![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Benar bahwa Xiao Shuxiang sedang fokus mendengarkan Wang Zhao membacakan Sutra Pengendalian Jiwa, namun bukan berarti dia tidak tahu kedatangan Tetua Besar Istana Seribu Pedang dan Tetua Besar Sekte Lembah Cahaya Surgawi.
Xiao Shuxiang lebih memfokuskan diri untuk mendengar pembicaraan para tetua itu dan memang sudah dia perkirakan sebelumnya.
"Aku menghargaimu, Tetua Dao. Tetapi aku ingin bicara secara langsung dengan pemuda itu. Tindakan yang dia lakukan bukanlah masalah sepele, tolong jangan halangi aku." Tetua Chen Duan Shan berujar.
"Tetua Chen, maaf jika aku harus ikut campur." Bocah Pengemis Gila akhirnya buka suara dan dengan gugup berkata, "Aku tahu apa yang sudah dilakukan oleh Shuxiang, tapi menjatuhkannya hukuman berat bukankah tidak adil? Dia .... Bisa dikatakan juga adalah korban di sini,"
Tetua Chen Duan Shan mengerutkan kening dan menatap pria asing yang mempunyai riasan aneh di wajah itu.
Dia cukup lama memperhatikan dan menjadi tersentak saat Tetua Besar Sekte Lembah Cahaya Surgawi mulai memperkenalkan sosok pria tersebut.
Tetua Shang Quan Yi berujar, "Dia adalah putraku yang tinggal di Alam Kultivasi Bawah, Shen Long."
"Shen Long .... Ah, aku mengenalmu." Tetua Chen Duan Shan tersenyum dan menepuk bahu Bocah Pengemis Gila. Dia berkata, "Bagaimana harus menyapamu? Ini adalah pertemuan yang canggung,"
"Tetua Chen terlalu baik. Aku sama sekali tidak masalah," Bocah Pengemis Gila tersenyum sebelum dia menatap ke arah Xiao Shuxiang dan berkata, "Orang yang ingin Tetua Chen temui adalah kenalanku, dia sosok yang dekat denganku... Ehm ..."
Bocah Pengemis Gila dengan gugup berkata, "Dia memang bukan seperti Lan'Er Gege-ku yang Tetua Chen tahu sendiri bagaimana kepribadiannya. Shuxiang itu ... Aku tidak akan membohongimu, dia adalah orang yang tidak terkekang oleh aturan dunia. Dia membalas apa yang diberikan padanya berkali-kali lipat, sama sekali tidak ada toleransi."
Bocah Pengemis Gila melihat Tetua Chen Duan Shan memandanginya dan dia pun melanjutkan. Dia bernapas pelan, "Aku mengenal Xiao Shuxiang. Pemuda itu bukan orang yang baik. Dia tidak hidup di lingkungan yang sama dengan kami. Dia sosok yang kejam, tetapi berusaha untuk berubah. Dia mempunyai kekuatan yang dahsyat dan jujur saja menakutkan, tapi keinginannya untuk diterima menjadi bagian dari lingkungan kami amat besar. Dia kultivator Aliran Hitam yang butuh pertolongan, kami membantunya agar dia bisa membentuk dirinya yang baru."
Lan Guan Zhi memperhatikan Bocah Pengemis Gila yang ternyata dapat berbicara dengan serius. Di saat seperti ini rasanya Bocah Pengemis Gila benar-benar bertindak sebagai sosok pendekar yang 'sedikit' memiliki martabat.
Bocah Pengemis Gila berujar, "Jika Tetua Chen menghukumnya .... Tidak hanya dia akan kehilangan kepercayaan pada kami, dia bisa saja kembali mengambil jalan gelap itu. Kami akan merasa sangat kesulitan untuk menghentikannya. Dia adalah orang yang bisa membantu mengalahkan Sekte Lembah Iblis,"
"Shen Long," Tetua Chen Duan Shan menghela napas dan kemudian berkata, "Aku mengerti ucapanmu. Tapi apa yang Shuxiang perbuat bukanlah masalah sepele. Ada banyak nyawa yang hilang karena ulahnya,"
Lan Guan Zhi menarik napas dan lalu berujar tenang, "Jika Shuxiang dihukum sekarang, maka ada lebih banyak nyawa yang melayang."
Jian Yang, Li Huanshou dan teman-temannya yang lain tersentak. Begitu pun dengan Bocah Pengemis Gila dan Tetua Dao Fang An. Mereka menatap pemuda tampan dengan pita dahi tersebut.
"A-Yuan ...." Tetua Chen Duan Shan tidak menyangka Lan Guan Zhi akan bicara seperti itu, baru saja dia ingin berbicara kembali----Bocah Pemgemis Gila tiba-tiba menyela.
"Tetua Besar Chen, apa yang dikatakan oleh Lan'Er Gege-ku memang benar. Anda dan perguruan yang berniat menyerang Sekte Lembah Iblis akan menyesal jika tidak menerima Xiao Shuxiang,"
Tetua Shang Quan Yi mengerutkan kening, ini pertama kalinya dia bisa melihat ekspresi keyakinan yang dalam pada sorot mata pria di depannya.
Tetua Shang Quan Yi bertanya, "Seberapa kau yakin bahwa dia bisa berkontribusi untuk membantu kami menjatuhkan Sekte Lembah Iblis? Seberapa besar kemungkinan kita akan menang dengan bantuannya?"
"Lima puluh persen," Bocah Pengemis Gila menjawab dengan serius.
Tetua Chen Duan Shan tanpa nada berkata, "Berarti itu belum menyakinkan-"
"Dan aku yang akan menggenapkannya," Bocah Pengemis Gila menyela. "Dengan bantuan Shuxiang, kepastian bahwa kita akan menang adalah lima puluh persen. Dan dengan aku yang juga ikut berperan di dalamnya, maka kemenangan ini akan lebih besar lagi."
"Shen Long," Tetua Dao Fang An menatap Bocah Pengemis Gila dan bertanya, "Kau membandingkan dirimu dengannya? Apa kau serius dengan ucapanmu ini..?"
Tentu saja ada rasa tidak menyangka di dalam sorot mata Tetua Dao Fang An. Dia mengenal bahwa Bocah Pengemis Gila adalah pendekar yang kuat dan sosok Tak Tertandingi. Gelar ini sudah ada sejak lama dan benar-benar tidak ada yang sebanding dengan Bocah Pengemis Gila.
Bahkan, jika kekuatan tetua dari lima sekte besar digabungkan pun---ini masih belum sebanding dengan milik pria yang selalu membawa tongkat bambu ini. Seperti itulah besarnya kekuatan dari Bocah Pengemis Gila di mata sosok Tetua Dao Fang An. Karenanya, dia tidak menyangka bahwa Bocah Pengemis Gila begitu memandang tinggi Xiao Shuxiang.
"Tetua Besar Dao, aku tahu kau mungkin tidak akan percaya ini..." Bocah Pengemis Gila berujar, "Jika Xiao Shuxiang bisa mengendalikan kekuatannya----maka aku bisa pastikan padamu, dia bahkan dapat membunuhku."
__ADS_1
!!!
Tetua Dao Fang An tanpa sadar menahan napas, "..... Shen Long,"
"Karena itulah, tolong pertimbangkan ini baik-baik. Aku tidak meminta agar Xiao Shuxiang tidak dihukum, dia bersalah dan berhak mendapakan hukuman yang paling berat, tapi jangan sekarang. Setidaknya tunda hukumannya sampai dia membantuku menggulingkan Sekte Lembah Iblis,"
Yan Tianhen mendengar ucapan itu, dia dan Liu Wei Lin ada di sana. Tapi mereka tidak tahu masalah apa sedang menjerat Xiao Shuxiang sampai-sampai Tetua Besar Istana Seribu Pedang dan Tetua Sekte Lembah Cahaya Surgawi datang langsung untuk menemui Saudara Xiao mereka.
"Coba lihat dia, Tetua." Bocah Pengemis Gila menatap Xiao Shuxiang yang berada cukup jauh di hadapannya. Pemuda itu nampak duduk bersila sambil menutup mata, terlihat sangat fokus mendengar Wang Zhao melafalkan Sutra Pertama Pengendalian Jiwa.
Bocah Pengemis Gila berkata, "Dia mempunyai semangat yang besar untuk mau berubah. Bahkan tidak ada yang akan menyangka bahwa dia berasal dari Aliran Hitam hanya dengan melihat wajahnya saja. Apakah Tetua yakin dia benar-benar bisa mengangkat senjata dan membunuh warga biasa tanpa berkedip? Sanggupkah dia menebas leher anak kecil yang tidak bersalah?"
Xiao Shuxiang nyaris tergelak tawa saat mendengar Bocah Pengemis Gila bicara. Posisinya berada cukup jauh dari pria itu, tetapi dia bisa mendengar setiap kata yang diucapkan oleh Bocah Pengemis Gila.
Sebagai ganti fokusnya, Xiao Shuxiang jadi tidak mendengarkan Wang Zhao. Dia memang terlihat dalam posisi duduk dan menutup mata, begitu serius---namun ini semua tidak seperti kenyataannya.
Xiao Shuxiang tersenyum begitu samar. Sungguh, dia ingin melompat ke arah pria yang memakai riasan aneh di wajah itu dan memeluknya dengan erat.
Bocah Pengemis Gila jelas memahami siapa Xiao Shuxiang yang sebenarnya. Tetapi dengan mudahnya dia bertanya bahwa mungkinkah seorang Xiao Shuxiang sanggup mengangkat senjata dan membunuh warga biasa tanpa berkedip? Sanggupkah seorang Xiao Shuxiang menebas leher anak kecil yang tidak bersalah?
"Hmph. Yang Mulia Xiao Shuxiang ini bukan hanya sanggup, tapi juga sangat sukacita melakukannya. Jangankan menebas leher anak kecil, Yang Mulia ini bahkan mampu bermain-main dengan organ dalam mereka sampai puas."
Xiao Shuxiang menarik napas pelan dan perlahan mengembuskannya. Darahnya berdesir dan hatinya bagai disegarkan. Hanya saja tidak butuh waktu lama sampai dia tersentak dan menggeleng di dalam hati.
"Tidak boleh ... Jangan pikirkan itu untuk sekarang. Bahkan jika itu sangat indah," Xiao Shuxiang menenangkan dirinya dan kembali fokus mendengarkan Wang Zhao.
Di sisi lain. Setelah mendapatkan banyak pencerahan, bujukan dari Bocah Pengemis Gila, dan melihat sosok Xiao Shuxiang yang begitu fokus belajar----akhirnya Tetua Chen Duan Shan menyerah.
Tetua Besar dari Istana Seribu Pedang itu mengembuskan napas pelan dan lantas menatap Bocah Pengemis Gila, dia pun berkata. "Ini adalah karena kau, Shen Long. Aku mempercayaimu dan akan percaya padanya,"
"Tapi ..." Tetua Chen Duan Shan berujar kembali, suaranya begitu serius. "Aku ingin dia juga belajar di sekteku. Aku ingin menilainya secara pribadi,"
Tetua Meng Hao Niang berkata, "Itu yang akan Anda dapatkan. Tapi tentu setelah dia mendapat pengajaran dari para tetua di tempat ini,"
Tetua Chen Duan Shan mengangguk pelan, dia pun menatap Lan Guan Zhi, Jian Yang dan Li Huanshou. Dia bertanya pada ketiga kultivator itu, "Bagaimana dengan kalian? Apa ingin kembali ke Istana Seribu Pedang bersamaku?"
Li Huanshou menahan napas, dia tidak berbicara dan justru menatap Jian Yang. Saudara seperguruannya itu pun nampak menunduk dan tidak mengatakan satu kata pun.
Lan Guan Zhi, "......... Aku masih ingin di sini,"
Jian Yang dan Li Huanshou tersentak. Keduanya langsung menoleh, mereka menatap Lan Guan Zhi yang sangat berani bicara dengan Tetua Besar Chen. Mereka pun dengan gugup mengangguk pelan dan seakan setuju dengan ucapan Lan Guan Zhi.
Tetua Chen Duan Shan mengembuskan napas, "Baiklah. Tapi ingat untuk selalu menjaga perilaku dengan baik, kalian jangan merepotkan orang-orang di sini. Dan A-Yuan, khusus untukmu----kau jaga dan awasi mereka."
"Baik," Lan Guan Zhi berujar singkat.
Tetua Chen Duan Shan memandang Tetua Shang Quan Yi sejenak sebelum dia menatap Tetua Dao Fang An dan mulai berpamitan.
Mereka hendak pergi, tetapi Tetua Dao Fang An menahan dan memaksa agar mereka bisa tinggal lebih lama. Lagipula, perjalanan ke Sekte Lautan Awan-nya ini cukup jauh dan bahwa Tetua Chen Duan Shan, serta Tetua Shang Quan Yi tidak memiliki waktu istirahat.
Tetua Meng Hao Niang juga tidak ingin agar dua tetua ini pergi begitu saja. Dia pun mengajak Tetua Chen Duan Shan dan Tetua Shang Quan Yi untuk ke tempat yang lain. Mereka meninggalkan Bocah Pengemis Gila, Lan Guan Zhi dan yang lainnya.
Liu Wei Lin menatap punggung Tetua Dao Fang An yang sudah hampir menghilang dari pandangannya. Dia pun membuka kipasnya dan lantas berujar, "Sebaiknya kita juga pergi. Biarkan Saudara Xiao memfokuskan diri berlatih,"
__ADS_1
Jian Yang dan Li Huanshou sebenarnya masih ingin tinggal, namun berdiam diri sambil menunggu Xiao Shuxiang yang entah kapan akan selesai berlatih juga bukanlah sesuatu yang baik. Jadi mereka kini memutuskan untuk mengikuti Liu Wei Lin dan Yan Tianhen yang perlahan berjalan menjauh.
Lan Guan Zhi menatap cukup lama teman baiknya sebelum ikut pergi. Dia ingat Yi Wen yang entah sudah siuman atau belum. Dirinya perlu memeriksa gadis itu dan sekaligus melihat Ling Qing Zhu.
Bocah Pengemis Gila hendak menyusul Lan Guan Zhi yang telah berjalan pergi, namun seketika dia tersentak dan segera menoleh ke belakang. Dirinya langsung bertatapan mata dengan Xiao Shuxiang yang jauh di sana.
"..............."
Bocah Pengemis Gila entah mengapa menelan ludah, padahal Xiao Shuxiang hanya memberinya pandangan biasa. Dia melihat pemuda itu bangun dari duduk bersila-nya dan berjalan mendekat.
Wang Zhao sendiri tidak menyadari bahwa Xiao Shuxiang berjalan pergi. Dia fokus melafalkan Sutra Pengendali Jiwa dan sangat serius melakukannya.
"..............."
Bocah Pengemis Gila menahan napas, Xiao Shuxiang sekarang ada di depannya. Dia pun memeluk erat tongkat bambunya dan dengan gugup bertanya, "A-ada apa?"
"Aku mendengar semuanya," Xiao Shuxiang berujar tanpa nada, dia menatap pria di hadapannya.
"O-oh, bagus kau mendengarnya," Bocah Pengemis Gila masih dengan suara yang gugup, "Kau harus ingat bahwa aku su-sudah menyelamatkan nyawamu. Kau berhutang padaku seumur hidupmu sekarang--"
"Apa ucapanmu itu benar?" Xiao Shuxiang menyela dan membuat Bocah Pengemis Gila tersentak.
"A-apa maksudmu?"
"Saat kau mengatakan bahwa aku bisa membunuhmu, apakah itu benar?" Xiao Shuxiang menatap pria di hadapannya dengan wajah yang serius.
Kegugupan di hati Bocah Pengemis Gila hanya kepura-puraan, jadi dengan segera itu menghilang. Bocah Pengemis Gila bertanya dengan nada yang serius, "Apa yang kau inginkan?"
"Aku hanya ingin memastikan, apakah aku benar-benar bisa membunuhmu?"
"Kau ingin membunuhku?"
"Kau seorang Pilar Dunia yang mana kupahami .... Kau makhluk abadi. Apa benar aku bisa membunuhmu?" Xiao Shuxiang mengulang kembali sambil memperhatikan pria di hadapannya.
Bocah Pengemis Gila tanpa nada berujar, "Kau bisa. Tapi itu tidak akan mudah, aku juga tidak mungkin membiarkanmu untuk melakukan hal itu."
"Jika kita bertarung dengan kekuatan penuhku, apa yang menurutmu akan terjadi?"
"Tentu saja kekacauan besar. Tapi ada baiknya itu tidak menjadi nyata. Aku tidak mau harus bertarung jika itu hanya untuk memuaskan rasa ingin tahumu, apalagi jika ini tentang kau bisa mengalahkanku atau tidak."
"..............."
"Xiao Shuxiang, aku bisa melihatnya. Apa kau .... Benar-benar ingin membunuhku?"
"........ Entahlah. Hanya saja akan sangat mengecewakan jika kau sungguh dapat mati di tanganku." Xiao Shuxiang begitu serius memperhatikan Bocah Pengemis Gila sebelum mendesah pelan, "Padahal aku berharap itu akan sebaliknya."
"Tenang saja, itu tidak akan berlangsung dengan mudah. Kau tidak akan pernah bisa membunuhku sebelum kau mampu mengendalikan kekuatanmu. Saat ini .... Kau masih terlihat seperti belalang kecil di mataku,"
"Hmph, Bocah Pengemis Gila--"
"Sebaiknya kau lanjutkan latihanmu. Lihat temanmu yang sedang sendirian itu, kau jangan berpikir bisa membunuhku----hal itu masih sangat jauh dari jangkauanmu," Bocah Pengemis Gila mengusap gemas kepala Xiao Shuxiang dan tersenyum.
Dia pun berjalan pergi tanpa melihat Xiao Shuxiang sedang memberinya tatapan tidak suka.
__ADS_1
Xiao Shuxiang menatap punggung Bocah Pengemis Gila yang perlahan semakin menjauh. Dia bernapas pelan, "Aku tidak ingin itu benar-benar bisa terjadi. Aku menaruh kepercayaan padamu selain pada teman baikku. Kalian berdua adalah orang yang terpilih .... Untuk bisa bertarung sampai mati dan sekaligus memutus kutukan yang ada pada Yang Mulia Xiao Shuxiang ini,"
******