![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Zhang Xiao Lian, gadis berpakaian putih dan bercadar tipis dari Sekte Lautan Awan yang sejak tadi diam itu nampak berkedip. Dia melihat sebuah titik-titik air di udara yang mulai memadat dan membentuk sebuah cermin setinggi orang dewasa.
Liu Wei Lin dan Fang Yimin yang melihatnya sampai tertegun. Keduanya terpukau dengan apa yang mereka lihat. Bahkan kultivator yang lainnya pun merasakan hal serupa. Tentu saja semuanya, kecuali Lan Guan Zhi karena dia sudah terbiasa dengan kemampuan teman baiknya tersebut.
Xiao Shuxiang bernapas pelan-pelan, dia berkeringat dingin tetapi berusaha untuk bicara. "Hanya dua orang. Aku tidak bisa menahan ini lebih lama jadi cepatlah Tetua Chen,"
Lan Guan Zhi, "Cermin itu bisa membawa dua orang di antara kita keluar dari Ngarai."
Tetua Chen Duan Shan dan para kultivator yang ada dalam ruangan itu terkejut mendengar penuturan dari Lan Guan Zhi. Mereka menatap tak percaya ke arah Xiao Shuxiang karena tidak disangka pemuda tersebut mempunyai kemampuan yang hebat.
"Cepatlah, aku tidak bisa menahannya lagi." Xiao Shuxiang sudah hampir diambang batasnya.
"Aku yang akan pergi," Tetua Wang Jing Li langsung melesat memasuki cermin milik Xiao Shuxiang meski dia merasa penasaran dengan identitas kultivator yang jelas-jelas praktiknya hanya berada di Forging Qi tingkat 7 itu.
Tetua Chen Duan Shan menarik napas dan kemudian melesat memasuki cermin di hadapannya. Saat kedua tetua tersebut sudah tidak ada, Cermin Pemindah Xiao Shuxiang pun dengan cepat memudar dan kemudian menghilang.
Xiao Shuxiang nyaris ambruk andai sebuah tangan tidak terulur dan merangkulnya. Dia masih bisa mempertahankan kesadaran meski napasnya terengah-engah.
"Lan Zhi ...."
Lan Guan Zhi memperbaiki posisinya, dia duduk di samping Xiao Shuxiang dengan tangan yang memegang erat lengan temannya. Suara Lan Guan Zhi pelan saat bertanya, "Apa kau mau berbaring?"
".......... Tidak perlu," suara Xiao Shuxiang lemah, dia sebenarnya sangat kelelahan tetapi masih berusaha menguat-nguatkan dirinya.
"Kau mau bersandar?"
Xiao Shuxiang menggeleng pelan. Dia tidak boleh berada di posisi yang nyaman seperti bersandar pada pilar jika tidak ingin tertidur. Di kondisi semacam ini, penting baginya untuk tetap terjaga meski tubuhnya sudah sulit diajak kompromi.
Tetua Chu Sheng Nan, wanita cantik bercadar merah itu menghampiri Xiao Shuxiang dan berujar pelan. "Biarkan aku memulihkan kondisimu,"
"..............." Xiao Shuxiang hanya diam ketika pergelangan tangannya diperiksa. Dia bisa merasakan Qi murni mengalir pada pembuluh darahnya dan napasnya yang tidak beraturan perlahan kembali normal.
Tetua Chu Sheng Nan mengerutkan kening ketika memeriksa Xiao Shuxiang. Dia hanya mengalirkan sedikit Qi, tetapi rasanya seakan-akan aliran darah pemuda inilah yang justru menarik Qi miliknya. Dan yang paling mengherankan adalah dia tidak bisa menggunakan Qi-nya sendiri untuk mengobati luka dalam pada tubuh pemuda ini.
"Kau baik-baik saja, Nak?" Tetua Chu Sheng Nan bertanya. Dia merasa bahwa pemuda di hadapannya ini mempunyai kondisi tubuh yang aneh.
".......... Aku hanya kelelahan," Xiao Shuxiang menjawab seadanya. " Terima kasih karena Tetua Chu sudah membantuku,"
"Mn, kau mempunyai kondisi tubuh yang tidak biasa. Apa seseorang pernah menjahatimu?" Tetua Chu Sheng Nan bertanya kembali dan membuat Xiao Shuxiang meresponnya.
"Kenapa Tetua Chu .... Bicara begitu?"
"Aku bisa merasakan tubuhmu ditanami segel yang sangat kuat. Apa kau tidak tahu itu?"
"........... Mn," Xiao Shuxiang mengangguk pelan, wajahnya pucat tetapi dia masih berusaha memperlihatkan seulas senyum yang tipis. "Itu hukumanku..."
Tetua Chu Sheng Nan berkedip, dia baru saja akan bicara ketika melihat Lan Guan Zhi mengeratkan rangkulannya pada Xiao Shuxiang. Sementara itu, Xiao Shuxiang sendiri entah sadar atau tidak----tetapi dia seperti menjadikan tubuh Lan Guan Zhi sebagai sandaran.
Tetua Chu Sheng Nan terbatuk pelan, "Akan sangat tidak sopan menyinggung masalah orang lain semacam ini, tetapi jika kau tidak keberatan.... Apa aku bisa tahu kejahatan apa yang sudah kau lakukan hingga harus dihukum dengan segel yang begitu kuat?"
"Mm ....... Mungkin salah satu alasannya adalah karena istriku yang tercinta," Xiao Shuxiang menggeleng pelan dan sambil tersenyum dia berkata, "Banyak orang yang menentang hubungan kami. Aku punya banyak catatan kriminal dan istriku berasal dari kalangan yang suci. Jadi .... Untuk bisa bersamanya aku menerima hukuman itu,"
"Istrimu itu memang benar nona Ling atau ...." Tetua Chu Sheng Nan menatap sejenak Lan Guan Zhi sebelum kembali mengarahkan pandangannya pada Xiao Shuxiang dan berkata, "Atau kau dalam hubungan yang lain?"
Xiao Shuxiang mendengus pelan karena mengerti maksud dari pertanyaan wanita bercadar merah di hadapannya. Dia pun tersenyum dan berkata, "Jika temanku ini punya ayah dan ibu, mereka pasti juga akan menentang hubungan kami. Orang tua mana pun pasti tidak ingin jika anak kesayangan mereka memiliki hubungan dengan seorang pelaku kejahatan---!"
Xiao Shuxiang spontan meringis karena lengannya diremas kuat oleh Lan Guan Zhi. Dia langsung menoleh dan hanya mendapati teman baiknya itu yang memasang wajah tenang tanpa rasa bersalah sama sekali.
Lan Guan Zhi sendiri merasa bahwa Xiao Shuxiang sudah pulih sebab temannya ini telah banyak bicara. Dia pun perlahan melepas rangkulannya meski tubuhnya masih digunakan sebagai tempat untuk bersandar.
Tetua Chu Sheng Nan bernapas pelan dan berkedip beberapa kali, "Kau be-beristirahatlah. Aku akan melihat kondisi para peserta konferensi,"
__ADS_1
Tetua Chu Sheng Nan berdiri dan mulai berjalan pergi meninggalkan Xiao Shuxiang. Di sekitarnya juga banyak kultivator muda yang duduk sambil bersandar satu sama lain. Ada yang hanya dua orang seperti Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi, bahkan ada yang tiga sampai empat orang.
Mereka semua jelas sedang beristirahat sambil mengumpulkan energi. Tidak sedikit dari peserta yang terlihat berbaring dengan menggunakan paha rekannya sebagai bantal. Sementara, temannya itu bersadar pada pilar.
Apa yang dilakukan oleh Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang sendiri sebenarnya termasuk hal wajar-wajar saja mengingat mereka berdua hanya laki-laki. Tetapi karena Lan Guan Zhi sangat populer dan Xiao Shuxiang sendiri bukanlah orang biasa hingga apa yang mereka lakukan menimbulkan banyak spekulasi.
Para peserta konferensi yang sama-sama laki-laki dan nampak saling bersandar dengan rekannya hanya memberi tatapan yang biasa. Mungkin mereka terlalu lelah atau memang yang mereka lihat tidak ada yang salah.
Namun beda halnya dengan para peserta yang berasal dari kalangan perempuan, apalagi yang pikirannya sedikit mirip dengan Zhi Shu. Gadis-gadis itu terlihat menahan senyum dan begitu tertarik memperhatikan kedekatan dua pemuda yang menjadi idola mereka.
Xiao Shuxiang sendiri tidak peduli dengan pandangan orang terhadapnya. Dia lebih memilih untuk berbicara dengan teman baiknya. Dia bertanya tentang orang tua dari Lan Guan Zhi.
"Jika diingat-ingat, aku sepertinya belum pernah melihat ayah dan ibumu..." Xiao Shuxiang mengguman pelan, "Kau juga tidak pernah mengajakku menemui mereka, apa mungkin kedua orang tuamu sudah ....."
"..............." Lan Guan Zhi menoleh dan menatap teduh teman baiknya. Dia tidak mengatakan apa-apa dan itu membuat Xiao Shuxiang tersentak.
"Lan Zhi, apa aku membuat kesalahan yang tidak kusengaja? Aku tidak tahu kalau...."
"Ibuku tinggal di Alam Para Dewa. Xiongzhang yang mengatakannya,"
"A-ah.... Begitu. Lalu ayahmu?"
"..............." Lan Guan Zhi menatap teman baiknya cukup dalam sebelum berujar, "Ayah tidak akan menemuiku sebelum aku membawakan menantu padanya,"
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali dan lantas bertanya, "Kau punya ayah yang menarik. Siapa namanya?"
"Kau mau bertemu dengannya?"
"Ja-jangan menawariku untuk bertemu ayahmu. Aku bukan istrimu,"
"Mn, kita sudah menikah,"
"Lan Zhi..!" Xiao Shuxiang baru akan memukul temannya ketika mendengar suara langkah kaki yang terburu-buru.
Di belakang peserta itu juga mengikut murid dari sekte lain. Shen Dai Shi dari Sekte Bunga Surga dan Qian Mei dari Menara Bintang Suci terlihat dalam rombongan tersebut. Orang lain yang terlihat dan dikenali oleh Xiao Shuxiang adalah Wang Zhao.
"Bawa kemari,"
"Bagaimana kalian bisa terluka?"
"Tetua Huan..!"
"Tenanglah, jangan khawatir. Bantu temanmu dan baringkan di sini,"
Tetua Huan Gui Fei, Tetua Chu Sheng Nan dan beberapa murid yang tidak terluka nampak membantu murid-murid lain dari berbagai sekte. Mereka sibuk mengatur tempat agar peserta konferensi yang sakit segera mendapatkan perawatan.
Tetua Xie Yanran sendiri. Karena postur tubuhnya yang kecil, dia tidak mampu memapah peserta konferensi yang butuh bantuan sehingga fokusnya hanya pada mengobati mereka setelah dibaringkan.
Dalam waktu sekejap, ruangan tempat Xiao Shuxiang berada dipenuhi oleh keramaian. Sebelumnya, memang sudah ramai----tetapi kini semakin menjadi. Itu sebenarnya hal yang bagus karena dengan ini rasa kantuknya menjadi terbuyarkan.
"Tuan Xiao," Wang Zhao terlihat meringis sambil memegang bahunya. Dia menghampiri Xiao Shuxiang dan duduk di hadapan pemuda itu.
"Aku tidak menyangka kau baru datang, kupikir kau sudah ada di sini sejak tadi."
"Tuan Xiao, setelah mendapat luka ini .... Wei Lin menyebalkan itu membawaku dan menurunkanku di jalan. Beruntung aku bertemu nona Shen dan rombongannya hingga bisa ikut kemari,"
"Wang Zhao..!" Liu Wei Lin yang tidak jauh dari Wang Zhao berseru, raut wajahnya terlihat kesal. "Aku mendengarmu bicara. Kau sendirilah yang meminta diturunkan, kenapa sekarang kau mengeluhkan tentangku?!"
Wang Zhao mendengus sebagai jawaban dan sama sekali tidak mempedulikan omelan Liu Wei Lin. Dia membuat Xiao Shuxiang menggeleng pelan melihat tingkah mereka.
Wang Zhao kemudian mengedarkan pandangan ke sekeliling dan lantas bertanya pada Xiao Shuxiang, "Apa Mo Huai ada di sini? Aku sudah lama mencarinya,"
__ADS_1
?!
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi tersentak. Keduanya mulai mengedarkan pandangan dan mencari sosok Mo Huai. Mereka baru menyadari bahwa pemuda yang memiliki gigi taring manis itu tidak ada di sekitar mereka.
"Lan Zhi. Kau tadi bersamanya, kan?" Xiao Shuxiang bertanya.
"Mn, dia ikut rombongan Tetua Wang."
Xiao Shuxiang menatap Wang Zhao, "Kurasa Mo Huai sedang membantu mengobati murid lainnya. Aku datang kemari dan hanya langsung duduk, tidak mencari keberadaannya."
Wang Zhao mengangguk pelan, dia kini bisa bernapas lega. "Syukurlah kalau begitu.... Dia orang yang pesimis dan penakut. Aku khawatir dia mengalami masalah,"
"Mo Huai memang penakut, tapi tenang saja. Dia aman sekarang, kau terlalu mencemaskannya." Xiao Shuxiang memperhatikan sekelilingnya dan menggumam pelan, "Tapi aku juga penasaran di mana anak itu. Biasanya, jika dia tahu aku di sini----Dia pasti akan langsung kemari,"
"Itu dia," Lan Guan Zhi bersuara pelan dan menatap ke arah di mana pintu berada.
Xiao Shuxiang dan Wang Zhao mengikuti arah pandang Lan Guan Zhi. Mereka melihat seorang pemuda berpakaian merah khas Sekte Lautan Awan sedang berjalan bersama seorang pemuda dari sekte yang lain.
Mo Huai terlihat membungkuk hormat pada pemuda tersebut sebelum mereka berpisah jalan. Kini, Mo Huai mulai mengedarkan pandangan dan seperti mencari keberadaan seseorang. Baru setelah Mo Huai menemukan orang yang dia cari, segaris senyuman ramah terlihat di wajahnya.
"Tuan Muda Xiao..!" Mo Huai setengah berlari dan segera menghampiri Xiao Shuxiang. Dia memberi hormat pada Tuan Muda Lan dan kemudian duduk di samping Wang Zhao.
"Mo Huai, kau dari mana saja?" Xiao Shuxiang bertanya ketika temannya itu sudah duduk di hadapannya.
Mo Huai mengembuskan napas dan merasa tidak enak mengatakan ini. Namun dia memberanikan diri dan lantas berujar pelan, "A-aku pergi menjawab 'panggilan alam'. Untunglah ada yang bersedia menemaniku, aku sebenarnya takut sekali..."
Xiao Shuxiang tersentak, Wang Zhao pun tidak menyangka akan mendengar hal itu dari bibir Mo Huai. Pemuda yang mereka lihat pun nampak tertunduk dan sambil tersenyum malu.
Xiao Shuxiang berkedip dan spontan berkata, "Kau buang air besar di Alam Kultivasi Atas dan saat dalam acara konferensi?"
"I-itu..." Mo Huai menjadi gelagapan karena suara Xiao Shuxiang cukup besar, "A-aku hanya manusia biasa. Perutku sakit karena merasa tertekan dengan semua keadaan ini dan belum lagi bau dari pil milikmu yang luar biasa itu semakin menambah sakit pada perutku. A-aku tidak bisa menahannya lebih lama, to-tolong jangan melihatku sebagai orang yang sudah melakukan kejahatan."
"Hah .... Kau luar biasa," Xiao Shuxiang menggeleng pelan. "Seorang yang belajar kultivasi artinya memutus kebiasaan duniawi. Kau masih buang hajat, lalu apa bedamu dengan manusia biasa?"
"A-aku kan masih belajar," Mo Huai pucat karena merasa Xiao Shuxiang sedang menyalahkannya, "La-lagipula mana bisa ditahan 'panggilan alam' semacam itu,"
"Shuxiang,"
"Lan'Er. Aku hanya berpendapat. Dia ini bukannya semakin kuat, justru makin melemah." Xiao Shuxiang menggeleng dan menatap Mo Huai, "Apa kau pernah lihat ada kultivator yang masih menjawab panggilan alam? Anak kecil yang berlatih kultivasi saja hanya dekat dengan kamar mandi selama 4 bulan dan setelahnya tidak lagi. Tapi kau ini .... Tsk, tsk, tsk."
"Ma-maafkan aku,"
"Saudara Xiao, jangan menyudutkannya." Liu Wei Lin melambaikan kipasnya dan duduk sambil menggeser sedikit posisi Wang Zhao. Dia pun berkata, "Meskipun ini jarang terjadi tapi bukan berarti ini hal yang mustahil. Aku katakan padamu, ada hukum mutlak yang tidak akan bisa diubah oleh para pembudidaya seperti kita."
Liu Wei Lin berkata, "Kultivator memiliki umur yang lebih panjang dari manusia biasa, tetapi masih bisa mati. Kultivator bisa tidak makan dan minum, namun masih bisa merasakan lapar dan haus. Kultivator bisa tidak tidur, namun masih bisa mengantuk. Hal-hal duniawi seperti ini tidak akan bisa dihilangkan meski setinggi apa pun praktik kultivasi seseorang. Posisi kita hanya setingkat lebih tinggi daripada manusia lainnya yang tidak mempelajari kultivasi,"
Xiao Shuxiang tersenyum dan lantas mengangguk pelan. Dia memang memiliki pemikiran yang sama dengan Liu Wei Lin. Mo Huai dan Wang Zhao pun tanpa sadar ikut mengangguk.
Liu Wei Lin melambaikan kipasnya dan kembali melanjutkan, "Pemikiran bahwa kultivator adalah dewa sudah merupakan kesalahan yang besar. Hanya saja tidak menutup kemungkinan bahwa seorang kultivator akan meng-klaim dirinya sendiri sebagai Dewa. Ini karena dia tidak bisa lepas dari keangkuhan dan ketamakan,"
"Saudara Liu, ucapanmu memang benar." Xiao Shuxiang berkata, "Sifat yang ingin berkuasa dan menjadi pemilik segalanya sudah menjadi ciri-ciri dari makhluk yang bukan hanya dari kalangan Demonic Beast, termasuk juga manusia."
Liu Wei Lin, Xiao Shuxiang dan teman-teman mereka terus berbincang sambil sesekali memperhatikan para kultivator yang lain merawat peserta konferensi yang sedang terluka.
Di tengah perbincangan mereka, ada dua orang dari peserta konferensi yang datang dan meminta bantuan Mo Huai. Kejadian itu membuat Wang Zhao dan Liu Wei Lin tersentak, termasuk Mo Huai sendiri.
Mo Huai ternyata dikenali sebagai murid dari Meng Hao Niang yang artinya----Mo Huai adalah seorang alkemis. Liu Wei Lin sendiri juga benarnya ingin mengenalkan Xiao Shuxiang sebagai seorang alkemis, tetapi pemuda itu langsung terbatuk-batuk dan dengan suara yang lemah meminta Lan Guan Zhi untuk mengusap-usap punggungnya.
Jelas sekali bahwa Xiao Shuxiang tidak ingin mengobati siapa pun atau mungkin tidak tertarik menjadi penyelamat hidup orang lain. Liu Wei Lin pun terpaksa mengurungkan niatnya.
Lan Guan Zhi sendiri juga sebenarnya ingin agar teman baiknya membantu Mo Huai untuk mengobati banyak orang, tetapi melihat kondisi temannya yang seperti masih belum membaik-----dia pun tidak mengatakan apa-apa. Alhasil, hanya Wang Zhao yang menemani Mo Huai setelah diberikan sebuah pil dari pemuda bergigi taring manis itu yang mampu menyembuhkan luka di bahunya.
__ADS_1
******