![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Kuil TongTian yang merupakan bagian dari Istana Seribu Pedang menjadi tempat pembukaan Konferensi Aliansi Abadi.
Lokasi tersebut mempunyai halaman yang sangat luas dan kuil itu sendiri benar-benar megah. Sebuah tempat yang jujur saja jauh dari bayangan orang-orang selama ini.
Jika menilik dari kekuatan utama Aliran Putih di Alam Kultivasi Atas, maka lima sekte inilah yang berada di barisan paling terdepan.
Sekte Lautan Awan yang memimpin, diikuti oleh Istana Seribu Pedang, Sekte Bunga Surga, Menara Bintang Suci dan terakhir Lembah Cahaya Surgawi.
Di antara kelima perguruan, Sekte Lautan Awan bisa dikatakan paling luas dan lengkap, lebih komprehensif. Mereka mempunyai masing-masing kultivator spesialis yang berbeda dari Tujuh Puncak Gunung Suci.
Istana Seribu Pedang sendiri lebih mengedepankan bimbingan ke arah aliran pemikiran, ketaatan serta condong pada pengendalian diri.
Sekte Bunga Surga lebih unik karena hanya diisi oleh para wanita dan punya aturan yang ketat. Salah satunya adalah minimnya mereka berhubungan dengan dunia.
Menara Bintang Suci merupakan kebalikan dari Sekte Bunga Surga. Mereka diisi oleh orang-orang yang banyak berhubungan dengan dunia. Mereka condong ke arah Taois dan pandai meramal.
Menara Bintang Suci tidak diragukan lagi adalah yang terkaya, bahkan merekalah yang mengeluarkan uang paling banyak setiap Konferensi Aliansi Abadi diadakan.
Lembah Cahaya Surgawi sendiri adalah perguruan yang juga banyak berhubungan dengan dunia, hanya saja kekuatan dan teknik mereka tidak jelas. Namun meski demikian, mereka diakui menjadi salah satu yang terbesar dari Alam Kultivasi Atas.
Selain dari kelima sekte itu, ada banyak sekte kecil dan menengah yang tidak terhitung jumlahnya. Mereka berkumpul di tempat ini untuk mengikuti Konferensi Aliansi Abadi. Kemungkinan besar jumlah keseluruhan orang yang berkumpul bisa mencapai sepuluh ribu bahkan lebih.
Tidak semua dari jumlah itu yang akan berpartisipasi dalam konferensi ini. Tiap Tetua, hanya dapat mengirim satu orang murid sebagai peserta mereka. Lainnya tentu datang menonton dan memberi dukungan pada saudara seperguruan mereka.
Jika dilihat dari atas, para kultivator itu berdiri dalam susunan yang rapi.
Para Sekte Lautan Awan mempunyai pakaian khas berwarna merah dengan corak awan. Murid-murid Istana Seribu Pedang dengan warna putih. Sekte Bunga Surga dengan warna ungu muda dan Menara Bintang Suci dengan warna putih-jingga.
Adapun sekte lainnya punya warna khas masing-masing. Ada yang sama, namun berbeda corak serta terang-gelapnya warna yang mereka gunakan.
__ADS_1
Dari atas pun terlihat bendera warna-warni yang mewakili setiap sekte dan nampak membumbung tinggi di tempat terbuka dan berkibar penuh semangat. Bendera-bendera itu seakan mengelilingi peron batu tempat para penonton duduk.
Peron batu tersebut nampak seperti piramida jika dilihat dari atas dan seakan mengelilingi halaman luas Kuil TongTian. Rasanya seolah-olah kuil ini berada dalam ngarai, namun dengan suasana yang meriah dan penuh pesona.
Para pemimpin masing-masing sekte mempunyai tempat duduk sendiri, itu adalah lantai paling tinggi di antara yang lain. Dan karena Sekte Lautan Awan yang menjadi 'Pemimpin' di atas keempat sekte tersebu----maka Tetua Besar sekte itulah yang memimpin para tetua sekte lain untuk duduk.
Dari sinilah yang membuat suasana menjadi sangat riuh, mengejutkan dan penuh tanda tanya besar!
Sejauh Konferensi Aliansi Abadi diadakan----hanya sekali Tetua Besar Sekte Lautan Awan muncul di hadapan publik. Itu pun saat konferensi yang pertama dan memang waktunya sudah lama sekali.
Sekarang. Yang berjalan paling depan dan sangat mencuri banyak perhatian itu adalah Xiao Shuxiang. Dia mewakili Tetua Besar Sekte Lautan Awan hingga dengan sendirinya Xiao Shuxiang mau tidak mau harus memimpin kelompok para tetua sekte untuk duduk di lantai tertinggi.
Wang Zhao yang berada di barisan para peserta tanpa sadar membuka mulutnya lebar. Begitu pula dengan Zhi Shu yang duduk di bangku penonton. Mereka tidak menyangka bahwa Xiao Shuxiang akan menjadi pemimpin kelompok seperti ini.
Liu Wei Lin yang berada di barisan peserta nampak membuka kipasnya dan terlihat kagum pada Xiao Shuxiang.
Dia berdiri di depan Wang Zhao dan lantas berkata, "Saudara Xiao-ku itu nampak santai sekali. Kupikir dia akan sangat gugup dan membuat kesalahan."
Lan Guan Zhi yang berdiri di antara peserta mendengar ucapan pemuda di sampingnya, namun tidak menoleh. Dia hanya memandang lurus ke depan dan memperhatikan sosok teman baiknya yang dalam balutan pakaian putih sambil meletakkan satu tangannya di belakang pinggang.
Lan Guan Zhi berkedip. Xiao Shuxiang telihat seperti sosok yang berbeda. Aura di sekeliling teman baiknya itu jauh lebih penuh wibawa. Tidak disangka Xiao Shuxiang bisa bersikap layaknya seorang pemimpin.
Ling Qing Zhu sendiri mewakili salah satu Tetua Sekte Lautan Awan dan ini berarti dia ikut menjadi bagian dari kelompok pemimpin konferensi. Dirinya berjalan tepat di belakang Xiao Shuxiang.
"..............."
Ekspresi wajah Ling Qing Zhu dan juga postur tubuhnya masih sama. Dia punya pesona yang tidak terbantahkan, bahkan mampu mencuri perhatian seluruh laki-laki di tempat ini. Lan Guan Zhi pun ikut memandangi Ling Qing Zhu cukup lama sebelum kembali memperhatikan teman baiknya.
Untuk Ling Qing Zhu, dia memang seperti biasa----tetapi tidak demikian dengan tatapan matanya. Gadis cantik bercadar tipis itu memandang lurus punggung Wali Pelindungnya dengan tatapan mata yang sulit diartikan.
__ADS_1
"..............."
Sejak bertemu Xiao Shuxiang di jalan pagi ini sampai sekarang berjalan di belakangnya-----Wali Pelindungnya sama sekali tidak menyapanya.
Xiao Shuxiang biasanya selalu tersenyum ramah dan mulai cerewet menanyakan banyak hal yang sepele, kemudian mulai merutuk sambil menggelembungkan pipi seperti anak kecil dan memintanya untuk tidak bersikap dingin.
Tetapi saat ini sikap Wali Pelindungnya sangat berbeda. Dia seakan bukan Xiao Shuxiang yang Ling Qing Zhu kenal selama ini. Perubahan sikap dari Wali Pelindungnya yang terlalu mencolok itu entah kenapa membuat perasaan jadi tidak nyaman meski tidak nampak pada ekspresi wajah Ling Qing Zhu.
"..............."
Gadis cantik berambut putih itu hanya tetap diam, bahkan ketika dia dan para tetua sekte yang lain berdiri sambil menghadap ke arah peserta konferensi.
Ling Qing Zhu tidak tahu bahwa Xiao Shuxiang mengalami beberapa hal pagi ini. Dia nyaris bangun terlambat andai tidak diguncang-guncangkan oleh Wang Zhao, itu pun dirinya dalam keadaan kepala sakit dan bermandikan keringat.
Belum lagi, token emas yang selama ini dibawa Xiao Shuxiang hilang dan benar-benar memicu kepanikan besar di kamar mereka. Wang Zhao sampai membuat berantakan isi lemari dan juga tempat tidur untuk mencari token tersebut.
Yang paling tidak terduga dan agak lucu sebenarnya adalah kantong di lengan pakaian Xiao Shuxiang yang robek hingga membuat token emas itu jatuh entah di mana.
Wang Zhao benar-benar tidak habis pikir bagaimana seorang kultivator yang sangat dia kagumi bisa mempunyai pakaian yang robek, bahkan robeknya pun di waktu yang tidak tepat. Seumur hidupnya, ini pengalaman yang pertama dan tidak biasa.
Untung saja saat sedang panik-paniknya, Zhi Shu datang dan ikut membantunya mencari token emas tersebut. Gadis itu jugalah yang pertama memikirkan kemungkinan token itu terjatuh di pasar besar Kota Yixuan.
Baru saja ketiganya akan berangkat, tiba-tiba mereka ditemui oleh pria tua yang merupakan penjual Baozi dan Tanghulu yang diingat Xiao Shuxiang.
Pria tua itu datang membawa token emas miliknya dan baru ketahuan bahwa sosok penjual Baozi tersebut adalah Tetua Besar Istana Seribu Pedang.
"..............."
Xiao Shuxiang bernapas pelan ketika mengingat kejadian luar biasa yang menimpanya sepanjang pagi ini. Dirinya bahkan belum menyapa Kucing Putihnya karena masih menenangkan diri dari rasa syok serta kemungkinan akan ditendang dari Istana Seribu Pedang, dituduh mata-mata musuh dan lainnya jika sampai token emas itu tidak ditemukan.
__ADS_1
******