![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Kau menyewa kamar dengan tempat tidur yang sempit," Ling Qing Zhu protes dengan suara yang datar sebelum menepuk pelan bantalnya.
"Itu karena.... Aku kan tidak banyak bergerak saat tidur," Xiao Shuxiang membela diri.
Ling Qing Zhu mendengus. "Hmph, bukannya kau ingin dekat denganku?"
"Itu juga salah satunya," Xiao Shuxiang menjawab tanpa ragu.
"Memalukan," Ling Qing Zhu mulai berbaring di samping Wali Pelindungnya.
Pakaian Ling Qing Zhu tebal dan dia juga masih memakai cadarnya saat tidur, bahkan pedangnya tetap menjadi sabuk pinggangnya. Dia jelas melindungi diri meski yang berada di sampingnya adalah suaminya.
Xiao Shuxiang sendiri tidak pernah mempermasalahkan tentang pakaian yang dibuat tebal oleh Kucing Putihnya, apalagi dengan senjata yang tetap dibawa tidur oleh gadis berambut putih ini. Semua itu bisa dikatakan hal yang wajar karena kebanyakan serangan musuh selalu datang saat keadaan lengah.
Xiao Shuxiang sebenarnya juga sering memegang senjata ketika tidur, itu adalah Seruling Giok Putihnya. Namun sejak dia mengalami mimpi yang tidak wajar, Xiao Shuxiang pun tidak lagi tidur sambil memegang serulingnya.
"..............."
"..............."
Bagi Ling Qing Zhu. Jujur saja dia senang karena mempunyai suami yang tidak pernah berbohong. Pemuda mempesona di sampingnya ini sama sekali tidak menyembunyikan perasannya. Dia jadi ingin bertanya seperti apa dirinya dalam benak Xiao Shuxiang.
"........ Kucing Putih,"
"Mmm?"
"Kucing Putih,"
"Mmm,"
"........ Kucing Putih,"
Ling Qing Zhu menoleh dan bersuara dingin, "Untuk apa kau memanggil. Panggil sekali. Bicaralah dengan benar,"
"Tapi aku hanya ingin memanggilmu,"
Ling Qing Zhu mendengus dan kemudian mengulurkan tangan, dia menutup mata Wali Pelindungnya dan berkata. "Tutup matamu dan tidur. Kau tidak tidur, maka aku akan pergi."
Xiao Shuxiang tidak menyingkirkan tangan Ling Qing Zhu yang menutup matanya dan justru berkata. "Kucing Putih, aku pernah mendengarmu mengatakan ucapan seperti itu saat kau menidurkan Ya Bing'Er. Kau ini masih menyebalkan,"
"Lalu kau mau apa?"
__ADS_1
"Aku ingin memelukmu," Xiao Shuxiang jujur.
"Jangan uji keberuntunganmu,"
"..............."
Xiao Shuxiang bernapas pelan dan kemudian mulai tidur. Dia tidak berkata apa pun lagi. Jelas ucapan Kucing Putihnya tadi adalah bentuk penolakan.
Ling Qing Zhu mulai menjauhkan tangannya. Dia bernapas pelan dan memperhatikan garis wajah Wali Pelindungnya.
Xiao Shuxiang memang sosok yang luar biasa mengagumkan. Pemuda tampan ini mempunyai bulu mata yang panjang dan wajah yang memukau. Saat dalam keadaan tidur, Wali Pelindungnya sangat tenang.
"Shuxiang," Ling Qing Zhu berujar pelan. "Apa kau masih bermimpi buruk?"
Xiao Shuxiang membuka perlahan matanya, dia bergumam. "Mm, kadang saat terlalu nyenyak tertidur----aku akan bermimpi buruk. Tapi dari mana kau tahu?"
Xiao Shuxiang ingat tidak pernah sama sekali membahas tentang Iblis Mimpi pada Kucing Putihnya. Jadi bisa bilang dia penasaran.
Ling Qing Zhu, "Saat tuan muda Lan memandikanmu. Kau berkata sedang mimpi tenggelam dan itu buruk,"
"Mm, buruk sekali. Kau jangan lakukan itu lagi. Kau ingin memandikanku tapi air bak-nya justru sangat dingin. Siapa pun pasti akan kaget saat tidur dan malah diceburkan ke air,"
".......... Itu sebabnya kau harus mandi lebih dahulu."
"Kau pria dewasa, tidak perlu takut."
"Mimpi burukku sangat menyeramkan, Kucing Putih. Kau tidak kasihan padaku? Karena mimpi itu, aku jadi sulit tidur dan bahkan lebih sulit lagi dibangunkan. Apa kau tidak mau membantuku?"
"..............."
Ling Qing Zhu mengembuskan napas dan kemudian berkata, "Aku sering menepuk pelan bokong Ya Bing'Er untuk membuatnya tidur---"
"Kucing Putih," Xiao Shuxiang menyela dan langsung membuka matanya. Dia berkata, "Kau jangan memperlakukanku sebagai Ya Bing'Er. Aku ini bukan anak kecil. Aku hanya ingin dipeluk,"
"Kucing Putih," Xiao Shuxiang bicara lagi, "Apa memang tidak bisa jika aku yang memelukmu? Ini kan hanya permintaan kecil. Apa memang tidak boleh?'
"Tidurlah, Shuxiang. Aku yang akan lakukan, jadi kau tidur saja."
Xiao Shuxiang berkedip, "Tapi aku tidak mau ditepuk-tepuk di bokong seperti anak kecil."
"Tidak kulakukan. Berikan tanganmu,"
__ADS_1
!!
Xiao Shuxiang hanya menurut. Dia jujur tidak menyangka akan begitu dekat dengan Kucing Putihnya, apalagi gadis inilah yang lebih dahulu memintanya untuk mengulurkan tangan.
".............."
Xiao Shuxiang melihat tangannya memang dipegang oleh Ling Qing Zhu, bahkan gadis berambut putih ini tetap mengalirkan Qi agar aliran darah di dalam tubuhnya berjalan lancar.
".............."
Xiao Shuxiang pun melihat Ling Qing Zhu memejamkan mata. Dia merasa hangat pada aliran darahnya, namun pikirannya sedikit bercabang saat ini.
Sebelumnya dia memergoki Ling Qing Zhu bicara dengan Lan Guan Zhi dan yakin bahwa sebenarnya gadis ini takut padanua. Namun anehnya, Ling Qing Zhu tetap tidur di sampingnya dan bahkan memegang tangannya.
"Gadis ini benar-benar aneh. Tapi.... Sepertinya kedekatan kami dimulai dari berpegangan tangan." Xiao Shuxiang tersenyum samar, "Tidak masalah. Untuk saat ini, cukup berpegangan tangan."
*
*
Malam saat itu semakin larut. Xiao Shuxiang menutup mata, namun tidak bisa tidur. Gadis yang sebelumnya memegang tangannya kini telah berbalik posisi dan memunggunginya.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia biasanya dapat tidur hanya dalam hitungan detik----tetapi saat ini dia benar-benar tidak bisa. Dia pun mulai bangun dan memperbaiki selimut untuk Ling Qing Zhu.
"Haaah... Dia memang mirip kucing saat tidur," Xiao Shuxiang menatap lekat-lekat pada Ling Qing Zhu yang tertidur.
Rambut putih panjang Ling Qing Zhu tergerai indah. Xiao Shuxiang mengambil seutas rambut putih itu dan dengan lembut menciumnya, matanya yang jernih bersinar dengan cahaya dingin.
"Tidak masalah jika harus menunggu. Bahkan berapa lama pun, tidak masalah. Seseorang yang merupakan milik Xiao Shuxiang, akan Yang Mulia ini perlakukan dengan sangat berharga."
Xiao Shuxiang tersenyum dan perlahan terbentuk angin tipis di sekitar tubuhnya. Kupu-kupu yang mengeluarkan cahaya redup putih seakan keluar dari punggung Xiao Shuxiang dan semakin banyak.
Kupu-kupu itu pun keluar melewati jendela dan kini bahkan Xiao Shuxiang pun sudah menghilang. Yang tinggal di kamar itu hanya Ling Qing Zhu yang masih tertidur. Gadis berambut putih itu bahkan tidak menyadari bahwa Wali Pelindungnya sudah tidak ada.
Di luar penginapan, kupu-kupu bersayap putih yang tidak terhitung jumlahnya nampak terbang secara berkelompok. Mereka menghiasi langit malam dan terus terbang ke wilayah barat Kota Chenqing.
Serangga terbang itu memasuki hutan yang lebat dan sebenarnya merupakan salah satu hutan larangan. Lokasi itu banyak di huni Demonic Beast dan bahkan beberapa pepohonan yang ada mempunyai akar merambat yang hidup.
Kupu-kupu itu terbang jauh hingga di kedalaman hutan dan mereka tiba pada sebuah gua yang di depannya terdapat rawa penghisap. Suasana di tempat tersebut sangat mencekam, apalagi dengan udara yang ternyata mengandung racun.
Di dalam gua itu sosok Demonic Beast yang berukuran besar nampak sedang beristirahat. Namun seakan-akan tahu ada sesuatu yang menerobos masuk ke dalam rumahnya----Demonic Beast itu pun mulai membuka mata.
__ADS_1
******