkata apa-apa. Dia hanya menatap punggung sosok di hadapannya dan rambut yang tergerai indah itu. Ekspresi wajahnya sama sekali tidak berubah, namun pandangan matanya sedikit berbeda.


Liu Wei Lin sendiri ada di barisan yang lain dan sejajar dengan Xiao Shuxiang. Dia juga bertukar tempat dengan Wang Zhao karena memiliki kekhawatiran yang sama. Sebagai murid dari salah satu Tetua Gunung Puncak Suci, dirinya mempunyai kewajiban untuk melindungi murid-murid yang lebih lemah darinya.


Barisan mayat-mayat itu mulai melewati gerbang dan saat giliran Xiao Shuxiang serta teman-temannya, mereka pun mulai menahan napas dan menutup mata seperti yang sudah disepakati sebelumnya.


Sepasang anak yang membawa lilin dan menjadi pengiring mayat-mayat hidup itu nampak meniup lilin mereka saat tiba di halaman paviliun. Api yang membakar lilin itu semakin tinggi dan berwarna hijau menyala.


Para tamu yang tidak berwajah itu terlihat bertepuk tangan dan mulai bersorak riang. Mereka terus melakukannya dan suara tepuk tangan serta sorakan itu kian menggema ketika di sisi lain dua barisan mayat-mayat hidup juga terlihat.


Bila diperhatikan dari atas, halaman paviliun tersebut sangatlah luas dan ada dua gerbang besar yang dapat dilihat. Satu gerbang ada di bagian timur dan satunya lagi adalah gerbang tempat Xiao Shuxiang serta teman-temannya datang.

__ADS_1


Suara petasan terdengar saling bersahut-sahutan. Xiao Shuxiang dan teman-temannya berhasil melewati gerbang itu tanpa hambatan apa pun. Mereka kini bisa bernapas dan membuka mata walau keempatnya bersikap penuh waspada.


Diperhatikan dari atas pun juga terlihat bangunan yang besar dengan tiga lantai yang dihiasi lentera dan spanduk berwarna cerah, semuanya penuh warna dan meriah.


Sementara sisi halaman yang lain juga padat dengan setidaknya seratus kamar kecil. Terlihat karakter 喜 [Xǐ] berwarna merah tua di jendela dan sebuah lentera yang tergantung di pintu.


^^^*喜 [Xǐ] 'Kebahagiaan'/Keberuntungan, karakter yang lebih diidentilkan dengan pernikahan.^^^


Ada juga sebuah panggung yang megah, berhiaskan lentera keemasan. Sosok pria tua nampak berjalan dan berdiri di panggung tersebut. Suara petasan, tepuk tangan dan sorak-sorakan perlahan memudar. Suasana pun kembali berubah.


Pria tua itu merupakan pemimpin dari upacara ini, Wang Zhao kaget saat melihat sosoknya yang ternyata memiliki wajah. Dia mendengarkan pria tersebut bersuara. Xiao Shuxiang, Ling Qing Zhu dan Liu Wei Lin ikut memperhatikan.


"Langit telah memberkati kita..! Waktu keberuntungan dimulai. Mempelai pria dan wanita sudah tiba----"


Wang Zhao kaget hingga tanpa sadar membuka mulutnya lebar. Dia tidak menyangka bahwa rupanya jajaran mayat ini adalah pengantin pria dan wanita untuk dinikahkan.


Ling Qing Zhu, Xiao Shuxiang dan Liu Wei Lin pun juga ikut kaget. Sebenarnya mereka sudah tahu bahwa ini adalah Festival Pernikahan Hantu. Namun tidak disangka bahwa barisan mayat yang mereka ikut di belakangnya ini adalah para pengantinnya.


Wang Zhao memandang ke arah Ling Qing Zhu dan kemudian memandang ke barisan mayat yang ada di sebelahnya. Saat ini, ada empat barisan mayat yang sebentar lagi akan dinikahkan entah bagaimana caranya.


Anak-anak itu berpakaian merah cerah dan lalu berkerumun di sekitar barisan mayat. Masing-masing dari mereka menarik seseorang untuk dibawa ke kamar yang berada di kedua sisi halaman. Wang Zhao kaget ketika tangannya juga ikut ditarik.


Wang Zhao menatap Liu Wei Lin dan seakan meminta bantuan dari pemuda itu, namun Liu Wei Lin dengan gerakan bibir memintanya untuk tenang dan mengikuti apa pun yang terjadi.


"..........."


Ling Qing Zhu juga ikut ditarik oleh seorang anak perempuan. Dia sama sekali tidak memberontak dan bahkan dengan santai memasuki sebuah kamar yang terdapat lentera di depan pintunya.


Xiao Shuxiang juga ikut ditarik oleh seorang anak perempuan dan dibawa masuk ke salah satu kamar. Dia menatap waspada ke arah anak tak berwajah itu dan memperhatikan bagaimana anak tersebut melambaikan tangan dan pintu pun tertutup dengan suara yang cukup keras.


"Apa yang ingin Bocah ini lakukan?" Xiao Shuxiang memelototi anak perempuan tak berwajah itu dan berusaha menahan diri sebisa mungkin untuk tidak berbuat hal-hal yang kasar.


Ada sebuah meja rias di dalam ruangan tempat Xiao Shuxiang berada dan satu set pakaian pengantin dengan sulaman merah-hitam yang rumit. Pakaian itu digantung rapi pada sebuah rak.

__ADS_1


Ada anak perempuan lain yang tidak berwajah di dalam ruangan itu, dia pun menepuk bangku dan seakan memberi isyarat agar Xiao Shuxiang datang dan duduk di sana.


Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu mengamati dengan saksama. Dia merasa bahwa hantu-hantu kecil di sini tidak terlalu pintar, buktinya identitasnya sebagai makhluk hidup belum terungkap.


Xiao Shuxiang mengambil kesimpulan bahwa selama dia tidak bicara, maka hantu-hantu ini tidak bisa membedakan manusia hidup dan mati. Jadi dia pun duduk di depan meja rias seperti yang diperintahkan.


Anak perempuan tidak berwajah itu mulai berjalan mendekat dan membantunya melepas pakaian luarnya. Xiao Shuxiang sebenarnya kaget, namun seperti yang dikatakan Liu Wei Lin----mereka harus memperhatikan situasi dan jangan membuat keributan.


"Di antara para hantu ini hanya pemimpin tua itu yang memiliki wajah. Perasaanku sangat tidak nyaman saat melihatnya,"


Kedua hantu kecil itu membantu Xiao Shuxiang berpakaian pengantin. Mereka terlihat melompat-lompat riang dan mulai mengeluarkan suara yang sama sekali tidak dimengerti. Hanya saja saat salah seorang di antara anak itu memegang lengan Xiao Shuxiang dan menunjuk ke arah cermin----pemuda itu pun tahu apa maksud dari hantu-hantu kecil ini.


Ada sebuah cermin tembaga di depan Xiao Shuxiang dan dia bisa melihat pantulan dirinya sendiri.


Dia mempunyai fitur wajah yang halus dan cerah dengan bahu ditarik seperti busur yang anggun. Hidungnya lurus dan ramping. Dia memiliki postur tubuh yang menawan dan bahkan semakin terlihat sempurna dengan bulu mata serta bibir yang indah. Itu adalah wajah dan tubuh yang paling mempesona dan tidak akan membuat orang bosan memandanginya.


Kedua hantu kecil ini jelas menunjuk ke arah pantulan tubuh Xiao Shuxiang dan seakan mereka sedang memberinya pujian.


Xiao Shuxiang bernapas pelan dan dalam hati berdecak kagum. Bahkan memakai pakaian jenis apa pun sama sekali tidak memudarkan pesonanya yang luar biasa.


"Makhluk mana pun mustahil akan percaya bahwa aku adalah orang yang pernah membuat tanah di tiga kekaisaran diselimuti darah selama 40 hari jika melihat postur tubuh dan wajah ini. Tsk, tsk, tsk... Aku benar-benar perlu meluangkan waktu untuk memuji makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna ini."


Xiao Shuxiang menggeleng pelan. Fitur wajah miliknya yang sama sekali tidak terlihat garang ini bisa menipu banyak orang. Dia jelas terlahir dengan wajah bak pemuda polos yang baik hati.


Dua hantu kecil itu memegang lengan Xiao Shuxiang dan seakan menyuruhnya untuk duduk di depan meja rias kembali. Salah satu di antara mereka bahkan mulai menyisir rambut Xiao Shuxiang dan satu orang lagi mengambil sebuah kain penutup kepala yang senada dengan warna pakaiannya.


"..........."


Xiao Shuxiang sebenarnya tidak merasa ada yang salah dengan tampilannya sebagai pengantin hantu sekarang. Tapi apa-apaan dengan penutup kepala itu?!


Dia pernah menikah dan dia tahu setiap jalannya prosesi pernikahan. Hanya saja, bukankah penutup kepala dengan kain merah yang indah itu lebih sesuai untuk pengantin ..... Perempuan?!


"Ehm... Kenapa perasaanku jadi semakin tidak enak?" Xiao Shuxiang menelan ludah.

__ADS_1


******


__ADS_2