![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Wang Zhao sampai terperangah saking tidak menyangkanya. Dia baru saja mendengar hal yang mengejutkan.
Wang Zhao berkata, "Sebenarnya aku tidak tahu bagaimana Pi Napas Naga itu dan khasiatnya. Namun dari namanya saja sudah terdengar hebat, apalagi sampai membuat Para Tetua Puncak Suci tertarik pada Tuan Mo. Hanya saja dari apa yang bisa pikiranku tangkap adalah... Pil Napas Naga itu bukan buatan Tuan Mo tapi buatan..."
Mulut dan mata Wang Zhao terbuka lebar ketika dia mengarahkan pandangan pada Xiao Shuxiang.
Jika apa yang dia pikirkan benar, maka pemuda berpakaian hitam dan tukang cabut rumput di sekte ini adalah orang yang membuat Pil Napas Naga itu.
Wang Zhao, "Tuan Xiao? Apa kau seorang Alkemis?"
"Mn, benar." Xiao Shuxiang menjawab dengan santai.
Wang Zhao tersentak, "Jika Tuan Xiao adalah Alkemis, maka Tuan Mo ...."
Mo Huai, "Aku bukan alkemis. Jangankan membuat pil, merebus tanaman herbal saja aku tidak pernah melakukannya. Mereka sudah salah paham. Tapi .... Tapi yang paling buruk adalah aku .... Aku tidak bisa mengakui ini pada semuanya. Aku terlalu tegang menghadapi Ketujuh Tetua Puncak Gunung Suci. Belum lagi ada tuan muda Mu Fang dan para murid yang terkenal berbakat di ruangan itu. Aku .... Merasa sangat kecil."
".........." Xiao Shuxiang tidak mengatakan apa-apa dan hanya melihat Mo Huai.
Sikapnya membuat Mo Huai menunduk dan merapatkan kedua tangannya. Dia ngotot yakin bahwa Xiao Shuxiang akan marah dan membentaknya. Tidak bisa dipungkiri jika pemuda ini bahkan berbuat hal yang lebih kejam lagi padanya. Ini mungkin adalah akhir dari riwayatnya.
"Tuan Muda Xiao ...." suara Mo Huai terdengar gemetar, "Aku .... Benar-benar meminta maaf. Aku tidak mengaku di depan para tetua bahwa kaulah yang membuat pil itu. Aku takut .... Takut kau akan marah karena aku memakai pil buatamu untuk menolong orang yang punya masalah denganmu. Aku takut .... Takut bahwa jika aku mengungkapmu di depan para Tetua tanpa persetujuanmu dan kau justru akan membenciku."
Xiao Shuxiang bisa merasakan betapa gugupnya Mo Huai sekarang. Dia pun mengembuskan napas dan berkata tanpa nada, "Aku sebenarnya memang tidak suka kau menolong orang yang punya masalah denganku. Tapi Pil Napas Naga yang kuberikan padamu itu adalah milikmu. Kau bebas memberikannya pada siapa pun, itu bukan hak-ku untuk melarangmu. Lagipula ...."
"Tapi .... Harusnya bukan seperti ini." Mo Huai berujar, dia tidak menyadari senyum samar yang nampak pada wajah Xiao Shuxiang saat kembali berkata, "Para tetua itu jelas tertarik pada orang yang telah membuat Pil Napas Naga. Mereka tidak mungkin memanggilku jika tahu bahwa yang sebenarnya membuat pil itu adalah Tuan Muda Xiao."
Wang Zhao sendiri juga terlihat serius memperhatikan Mo Huai. Dia tidak sadar dengan perubahan pada wajah Xiao Shuxiang yang nampak menyembunyikan sesuatu.
Garis bibir yang tersungging samar dari pemuda mempesona itu memang bukan milik orang yang baik-baik. Semuanya tahu itu merupakan senyum penuh siasat licik seperti milik penjahat. Entah apa yang sekarang ini ada di pikiran Xiao Shuxiang, namun sepertinya apa pun itu .... Lebih baik jangan berharap hal tersebut akan berakhir kedamaian.
Xiao Shuxiang berdeham dan dengan cepat berekspresi layaknya pemuda polos pada umumnya. Fakta telah membuktikan bahwa dia bisa tersenyum layaknya penjahat kelas kakap dan detik berikutnya memberi tatapan polos bak tanpa dosa.
__ADS_1
"Aku sungguh meminta maaf..." Mo Huai tertunduk menyesal, "Aku sama sekali tidak bermaksud mengambil kesempatan dan memanfaatkan kebaikan Tuan Muda Xiao. Aku benar-benar meminta maaf,"
Xiao Shuxiang, "Tidak perlu meminta maaf. Bukankah lebih baik jika kau memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar?"
Mo Huai dan Wang Zhao tersentak. Mereka menatap tak percaya ke arah Xiao Shuxiang.
Mo Huai, "Tuan Muda... Maksudmu?"
"Kau belajar saja. Kau tidak pernah belajar dari seorang guru sebelumnya, kan? Ini kesempatanmu." Xiao Shuxiang tanpa ragu berkata, "Kau selama ini hidup seperti pelayan setia untu Nie Shang. Kau mengurus Penginapan Seribu Tahun tanpa belajar keahlian lain. Ini dunia yang keras, jika kau tidak pernah mau berubah menjadi kuat----maka suatu hari nanti kau akan mati secara mengenaskan."
"Tuan Muda Xiao, kau jangan menakut-nakutiku..." ekspresi wajah Mo Huai berubah pucat.
"Tapi itu yang akan terjadi. Siu Yixin yang pernah melatihmu saja menyerah. Dia bilang padaku bahwa kau itu susah sekali dibuat fokus. Katanya kau itu jauh lebih tertarik mengerjakan pekerjaan seperti ibu rumah tangga dibanding menjadi petarung. Sekali lagi, ini dunia yang keras Saudara Mo. Kau akan ditindas jika terus lemah seperti itu,"
Mo Huai menundukkan pandangannya, dia tidak bisa membantah ucapan Xiao Shuxiang karena itu tidak salah. Namun rasa takut masih menyelimuti hatinya. Dia dengan gugup berkata, "Tapi bukan aku yang harusnya mendapat Shizun..."
Xiao Shuxiang dengan santai menjawab, "Mo Huai, lihat aku. Apa menurutmu Xiao Shuxiang ini butuh seorang 'Shizun'?"
!!
Wang Zhao tidak pernah melihat ada orang yang dengan percaya dirinya berkata demikian. Bahkan sebenarnya, ini untuk pertama kalinya dia melihat ada orang yang berani melontarkan kata-kata semacam itu.
"Tuan Xiao ...." Wang Zhao merasakan denyut di hatinya, "Tuan Xiao .... Siapa kau sebenarnya?"
Ucapan Xiao Shuxiang mungkin saja terdengar biasa, tetapi tidak bagi Wang Zhao. Perkataan itu mengandung arti yang sangat kuat baginya. Belum lagi itu semakin membuatnya yakin saat dia mendengar perkatakan Xiao Shuxiang selanjutnya.
Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu berkata dengan senyuman yang dingin, "Hanya orang yang bosan hidup yang berani mengakui aku sebagai muridnya."
Mo Huai, "Tuan Muda Xiao. Kau jangan berwajah seperti itu. Kau membuatku takut. Apa kau lupa dengan Tetua Tiga? Dia kan---"
"Tentu saja tidak lupa." Xiao Shuxiang menyela, "Tetua Tiga dan Kakek Janggut Panjang tidak pernah melakukan ritual guru dan murid denganku. Jadi kenapa aku harus melakukannya dengan orang lain?"
__ADS_1
Xiao Shuxiang menatap Mo Huai dan kembali berkata, "Kau yang harus ambil kesempatan ini. Aku sama sekali tidak cocok menjadi murid, aku terlalu luar biasa untuk menjadi orang yang penurut."
"Tapi .... Bagaimana jika aku ketahuan sudah menipu?" Mo Huai masih takut, "Para Tetua akan marah jika tahu bahwa yang membuat pil itu bukan aku."
Xiao Shuxiang tersenyum, "Mereka tidak akan tahu. Wang Zhao akan tutup mulut dan aku sendiri yang akan menjadi bukti bahwa kau memang punya kemampuan menjadi alkemis."
Mo Huai dan Wang Zhao tersentak, tetapi juga merasa keheranan.
Wang Zhao berujar, "Aku bisa menjamin tidak akan mengatakan apa pun. Tapi .... Bagaimana kau membuktikan Tuan Mo adalah alkemis?"
Xiao Shuxiang, "Soal itu .... Sepertinya secara tidak sengaja tindakanku hari ini telah mengundang masalah."
Mo Huai berkedip, "A-apa?!"
"Besok. Kalian juga akan tahu. Sekarang keluar dan kembali pada pekerjaan kalian, aku mau mandi." Xiao Shuxiang berdiri dan menarik kedua temannya.
Wang Zhao dan Mo Huai tersentak saat tiba-tiba diseret menuju pintu. Mereka masih berwajah kaget dan kebingungan, Xiao Shuxiang mengatakan hal yang aneh dan jujur saja membuat mereka penasaran.
Wang Zhao, "Tu-tunggu dulu...! Apa maksudnya dengan 'besok'?!"
Mo Huai, "Tuan Muda Xiao...! Masalah apa yang sudah kau lakukan? Tu-tunggu! Katakan dulu pada kami,"
"Sudah, sudah. Kalian akan tahu nanti. Sekarang pergilah," Xiao Shuxiang menutup pintunya saat Mo Huai dan Wang Zhao telah berada di luar.
Kedua pemuda itu membeku dan sampai sulit berkata-kata. Mereka pun berkedip dan berusaha membujuk Xiao Shuxiang, namun tidak ada jawaban.
Wang Zhao, ".......... Jadi kita diusir begitu saja?"
Mo Huai, "..........."
Xiao Shuxiang memang secara tidak sengaja telah mengundang masalah dan itu terbukti dengan keesokan harinya.
__ADS_1
Saat dia selesai bersiap-siap dan baru saja membuka pintu gubuk bambunya, Xiao Shuxiang sudah disambut dengan sekitar enam orang murid laki-laki dari Sekte Lautan Awan.
******