![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang dan Hei Lian melesat, mereka menghampiri Lan Guan Zhi yang saat ini sedang bersama dengan para warga Kota Ye.
Jika diperhatikan dari atas, separuh dari Kota Ye begitu berantakan. Ini telah menjadi bukti bahwa pertarungan Xiao Shuxiang melawan Gui Hong Yi adalah pertarungan paling sengit dan sangat berbahaya. Bisa tidak kehilangan banyak nyawa merupakan sebuah keajaiban besar dari langit.
Xiao Shuxiang melihat beberapa warga yang mengalami luka tebas, sebagiannya nampak dalam kondisi sekarat. Dia memperhatikan mereka tanpa ada niatan membantu.
"Lan'Er, bagaimana keadaanmu? Apa kau terluka?" Xiao Shuxiang bertanya kepada teman baiknya.
"Mn, aku baik. Bagaimana denganmu?"
"Seperti yang kau lihat, kepalaku masih utuh dan ada di tempatnya. Ini artinya aku dalam keadaan yang sangat baik,"
Lan Guan Zhi bernapas pelan. Jika teman baiknya sudah tersenyum seperti ini, maka itu berarti Xiao Shuxiang tidak perlu dicemaskan.
Baru saja Lan Guan Zhi akan bicara kembali, tiba-tiba saja terdengar suara teriakan yang membuatnya tersentak. Xiao Shuxiang dan Hei Lian juga ikut mendengarnya.
"Apa yang kalian lakukan?!" seorang pria bersuara keras dan membentak Feng Hao. Dia terlihat memegang lengan kanannya yang terluka dan memberi tatapan tajam kepada pemuda ini.
"Tuan, tolong tenang dulu-"
"Bagaimana bisa aku tenang?! Kalian sudah membuat tempat ini berantakan dan kami semua terluka. Apa kalian bahkan belum puas dengan ini, hah?!"
"Ada apa ini? Kenapa begitu ribut?" Xiao Shuxiang bertanya saat dia baru saja tiba di tempat Feng Hao berada. Dia melihat murid dari Istana Seribu Pedang itu yang sepertinya dimarahi oleh warga Kota Ye.
"Tuan Xiao ..." Wang Zhao menatap Xiao Shuxiang. Dia sebenarnya ada bersama Feng Hao sejak tadi dan bahkan turut menyaksikan bentakan salah satu warga.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan seolah tahu apa yang terjadi. Dia pun menatap pria yang masih memasang ekspresi tidak suka.
Xiao Shuxiang berkata, "Paman Tua. Kau harusnya berterima kasih karena kami sudah menyelamatkan kalian. Sekarang para anak gadis kalian tidak perlu takut lagi untuk berjalan-jalan meski di malam hari, penculik mereka sudah tiada,"
"Menyelamatkan?" seorang pria mencibir. "Apa ini yang terlihat selamat di matamu?! Anak gadis yang diculik dari kami tidak hanya satu atau dua orang. Kami bahkan tidak tahu bagaimana keadaan mereka sekarang dan kalian justru membunuh penculiknya?!"
"Tidak hanya menghancurkan kota, kalian bahkan sudah membunuh penculik itu. Apa kalian tidak pernah berpikir untuk menangkapnya saja dan mendesak dia memberitahukan di mana anak-anak kami? Apa kalian menanyakan itu padanya?!"
Wang Zhao dan Feng Hao tersentak. Mereka kemudian mengarahkan pandangan kepada Xiao Shuxiang karena pemuda itulah yang sejak tadi bertarung dengan Gui Hong Yi.
Xiao Shuxiang sendiri menyilangkan tangan dan dengan tenang berkata, "Untuk masalah itu ... Ada Si Kucing Kecil ini. Dia bisa memberitahukan semuanya,"
Hei Lian tersentak saat ditunjuk dengan tatapan mata oleh Xiao Shuxiang. Lagi pula julukan apa itu tadi? Kucing Kecil?! Hah! Yang benar saja.
"Siapa yang Kucing Kecil, hah! Kau mau mati?!" Hei Lian membentak dan terlihat mengepalkan kedua tangannya. Kedua pipinya nampak menggelembung merah karena marah.
"Lihat, kau mulai memperlihatkan cakarmu." Xiao Shuxiang berujar tenang dan semakin membuat Hei Lian kesal.
"Aku bukan Kucing Kecil, sialan! Namaku Hei Lian dan kau sebaiknya jangan memberiku julukan yang aneh-aneh atau aku akan membunuhmu!"
"Oh, aku takut sekali ..." Xiao Shuxiang meledek dan kemudian meraih lengan Lan Guan Zhi. Dia seakan bersembunyi di belakang punggung teman baiknya itu.
"A-Yuan, lindungi aku. Dia sangat galak, Kucing Galak."
"Shuxiang, apa yang kau lakukan?"
"Bersembunyi. Tentu saja," Xiao Shuxiang tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.
"..............." Lan Guan Zhi bernapas pelan, mentolerir tingkah teman baiknya dan merasa bahwa Xiao Shuxiang bertindak demikian hanya untuk membuat situasi tidak terlalu tegang. Buktinya para warga dan pria yang sebelumnya marah-marah itu menjadi tertegun dan menatap ke arahnya.
__ADS_1
"Kau..!" Hei Lian sendiri membentak Xiao Shuxiang. Dia mengambil langkah dan terkejut saat melihat Lan Guan Zhi merentangkan satu tangannya, seakan melindungi pemuda yang sudah menyebutnya 'Kucing Galak' itu.
Xiao Shuxiang tersenyum dan kemudian berkata pada Hei Lian, "Kau tidak perlu semarah itu. Lagipula sebutan 'Kucing', bukankah terdengar manis? Daripada membahas masalah sepele ini, lebih baik kau katakan tentang Gui Hong Yi itu."
"Tsk, bicaralah tapi kau tidak perlu sampai bersembunyi di belakang punggungnya! Apa kau tidak malu?"
"Hah, untuk apa malu? Aku tidak melakukan sesuatu yang memalukan. Lan Guan Zhi adalah temanku. Aku mau memeluknya dari belakang atau menciumnya pun juga tidak merugikanmu,"
Hei Lian sampai kehilangan kata-kata. Dia melihat satu orang sangat tolerir pada orang lain dan satunya lagi begitu tidak tahu malu. Dia akui Xiao Shuxiang tidak mempunyai celah di wajahnya, sosok yang memikat. Namun sikap orang ini entah bagaimana telah menyinggung perasaannya.
Hei Lian mengembuskan napas, dia mencoba untuk tenang dan meyakinkan diri untuk tidak boleh ditarik ke dalam permainan pemuda itu.
Hei Lian pun menjelaskan, "Gui Hong Yi adalah anggota Sekte Lembah Hantu. Dia menggunakan Teknik Kultivasi Iblis dan memakai energi hidup perempuan untuk membuat praktiknya meningkat, panjang umur dan tetap awet muda. Itu yang aku tahu,"
Warga Kota Ye yang mendengarnya pun menjadi ribut. Xiao Shuxiang sendiri nampak mengerutkan kening dan lalu memegang kedua pundak Lan Guan Zhi.
Xiao Shuxiang bersuara pelan, tepat di samping telinga teman baiknya. "A-Yuan, bagaimana menurutmu? Jika wanita yang kulawan memakai Teknik Kultivasi Iblis, bukankah aneh bisa begitu mudah mengalahkannya?"
"..............." Lan Guan Zhi menatap Xiao Shuxiang dari sudut matanya sebelum berujar pelan. "Dilihat dari dampak pertarungan kalian, dia tidak mati dengan mudah."
"Benarkah? Apa aku sehebat itu?" Xiao Shuxiang tidak percaya jika hasil dari latihannya yang bahkan belum genap sepuluh hari itu bisa sampai se-luar biasa ini.
Lan Guan Zhi, "Tidak dapat dipastikan. Kau tidak melawannya sendirian,"
"Ah ...." Xiao Shuxiang menatap ke arah Hei Lian dan ingat bahwa dia memang tidak menghadapi Gui Hong Yi seorang diri. Dia dibantu gadis kecil ini.
Xiao Shuxiang berkata, "Jika diingat-ingat pun ... Dialah yang menghabisinya, bukan aku. Kemampuannya lumayan untuk seukuran anak kecil,"
"Dia lebih baik dari itu," Lan Guan Zhi mengutarakan pendapatnya dan ingat dengan betapa mengerikannya Hei Lian ini. Gadis kecil tersebut bisa membuat Sekte Lautan Awan berantakan, jadi pertarungan Xiao Shuxiang yang dibantu oleh Hei Lian sebenarnya tidaklah mudah.
Di saat Lan Guan Zhi akan buka suara, salah satu warga kota Ye berjalan dan langsung menarik bahu Hei Lian. Wanita tua itu memegang kuat pundak Hei Lian dan membuat gadis kecil itu tersentak.
"Kau mengatakan dia berasal dari Sekte Lembah Hantu. Kau bilang dia pengguna Teknik Kultivasi Iblis. Apakah itu artinya putriku tidak selamat?!"
"Apa-apaan kau ini? Lepaskan aku!"
"Katakan! Apa putriku tidak selamat?! Cepat katakan..!"
"Nyonya, tenanglah..!" Wang Zhao segera memegang kedua lengan nyonya itu dan menjauhkannya dari Hei Lian. Dia cukup kesulitan hingga dibantu oleh Feng Hao.
Hei Lian tentu saja kaget karena tiba-tiba mendapat serangan semacam itu. Dia melihat bagaimana wanita setengah baya ini meraung histeris sambil memanggil-manggil nama putrinya.
Xiao Shuxiang menjadi tidak nyaman melihat kejadian itu, apalagi beberapa warga juga mulai mempertanyakan keberadaan anak-anak mereka. Bahkan ada yang sampai menyalahkan Feng Hao dan Istana Seribu Pedang kembali.
"Tidak hanya gagal menangkap penculik itu hidup-hidup dan menanyakan keberadaan anak-anak kami, kalian bahkan menghancurkan kota ini..! Yang menjadi penyebab masalah bukan penculik itu, tapi kalian!"
Feng Hao, Wang Zhao dan Hei Lian terkejut. Apalagi setelah seseorang pria berkata, "Gui Hong Yi hanya menculik diam-diam, tidak pernah menghancurkan bangunan dan mencelakai warga kota ini. Kalian memang melakukan kebajikan, tapi bukankah ini berlebihan?! Kalian bisa memancingnya di tempat yang lapang, hutan atau apa pun. Kenapa harus kota yang dipenuhi banyak orang. Kalian bahkan tidak mengatakannya lebih dahulu kepada kami..!"
"Itu benar! Apa menurut kalian menangkap satu orang dari Sekte Lembah Hantu lebih berharga dari nyawa penduduk kota ini?! Apa yang dipikirkan oleh tetua Istana Seribu Pedang, hah?!"
"Astaga, aku mulai kesal." Xiao Shuxiang mengambil langkah dan kemudian berdiri di samping Lan Guan Zhi.
Dengan nada yang ketus, Xiao Shuxiang berkata. "Kalian bukannya berterima kasih, tetapi justru menyalahkan kami? Apa kau pikir aku tidak bisa marah, hah?"
"Tuan Xiao," Feng Hao berujar, "Ini tidak apa-apa,"
__ADS_1
Feng Hao menarik napas dan berkata sopan kepada pria di hadapannya. "Kami meminta maaf tentang kerusakan yang ada dan juga kerugian yang kalian alami. Aku akan segera memberi tahu shizun untuk mengirim orang yang bisa memperbaiki kota ini,"
"Apa menurutmu itu memperbaiki masalah? Kau bisa memperbaiki kota, lalu bagaimana dengan nyawa warga yang tiada karena kalian?! Apa kau juga bisa mengembalikannya, hah?!"
"Waah, hebat sekali." suara ledekan dari orang lain terdengar, "Istana Seribu Pedang memang hebat. Kota Ye juga termasuk wilayah kalian, jadi pasti tidak akan sulit. Lagipula siapa kami ini? Hanya orang-orang yang akan menjadi korban dan mati dalam setiap masalah yang kalian timbulkan."
"Bu-bukan seperti itu-!" Feng Hao baru saja akan bicara saat Xiao Shuxiang secara mengejutkan melesat dan lantas mencengkeram leher pria yang baru saja meledek itu.
!!
Semua orang terkejut, termasuk Hei Lian. Lan Guan Zhi sendiri masih berdiri tanpa ekspresi, namun bila diperhatikan baik-baik .... Sorot matanya terlihat begitu dingin. Apalagi tangan kanan Lan Guan Zhi nampak terkepal kuat dan seakan-akan dia pun tersinggung dengan ucapan para warga yang tidak tahu terima kasih ini.
"Uukh..! Ap-Apa yang kau lakukan-"
"Sialan," Xiao Shuxiang berujar tenang. "Aku sudah berlatih keras, berusaha mengendalikan nafsu membunuhku yang sangat ditakuti orang-orang. Aku belajar siang dan malam, kelelahan bahkan sampai muntah darah. Dan ini yang kudapat?"
Xiao Shuxiang mendengus dan semakin menguatkan cengkeramannya, "Manusia seperti kalian-lah yang membuatku malas berbuat baik. Sungguh tidak tahu terima kasih,"
!?
Warga yang lain terkejut saat pria yang dicengkeram oleh Xiao Shuxiang justru dilempar begitu saja. Mereka langsung menatap tajam ke arah pemuda tampan berpakaian putih itu. Beberapa ada yang sampai menahan gemetar di tubuhnya.
Xiao Shuxiang melangkah mendekat, sorot matanya semakin dingin saat dia bicara. "Kami menyelamatkan kalian dari ketakutan, itu tentu membutuhkan sedikit pengorbanan. Harusnya kalian merasa bersyukur karena hanya beberapa orang dari kalian yang tewas,"
Aakh..!
Xiao Shuxiang menginjak dada pria yang dia lempar barusan dan membuat teman-temannya serta orang yang melihat begitu sangat terkejut. Bahkan Hei Lian pun melotot sambil menahan napas.
Xiao Shuxiang berkata, "Apa kau tahu hal yang paling menyakitkan? Itu adalah saat kau harus membenci hal yang kau sukai,"
Xiao Shuxiang tersenyum dan berkata dengan lembut. "Aku ini ... Benar-benar menyukai darah. Jika melihat orang sepertimu ... Rasa-rasanya aku ingin menguliti, memotong semua urat nadimu dan mengirisnya dengan ribuan tusukan."
Wang Zhao dan Feng Hao menatap Xiao Shuxiang dengan ekspresi wajah yang rumit. Mereka entah bagaimana merasa merinding mendengar ucapan pemuda ini. Tatapan mata Xiao Shuxiang seakan memberi isyarat bahwa dia tidak sedang bercanda. Seakan bahwa Xiao Shuxiang memang ingin melakukan apa yang dia katakan barusan.
Lan Guan Zhi sendiri menatap Hei Lian dan bertanya tanpa nada, "Apa para gadis yang diculik Gui Hong Yi dibunuh untuk meningkatkan praktiknya?"
Hei Lian tersentak dan dengan gugup menjawab, "A-aku tidak tahu. Jika para gadis itu beruntung, mereka mungkin masih hidup."
Lan Guan Zhi hanya membutuhkan jawaban itu, walau bukan hal yang pasti. Dia pun berjalan dan kemudian meraih tangan teman baiknya.
Xiao Shuxiang tersentak, tetapi tidak menolak saat dijauhkan dari orang yang dadanya dia injak barusan. Dia memang protes, namun tetap mengikuti langkah pemuda berpita dahi ini.
Lan Guan Zhi menatap salah satu pria dan berkata, "Tuan Mu yang meminta bantuan Istana Seribu Pedang. Kami datang atas permintaannya. Tapi masalah ini memang kami yang salah."
Lan Guan Zhi berujar, "Kerugian harta akan dibayarkan. Untuk nyawa, ini sudah menjadi takdir langit, tidak bisa dihindari. Kemudian anak-anak kalian, kami akan mencari tahu keberadaan mereka."
"Lan Zhi ..." Xiao Shuxiang menatap teman baiknya dan berkedip saat dirinya ditarik menjauh. Bahkan temannya ini tidak menunggu respon dari warga kota Ye, termasuk pria yang dia injak tadi.
Feng Hao dan Wang Zhao tertegun selama beberapa saat. Suara Lan Guan Zhi penuh dengan wibawa dan ini pun yang pertama kalinya mereka mendengar pemuda itu bicara lebih dari yang biasa.
Hei Lian sendiri juga nampak terpukau. Hawa keberadaan Lan Guan Zhi tidak hanya besar, tetapi juga memikat. Saat pemuda itu bicara, rasanya seakan-akan mendengar sebuah mandat. Tidak ada yang mampu bicara, apalagi membalas perkataannya.
Feng Hao dan Wang Zhao pun dengan gugup menyatukan kedua tangan dan lalu memberi hormat. Mereka kemudian menyusul Lan Guan Zhi dan diikuti oleh Hei Lian. Perjalanan mereka dilanjutkan dengan menaiki pedang terbang.
Saat berada di udara, Feng Hao mulai melesatkan kembang api. Tanda yang dia berikan merupakan tanda permintaan bantuan kepada Istana Seribu Pedang. Dengan ini, luka para warga dan juga kerusakan yang terjadi bisa segera diatasi.
__ADS_1
******