![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang agak tersentak ketika tiba-tiba saja Liu Wei Lin menanyakan tentang Ling Qing Zhu. Dia mengerutkan kening dan lantas bertanya, "Apa yang kau mau dari Kucing Putihku?"
Liu Wei Li menoleh, "Kucing Putih...? Ah, ya ampun. Kau menyebut nona Ling Qing Zhu 'Kucing Putih' karena melihat warna rambutnya, yah? Jika dia tahu, kau pasti akan dalam masalah besar. Tidak baik merusak nama orang lain seperti itu,"
Xiao Shuxiang mendengus pelan, dia pun menggeleng dan kembali memperhatikan peta di tangannya. Hanya saja, Liu Wei Lin kembali memanggilnya.
"Saudara Xiao, ayo serius sedikit. Aku ini sedang butuh bantuanmu,"
"Memang apa yang kau inginkan?"
Liu Wei Lin menyenggol lengan Xiao Shuxiang dan berdecak pelan, "Kau ini seperti tidak tahu pria dewasa saja. Dengar, kau kan berasal dari Alam Kultivasi Bawah seperti nona Ling, jadi kau pasti tahu banyak tentangnya. Aku ingin itu... Ceritakan apa pun yang kau tahu tentangnya padaku,"
Xiao Shuxiang berkedip dan menatap dalam ke arah Liu Wei Ling. Dia tertawa hambar dan kemudian berkata, "Jangan katakan padaku bahwa kau suka pada Kucing Putih?"
"Tsk, kenapa kau terus saja memanggil dia begitu. Kau sangat tidak sopan," Liu Wei Lin memainkan kipasnya dan lantas mengembuskan napas. Dia pun berujar, "Aku hanya ingin tahu tentang nona Ling lebih banyak. Awal bertemu dengannya, dia benar-benar sudah membuatku amat gelisah. Ini pertama kalinya... Rasanya seperti terdengar desiran di dalam dadaku saat melihatnya. Ini perasaan yang tidak bisa dijelaskan .... Haah,"
Xiao Shuxiang berdeham dan kemudian mengusap pelan tengkuknya. Rasanya agak aneh saat mendengar curhatan seorang pria yang membahas mengenai Kucing Putihnya. Apalagi jelas terlihat bahwa pria itu menyimpan rasa pada gadis yang tak lain adalah miliknya.
Xiao Shuxiang. "Saudara Liu, ini demi kebaikanmu sendiri. Sebaiknya kau lupakan saja untuk mengenal Kucing Putih lebih dalam, dia itu istriku."
"Saudara Xiao, kau jangan bercanda. Jika nona Ling istrimu, maka aku adalah kakak iparmu."
"Tidak percaya, ya sudah. Memang dia benar-benar istriku,"
Liu Wei Lin menggeleng, dia merasa bahwa Xiao Shuxiang sudah membual padanya. "Saudara Xiao, bukannya ingin merendahkanmu. Tapi aku sama sekali tidak yakin, kau dan nona Ling seperti katak merindukan rembulan."
"Hah, kau menyebutku apa barusan? Astaga, aku sudah bilang bahwa Kucing Putih memang istriku. Sungguh,"
"Aku tetap tidak percaya," Liu Wei Lin kembali menyenggol Xiao Shuxiang, "Ayolah bantu aku. Kau adalah belahan jiwaku, kau lebih tahu pribadi nona Ling karena kalian sama-sama tinggal di Alam Kultivasi Bawah. Ayo bantu aku sekali ini saja, Saudara Xiao."
Xiao Shuxiang terus disenggol dan pada akhirnya menyerah, "Baiklah. Baiklah, aku akan mengatakan seperti apa pribadi Kucing Putih. Tapi ini sesuai yang kutahu saja,"
Xiao Shuxiang berkata, "Seperti yang kau lihat. Dia gadis berbakat, namun hemat dalam berbicara. Nada suaranya dingin dan ekspresi wajahnya seperti papan datar. Dia berasal dari Sekte Pagoda Langit. Dan kau tahu apa itu? Artinya dia orang yang disiplin dan sangat patuh pada aturan. Kau hanya akan mati kebosanan jika nekat menjalin hubungan dengannya."
"Saudara Xiao, kau sengaja mengatakan itu agar aku menjauhi nona Ling, kan?"
"Saudara Liu, Kucing Putih itu istriku. Mana mungkin aku mau membantumu agar dekat dengannya? Memang aku ini 'Suami' macam apa? Kenapa kau tidak percaya..." Xiao Shuxiang menggaruk pelan pipinya yang tidak gatal. Dia ingin menjitak kepala pria di sampingnya ini.
"Saudara Xiao,"
"Apa lagi...? Ya ampun, apa wajahku ini sangat tidak cocok jika disandingkan dengan Kucing Putih?! Kenapa kau tidak percaya bahwa aku adalah suaminya?"
"Lihat itu, nona Ling datang."
Xiao Shuxiang menoleh dan memang melihat Ling Qing Zhu berjalan tidak jauh darinya. Gadis itu sedang bersama tiga orang wanita dan begitu serius menjadi pendengar dari pembicaraan teman-temannya.
__ADS_1
Liu Wei Lin mengibaskan pelan kipasnya, dia pun berkata. "Melihatnya selalu membuat bunga di hatiku bermekaran. Dia merupakan ciptaan Tuhan yang paling indah,"
Xiao Shuxiang memperhatikan ekspresi wajah Liu Wei Lin serta senyuman pria ini. Teman barusnya benar-benar seperti telah jatuh hati pada Ling Qing Zhu.
"Saudara Liu..." Xiao Shuxiang berujar pelan, "Kau harus berkedip. Bola matamu bisa mencuat keluar jika kau terus saja melihat Kucing Putihku, aiya..."
Xiao Shuxiang menggeleng, pemuda ini sama sekali tidak mendengarkannya. Dia pun menoleh dan mulai memanggil Ling Qing Zhu. Seruannya membuat Liu Wei Lin tersadar.
"Kucing Putih...!"
!?
Ling Qing Zhu yang saat ini bersama tiga orang murid Sekte Lautan Awan nampak tersentak ketika mendengar suara pemuda yang tidak asing. Teman-temannya pun ikut mencari asal suara tadi.
"Kucing Putih...! Di sini...!"
"Saudara Xiao, apa yang kau lakukan?" Liu Wei Lin menyenggol lengan Xiao Shuxiang dan agak panik ketika Ling Qing Zhu mulai menoleh ke arahnya.
Salah satu wanita yang bersama gadis berambut putih itu mengerutkan kening, dia melihat seorang pemuda yang melambai-lambaikan tangan seakan memang ditujukan untuk mereka.
"Hmm? Bukankah dia tukang cabut rumput yang sangat tampan itu?"
"Apa dia sedang bersama Senior Liu..?"
Ling Qing Zhu memperhatikan respon ketiga temannya, namun ekspresi wajahnya tetap tenang. Dia sudah biasa melihat tindakan Xiao Shuxiang yang seenaknya itu.
"Kucing Putih..! Ayo kemari...!"
"Kucing Putih..? Si Tampan itu sedang memanggil siapa--hm?" salah seorang wanita baru saja bertanya saat dia tersentak ketika Ling Qing Zhu mulai berjalan.
Dua rekannya yang lain juga ikut tersentak. Mereka pun mengikuti Ling Qing Zhu yang berjalan ke tempat Xiao Shuxiang dan Liu Wei Lin berada.
"Saudara Xiao, kau mencari masalah..." Liu Wei Lin merasa gugup. Dia cukup khawatir jika Ling Qing Zhu kemari dan menyerang pemuda tidak sopan di sampingnya ini.
Ling Qing Zhu menyatukan kedua tangannya dan memberi hormat pada Liu Wei Lin saat telah berdiri di depan sosok berpakaian merah itu. Terlihat Liu Wei Lin membalas hormat Ling Qing Zhu dengan agak canggung.
Ling Qing Zhu pun menatap Xiao Shuxiang dan berujar ketus, "Ada apa?"
!!
Liu Wei Lin nyaris saja terjatuh dari batu yang dia duduki saking kagetnya dengan ucapan yang terlontar dari bibir gadis di hadapannya. Sementara di sisi lain, Xiao Shuxiang justru memperlihatkan wajah yang cemberut.
Xiao Shuxiang protes, "Kucing Putih. Kau ini apa-apaan? Masa kau begitu hormat pada Saudara Liu dan justru bersikap kasar padaku? Kau ini menyebalkan,"
"Kau yang tidak tahu malu. Untuk apa memanggilku seperti itu,"
__ADS_1
Liu Wei Lin berkedip, begitu pula dengan ketiga gadis yang mendengar ucapan Ling Qing Zhu barusan. Mereka tidak menyangka gadis bercadar tipis ini bisa berbicara lebih dari tiga kata.
Xiao Shuxiang berujar, "Kucing Putih. Kau tahu dia, kan? Dia adalah Saudara Liu, teman baruku. Aku memanggilmu untuk mengatakan bahwa Saudara Liu begitu kagum padamu. Dia ingin mengenalmu lebih dekat--hmmp"
"A ha ha, Saudara Xiao-ku ini..." Liu Wei Lin tertawa getir dan benar-benar spontan membekap mulut Xiao Shuxiang. Dia setengah berbisik, "Apa yang kau katakan? Bukankah sudah kubilang untuk menyembunyikannya?"
Xiao Shuxiang melepas bekapan Liu Wei Lin dan berkata, "Kau sama sekali tidak memperingatkan apa pun padaku--hmph"
Liu Wei Lin kembali membekap mulut Xiao Shuxiang dan tersenyum hambar, "Kau menggemaskan sekali. Benar-benar belahan jiwaku,"
Ling Qing Zhu, ".........."
Liu Wei Lin menatap Ling Qing Zhu dan berujar lembut, "Nona Ling. Kau pasti sedang sibuk, kan? Kembalilah dengan pekerjaanmu, jangan pikirkan apa yang orang ini katakan. Isi kepala Saudara Xiao-ku ini sedang bergeser sedikit. Kalian juga silahkan lanjutkan kegiatan masing-masing,"
Salah seorang murid terlihat gugup, "Ba-baik. Permisi, Senior Liu."
"Nona Ling, ayo."
Ling Qing Zhu mengangguk pelan. Dia dan ketiga temannya lantas kembali memberi hormat pada Liu Wei Lin. Hanya saja saat mulai berjalan sekitar lima langkah, Ling Qing Zhu kembali berhenti.
Xiao Shuxiang akhirnya bisa bebas dari bekapan tangan Liu Wei Lin saat melihat Kucing Putihnya berbalik badan dan nampak menatap ke arahnya.
"Tuan Muda Liu," Ling Qing Zhu bersuara dan membuat Liu Wei Lin membeku. Dia berkata, "Sebaiknya Anda jangan terlalu dekat dengan Shuxiang. Pemuda itu bisa menjerumuskanmu dalam neraka."
!!
Xiao Shuxiang membeku, tanpa sadar mulutnya terbuka lebar. Dia baru berkedip saat Kucing Putihnya melenggang pergi tanpa mengatakan apa pun lagi.
Liu Wei Lin, "Bahkan suaranya sangat indah. Sungguh kecantikan yang tiada tara..."
"Astaga, dia mengatakan aku ini akan menjerumuskan orang lain ke dalam neraka. Apa aku ini seburuk itu? Aku bahkan tidak menganggu siapa pun belakangan ini, kenapa Xiao Shuxiang sangat malang sekali..."
Liu Wei Lin menoleh dan lantas menggeleng pelan, "Sekarang dilihat bagaimanapun juga... Kau dan nona Ling sama sekali tidak punya hubungan apa pun,"
"Hei...! Sudah kubilang aku ini suaminya. Kucing Putih itu istriku. Meski dia sangat menyebalkan, tapi kami benar-benar pasangan suami-istri. Sungguh, aku tidak berbohong."
"Jika benar kalian sudah menikah, lantas mengapa dia memanggil kau dengan namamu? Bukankah harusnya dia memanggilmu 'Suami'? Hah, kau tidak perlu membual lagi,"
Liu Wei Lin mendengus dan menggeleng pelan. Dia kembali memainkan kipasnya sambil memandang ke depan. Ucapan yang dia lontarkan barusan membuat Xiao Shuxiang tersentak sampai ekspresi wajahnya agak berubah.
"Suami...."
Xiao Shuxiang terdiam dengan tatapan mata yang cukup serius. Dipikir-pikir lagi memang benar bahwa Kucing Putihnya selalu memanggil dengan namanya. Ini sekarang membuat dia terganggu. Besar kemungkinan karena hal tersebutlah hingga hubungan pernikahan mereka tidak pernah ada peningkatan.
******
__ADS_1