![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Bila mengingat tentang perguruan Xiao Shuxiang, tempat ini sudah menjadi lebih besar dari yang pernah terlihat. Sekte Kupu-kupu sudah memiliki banyak murid yang tidak lagi bisa terhitung jumlahnya.
Dan karena hubungan Tetua Sekte Kupu-Kupu dengan Kaisar Matahari Tengah, pelajaran para murid di sekte itu mulai mengalami perubahan.
Ro Wei yang selama ini membantu Xiao WeiWei mengurusi para murid Sekte Kupu-Kupu terlihat semakin sibuk. Dia tentu saja tidak tahu perihal kedatangan Lan Guan Zhi atau pun hal yang berhubungan dengan Xiao Shuxiang. Kesibukannya benar-benar semakin banyak menjelang akhir musim semi.
Ro Wei yang saat ini sedang membawa lima buah buku nampak berjalan di depan kamar para murid juniornya. Hanya saja ketika berada di halaman, pandangannya justru terarah pada sebuah bangunan yang sudah lama tidak terbuka.
".............."
Langkah kaki Ro Wei pun membawanya ke bangunan tersebut. Lokasinya berada di bagian belakang dan di antara dua bangunan murid. Pintu di ruangan ini tidak pernah terkunci, tapi jarang murid sekte masuk kemari dan bisa dibilang hanya Ro Wei dan terkadang Xiao WeiWei yang datang membersihkan debu di tempat ini.
Saat pintu mulai terbuka, kehangatan aroma rempah langsung tercium. Tempat ini selalu bisa membuat perasaan Ro Wei tenang di saat banyak sekali tugas yang dibebankan padanya.
Ruangan di tempat ini masih sama, ada satu set kursi, sebuah sekat, jendela, tempat tidur dan lemari pakaian. Tidak ada lukisan di tempat ini dan seakan ruangan yang terlihat benar-benar kosong tanpa hiasan apa pun.
"Senior?"
Ro Wei tersentak dan segera berbalik. Seorang anak laki-laki berusia 13 Tahun sedang berjalan ke arahnya dengan rasa penasaran.
"Senior, apa yang Senior lakukan di tempat ini?"
"Ah ..." Ro Wei tersenyum dan dengan tenang berkata, "Aku sedang berpikir untuk menaruh beberapa pot bunga di sini. Bagaimana pendapatmu?"
Laki-laki berusia 13 Tahun itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Dia pun bergumam, "Jadi ini kamar Senior Besar Xiao? Terlihat biasa saja,"
"Memang, tidak banyak hiasan di tempat ini."
"Bahkan tidak satu pun,"
"Benar," Ro Wei tersenyum.
"Di mana Senior Besar Xiao sekarang? Dia sudah lama pergi dan tidak pernah kembali. Apa dia sudah mati?"
"Bocah," senyuman Ro Wei membeku. Dia menatap anak laki-laki berusia 13 Tahun itu dan lantas berkata, "Apa kau mau kugantung di tempat ini?"
"Aku hanya bercanda,"
"Bercanda kau bilang, hei...!" Ro Wei tersentak saat anak laki-laki itu lari sambil tertawa. Dia menggeleng pelan dan menghela napas. Dia pun kembali menutup pintu ruangan itu dan kemudian berjalan pergi.
"Ro Wei,"
Seseorang memanggilnya dan Ro Wei pun menoleh. Dia melihat seorang pemuda berjubah hijau tua dengan pola sayap kupu-kupu. Sosok ini tidak lain adalah Bao Yu.
__ADS_1
"Apa kau baru saja membersihkan kamar saudara Xiao?" Bao Yu menghampiri saudara seperguruannya itu. Dia merupakan pemuda yang sudah tumbuh dewasa, bahkan lebih tinggi dari gadis di sampingnya ini.
Ro Wei menggeleng pelan, "Sama sekali tidak. Aku hanya sedang berjalan-jalan saja dan jadi teringat dengan saudara Xiao."
"Kau jangan memikirkan apa yang dikatakan oleh anak nakal tadi. Aku yakin saudara Xiao akan baik-baik saja,"
"Yah, aku tidak pernah meragukan saudara Xiao. Tapi aku jadi khawatir pada orang-orang yang sekarang ada di dekatnya. Entah masalah apa yang saudara Xiao timbulkan saat ini," Ro Wei mengembuskan napas dan bertanya, "Kau sendiri sedang apa di sini?"
Bao Yu tersentak. Dia tersenyum canggung dan menggaruk pelan pipinya yang tidak gatal. Dia pun berkata, "Aku sebenarnya diminta Saudara Jing untuk mencuri soal yang akan diujikan dalam tes nanti. Tapi aku tidak tahu di mana bibi Wei menyimpannya,"
"Aku yang simpan dan tidak akan kuberikan padamu," Ro Wei berjalan dan membuat Bao Yu berkedip.
"Tunggu dulu. Aku sudah jujur, setidaknya tolong bantu saudaramu. Kau jangan pelit seperti ini,"
"Hmph, tidak akan kuberikan." Ro Wei berujar, "Katakan pada Saudara Jing dan yang lainnya untuk belajar. Mereka sangat ahli bertarung dan menggunakan senjata, masa dengan kuas dan kertas saja kalah?"
"Ta-tapi ..." Bao Yu menggaruk kepalanya saat Ro Wei bergegas dan pergi. Dia bahkan tidak sempat memanggil saudaranya tersebut.
"Aduuh... Bagaimana ini..?" Bao Yu memijat pelan dahinya.
Hal paling baru dalam Sekte Kupu-Kupu adalah tentang cara murid-murid belajar. Mereka tidak bisa sebebas dahulu dalam berlatih bertarung secara brutal. Sekarang pelajaran itu dikurangi dan semenjak tidak ada Xiao Shuxiang serta Yi We, latihan itu pun dihentikan.
Para murid Sekte Kupu-Kupu sekarang lebih fokus diajari pelatihan etika. Bahkan pada beberapa kesempatan, murid-murid di tempat ini dikirim ke Sekte Pedang Langit dan juga Istana Kaisar Matahari Tengah untuk diajari tentang moralitas dan sebagainya.
Tidak hanya murid junior, bahkan generasi ketiga Sekte Kupu-Kupu seperti Bao Yu, Hou Yong, Jing Mi dan yang lainnya pun ikut diajari. Hanya saja memang untuk kasus saudara setingkat Jing Mi---ini bagaikan siksaan bagi mereka.
Informasi ini sudah menyebar, nyaris di setiap sudut lingkungan Sekte Pedang Langi. Para murid perempuan yang mengagumi Lan Guan Zhi sejak lama bahkan memutuskan untuk mogok belajar dan mengunjungi Balai Hukuman untuk menangis.
Sian Ru, gadis cantik yang menjadi murid Duan De bahkan menghabiskan seluruh harinya dengan terus menempa pedang. Dia tidak pulang ke Sekte Pedang Langit semenjak mendengar kabar pernikahan Lan Guan Zhi.
Jika kembali dan tanpa sengaja bertemu gadis yang akan menjadi calon istri Lan Guan Zhi, Sian Ru tidak bisa mengontrol dirinya untuk tak mencakar gadis itu dan menjadikannya bahan pembuatan pedang.
Di tempat lain, Patriarch Lan Xu Jian sudah dua kali mengunjungi adiknya, tetapi dia belum bisa membahas rencana pernikahan ini karena melihat suasana hati adiknya yang sedang tidak baik.
Meskipun ekspresi Lan Guan Zhi tenang dan nampak seperti biasa, namun tidak demikian dengan binar matanya yang seakan tidak memiliki cahaya kehidupan itu. Lan Xu Jian tahu adiknya sedang berselisih dengan Xiao Shuxiang, tetapi entah karena masalah apa... Lan Guan Zhi sama sekali tidak mau bercerita.
Patriarch Lan Xu Jian yang berada duduk saling berhadapan dengan Lan Guan Zhi saat ini nampak memijat pelan dahinya. Bukan dia yang terlibat masalah, tapi dialah yang harus pusing memikirkan cara menyelesaikan pertikaian kedua teman baik itu.
Lan Xu Jian melambaikan kipas putihnya dan kemudian mulai buka suara, "LanLan. Apa pun masalahmu dengan Xiao'Er, tidak baik untuk membiarkannya berlarut-larut. Teman memang seperti itu. Bertengkar adalah hal yang biasa, tapi kalian harus segera berbaikan."
"Tempat ini jadi semakin dingin karena kau terlihat lesu," Lan Xu Jian mengipas adiknya dan berkata, "Katakan pada Xiongzhang-mu ini, ada masalah apa antara kau dengan Xiao'Er? Oh?"
"................."
__ADS_1
"Ayolah, jangan menatapku seperti itu. Aku tidak bisa membaca tatapan matamu yang seakan sedang patah hati--!!" Lan Xu Jian tersentak dan kemudian berkedip beberapa kali.
Dia menutup mulutnya dengan kipas, tetapi bergumam pelan dan mampu didengar oleh Lan Guan Zhi. Dia menyipitkan mata dan melirik adiknya sambil berkata, "Apa kau sedang patah hati?"
"Mana mungkin," Lan Guan Zhi akhirnya buka suara dan mulai mengambil cawan keramik berisi teh miliknya.
"LanLan, kau tidak bisa menipuku. Apa yang terjadi? Jangan bilang Xiao'Er sudah punya anak dengan nona Ling dan kau patah hati karenanya-!!"
Lan Guan Zhi terbatuk, hampir saja dia tersedak teh miliknya karena ucapan dari kakaknya ini. Dia menatap Lan Xu Jian dan kemudian bernapas pelan.
Tanpa nada, Lan Guan Zhi berkata. "Terima kasih atas kunjungan Xiongzhang,"
"LanLan, kau mengusirku?" Patriarch Lan Xu Jian kembali melambaikan kipas miliknya dan menghela napas, "A-Yuan. Kau tahu aku sangat menyayangimu, kan? Katakan saja apa yang sudah Xiao Shuxiang lakukan padamu. Aku akan langsung menyeretnya kemari dan mengikat dia di tempat tidurmu,"
"Xiongzhang... Aku benar-benar ingin sendiri,"
"Haaah, tsk. LanLan dengarkan aku," Patriarch Lan berdeham dan kemudian berkata, "Aku dan Tetua Huan Fei dari Sekte Bunga Lotus adalah teman baik, sama seperti kau dan Xiao'Er. Kami juga sering bertengkar bahkan pernah tidak saling bicara selama beberapa tahun. Tapi jangan pernah menirunya karena kau akan sangat menyesal menghabiskan tahun-tahun yang tidak ada artinya tanpa sosok istimewa di sampingmu,"
"................" Lan Guan Zhi berkedip. Ekspresinya tidak berubah tetapi sikap Xiongzhang-nya yang lumayan cerewet ini membuatnya jadi ingat dengan seseorang.
Tanpa nada, Lan Guan Zhi bertanya. "Apa Tetua Huan Fei sangat istimewa bagi Xiongzhang?"
"Ah... Maksudku bukan istimewa seperti kami memiliki hubungan aneh. Aku dan Tetua Huan Fei hanya berteman baik," Lan Xu Jian berkata, "Ada banyak orang yang bisa dijadikan teman. Tetapi sedikit di antara mereka yang selalu ada bersama kita dalam setiap duka. Bisa dibilang aku dan Fei'Er sudah pernah melewati hidup dan mati bersama,"
"................" Lan Guan Zhi bernapas pelan. Dia menuangkan teh di cawan milik Lan Xu Jian dan kemudian buka suara. "Xiongzhang... Bagaimana bisa sampai tidak saling bicara begitu lama dengan tetua Huan Fei?"
"Salahku," Lan Xu Jian tersenyum dan membuat Lan Guan Zhi menatapnya cukup dalam. Dia mengembuskan napas dan lantas melambaikan kipasnya.
Lan Xu Jian berkata, "Aku mungkin terlalu kelewatan. Aku menciptakan masalah yang membuat Huan Fei ditinggalkan kekasihnya. Dia kesal padaku sampai tidak mengajakku bicara selama bertahun-tahun,"
".............." Lan Guan Zhi memperhatikan Lan Xu Jian sebelum menurunkan pandangannya. Dia menatap air di dalam cawan miliknya tanpa mengatakan apa pun. Ucapan Lan Xu Jian tidak sama seperti yang dia alami sekarang, bahkan tidak bisa dibandingkan.
Lan Guan Zhi memejamkan mata sejenak sebelum mulai menggeser cawan keramik dengan jarinya, dia pun berujar pelan. "Kurasa... Ini sudah saatnya berhenti."
?!
Lan Xu Jian tersentak, dia berkedip mendengar nada suara Lan Guan Zhi yang begitu berat. Dia pun dengan hati-hati bertanya, "Kau... Ingin berhenti melakukan apa?"
"............. Aku tidak cukup kuat untuk selalu menjadi pembimbing bagi Xiao Shuxiang."
"LanLan..."
"Aku akan berhenti. Ini keputusan. Kami tidak bisa berada dalam jalan yang berdampingan lagi,"
__ADS_1
!!
******