KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
263 - Istana Seribu Pedang (3)


__ADS_3

"Apa dia masih belum bangun?" Xiao Shuxiang bertanya saat Wang Zhao masih berusaha untuk membangunkan Mo Huai.


"Dia belum sadar, aku bahkan tidak tahu harus bagaimana lagi." Wang Zhao pun dengan hati-hati menepuk pelan pipi Mo Huai dan memanggil-manggil pemuda itu.


"Tidak bisa begini," Xiao Shuxiang menyilangkan tangannya dan berkata, "Kau gendong dia. Kita harus segera pergi sekarang. Lagipula Mo Huai pingsan, tidak bisa ditanyai tentang apa yang dia alami."


Feng Hao mengangguk setuju, begitu pula dengan Wang Zhao. Xiao Shuxiang sendiri tidak berniat mengutarakan apa yang sedang dia pikirkan tentang Mo Huai saat ini karena masih perlu menyelidiki beberapa hal.


Wang Zhao menggendong Mo Huai dan dibantu oleh Feng Hao. Mereka masuk ke dalam Cermin Pemindah mengikuti Xiao Shuxiang. Para pemuda itu tiba di Istana Seribu Pedang dan langsung disambut oleh pemandangan yang tidak biasa.


!!!


Wang Zhao dan Feng Hao terbelalak. Keduanya terkejut bukan main saat melihat kondisi Istana Seribu Pedang yang penuh keriuhan karena mengalami serangan.


Xiao Shuxiang sendiri seakan sudah bisa memprediksinya sehingga tidak terlalu terkejut. Walau demikian, dia juga tidak menyangka bahwa dampak serangan yang dialami oleh Istana Seribu Pedang akan sebesar ini.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Feng Hao syok. Dia mendengar suara keras dan langsung menengadah.


Feng Hao melihat ada dua orang di langit yang mana salah satunya adalah Tetua Chen Duan Shan. Tetua besar Istana Seribu Pedang itu nampak melawan seorang wanita berpakaian serba merah.


"Saudara Xiao..!"


Xiao Shuxiang menoleh saat mendengar ada yang memanggilnya. Dia melihat Liu Wei Lin berlari mendekat dan diikuti oleh Ling Qing Zhu.


"Kucing Putih, apa kau baik-baik saja?" Xiao Shuxiang bertanya saat Ling Qing Zhu sudah berdiri di hadapannya. Dia mendapat anggukan pelan dari gadis cantik berambut putih itu.


Xiao Shuxiang pun menatap Liu Wei Lin dan dengan nada yang tidak suka, dirinya pun berkata. "Kau tidak berbuat hal yang aneh-aneh dengan istriku, kan?"


"Kau pikir aku ini apa?" Liu Wei Li tidak menyangka akan langsung mendapatkan tuduhan tidak berdasar semacam ini. Dia pun membuka kipasnya dan kemudian melambaikannya perlahan.

__ADS_1


"Yang lebih penting ..." Liu Wei Lin berkata, "Aku harus memberitahumu hal ini. Para wanita yang diselamatkan itu entah bagaimana menyerang orang lain, bahkan kini mereka berubah menjadi sosok-sosok yang mengerikan."


"Lantas di mana Lan Zhi dan juga si Hei Lian itu?" Xiao Shuxiang mengedarkan pandangannya dan yakin bahwa dia melihat perisai dari energi spiritual yang melindungi tempatnya sekarang.


Ling Qing Zhu menjawab dengan tenang, "Mereka membantu para Patriarch."


Liu Wei Li baru akan buka suara saat mendengar suara ledakan di udara. Dia pun menengadah dan menyaksikan pertarungan sengit yang sedang dilakukan Tetua Chen Duan Shan.


Feng Hao memanggil salah satu murid Istana Seribu Pedang dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini. Xiao Shuxiang mendengarkan murid tersebut bicara.


Murid cantik itu berkata, "Sebelumnya muncul cermin aneh dan tuan muda Lan keluar dari dalam sana. Kemudian ada juga Tuan Muda Liu, Nona Ling dan nona Hei Lian. Mereka bahkan membawa 4 wanita yang entah berasal dari mana,"


Murid itu menjelaskan, "Awalnya tidak ada yang aneh. Aku membantu tuan muda Lan mengobati para wanita itu, membawa mereka ke tempat khusus pengobatan. Namun tidak beberapa lama sampai pada wanita itu menggila dan menyerang setiap orang. Aku pun bisa selamat karena tetua Murong yang menyelamatkanku,"


"Lantas bagaimana dengan para murid Istana Seribu Pedang yang lain?" Feng Hao begitu cemas. Dia melihat sebagian bangunan Istana Seribu Pedang telah runtuh hingga nyaris tidak berbentuk.


Wang Zhao mendengarnya dan baru akan bicara saat melihat Xiao Shuxiang pergi begitu saja dengan Ling Qing Zhu. Kedua orang itu sepertinya bicara berdua sejak tadi dan mulai pergi ke suatu tempat.


Liu Wei Lin hendak memanggil Xiao Shuxiang, namun pemuda itu sudah terlalu jauh. Liu Wei Lin pun menghela napas dan baru sadar bahwa Wang Zhao membawa Mo Huai di punggungnya.


Mereka pun pergi ke tempat di mana para murid diobati. Di sisi lain, Xiao Shuxiang mengikuti Ling Qing Zhu ke lokasi para patriarch Istana Seribu Pedang yang sedang bertarung.


"..............." Ling Qing Zhu mempercepat langkahnya dan sesekali menoleh ke arah Xiao Shuxiang. Dia bisa sedikit lega karena Wali Pelindungnya terlihat dalam keadaan yang baik.


*


*


Sebenarnya tidak ada yang harus Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu cemaskan saat ini. Para wanita yang menyerang Istana Seribu Pedang memang adalah anggota dari Sekte Lembah Hantu dan kuat, tetapi masih bisa diatasi oleh para patriarch.

__ADS_1


Yang mungkin sedikit lebih merepotkan adalah pertarungan yang dialami oleh Tetua Chen Duan Shan sekarang. Pria tua itu harus menghadapi Gui Hong Yi yang asli.


Gui Xiao juga terlihat. Dia merupakan penyerang jarak jauh dan sangat ahli dalam pengendalian mayat-mayat hidup. Sayangnya, dia terlalu meninggikan diri untuk menyerang Istana Seribu Pedang dan malah berakhir tewas di tangan Tetua Zhang Shan.


Di sisi lain, Hei Lian dan Lan Guan Zhi tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga dalam memberikan bantuan pada Tetua Jing Yufeng. Para penyusup sekte ini bahkan sudah dikalahkan dengan mudah dengan teknik berpedang yang luar biasa memukau.


Ledakan besar terakhir yang terdengar di langit membuat Xiao Shuxiang berhenti dan menapakkan kakinya. Ekspresinya tenang karena tahu bahwa dia tidak perlu mengkhawatirkan tempat ini.


?!


Xiao Shuxiang menyadari kehadiran seseorang dan melihat Lan Guan Zhi menapak tidak jauh di depannya. Dia dan Ling Qing Zhu pun menghampiri pemuda itu.


"Kurasa semuanya sudah berakhir," Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan menatap teman baiknya. "Kau tidak terluka?"


"Mn, aku baik. Bagaimana denganmu?" Lan Guan Zhi bersuara tenang dan dijawab senyuman tipis oleh Xiao Shuxiang.


"Di mana nona Hei Lian?" Ling Qing Zhu bertanya saat tidak melihat gadis kecil itu bersama Lan Guan Zhi.


"Dia bersama tetua Zhang," Lan Guan Zhi mengajak kedua temannya ini untuk kembali berkumpul dengan yang lainnya.


Saat berjalan bersama, Xiao Shuxiang mengedarkan pandangannya dan lantas berujar. "Sepertinya aku terlambat hingga kehilangan banyak momen. Pertarungan di tempat ini berakhir tanpa aku di dalamnya,"


"Kurasa kau sudah banyak bertarung untuk hari ini." Lan Guan Zhi bersuara tanpa nada. Dia membuat teman baiknya mengembuskan napas dan terlihat agak cemberut.


Xiao Shuxiang berkata, "Aku ingin bisa memperlihatkan kehebatanku di tempat ini. Haaah .... Bukankah sekarang latihan yang kujalani sia-sia bila tidak dipamerkan?"


Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi menoleh. Keduanya menatap pemuda berpakaian putih ini dengan ekspresi yang rumit. Sungguh, Xiao Shuxiang tidak hanya 'tak tahu malu'----tetapi juga orang aneh yang luar biasa.


******

__ADS_1


__ADS_2