![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao WeiWei dan Yang Hao terlihat mengantar Lai Kuan Ye beserta para tetua dari sekte lain. Para tetua ini sebenarnya ingin bertemu Xiao Shuxiang dan berbicara dengan pemuda itu, tetapi saat Xiao WeiWei meminta salah satu muridnya mencari putranya tersebut---Xiao Shuxiang justru tidak ditemukan.
Merasa tidak enak hati meminta kepada para tetua ini untuk menunggu dan dia sendiri tahu kebiasaan putranya yang sering pergi tanpa pamit, Xiao WeiWei pun akhirnya berkata bahwa dia akan mengundang kembali para tetua di lain kesempatan jika sudah menemui Xiao Shuxiang.
Lai Kuan Ye sendiri juga tahu sifat keponakan angkatnya itu. Dia pun juga ikut pamit sambil meminta agar Xiao WeiWei bisa memberi tahu Xiao Shuxiang untuk mengunjunginya nanti.
Di sisi lain, Ling Qing Zhu berada di dalam kamar milik Xiao Shuxiang dan memperhatikan anak laki-laki ini yang memakan habis pangsit isi daging yang dia buatkan untuk Wali Pelindungnya.
"Bibi Qing Zhu, kau tidak makan?"
"Tidak masalah, makan saja."
Lan Xiao terlihat lahap sekali, dia pun berkata. "Kau sangat pandai memasak pangsit, Bibi. Pangsit buatanmu adalah yang paling enak~"
"Mn," Ling Qing Zhu tidak mungkin mengatakan bahwa dia membuat makanan ini untuk Wali Pelindungnya karena Lan Xiao terlihat sangat menyukainya. Lagipula, entah di mana Wali Pelindungnya sekarang. Harusnya Xiao Shuxiang menemuinya setelah bicara dengan Lan Guan Zhi dan Dai Chen.
Lan Xiao sendiri jadi melupakan Xiao Qing Yan, O Zhan dan ketiga murid Sekte Pedang Langit yang dia bawa ke tempat ini. Semuanya karena dia terlalu asyik menikmati makanan yang dibuat oleh Ling Qing Zhu.
".................." ketika memperhatikan Lan Xiao makan, Ling Qing Zhu mendengar ketukan pintu dan suara Dai Chen. Dia pun berdiri dan berjalan ke arah pintu.
Ling Qing Zhu berkedip. Dai Chen tidak datang sendiri, melainkan bersama Lan Guan Zhi. Dia pun mempersilahkan kedua pemuda itu masuk dan baru akan menanyakan keberadaan Wali Pelindungnya saat Dai Chen justru bertanya lebih dahulu.
"Nona Ling, apa kau melihat Shuxiang?" Dai Chen bertanya ketika dipersilahkan duduk oleh Ling Qing Zhu.
"Paman Chen, kau mau makan pangsit? Ini enak sekali~" Lan Xiao tersenyum manis.
Dai Chen mengulurkan tangan dan mengusap pelan kepala anak laki-laki di sampingnya. Dia pun berujar, "Kau makanlah. Aku melihat kau bahkan belum puas memakannya,"
"Ayah Yuan, apa Ayah mau?"
"Semuanya untukmu,"
"Baiklah~"
Ling Qing Zhu menggeleng pelan melihat tingkah Lan Xiao. Dia pun duduk dan menjawab pertanyaan Dai Chen barusan. Dia berujar tanpa nada, "Bukankah Shuxiang ada bersama kalian?"
Lan Guan Zhi menurunkan pandangannya, sementara Dai Chen mengembuskan napas. Dai Chen berkata, "Yaah.. Awalnya dia ada bersama kami, tapi..."
".................." Ling Qing Zhu memperhatikan arah pandangan Dai Chen yang menatap Lan Guan Zhi. Dia pun berujar tenang, "Apa yang dilakukan Shuxiang sampai hubungannya dengan Tuan Muda Lan renggang?"
Lan Xiao menengadah saat mendengar ucapan dari Ling Qing Zhu. Dia memperhatikan raut wajah Lan Guan Zhi dan juga Dai Chen, namun tetap memasukkan pangsit ke mulutnya.
Dai Chen menarik napas dan menceritakan semuanya, "Xiao Shuxiang membuat ulah dan karenanya, banyak kultivator di Alam Kultivasi Atas yang tewas. Haah... Aku benar-benar tidak habis pikir dia masih tetap sama,"
"Kau tidak bisa berharap warna hitam berubah dengan mencampurkan warna lain. Justru warna itu akan semakin pekat," Ling Qing Zhu berujar tanpa nada, "Shuxiang tidak cocok hidup dengan membawa karakter seperti kultivator Aliran Putih pada umumnya."
Ling Qing Zhu menarik napas dan berkata, "Cara Shuxiang membunuh. Caranya bersikap dan bahkan caranya bicara. Dia tidak bisa menjadi bagian dari orang-orang sepertiku atau pun kalian. Kita tidak bisa mengubahnya, sama sekali tidak."
__ADS_1
"Ini kesalahanku," Lan Guan Zhi bernapas pelan. "Aku merasa kecewa karena dia mengambil nyawa orang lain tanpa rasa bersalah sama sekali. Bahkan tidak memberi mereka kesempatan,"
Lan Guan Zhi menurunkan pandangannya, dia berujar. "Aku sudah tahu seperti apa dia, tapi..."
"Merupakan naluri jika Tuan Muda Lan kecewa pada tindakan Wali Pelindungku," Ling Qing Zhu berkata, "Jika aku berada di posisimu dan menyaksikannya sendiri... Aku pun pasti akan melakukan hal yang sama. Mengambil nyawa orang lain dan bahkan melakukan pembantaian adalah kesalahan yang besar,"
Ling Qing Zhu berujar, "Tetapi tetap saja. Darah dan pedang tidak bisa dipisahkan dari seorang pendekar, termasuk mereka yang berasal dari wilayah Aliran Putih."
Ling Qing Zhu menuangkan teh pada cawan keramik yang ada di atas meja dan berkata, "Sekarang keputusan ada pada Tuan Muda Lan. Tuan Muda ingin menghukum Shuxiang sesuai aturan atau memiliki pilihan yang lain."
"Ayah Yuan, tidak *pellu **beltengkal dengan ibu A-Xiang. Aku juga *seling membunuh **olang. Aku juga memakan *meleka yang jahat. Ibu A-Xiangku pasti menghukum **olang yang jahat,"
^^^*perlu, **bertengkar^^^
^^^*sering, **orang^^^
^^^*mereka, **orang^^^
Dai Chen mengusap pelan kepala anak laki-laki di sampingnya dan berujar, "A-Xiao. Bagaimana jika kau keluar dan bermain? Ini pembicaraan orang dewasa,"
Lan Xiao tersenyum, "Paman Chen. Aku juga sudah dewasa. Usiaku lima *libu tahun, satu **hali ***sekalang ini. Aku kuat dan *pintal."
^^^*ribu, **hari, ***sekarang^^^
^^^*pintar^^^
Meskipun kuat, tetapi Lan Xiao hanya bisa mempertahankan wujud anak kecil seperti ini dalam waktu yang paling lama. Dan usia mentalnya pun masih anak-anak, tidak sebanding dengan usia kekuatannya sekarang.
Lan Xiao menatap Lan Guan Zhi dan berkata, "Jangan menghukum ibu A-Xiangku, Ayah. Jika ingin dihukum, maka hukum aku saja. Aku *seling membuat masalah, membuat banyak **olang ***lepot, dan bahkan banyak makan *olang. Kepala **meleka bahkan kutumpuk di atas Gunung Induk. ***selius, Ayah."
^^^*sering, **orang, ***repot^^^
^^^*orang, **mereka, ***serius^^^
Dai chen syok mendengarnya. Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu sendiri pun ikut terkejut. Mereka menatap Lan Xiao dan anak ini hanya memasang wajah polos bak tanpa dosa.
".................." Lan Guan Zhi mengulurkan tangan dan mengusap punggung Lan Xiao. Suaranya pelan saat berkata, "Tidak ada yang akan menghukum ibumu. Tenanglah,"
"Ayah Yuan tidak akan *malah padanya?"
^^^*marah^^^
"Aku tidak bisa marah padanya,"
Dai Chen tertegun, sementara Ling Qing Zhu nampak berkedip. Lan Xiao tersenyum dan kemudian berkata, "Kalau begitu Ayah *halus **beltemu ibu A-Xiangku ***sekalang. Cepat *belbaikan padanya,"
^^^*harus, **bertemu, ***sekarang^^^
__ADS_1
^^^*berbaikan^^^
".................." Lan Guan Zhi tidak menjawab, dia menatap ke arah Ling Qing Zhu dan membuat gadis itu berkedip.
Ling Qing Zhu mengangguk pelan, "Akan kubantu Tuan Muda Lan berbaikan padanya."
"Ya ampun, itu mudah sekali." Lan Xiao berkata, "Ayah Yuan hanya *pellu memeluk ibu A-Xiang dan menciumnya. Semua akan baik-baik saja setelah itu,"
^^^*perlu^^^
Ketika Lan Xiao membicarakan ini, Dai Chen langsung tersedak napasnya sendiri dan terbatuk. Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu pun menatap horor ke arah anak laki-laki berusia 7 Tahun ini yang entah bagaimana mempunyai pikiran semacam itu.
Wajah Dai Chen memucat. Dia merinding geli. Tidak bisa dibayangkan bagaimana seorang Lan Guan Zhi akan memeluk dan mencium Xiao Shuxiang. Itu benar-benar akan menjadi berita besar dan tidak mungkin terlupakan sepanjang sejarah.
Dai Chen dalam hati menggeleng pelan. Dia merasa bahwa otak Lan Xiao harus diperbaiki, utamanya penglihatan anak ini yang selalu menganggap bahwa Xiao Shuxiang merupakan ibunya.
Dengan wajah polosnya, Lan Xiao tersenyum pada Lan Guan Zhi dan berkata. "Ayah Yuan tidak *pellu cemas. Aku pasti akan membantu ayah untuk **belbaikan dengan ibu A-Xiang,"
^^^*perlu, **berbaikan^^^
Lan Guan Zhi menarik napas, sementara Ling Qing Zhu nampak menggeleng. Mereka pun lantas keluar untuk mencari Xiao Shuxiang yang entah pergi ke mana.
Dai Chen berjalan di samping Lan Guan Zhi dan memperhatikan Lan Xiao yang saat ini berjalan di depanku sambil dipegang oleh Ling Qing Zhu. Dia pun mendekatkan sedikit tubuhnya dan berbisik pelan, "Kita harus melakukan sesuatu pada anak kecil ini. Karena jika tidak, dia mungkin akan terus menganggap Shuxiang sebagai ibunya,"
Lan Guan Zhi baru akan merespon saat tiba-tiba suasana di sekitarnya berubah. Dia menghentikan langkahnya dan ini membuat Dai Chen tersentak, sekaligus keheranan.
Ling Qing Zhu dan Lan Xiao pun berhenti berjalan. Mereka melihat sosok yang mereka cari kini tidak jauh di depan mereka dan nampak berjalan besama seseorang.
"Ibu A-Xiang..!" Lan Xiao berseru dan langsung berlari ke arah pemuda yang tak lain adalah Xiao Shuxiang itu.
Lan Guan Zhi tidak hanya melihat teman baiknya, tetapi juga orang yang bersama temannya tersebut. Dia berkedip saat tahu bahwa yang bersama Xiao Shuxiang adalah Bocah Pengemis Gila.
".................."
".................."
Pertemuan kembali antara Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi menjadi canggung. Tidak ada yang saling buka suara, bahkan termasuk orang cerewet seperti Xiao Shuxiang.
Bocah Pengemis Gila mengusap kepalanya yang tidak gatal. Dia berusaha untuk membuat Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi berbaikan, tetapi masalahnya kedua teman baik ini hanya saling memandang. Bahkan tidak ada salah satu di antara mereka yang menyapa lebih dahulu.
Jika keadaan ini terus berlangsung dan Xiao Shuxiang belum mengetahui tentang masalah yang akan dia hadapi sebentar lagi, maka untuk menyelamatkan diri pun sudah terlalu terlambat.
".................."
Tidak ada yang tahu bahwa saat ini seorang pria berpakaian serba hitam berada di gedung tertinggi di tempat ini. Sosok tersebut tidak diketahui, bahkan wajahnya pun sulit terlihat karena tertutup oleh kegelapan malam.
******
__ADS_1