![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Liam Jiao Shu ..." Wang Zhao meraih lengan Hu Li dan berdiri di depan pemuda itu. Dia membuat posisi yang seakan sedang melindungi pemuda berambut putih itu.
"Tuan Muda Wang?" Hu Li jelas saja tersentak, dia berkedip dan tidak menyangka akan tindakan Wang Zhao padanya.
"Tuan Muda Hu Li, berlindunglah di belakangku." Wang Zhao memegang erat pedangnya dan berkata, "Dia adalah Liam Jiao Shu. Kultivator dari Sekte Lembah Hantu yang ahli seni racun,"
"Terima kasih atas perkenalannya, kupikir kau sudah melupakanku~" Liam Jiao Shu tersenyum sambil memain-mainkan rambutnya. Dia menyilangkan tangan dan memperhatikan sosok di depannya ini sebelum mulai tertawa.
Hu Li tersentak sebab tidak ada yang lucu untuk ditertawakan saat ini. Lebih buruknya, dia tidak bisa membaca praktik kultivasi orang ini. Dirinya dan Wang Zhao benar-benar akan berada dalam bahaya bila mereka tidak bisa mengatasi situasi mereka sekarang.
"Mengejutkan," Liam Jiao Shu buka suara. "Ini pertama kalinya aku melihat sosok Wang Xuan Zhao yang melindungi seseorang. Apa dia ... Kekasihmu?"
"Omong kosong apa yang kau pikirkan?" Wang Zhao menghunuskan pedangnya, dia baru tersadar dan melepaskan pegangan tangannya pada Hu Li.
"Tuan Muda Wang," Hu Li mendekat dan sedikit berbisik, "Sebaiknya Tuan Muda Wang pergi dan menyusul orang yang kita kejar tadi. Biarkan saya yang menghadapi orang ini,"
Wang Zhao tersentak, dia menoleh sejenak sebelum berkata. "Tidak, Tuan Muda Hu Li. Dia bukan lawan yang sebanding denganmu. Liam Jiao Shu kuat dan aku tidak bisa membiarkanmu terlibat lebih jauh,"
"Setelah semua yang terjadi ... Anda sudah terlambat mengatakannya." Hu Li menepuk bahu Wang Zhao dan lantas tersenyum, "Saya akan baik-baik saja. Pergilah,"
"Hu Li ..."
"Kalian pikir bisa pergi dariku?" Liam Jiao Shu mengembuskan napas dan lantas menengadah. Ekspresinya yang tenang justru memancing ketegangan pada lawan.
Liam Jiao Shu berkata, "Aku sebenarnya tidak menyangka kau masih punya wajah untuk datang kemari. Sungguh tidak tahu malu,"
Wang Zhao bernapas pelan, dia menatap Liam Jiao Shu dan berkata. "Bukankah harusnya aku yang bicara begitu? Ini bahkan bukan tempat tinggalmu. Apa kau sangat suka menjulurkan lidahmu dan menggoyangkan ekor di bawah pilar Istana Teratai Hitam?"
"Ha ha ha, ucapan yang bagus. Tapi kurasa ada yang salah, para anggota sektemulah yang datang padaku dan memohon. Aku bisa apa?"
"Tidak ada yang bisa dipercaya dari ucapan kultivator dari Sekte Lembah Iblis. Jelas sekali mereka datang untuk Lembaran Kitab Pembunuh Matahari," Wang Zhao menatap sosok Liam Jiao Shu sebelum merasakan sesuatu yang panas di tangannya.
Dia tersentak ketika punggung tangan kanannya tiba-tiba menjadi lebam dan warnanya pun kian pekat. Mata Wang Zhao terbelalak saat menyadari apa yang sudah terjadi padanya.
"Tuan Muda Wang ..?" Hu Li terkejut melihat punggung tangan Wang Zhao dan semakin terkejut ketika punggung tangannya sendiri juga dalam kondisi yang seperti milik pemuda ini.
"Se-sejak kapan!?" Wang Zhao menatap Liam Jiao Shu dan melihat ekspresi senang dari wajah wanita berambut panjang itu.
Apa yang terjadi pada punggung tangan kanannya dan Hu Li adalah perbuatan Liam Jiao Shu. Ini merupakan teknik kutukan yang entah sejak kapan diberikan pada mereka.
Liam Jiao Shu melihat kilatan dari setiap pertarungan yang terjadi di wilayah Sekte Lembah Iblis. Dia kembali menatap Wang Zhao dan kemudian berkata, "Suara pertarungan masih berlangsung dan aku tidak tertarik menghabiskan waktu dengan kalian. Jadi matilah di sini selagi aku pergi dan menyapa banyak orang lagi,"
__ADS_1
!!
Wang Zhao terkejut saat Liam Jiao Shu tersenyum dan mulai berbalik. Wanita itu hendak melesat dan dia berusaha untuk menghentikannya, namun mendadak tubuhnya sulit digerakkan dan tangan kanannya mulai terasa sakit.
"Tuan Muda Wang!" Hu Li terkejut melihat Wang Zhao yang tiba-tiba memuntahkan darah. Pemuda itu menutup mulutnya, namun darah kembali memuncrat dari mulut dan hidung Wang Zhao.
Hu Li mengepalkan kedua tangannya. Warna matanya berubah dan dia pun mulai menyentuh punggung Wang Zhao. Baginya, Liam Jiao Shu hanyalah orang asing yang tiba-tiba menghalangi jalan mereka.
*
*
Liam Jiao Shu sendiri baru menapak tiga kali menapak di atap bangunan ketika sebuah cahaya melesat dari arah samping dan kemudian seseorang mulai berdiri, tepat di hadapannya.
Ekspresi wajahnya tidak berubah, tetapi tatapan matanya nampak berbeda. Subjek yang dia lihat merupakan pemuda berambut putih yang sebelumnya ada bersama Wang Zhao.
"Memakai teknik curang ... Membuktikan bahwa kau tidak memiliki kemampuan sama sekali," suara Hu Li terkesan dingin dan itu membuat wanita di hadapannya mendengus tidak suka.
Lim Jiao Shu sebenarnya penasaran dengan bagaimana orang ini bisa bergerak, termasuk menghadang jalannya. Padahal punggung tangan pemuda itu sudah terlihat akan membusuk karena terkena teknik kutukan miliknya.
"Mengejutkan," Liam Jiao Shu berujar tenang, "Lenganmu terlihat sudah tidak bisa digunakan lagi dan harusnya kau pun tidak bisa bergerak. Namun apa yang kulihat ini? Hmph, lumayan juga."
!!
Liam Jiao Shu terbelalak saat melihat lengan pemuda berambut putih di depannya ini tiba-tiba diselimuti dengan sejenis api yang aneh. Tidak berlangsung lama warna kulit sosok tersebut kembali seperti semula dan seolah tidak terjadi apa pun pada lengannya.
Hu Li bicara formal dan berkata, "Meski tidak bisa membaca praktik kultivasimu, namun usia tulangmu tidak bisa disembunyikan dariku. Kau ... Masih terlalu muda,"
Jubah putih Hu Li berkibar, rambut miliknya berubah warna menjadi merah dan dalam sekejap---kuku jari tangannya juga ikut menajam.
Hu Li mempunyai wajah yang manis untuk seukuran pemuda, dia mempunyai pesona yang hanya dimiliki oleh rubah salju dan ini pun terlihat di depan mata Liam Jiao Shu.
Hu Li sudah hidup lebih dari seratus tahun, dia merupakan pengikut setia Xiao Shuxiang sampai detik ini dan itu tidak akan pernah berubah.
Pernah terpisah dari Tuan Muda Xiao-nya membuat Hu Li mengalami banyak hal dan untuk teknik kutukan semacam ini ... Api rubah miliknya sudah cukup digunakan.
"Aku tidak banyak mengenalmu, tetapi kau sudah salah karena menghadapi lawan sepertiku." Hu Li berujar dingin, dia spontan melesat dengan cepatan yang luar biasa dan bahkan mengejutkan Liam Jiao Shu.
Hu Li melesatkan serangan dari cakar miliknya dan membuat lawan mengambil langkah mundur. Dia meninggalkan Wang Zhao yang saat ini sedang diselimuti oleh api rubah-nya yang lain.
Tidak banyak yang tahu, tetapi Hu Li sadar dengan satu hal bahwa api rubah miliknya adalah musuh alami dari teknik kutukan. Jadi bisa dikatakan bahwa dia mampu menghadapi Liam Jiao Shu tanpa rasa bersalah sama sekali.
__ADS_1
Di sisi lain, Wang Zhao yang baru saja pulih dan bisa kembali bergerak kini melesat untuk mencari sosok yang dia dan Hu Li kejar sebelumnya.
Wang Zhao sebenarnya ingin pergi ke tempat Hu Li dan membantu pemuda itu menghadapi Liam Jiao Shu, tetapi Hu Li sebelumnya mengatakan bahwa dia hanya harus fokus pada tujuannya saat ini dan jangan sampai terpengaruh dengan orang lain.
Rasa tidak tega meninggalkan teman sendiri membuat Wang Zhao gelisah, namun dia harus melakukannya jika ingin menghentikan perang ini sekarang. Niat itu juga sama dengan yang dipikirkan oleh Xiao Shuxiang sekarang.
Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu sudah melihat banyak korban dalam perang tidak berkesudahan ini, apalagi sekarang muncul bantuan beberapa kultivator dari pihak lawan dan jelas itu bukanlah kabar yang baik.
"Kucing Putih, aku masih penasaran dengan bagaimana caramu menghancurkan Bentang Alam Mimpi milik Qiao Nuan itu. Apa kau tidak mau memberitahuku?" Xiao Shuxiang bertanya, dia sekarang sedang melesat dan menapak di atap bangunan.
Ling Qing Zhu yang mengikut di sampingnya pun berujar tanpa nada, "Aku menerima bantuan."
"Bantuan? Dari siapa?" Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya.
"Seorang senior dari sekte lain, dialah yang membantuku menyerang pembatas dari Bentang Alam Mimpi itu."
"Jadi di mana orang itu sekarang? Apa kau mengenalnya?"
Ling Qing Zhu menggeleng pelan, "Tidak. Aku tidak kenal dia. Senior itu bahkan pergi tanpa kusadari,"
Xiao Shuxiang menghela napas pelan, "Bukan masalah. Siapa pun orang itu, dia sudah sangat membantu."
"Mn," Ling Qing Zhu hendak bicara ketika mendengar suara ledakan keras. Dia dan Wali Pelindungnya pun mulai menapak di tanah dan masuk dalam pertarungan para kultivator.
Ada banyak titik pertarungan sengit di wilayah Sekte Lembah Iblis. Bantuan dari Sekte Lembah Hantu dan munculnya para kultivator Sekte Lembah Iblis yang setingkat Chu Gu Xiang membuat pertarungan ini menjadi semakin sengit.
Ling Qing Zhu yang sedang bertarung melawan penjaga istana teratai hitam nampak melihat lesatan cahaya di langit. Tidak butuh waktu lama sampai ada lesatan lain lagi dan itu pun semakin banyak.
Ling Qing Zhu mendengar sebuah seruan yang berasal dari salah satu kultivator. Pemuda itu meneriakkan bahwa bantuan dari Sekte Lautan Awan sudah datang dan ini berarti Tetua Dao Fang An serta para Tetua Gunung Puncak Suci sudah ada di sini.
"Sepertinya ini tidak bisa berakhir dengan mudah," Xiao Shuxiang pun mendengar seruan itu. Kabar tentang datangnya bantuan dari pihak mereka memang adalah berita baik, tetapi itu juga berarti kerusakan akan semakin menjadi.
Sekte Lembah Iblis benar-benar bisa musnah, bahkan sekarang pun Xiao Shuxiang bisa melihat banyak orang tidak bersalah yang menjadi korban.
Dia tidak bisa menutup mata dan berpura-pura tidak melihat mayat anak-anak di sekitarnya. Mereka jelas hanyalah penduduk biasa yang bahkan tidak tahu kesalahan apa yang sudah diperbuat.
"Shuxiang, ini harus dihentikan."
Xiao Shuxiang mendengar suara Kucing Putihnya. Bahkan Ling Qing Zhu pun tahu bahwa kondisi ini sudah tidak baik. Ini bukan perang lagi, tetapi pembantaian.
******
__ADS_1