![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang sebenarnya tidak menyangka bahwa Qiao Nuan bisa lepas dari Teknik Pengendalian Darah miliknya. Wanita itu harusnya sudah tewas, apalagi saat mengingat Teknik Pengendalian Darahnya merupakan sebuah teknik yang langka dan sangat berbahaya.
Makhluk jenis apa pun .... Selagi mereka memiliki darah yang mengalir di dalam tubuhnya, maka dengan mudah Xiao Shuxiang bisa membunuh mereka. Tapi sepertinya hukum ini tidak berlaku bagi sosok seperti Qiao Nuan.
Wanita itu bukan sepenuhnya monster, dia memiliki darah di dalam tubuhnya dan dia bukan sosok dengan tubuh abadi. Qiao Nuan masih bisa tewas, tapi memang sulit untuk membunuhnya. Xiao Shuxiang tidak bisa menewaskan Qiao Nuan selama tubuh lain dari wanita ini masih hidup.
Pria yang merupakan leluhur dari Bocah Pengemis Gila memperhatikan dengan saksama saat Xiao Shuxiang bertarung melawan Qiao Nuan. Dia mungkin terlihat hanya berdiri tanpa melakukan apa-apa, tetapi sebenarnya dia ikut membantu Xiao Shuxiang.
Wang Zhao sendiri tidak bisa mengikuti kecepatan dari pertarungan di udara itu. Yang bisa matanya lihat hanyalah dua cahaya yang saling berbenturan disertai suara menggelegar seakan badai akan datang.
"Aku harus membantu Tuan Xiao," Wang Zhao memegang erat pedangnya dan langsung melesat. Dia membuat Tetua Meng Hao Niang tersentak.
"Wang Zhao..! Wang Zhao, kembali..!" Tetua Meng Hao Niang menghela napas, dia berdecak karena seruannya tidak didengar oleh pemuda itu. Wang Zhao sudah lebih dulu pergi.
"............." Lan Guan Zhi mencengkeram pakaiannya. Dia juga ingin membantu teman baiknya, tetapi perubahan pada tubuhnya yang saat ini seperti anak kecil membuatnya tidak berdaya.
Tetua Meng Hao Niang mengembuskan napas dan mulai menoleh ke arah pria asing bermata unik ini. Dia pun lantas buka suara.
Tetua Meng Hao Niang bertanya, "Kau ini ... Siapa?"
"Mn?" pria bermata hijau alami tersebut menoleh, dia berkedip dan menunjuk diri sendiri. "Anda bicara denganku?"
"Benar. Kau ini siapa? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya," Tetua Meng Hao Niang memperhatikan sosok yang dilihatnya ini, ekspresi wajahnya seakan menaruh rasa curiga.
Lan Guan Zhi menatap Tetua Meng Hao Niang sebelum mengarahkan pandangan pada pria asing di sampingnya. Karena tubuhnya kecil, dia jadi merasa sedang berdiri di antara orang raksasa. Dirinya bahkan sampai menengadah untuk bisa melihat wajah kedua orang dewasa ini.
Pria bermata hijau yang mempunyai bekas luka cakaran di pelipisnya itu pun nampak tersenyum. Dia pun menjawab pertanyaan Tetua Meng Hao Niang.
"Aku adalah teman Xiao Shuxiang, Anda bisa memanggilku Kai."
Tetua Meng Hao Niang bernapas pelan, sosok ini sopan dan tahu caranya bicara dengan orang tua. Dia pun mengangguk dan kemudian bergumam, "Setidaknya Berandalan Kecil itu di kelilingi oleh orang-orang yang baik dan tahu cara sopan santun,"
Leluhur dari Bocah Pengemis Gila itu tersenyum dan lantas berkata, "Apa Xiao Shuxiang sangat nakal hingga disebut 'Berandalan Kecil'?"
"Dia hanya tidak sopan, selebihnya ... Dia lumayan sering membuat masalah."
__ADS_1
"Semangat masa muda memang beda, tapi untunglah aku tidak pernah disebut sebagai 'Berandalan Kecil' oleh siapa pun."
Tetua Meng Hao Niang memperhatikan saat pria asing ini tersenyum. Dia pun kembali bertanya, "Kau ini berasal dari perguruan mana? Perawakanmu berbeda dari orang-orang pada umumnya, kau juga punya warna mata yang aneh. Apa kau berasal dari benua lain?"
"Mm, bisa dibilang begitu." pria bermata hijau alami tersebut nampak mengulum senyum. Dia pun berkata, "Tempat tinggalku jauh dari sini dan entah kenapa aku pun ditarik kemari. Mungkin saja langit sedang ingin mengujiku,"
Tetua Meng Hao Niang baru akan bicara kembali ketika mendengar suara yang keras di langit. Dia sampai terkejut, belum lagi saat menyaksikan kilatan cahaya yang saling berbenturan dan tidak lain adalah Qiao Nuan serta Xiao Shuxiang.
!!
Serangan nyasar dari pertarungan kedua orang itu masih menghampiri mereka. Namun kali ini Tetua Meng Hao Niang tidak bisa berbuat banyak sebab di tempat ini---dirinya hilang kemampuan untuk dapat menggunakan energi spiritual.
Beruntung sosok yang menyelamatkan mereka adalah pria asing yang entah datang dari mana. Tetua Meng Hao Niang terkesan sebab tanpa bergerak dari tempat berdirinya---sosok ini mampu melindunginya. Tidak hanya itu, bahkan Lan Guan Zhi yang tubuhnya menyusut menjadi kurcaci pun juga ikut terkesan.
!!!
Di langit, pertarungan Xiao Shuxiang melawan Qiao Nuan kini dimasuki oleh Wang Zhao. Tiga gelombang energi spiritual bercampur dan berbenturan dalam lingkaran yang berpusat pada mereka bertiga.
Qiao Nuan menggeram. Dia sebelumnya sudah kehilangan kata-kata karena Xiao Shuxiang dan sekarang ada Wang Zhao yang juga ikut bertarung. Dia semakin marah karena kedua pria ini memakai cara keroyokan dan seakan-akan sedang melampiaskan amarah mereka.
Situasi semakin runyam, apalagi saat ini Qiao Nuan menggunakan salah satu kemampuan yang dipelajarinya dari Kitab Pembunuh Matahari. Kabut merah yang menyelimuti tubuhnya memunculkan bilah-bilah tajam yang tak terhitung jumlahnya.
Xiao Shuxiang dan Wang Zhao tidak tinggal diam. Mereka menghindari serangan itu meski bilah pedang tersebut masih mengikut di belakang dan tanpa henti. Keduanya berusaha bekerja sama meski yang paling banyak bergerak adalah Xiao Shuxiang.
"Bocah Pengemis Gila, apa kau masih bisa mendengarku?" Xiao Shuxiang berusaha untuk menghubungi Bocah Pengemis Gila sampai mulai mendengar suara balasan.
Sekarang ini, tepat di Sekte Lembah Iblis yang ada di Alam Kultivasi Bawah---Bocah Pengemis Gila terlihat berada di tengah-tengah pertarungan para pendekar yang menghadapi anggota sekte ini.
Banyak korban yang berjatuhan, apalagi yang mereka lawan tidak hanya orang-orang dari Sekte Lembah Iblis, tetapi juga Demonic Beast dan para mayat hidup. Ini adalah pertarungan besar dan sejujurnya sangat kacau jika diperhatikan baik-baik.
Ling Lang Tian yang juga ada di dalam medan pertempuran mengalami kendala untuk mengerahkan seluruh tenaganya. Ini karena jika dia tidak menahan kekuatan, maka dampak serangannya akan besar dan tidak hanya melukai lawan, tetapi juga akan berbahaya bagi rekan-rekannya sendiri.
"Xiao Shuxiang," Bocah Pengemis Gila baru saja memberi tendangan tiga orang anggota Sekte Lembah Iblis ketika melihat kupu-kupu yang sebelumnya menghilang kini kembali lagi.
Bocah Pengemis Gila buka suara, "Apa yang terjadi denganmu di sana? Aku khawatir karena teman kecilmu ini sempat menjadi butiran cahaya dan lalu menghilang. Kupikir kau di sana terluka parah,"
__ADS_1
"Aku beruntung karena tidak sampai mengalami luka yang parah. Saat ini aku sedang menghadapi Iblis Mimpi, kau sendiri bagaimana sekarang?"
"Maaf tentang itu, ada pendekar lain yang sedang bertarung dengan Iblis Mimpi. Aku bahkan belum sempat mendekat dan pertarungan itu sudah sangat sengit,"
"Astaga, cepatlah pergi dan bantu mereka. Lakukan rencana kita. Apa kau pikir aku di sini tidak kesulitan, hah?"
"Kau tidak perlu merengek, aku akan pergi. Tunggulah," Bocah Pengemis Gila berdecak dan kemudian melesat. Dia berusaha masuk ke dalam markas Sekte Lembah Iblis dan terkejut melihat ada sebuah penampakan di langit.
Mata Bocah Pengemis Gila membulat. Dia menghindari serangan nyasar dan kembali menendang para anggota Sekte Lembah Iblis. Bahkan lesatan serangan yang dialamatkan padanya bisa dia tangkis dengan mudah.
Saat ini, meski tidak mengendurkan pertahanan---tetapi mata Bocah Pengemis Gila terus mengarah ke langit. Dia pun menahan napas dan lantas berkata, "Shuxiang. Aku melihat monster, tempat ini .... Lebih buruk dari yang aku kira."
"Bocah Pengemis Gila, kau jangan bercanda."
"Aku tidak bercanda, kali ini serius. Sangat serius. Yang kulihat bukan hanya monster, tapi .... Iblis."
!!!
Xiao Shuxiang yang saat ini berada di Bentang Alam Mimpi Qiao Nuan nampak terkejut bukan main. Dia memakai energi spiritual leluhur Bocah Pengemis Gila untuk bisa terhubung dengan dunia luar, namun tidak untuk mendengar bahwa keadaan semakin sulit
"Tuan Xiao, ada apa?" Wang Zhao melihat perubahan pada ekspresi wajah Xiao Shuxiang dan penasaran. Saat ini napasnya terengah-engah, tetapi dia masih mengkhawatirkan pemuda yang bertarung bersamanya ini.
Xiao Shuxiang menarik napas dan lantas memegang kuat pedang Lan Guan Zhi. Dia pun dengan serius berkata, "Kita harus selesaikan ini secepatnya. Ada kondisi yang lebih buruk lagi,"
?!
Wang Zhao tersentak, dia penasaran namun tidak berniat bertanya lebih jauh. Saat ini hal yang paling penting adalah mengalahkan Qiao Nuan dan keluar dari Bentang Alam Mimpi ini. Tidak ada yang lain.
Wang Zhao mengusap bilah pedangnya dan tatapan matanya berubah tajam. Dia pun melesat dengan energi spiritual iblis yang menyelimuti tubuh sekaligus pedang miliknya.
Xiao Shuxiang hanya memberi isyarat mata pada Wang Zhao sebelum dia ikut melesat. Teman baik Lan Guan Zhi itu kembali memakai Teknik Pengendalian Darah yang berefek untuk menahan Qiao Nuan barang sejenak.
Wang Zhao memanfaatkan peluang yang diberikan oleh Xiao Shuxiang dan lantas menggunakan Teknik Pernapasan Iblis miliknya. Dia berhasil membuat Qiao Nuan mengalami luka tebasan pedang yang cukup banyak.
Xiao Shuxiang tidak memberikan kesempatan pada Qiao Nuan. Dia kembali melakukan serangan dadakan yang tidak bisa dihindari oleh wanita tersebut.
__ADS_1
!!
******