![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Pemikiran Wang Zhao memang benar. Saat ini, tidak jauh dari tempatnya berada----Tetua Besar Wang Haoran sedang bertarung dengan seekor Demonic Beast.
Makhluk tersebut memang nyata adalah Demonic Beast meskipun Tetua Wang Haoran ikut terkena ilusi. Demonic Beast yang dia lawan merupakan jenis Serigala Hitam dengan bulu-bulu halus yang tajam. Makhluk itu dapat melesatkan bulu-bulu miliknya yang seperti ribuan jarum.
Pertarungan Tetua Wang Haoran dengan Demonic Beast itu berlangsung sangat sengit dan berdampak pada pepohonan di sekitarnya. Usia makhluk yang dia lawan sudah berumur cukup tua hingga Tetua Wang Haoran kesulitan, apalagi dia perlu memperhatikan dengan baik setiap serangan yang ditujukan padanya.
Tetua Wang Haoran menggertakkan gigi, dia sedikit meringis karena bagian lengan kanannya terkena serangan dari makhluk yang dia lawan. Secara bersamaan, Xiao Shuxiang yang berada di lokasi lain juga ikut meringis karena terkena serangan dari sosok Yi Shisi.
Xiao Shuxiang memegang Yīng xióng dan terlihatlah pantulan wajahnya pada bilah pedang tersebut. Dia mempunyai tatapan mata yang tajam dan terdapat sedikit garis kecil pada wajah tampannya.
Yi Shisi berdiri di hadapan Xiao Shuxiang dan dengan napas yang terengah-engah, dia memasang wajah tanpa dosa sambil berkata. "Apa yang kau lakukan ini?"
"Hmph," Xiao Shuxiang mendengus. "Tidak perlu berpura-pura. Aku melihatmu menyerang murid yang lain dan kau juga berniat membunuh Wang Zhao."
Xiao Shuxiang berekspresi serius, "Dan selain itu... Kau sama sekali tidak bisa menipuku dengan wajah palsumu."
Raut wajah Yi Shisi berubah, tatapan matanya sedikit menggelap ketika mendengar ucapan pemuda yang hanya memiliki praktik di Forging Qi tingkat 7 itu.
Yi Shisi bersuara dingin, "Siapa kau?"
"Leluhurmu,"
!
"..............." Mendapatkan jawaban yang tidak Yi Shisi harapkan membuatnya mengepalkan tangan dengan erat. Dia terlihat kesal, tapi mencoba untuk menahan diri agar tidak langsung menerjang lawannya.
Yi Shisi berjalan dengan tatapan yang terus tertuju pada sosok pemuda di depannya. Xiao Shuxiang pun juga ikut berjalan tanpa kehilangan fokus pada lawannya. Mereka seakan-akan berjalan melingkar searah jarum jam.
Yi Shisi kembali bersuara dingin, "Tidak banyak orang dengan mata yang bagus sepertimu. Kau tahu bahwa ini bukanlah wajah asliku,"
"Dan kau," Xiao Shuxiang membalas, "Sama sekali tidak membantah apa yang kukatakan tentang wajahmu. Kenapa?"
"Hmph," Yi Shisi menyeringai. "Tentu saja karena aku suka jika ada orang yang menyadarinya,"
Yi Shisi menimang-nimang pedangnya dan berujar, "Tapi ada yang membuatku penasaran. Para tetua yang lain tidak menyadari tentang wajah palsu ini, tapi kau yang hanya kultivator lemah justru menyadarinya. Tidakkah... Kau ingin mengatakan identitasmu? Kau jelas bukan hanya wali dari Tetua Besar Sekte Lautan Awan."
"Kau yakin ingin kuberi tahu?" Xiao Shuxiang bersuara datar, "Kebanyakan orang sepertimu yang tahu identitasku hampir semuanya mati."
"Hmph, sombong sekali."
"Aku memang luar biasa," Xiao Shuxiang tersenyum dan membuat Yi Shisi mulai melesatkan tiga akar menjalar miliknya.
Dengan gerakan ayunan pedang yang cepat, Xiao Shuxiang menebas akar-akar tersebut dan kemudian menerjang gadis di hadapannya. Pertarungannya dengan Yi Shisi kembali berlangsung dan suara dari benturan senjata mereka lagi-lagi terdengar.
"Kau pikir bisa mengalahkanku dengan serangan selemah ini?! Praktikmu terlalu lemah dan kau hanya omong besar saja!" Yi Shisi memakai kakinya untuk memberi tendangan pada lawan. Dia pun memutar tubuhnya dan hampir menebas leher Xiao Shuxiang andai pedangnya tidak berbenturan keras dengan senjata lawan.
"Hati-hati dengan ucapanmu," ekspresi Xiao Shuxiang teramat serius. Dia tidak bergerak secara sembarangan, seluruh teknik dan posisi dari tiap langkahnya ada untuk menilai kemampuan lawan.
Yi Shisi merasakan aura aneh pada sosok yang dia hadapi saat ini. Setiap kali dia menyerang, lawannya selalu bisa menangkis atau pun menghindari tiap serangan yang dia lakukan.
Belum lagi, semakin lama pedangnya berbenturan dengan pedang lawan-----tenaga dari musuhnya ini semakin kuat. Yi Shisi mengerutkan kening dan merasa ada yang salah.
__ADS_1
"Sepertinya aku memang harus menghabisinya sekarang. Dia bukan kultivator biasa," Yi Shisi mengayunkan tangan dan enam akar menjalar seketika muncul dari tanah.
Xiao Shuxiang tersentak dan segera menghentakkan kakinya. Dia melompat dan menapak di sebuah dahan pohon. Tapi baru saja beberapa saat, akar lain ikut muncul pada batang pohon dan nyaris menusuk punggungnya andai Xiao Shuxiang tidak cepat menghindar dengan melentingkan tubuh.
"Kau tidak akan pernah bisa menang," Yi Shisi tersenyum tipis, "Karena seluruh hutan ini ada dalam kendaliku,"
!!
Xiao Shuxiang tersentak. Dia baru saja menapak di tanah berumput dan kedua kakinya langsung dililit oleh rumput yang tiba-tiba memanjang tersebut.
Xiao Shuxiang baru saja akan menebas rerumputan yang melilit kakinya saat akar menjalar lain muncul dari batang pepohonan dan kemudian melilit serta menarik kedua tangannya. Dia jelas kaget, tapi tidak terlalu memperlihatkan keterkejutan yang berlebih.
"Kau ini ...." Xiao Shuxiang sedikit menyipitkan matanya, dia menatap Yi Shisi dengan rasa penasaran dan bertanya. "Apa kau mempunyai Dantian Kehidupan?"
"Kau baru tahu?"
"Hah, astaga..." Xiao Shuxiang tersenyum pahit dan menggeleng pelan. Dia nampak mengembuskan napas dan merutuki diri sendiri karena tidak menyadari hal yang teramat penting ini.
Ekspresi Xiao Shuxiang berubah dan dia berdeham pelan, suaranya melembut dan terlihat bahwa dia tersenyum ramah pada sosok gadis di hadapannya.
Xiao Shuxiang berujar, "Ehm .... Nona Cantik. Kurasa ada kesalah-pahaman di antara kita, mari bicara baik-baik."
Yi Shisi berkedip, perubahan sikap sosok di hadapannya cukup mengejutkan. Dia pun berujar, "Kau ini .... Sangat tidak tahu malu. Hmph, apa sekarang kau takut?"
"Bukan, bukan seperti itu." Xiao Shuxiang menjelaskan, "Aku hanya kurang suka harus bertarung dengan kultivator yang mempunyai Dantian Kehidupan, apalagi dengan praktik kultivasiku yang lemah ini. Rasanya sangat tidak adil,"
Yi Shisi mendengus, dia tersenyum dingin. "Aku setuju denganmu. Ini memang tidak adil. Tapi bukankah .... Hidup itu selalu tidak adil? Kau harus biasakan untuk menerima ketidak-adilan ini,"
Xiao Shuxiang sedikit meringis. Kultivator dengan dantian khusus apalagi Dantian Kehidupan merupakan sesuatu yang paling merepotkan di dunia ini. Dantian Kehidupan jelas mempunyai keuntungan yang jauh lebih banyak dan kemungkinan mereka menang dalam pertarungan yang beralur cepat pun tidak sedikit.
Bisa dikatakan, kultivator dengan Dantian Kehidupan adalah yang paling sulit untuk dikalahkan. Xiao Shuxiang jelas tidak diuntungkan, apalagi karena praktiknya----dia tidak bisa mengeluarkan teknik terkuatnya.
"Nona Cantik..." Xiao Shuxiang berusaha untuk mengulur waktu. Paling tidak sampai dia bisa mengumpulkan tenaga yang cukup untuk membebaskan diri dari lilitan akar-akar menjalar ini.
"Sebelum kau menghabisiku, setidaknya tolong jawab rasa penasaranku ini. Apa kau yang membuat para murid termasuk juga para tetua terkena ilusi? Kenapa kau harus melakukan itu pada mereka? Kau telah membuat banyak nyawa melayang dengan sia-sia,"
"Pemuda tampan," Yi Shisi tetap berada pada jarak tertentu dari sosok yang ada di hadapannya. Dia berkata, "Aku bukan orang yang bisa kau bodohi begitu saja. Kau pikir .... Aku tidak tahu niatanmu yang sebenarnya? Jelas kau hanya ingin mengulur waktu. Hah, rasa penasaranmu itu .... Kau bawalah sampai mati,"
Ada tiga akar menjalar yang muncul di tanah, tepat di belakang Xiao Shuxiang. Kemudian ada lagi akar menjalar dengan jumlah yang sama di depannya.
Tidak butuh waktu lama. Akar-akar itu langsung melesat cepat dan sebuah suara keras terdengar.
Senyuman Yi Shisi membeku ketika serangan yang harusnya menembus serta mengoyak tubuh lawan justru gagal di karenakan ada orang lain yang menangkis serangannya itu. Tatapan mata dan raut wajahnya berubah menjadi dingin.
Xiao Shuxiang tersenyum tipis, "Nona Cantik. Kau membalas ucapanku tadi justru membantuku mengulur waktu,"
Sebuah serangan datang dan memutus akar-akar menjalar yang melilit tangan dan kaki Xiao Shuxiang. Sosok yang melakukan serangan itu tidak lain adalah Wang Zhao, pemuda yang memakai pedang kayu besar sebagai senjatanya.
"Bukankah aku memintamu untuk pergi ke tempat yang aman?" Xiao Shuxiang bersuara pelan dan memijat sedikit pergelangan tangannya.
Wang Zhao berusaha mengatur napas, "Bagaimana mungkin aku pergi dan meninggalkanmu sendirian?"
__ADS_1
Xiao Shuxiang menatap Wang Zhao sejenak sebelum tersenyum dan lalu mendengus pelan, "Anak yang baik."
"Tsk, penganggu." Yi Shisi berdecak dan mengayunkan tangan dengan kasar. Dia mengeluarkan teknik di mana belasan akar menjalar muncul dari tanah dan batang pepohonan untuk menyerang kedua pemuda di hadapannya.
"Kau urus akar-akarnya, aku sendiri yang akan melawannya." Xiao Shuxiang tiba-tiba melesat setelah memberi arahan pada rekannya.
Wang Zhao mengangguk mengerti dan membantu Xiao Shuxiang dengan teknik berpedang yang dia miliki. Meski praktik kultivasinya rendah dan sebenarnya sulit untuk bergerak cepat, tetapi dia berusaha melakukan yang terbaik.
Di sisi lain. Yi Shisi tidak hanya melesatkan akar-akar merambat untuk menyerang, tapi juga langsung bertukar serangan dengan lawan. Pergerakannya terukur dan dia merupakan lawan yang paling sulit untuk dilumpuhkan.
Xiao Shuxiang bernapas pelan, dia tidak bisa memakai trik seperti pil pelumpuh miliknya karena gerakan lawannya yang sangat cepat dan Wang Zhao sendiri ada untuk membantunya. Wang Zhao bisa saja ikut terpengaruh efek pil miliknya jika dia nekat memakainya.
Belum lagi, praktik lawan yang tidak bisa dia baca membuat Xiao Shuxiang harus berhati-hati dalam bertindak. Bisa saja, justru lawannya tidak akan terpengaruh dengan pil pelumpuh miliknya. Satu-satunya cara yang bisa dia lakukan untuk saat ini adalah melakukan yang terbaik dalam setiap pergerakannya.
!!!
Yīng xióng kembali berbenturan keras dengan senjata lawan, tanah yang dipijak oleh Xiao Shuxiang bergetar. Dia memuji lawannya yang mempunyai pergerakan cepat dan sangat minim celah.
"Luar biasa, kau ini sangat kuat." Xiao Shuxiang kewalahan, tetapi masih bisa tersenyum karena sosok yang dia lawan benar-benar di luar dugaannya.
"Kau juga hebat untuk ukuran kultivator yang praktiknya berada di Forging Qi tingkat 7." Yi Shisi kembali melesatkan akar-akar miliknya, dia berusaha mencari celah dari lawan----namun cukup sulit untuk ditemukan.
"Tiap kali aku ingin menggores tubuhnya dengan Yīng xióng, akar-akar merambat itu muncul dan menjadi perisai untuknya. Ini benar-benar menyulitkan. Kultivator dengan Dantian Kehidupan memang paling merepotkan," Xiao Shuxiang mengeluh, tetapi binar pada matanya justru mengartikan semangat yang menggebu-gebu.
"Jujur saja..." Xiao Shuxiang bersuara ketika pedangnya kembali berbenturan dengan senjata Yi Shisi, "... Aku sangat ingin membelah perutmu dan melihat dantian yang kau miliki. Mungkin saja, itu bisa dimakan."
"Sialan," Yi Shisi memutar tubuhnya dan melesatkan dua akar untuk membuat jarak agar dia bisa melompat mundur. Tubuhnya menegang karena ucapan dari lawannya barusan.
Raut wajah Yi Shisi berubah, dia menatap nyalang ke arah pemuda di hadapannya. "Kau ternyata bukan kultivator dari Aliran Putih,"
Yi Shisi menunjuk dengan memakai pedangnya, "Siapa kau sebenarnya?!"
"Sudah kubilang, bukan? Aku leluhurmu." mata Xiao Shuxiang berkilat merah. Dia melesat dan sebuah Cermin Pemindah muncul di hadapannya.
Xiao Shuxiang melesat ke dalam cermin dan muncul tepat di samping kanan Yi Shisi. Serangan yang tiba-tiba itu sangat mengejutkan, namun Yi Shisi masih bisa menahannya.
!!
Sayangnya, karena terlalu kuat dan posisi Yi Shisi yang kurang baik----dia tidak bisa menahan serangan Xiao Shuxiang terlalu lama hingga harus terpental sangat jauh.
Xiao Shuxiang tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia melesat dan memberi serangan berulang-ulang kali yang hanya bisa ditangkis beberapa oleh Yi Shisi saat di udara. Bahkan akar-akar miliknya tidak bisa melindunginya secara keseluruhan karena dia pun harus membagi fokus untuk melawan Wang Zhao yang entah bagaimana juga sangat sulit dihabisi.
Terdapat koyakan pada pakaian Yi Shisi karena serangan Xiao Shuxiang. Ada juga koyakan yang sampai membuat kulit lengannya tergores hingga berdarah. Akar-akar menjalar milik Yi Shisi langsung menghilang dan dia terjatuh seketika.
Xiao Shuxiang menapakkan kaki di tanah dan menyaksikan bagaimana gadis di depannya menjatuhkan pedang dan lantas mulai mengerang kesakitan. Kulit yang terlihat dari koyakan pakaian Yi Shisi nampak mulai berwarna ungu-kebiruan dan dengan cepat warnanya menjalar. Itu jelas adalah racun dari Yīng xióng.
"Ka-kau..!!" Yi Shisi ingin mengumpat, tetapi tidak bisa. Dia kembali mengerang kesakitan bahkan urat-urat menegang di lehernya.
Xiao Shuxiang berdiri sambil mengatur napas dan menyaksikan gadis yang terus mengerang kesakitan di hadapannya. Dia tidak melakukan tindakan apa pun. Rasa-rasanya dia begitu menikmati saat-saat di mana racun Yīng xióng mengubah tubuh gadis ini menjadi gumpalan daging yang membusuk.
******
__ADS_1