![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Kehadiran Wu Mian membuat Yi Wen yang saat ini bersama Bocah Pengemis Gila dan yang lainnya tersentak. Yi Wen berdiri saat Wu Mian menghampirinya.
"Ada apa denganmu?" Yi Wen mengerutkan kening. Dia keheranan sebab saudara seperguruannya ini datang begitu tergesa-gesa sambil memanggil namanya.
"Senior harus mendengarkan ini," Wu Mian begitu bersemangat. Dia mengedarkan pandangan sebelum bertanya, "Di mana Senior Besar Xiao? Senior Besar juga harus dengar ini..!"
"Wu Mian, hentikan-" Yue Lian berusaha mencegah saudara seperguruannya, tetapi Bocah Pengemis Gila tiba-tiba menyela.
Pria dengan tongkat bambu itu menatap Wu Mian dan berkata, "Sebenarnya ada masalah apa? Kenapa kau mencari Xiao Shuxiang?"
"Ini bukan masalah, tapi kabar yang baik." Wu Mian tersenyum dan berkata, "Saat aku dan Saudara Yue Lian berjalan kemari... Kami melihat tuan muda Lan bersama seorang gadis dan melakukan hal yang romantis~"
"Tuan Muda Lan menciumnya..!" Yue Lian tidak mau kalah. Dia sudah menahannya sejak tadi dan sekarang tidak bisa lagi.
!!!
Ucapan dari Yue Lian membuat Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila terkejut. Bahkan Hu Li dan Zhi Shu yang sedang asyik berdua tiba-tiba tersedak karena mendengar seruan yang sangat mengejutkan itu.
"Uhuk!" seorang murid Sekte Pedang Langit terbatuk. Dia berdiri dan menatap ke arah Yue Lian. Murid itu pun buka suara, "Ka-Kau barusan bilang apa?! Si-siapa yang berciuman?!"
"Tentu saja tuan muda Lan," Wu Mian menjawab dan membuat murid Sekte Pedang Langit lainnya bergegas menghampirinya.
"Ka-kau yang benar saja..! Itu tidak mungkin..!" seorang murid Sekte Pedang Langit protes, rekannya pun ikut mendukung.
"Itu benar! Mustahil Tuan Muda Lan melakukan hal semacam itu. Kau pasti sudah salah lihat..!"
"Aku tidak percaya,"
"Aku juga tidak," Bocah Pengemis Gila protes. "Lan'Er Gege tidak pernah dekat dengan gadis mana pun sebelumnya. Dan dari sikapnya yang penuh pengendalian diri selama ini... Mustahil ada gadis yang bisa membuatnya bertindak semacam itu."
Yi Wen mengangguk setuju, "Coba kalian lihat. Bahkan Nona Ling Qing Zhu yang terkenal luar biasa cantik pun tidak bisa menggoyahkan hati tuan muda Lan. Jadi bagaimana mungkin ada gadis lain yang dapat melakukannya?!"
Ling Qing Zhu yang mendengar namanya disebut nampak menatap Yi Wen sebelum kembali dengan tenang menikmati potongan buah semangka miliknya. Dia sama sekali tidak bergeming dari tempat duduknya.
"Tapi yang kulihat itu benar..!" Wu Mian berkata, "Sungguh! Kami serius melihat tuan muda Lan. Dia mencium seseorang di bawah pohon, sungguh..! Saudara Yue Lian juga melihatnya. Benar, kan?!"
Yue Lian mengangguk, "Itu benar. Kami baru saja melihatnya. Sama sekali bukan ilusi,"
"Aiya, kalian ini..." Bocah Pengemis Gila berkata, "Gadis mana yang dicium oleh Lan'Er Gege? Sebelumnya dia pergi hanya bersama Xiao Shuxiang--!!"
!!!
Tongkat berwarna hitam dengan ukiran emas berbentuk naga milik Bocah Pengemis Gila terjatuh dan membuat Yi Wen menoleh. Rasa terkejut terlihat jelas di wajah subjek di sampingnya ini seolah-olah Bocah Pengemis Gila mengetahui sesuatu.
Mata Yi Wen melebar saat dia mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Bocah Pengemis Gila. Murid Sekte Pedang Langit yang ikut melihat respon Bocah Pengemis Gila pun bukanlah sosok-sosok yang polos hingga tidak mempunyai pikiran sampai ke sana, tetapi tetap saja ini tidak bisa dipercaya.
"Jangan-jangan...!?" ekspresi Yi Wen mendadak horor. Dia sangat syok, begitu terguncang, nyaris ambruk andai tidak ditahan oleh murid Sekte Kupu-Kupu.
"Tidak mungkin Lan'Er Gege..."
"................." Ling Qing Zhu menikmati potongan ketiga dari semangka miliknya. Dia berterima kasih pada Siu Yixin yang masih bersamanya dan bahkan memotongkan semangka lain untuknya.
Siu Yixin merupakan kultivator yang selalu berpenampilan meriah dan memiliki ciri khas berbicara dengan nada pada orang lain. Hanya saja tidak ada yang tahu bahwa ketika bicara dengan Ling Qing Zhu---dia berbicara dengan nada normal seperti pada umumnya.
"Kau tidak mau bergabung dengan mereka? Di sana terlihat seru sekali," Siu Yixin buka suara dan mengambil satu potongan semangka untuk dimakan sendiri.
"....... Mn," Ling Qing Zhu menggeleng pelan.
"Kau suka semangka?"
__ADS_1
"Mn, rasanya manis."
"Lebih baik memakan ini daripada terlibat dalam tingkah aneh mereka, iya kan?"
"Mn, aku mendengarkan dari sini."
Siu Yixin tertawa kecil dan berkata, "Apa pendapatmu jika yang dikatakan dua gadis itu benar? Bukankah Shuxiang suamimu?"
Ling Qing Zhu menatap Siu Yixin dan lalu mengangguk pelan. Tanpa nada dia berkata, "Sebelum menjadi suamiku... Dia adalah teman baik tuan muda Lan. Mereka sudah seperti saudara,"
"Hei, tapi mereka membahas hubungan yang lain..." Siu Yixin tersenyum dan dengan tenang dibalas oleh gadis berambut putih di depannya.
Ling Qing Zhu dengan tenang berkata, "Itu tidak masalah. Aku tidak keberatan,"
"Sungguh?" Siu Yixin berkedip.
"Mn, ini bisa menjadi referensi."
Siu Yixin mengerutkan keningnya, "Aku tidak mengerti? Apa maksudmu?"
"................." Ling Qing Zhu tidak menjawab, tetapi dia tersenyum samar. Dirinya pun mengedarkan pandangan dan bertanya, "Di mana Nie Shang?"
Siu Yixin sendiri baru akan menjawab ketika mendengar suara keributan dari arah teman-temannya berada.
Yi Wen, Bocah Pengemis Gila, dan yang lainnya nampak terkejut melihat Lan Guan Zhi yang berjalan seorang diri. Bahkan Yue Lian dan Wu Mian pun ikut syok dan seketika suasana menjadi tegang.
Di sisi lain, Lan Guan Zhi dengan tenangnya berjalan mendekat. Dia sedikit mengerutkan kening ketika melihat ekspresi wajah dari teman-temannya ini yang seperti sangat terkejut akan kehadirannya.
"Tu-Tuan Muda Lan..." Wu Mian menelan ludah. Dia mengatupkan bibir dan menunduk, tidak berani menatap pemuda menawan berpakaian serba putih di hadapannya.
"Lan'Er Gege..." Bocah Pengemis Gila merasa bibirnya sangat kelu. Dia bahkan tanpa sadar bernapas hati-hati di depan teman baik dari Xiao Shuxiang ini.
Subjek yang mungkin masih bersikap seperti biasa adalah Siu Yixin dan Ling Qing Zhu. Di sisi lain, Lan Guan Zhi bahkan melihat Xiao Qing Yan yang sedang berlari mengejar seekor harimau bulan. Sepertinya bocah itu bermain tanpa menyadari apa yang sedang terjadi dengan Yi Wen dan yang lainnya.
Lan Guan Zhi bernapas pelan dan berjalan mendekati Ling Qing Zhu. Dia duduk di dekat gadis berambut putih itu dan benar-benar keheranan sebab Yi Wen, Bocah Pengemis Gila, dan yang lainnya datang mendekat. Hanya saja mereka tidak berani buka suara.
"Ada apa dengan mereka?" Lan Guan Zhi buka suara. Dia bertanya pada Ling Qing Zhu dengan nada yang datar.
Ling Qing Zhu memperhatikan pemuda tampan ini mengambil satu potongan semangka. Dia pun menjawab tenang, "Mereka membicarakan Tuan Muda Lan."
"Mn? Aku?" Lan Guan Zhi menatap gadis bercadar di sampingnya dan baru akan memakan potongan semangka di tangannya saat mendengar ucapan subjek indah ini.
Ling Qing Zhu berkata, "Katanya ada yang melihat Tuan Muda Lan menindih Shuxiang dan melakukan itu dengan sangat ganas di bawah pohon."
!!!
"Nona Ling..!" semua orang terkejut bukan main mendengar ucapan spontan dari Ling Qing Zhu.
Yi Wen berkata, "Bu-bukan menindih..! Tidak seperti itu. Aduh..."
Lan Guan Zhi tidak bereaksi. Dia sama sekali tidak terkejut dan hanya menikmati potongan buah semangka di tangannya. Pandangannya mengedar dan baru mengerutkan kening kala menyadari ada orang yang tidak ada di tempat ini.
"Tuan Muda Lan?" Ling Qing Zhu buka suara. "Apa itu benar? Kau melakukan hal itu pada Shuxiang?"
"Lan'Er Gege." Bocah Pengemis Gila menarik Wu Mian dan berkata, "Sebenarnya gadis ini dan temannya melihatmu di bawah pohon dengan seseorang.."
Bocah Pengemis Gila tertawa getir, "Ha ha. Ti-tidak mungkin itu Shuxiang, kan? Pasti bukan,"
"Tapi benar itu Shuxiang," Lan Guan Zhi menjawab. Dia berkata, "Aku memang bersama dengannya tadi."
__ADS_1
!!!
Bocah Pengemis Gila terperangah. Dia syok dan tidak hanya itu, bahkan murid Sekte Pedang Langit dan yang lainnya pun juga demikian. Rasanya seakan-akan mereka baru saja mendengar suara gemuruh petir.
"Ja-jadi kalian sungguh melakukannya?!" Bocah Pengemis Gila bertanya. Keterkejutan masih terlihat pada raut wajahnya.
"Tuan Muda Lan, kau dan Saudara Xiao-ku sungguh melakukan itu?!" Yi Wen juga buka suara dan membuat Lan Guan Zhi keheranan.
"Kalian bicara apa?"
"Lan'Er Gege... Tentu saja 'itu'."
"Berciuman," Ling Qing Zhu berujar tanpa nada dan membuat teman-temannya spontan menatap ke arahnya.
Lan Guan Zhi mendengus, "Tidak mungkin."
"Be-benarkah?" Yi Wen ingin memastikannya sekali lagi. Sementara itu, Bocah Pengemis Gila nampak mengusap dadanya dan menghela napas lega.
"Lan'Er Gege, kau sungguh-sungguh kan?"
Lan Guan Zhi menatap Bocah Pengemis Gila dan berkata, "Masih ada gadis yang lain. Tidak mungkin kulakukan itu pada Shuxiang,"
"Haaah... Syukurlah.." Bocah Pengemis Gila mulai duduk dan menggeleng pelan. "Aku benar-benar bisa jantungan jika sampai kau dan Shuxiang memiliki hubungan terlarang semacam itu."
"Tapi kira-kira Saudara Xiao-ku sekarang ada di mana?" Yi Wen mengedarkan pandangan dan ingat sesuatu. Dia menatap Lan Guan Zhi dan bertanya, "Tuan Muda Lan bukankah bersama Saudara Xiao-ku tadi?"
"Mn, tapi Shuxiang pergi." Lan Guan Zhi menjawab dengan tenang.
"Saudara Xiao-ku.... Pergi ke mana?"
"..............." pandangan Lan Guan Zhi turun. Dia tidak menjawab pertanyaan gadis ini dan di saat yang sama, dia teringat pada teman baiknya.
Sekarang ini Xiao Shuxiang berada di pinggir sebuah tebing, lokasi itu merupakan tempat yang dekat dengan reruntuhan Sekte Serigala Iblis.
Dia berdiri sambil menatap ke bawah jurang yang luar biasa dalam, sebelum mengarahkan pandangan ke gulungan Kitab Pembunuh Matahari di tangan kanannya.
Xiao Shuxiang teringat dengan kejadian saat Lan Guan Zhi membawanya dan memojokkan dirinya di sebuah pohon. Awalnya dia merasa tidak nyaman sebab khawatir jika teman baiknya itu melakukan hal yang bukan-bukan, tetapi alasan Lan Guan Zhi yang sebenarnya adalah karena berhubungan dengan kitab ini.
"Aku ingin tahu kapan tepatnya itu..." Xiao Shuxiang buka suara seolah ada seseorang yang dia ajak bicara saat ini.
"Lebih tepatnya kapan kau masuk ke dalam kehidupanku?" Xiao Shuxiang bertanya sambil menatap bulan di langit.
Rambut panjang dan jubah putihnya nampak dilambaikan angin. Dia menarik napas dan kemudian berkata, "Aku selalu memikirkannya dan sama sekali tidak menemukan jawaban. Satu-satunya yang bisa kukatakan adalah kau benar-benar mempermainkanku,"
Xiao Shuxiang berbalik. Dia menatap ke arah kegelapan di antara pepohonan yang ada. Dia pun berkata, "Aku sudah mencurigai saat kau tiba-tiba terjatuh dan membuat pengawal Tianqi Mao terdorong hingga harus meregang nyawa di pulau Demonic Beast saat itu. Aku berpikir masalah memang selalu datang padaku karena aku yang tidak beruntung, tetapi setiap kali kejadian besar ada... Kau pun juga berada di sana."
Xiao Shuxiang berkata, "Insiden di Benua Tengah dan puncaknya pada perang melawan Partai Pedang Tengkorak ... Kau mengikutiku ke sana dan kau pun bahkan datang ke Alam Kultivasi Atas. Aku yakin kau pun turut terlibat dalam hal ini."
"Waah... Kau luar biasa," Xiao Shuxiang menggeleng dan berkata, "A-Yuan menyadari ini karena dia melihat sesuatu yang tidak bisa kulihat. Tidakkah sekarang kau ingin bicara...?"
Hembusan angin berubah arah dan membawa aura yang sangat mencekam. Xiao Shuxiang memegang kuat benda di tangan kanannya saat di balik kegelapan mulai terdengar suara langkah kaki.
Suara itu semakin mendekat, menginjak dedaunan kering dan rumput. Ujung dari pakaian hijau tua seseorang mulai disinari oleh cahaya redup bulan. Sosok itu berhenti melangkah sebelum wajahnya tersinari cahaya.
Angin yang berhembus menggerakkan dedaunan dan wajah yang sebelumnya masih dalam naungan kegelapan kini tersingkap.
"...................."
Xiao Shuxiang sudah memperkirakan sebelumnya tentang wajah yang akan dia lihat dan dirinya pun tidak terkejut karena hal itu. Sosok di hadapannya saat ini tidak lain adalah Mo Huai.
__ADS_1
******