![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Tuan Xiao ...?" Feng Hao bergumam saat mendengar suara Wang Zhao. Dia cukup lama memikirkannya sebelum akhirnya tersadar.
Feng Hao tersentak dan menoleh ke arah Wang Zhao. "Tuan Xiao yang dia maksud apa mungkin .... Xiao Shuxiang? Xiao Shuxiang yang itu?"
Di mata Feng Hao, sosok Xiao Shuxiang adalah wakil dari Tetua Besar Sekte Lautan Awan dan sekaligus orang yang berpengaruh saat Konferensi Aliansi Abadi. Hanya saja, saat itu dia tidak bisa melihat wajah Xiao Shuxiang secara jelas. Inilah yang pertama kalinya bagi Feng Hao untuk melihat sosok Xiao Shuxiang secara langsung.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pemuda itu terpukau, bahkan Wang Zhao pun butuh waktu beberapa saat agar dapat kembali sadar. Sosok Xiao Shuxiang yang mereka lihat begitu sangat mengagumkan.
"..............." Lan Guan Zhi melihat pemuda berpakaian serba putih itu menapak lembut di tanah. Terlihat tangan kanan Xiao Shuxiang nampak memegang benda yang tak lain adalah Seruling Giok Putih, salah satu dari Tiga Pusaka Langit.
Bukan hanya Feng Hao yang terpukau, tapi juga Gui Hong Yi. Wanita berpakaian serba merah itu sampai tidak berkedip saat memperhatikan baik-baik sosok yang telah menginterupsi serangannya.
Gui Hong Yi sebelumnya tertarik pada pria tampan dan dingin seperti Lan Guan Zhi, namun pemuda di hadapannya mempunyai keindahan yang tak seperti manusia lazimnya.
Gui Hong Yi, yang pertama kalinya terbutakan oleh pesona Xiao Shuxiang, menatap pemuda itu dengan raut kagum, berbinar dan terkesima yang meluap-luap. Dia bahkan butuh waktu beberapa lama sampai menemukan suaranya kembali.
"Apa kau belum menikah?" Gui Hong Yi tiba-tiba saja melontarkan ucapan yang membuat siapa pun tersentak karenanya.
Xiao Shuxiang berkedip, dia mengerutkan kening dan dengan polos menunjuk diri sendiri. Dia bertanya, "Apa kau bicara padaku?"
Gui Hong Yi terkejut, dia seketika menutup mulutnya karena kaget. "Tampan dan bersuara indah. Dia luar biasa~"
Xiao Shuxiang tidak mengetahui isi dari pikiran wanita asing di depannya. Dia sendiri bisa berada di tempat ini karena mengalami peningkatan dalam pelatihan yang dijalaninya.
Bukan peningkatan dari segi kekuatan, Xiao Shuxiang sejak awal sudah terlalu kuat dan bahkan memiliki kemampuan yang tidak terukur. Ini adalah peningkatan yang lebih kepada pengendalian diri dan hasrat membunuhnya yang luar biasa.
Dahulu, ketika melihat darah----jantung Xiao Shuxiang akan mulai berdebar tidak karuan dan merasa sesak. Tetapi saat ini, dia nampak lebih tenang dan terkendali.
Peningkatan yang baik ini telah bisa membuatnya memakai Cermin Pemindah untuk dapat berpindah tempat, meski memang jangkauannya masih terbatas.
Ini merupakan percobaan pertama Xiao Shuxiang dalam menggunakan Cermin Pemindah setelah berlatih di bawah naungan Tetua Chen Duan Shan. Namun tidak disangka, lokasi yang dia tuju justru adalah tempat di mana teman terbaiknya berada.
"Ini~" Gui Hong Yi buka suara, "Ini sangat membuatku bingung~ apa yang harus kulakukan padamu? Kau berada di posisi yang membela musuhku, padahal aku menyukaimu~"
"..............." Xiao Shuxiang tidak mengenali wanita berparas cantik dengan pakaian merah yang indah ini. Namun dari yang terlihat dan kondisi di sekitarnya----wanita ini bukanlah kultivator biasa.
__ADS_1
Gui Hong Yi berkata, "Jika kau mau ikut dan menjadi milikku. Maka akan aku pertimbangkan untuk memberi mereka kematian yang mudah. Bagaimana?"
Xiao Shuxiang berujar tanpa nada, "Terima kasih atas tawarannya. Tapi Yang Mulia Xiao Shuxiang ini sudah menikah. Nona sangat cantik, jadi pasti bisa menemukan yang lebih baik."
Gui Hong Yi mendengus dan kemudian tertawa kecil, dia pun berkata. "Aku sama sekali tidak menawarkan diri agar kau bisa menolaknya. Ini adalah paksaan,"
Ucapan terakhir Gui Hong Yi terdengar sangat dingin bersamaan dengan Aura Pembunuh yang menyelimutinya. Dia berbicara dengan Xiao Shuxiang tanpa kehilangan kewaspadaan. Di sisi lain, Hei Lian terlihat mengepalkan tangan dan nampak sangat kesal.
Wang Zhao dan Feng Hao tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, tapi mereka juga entah bagaimana menjadi marah. Ini mungkin karena suara tawa Gui Hong Yi terdengar bagai ledekan di telinga mereka.
Xiao Shuxiang tersenyum dan itu terlihat sangat menawan. Pemuda mempesona itu pun berkata, "Nona Yang Cantik. Aku tidak mengenalmu dan kau juga pasti kurang tahu tentangku. Jadi kuharap kau ingat ini, Yang Mulia Xiao Shuxiang paling tidak suka dipaksa."
Xiao Shuxiang berkata, "Meski sekarang aku sedang belajar untuk menahan diri, tapi bukan berarti aku tidak sanggup membunuhmu. Bisa dibilang, kau tidak akan pernah mengalami kematian yang *buruk jika berhadapan denganku."
"..............." Lan Guan Zhi mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Teman baiknya itu terlihat berbeda, tetapi nada bicaranya masih saja sama.
Lan Guan Zhi bernapas pelan dan lantas berjalan menghampiri Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu tersebut. Xiao Shuxiang sendiri menyadari kehadirannya.
"Lan Zhi," Xiao Shuxiang berujar tanpa menoleh ke arah Lan Guan Zhi, "Apa kau terluka?"
"Aku tidak tahu yang lainnya, tapi aku merasa tidak nyaman dan terus saja memikirkanmu. Kupikir kau dirundung lagi,"
Hei Lian yang mendengar Xiao Shuxiang bicara nampak mengerutkan kening. Dia pun menoleh dan sedikit menengadah. Di saat yang sama, dia melihat bagaimana reaksi Lan Guan Zhi.
Hei Lian memperhatikan pemuda tampan dengan pita dahi itu menatap Xiao Shuxiang tanpa mengatakan apa-apa. Hanya saja sorot mata pemuda itu entah kenapa terlihat lebih lembut bila dibandingkan saat sedang bersamanya.
Feng Hao juga mendengar ucapan Xiao Shuxiang barusan, namun ekspresinya nampak lebih pucat. Dia melotot dan lalu berkedip karena perkataan Xiao Shuxiang agak sedikit aneh di telinganya.
Berbeda dengan Feng Hao, Wang Zhao jelas memiliki pikiran yang lebih terbuka. Dia kagum dan melihat betapa akrabnya Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi.
Wang Zhao yakin bahwa bisa merasakan kesulitan teman yang berada jauh seperti ini bukanlah ikatan yang mudah dibuat. Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi pasti telah berteman baik dalam waktu yang lama dan telah mengalami banyak kesulitan bersama.
Di sisi lain, Xiao Shuxiang bisa melihat pergerakan dari selendang-selendang milik Gui Hong Yi yang seakan sedang bersiap untuk melakukan serangan.
Xiao Shuxiang menatap lurus ke depan namun meraih tangan Lan Guan Zhi. Dia pun berujar pelan, "Kau bawa Wang Zhao dan murid Istana Seribu Pedang itu untuk mengamankan warga kota. Kuserahkan perlindungan mereka padamu,"
__ADS_1
"Lalu bagaimana denganmu?"
"Kau bantu aku setelah selamatkan mereka. Bagaimana?" Xiao Shuxiang tahu bahwa jika dia bersikeras untuk menghadapi Gui Hong Yi sendirian, maka Lan Guan Zhi pasti tidak akan pernah membiarkannya.
"Mn, baiklah." Lan Guan Zhi mengangguk dan ikut memegang kuat tangan teman baiknya sebelum dilepaskan. Dia pun memberi isyarat pada Wang Zhao dan Feng Hao agar mengikutinya.
Gui Hong Yi menyadari hal itu dan lalu bersuara dingin, "Mau ke mana kalian? Tidak ada yang boleh pergi dari tempat ini..!"
Hei Lian tersentak ketika selendang Gui Hong Yi melesat. Dia baru akan mundur dan pergi dari sini saat bahunya ditahan oleh seseorang yang tak lain adalah Xiao Shuxiang.
"Kau mau ke mana?" nada suara Xiao Shuxiang dingin, apalagi pandangan matanya.
Hei Lian tentu saja kaget, "Kau ini apa-apaan! Lepaskan aku--"
!!!
Suara keras terdengar dan mengejutkan Hei Lian. Gadis kecil itu bahkan tanpa sadar memejamkan matanya dan menutup telinga karena tidak tahan mendengar suara memekikkan tersebut.
Di sisi lain, Gui Hong Yi nampak melotot tajam sebab serangannya berhasil ditahan oleh semacam energi spiritual yang samar-samar berwarna merah-keemasan.
Xiao Shuxiang menatap Hei Lian dan berkata tanpa nada, "Kau akan tetap di sini dan membantuku menghadapinya. Aku tidak peduli jika kau harus terbunuh di tangannya, tapi bila kau melarikan diri----maka saat ini juga akan kubuat kau memuntahkan ususmu, mengerti?"
"Kau--aah!" Hei Lian merintih karena tiba-tiba saja perutnya terasanya nyeri. Dia menengadah saat memandang pemuda di sampingnya.
"Aku tidak main-main," Xiao Shuxiang bersikap tenang dan lalu tersenyum ramah. Tindakan pemuda itu membuat Hei Lian merasa bahwa Xiao Shuxiang agak menakutkan.
Baru saja Hei Lian akan buka suara kembali, serangan kembali datang dan kali ini lebih kuat dari sebelumnya. Di saat yang bersamaan, pemuda tampan di sampingnya mengibaskan tangan dan angin yang entah datang dari mana langsung menerjang serangan lawan.
?!
Nyeri pada perut Hei Lian sudah tidak ada lagi. Dia berkedip beberapa kali dan lalu melihat Xiao Shuxiang serta Gui Hong Yi berada dalam alur pertarungan yang sengit. Dia pun mengepalkan tangan dan kemudian ikut masuk dalam pertarungan itu.
"Ini bukan karena aku berada dipihakmu!" Hei Lian berseru, "Aku hanya tidak suka pada anggota Sekte Lembah Hantu dan semua hal yang berhubungan dengan mereka."
"Terserah apa alasanmu, tapi jangan sampai kau menyulitkan gerakanku." Xiao Shuxiang melesat dan mengayunkan Seruling Giok Putihnya. Gerakan dari setiap langkah kakinya sangat berbeda dari yang biasa terlihat.
__ADS_1
******