KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
361 - Xiao Shuxiang (14)


__ADS_3

Lan Xiao memikirkannya. Jika Lan Guan Zhi ada di sini, maka tidak mungkin Xiao Shuxiang tidak akan datang. Apalagi 'Ibunya' itu tidak pernah melupakan untuk selalu menjenguknya setiap kali ada kesempatan.


Lan Xiao tidak tahu bahwa saat ini Xiao Shuxiang sedang sibuk tinggal di Dunia Demon dan memperbaiki kehidupan para manusia di Tanah Terlarang.


Kedatangan Xiao Shuxiang berdampak sangat besar, dia mengajarkan banyak hal kepada para manusia ini termasuk cara menenun kain. Untunglah dahulu dia pernah berlatih membuat pakaian dari Tianqi Mao hingga bakatnya itu bisa digunakan sekarang.


Awalnya, Xiao Shuxiang diajak berkeliling hutan oleh beberapa anak dan menemukan sarang dari kumpulan laba-laba sutra. Hewan kecil itu hidup berkelompok dan tidak ada seorang pun yang memanfaatkannya. Dia pun lantas memiliki ide untuk membuat alat tenunan sederhana.


Tentu saja sebenarnya, Xiao Shuxiang bisa langsung membuatkan pakaian dengan laba-laba sutra ini menggunakan energi spiritualnya, tetapi itu sama saja dengan tidak memberikan kesempatan bagi para manusia di sini untuk belajar.


Mereka butuh perubahan dan perlu untuk berkembang sendiri menciptakan perubahan tersebut. Perannya di sini hanya membuka jalan bagi mereka untuk bisa berkembang.


"Tuan Xiao, apa caranya seperti ini?"


"Mn, kau melakukannya dengan baik."


Tidak hanya perempuan, bahkan laki-laki di tempat ini pun sangat bersemangat dengan pengetahuan baru yang mereka dapatkan. Di saat yang sama pun, Xiao Shuxiang melihat semangat orang-orang ini begitu luar biasa hingga dia mungkin sudah melupakan waktu.


Ada tiga buah alat tenunan yang dibuat oleh Xiao Shuxiang dengan dibantu beberapa orang. Dan sekarang, dia melihat para pemuda ini juga nampak membuat alat tenunan lain dengan mempraktekkan apa yang sudah mereka pelajari.


Han Li menghampiri Xiao Shuxiang dan dengan tersenyum berkata, "Aku sangat berterima kasih. Anda sudah melakukan banyak hal untuk kami,"


"............... Aku berpikir," Xiao Shuxiang tanpa nada berkata, "Apa mungkin orang-orang ini suatu hari nanti akan berbalik menjauh dan membenciku."


Xiao Shuxiang menghela napas dan berujar pelan, "Mereka hanya tahu bahwa Xiao Shuxiang ini adalah penyelamat. Tidak ada yang lain,"


"Tapi aku tahu seperti apa Yang Mulia Xiao Shuxiang ini," Han Li menepuk bahu pemuda di sampingnya dan berkata, "Hidup yang kujalani sekarang adalah karena pemberian darimu."


"Kau ..."


"Hutang harta bisa dibayar, tetapi hutang budi akan terus dibawa sampai mati. Tuan Muda Xiao, tanpa kau yang menolongku saat itu ... Aku bahkan tidak akan tahu identitasku sebagai manusia."


Xiao Shuxiang memperhatikan pria tua di sampingnya dan kemudian mendengus pelan. Dia menyilangkan tangan dan berkata dengan nada angkuh, "Oh. Baguslah, kau sadar diri. Padahal hari itu aku hanya iseng loh, tidak biasanya aku mau membantu orang lain."


Han Li tertegun beberapa saat sebelum berkedip dan akhirnya tertawa, "Kau ini merusak suasana haru saja."


Xiao Shuxiang pun ikut tertawa, dia menggeleng pelan dan berkata. "Kau sudah tua bangka dan bau tanah, jadi tidak perlu untuk mendramatisir keadaan."


"Coba lihat siapa yang bicara," Han Li menyindir, "Kau adalah kura-kura tua dengan kulit manusia muda. Siapa yang ingin kau tipu, hm?"


"Ini namanya keajaiban. Kau bertapa seumur hidup pun tidak akan bisa seperti Yang Mulia Xiao Shuxiang ini, jadi bersyukurlah karena kau beruntung bisa bertemu denganku."


Han Li dan Xiao Shuxiang tertawa. Mereka berbincang, sesekali saling menyindir sambil memperhatikan para warga ini bekerja dan kembali tertawa. Tempat ini memperoleh ketentraman, tetapi kedatangan Xiao Shuxiang yang membawa warna baru membuat tempat ini semakin menyenangkan.


Para warga ini sebelumnya canggung untuk mendekati Xiao Shuxiang. Mereka mengagumi pemuda menawan ini, tetapi takut-takut untuk mengajaknya bicara. Bahkan mereka sangat gugup ketika ingin menyapanya.


Orang-orang ini menganggap Xiao Shuxiang adalah sosok yang mulia hingga mereka perlu menjaga jarak dan kesopanan. Tetapi apa yang terjadi justru luar biasa mengejutkan.


Bukan orang-orang ini yang lebih dahulu menyapa, tetapi Xiao Shuxiang. Bahkan tanpa memberi hormat layaknya sosok yang penuh wibawa, Xiao Shuxiang justru menyapa seolah mereka adalah keluarga dekat pemuda ini.


Bukan membungkuk hormat dan memberi salam, Xiao Shuxiang justru berkata. 'Hei, paman. Apa yang sedang kau lakukan?' atau 'Rumahmu bagus, apa aku boleh dapat makanan?'.


Atau saat dia bertemu para gadis yang diam-diam melihatnya, Xiao Shuxiang justru tersenyum dan berkata dengan nada polos menggemaskannya, 'Kalian tidak mau kenalan?'.


Bagi Han Li yang tahu usia sebenarnya dari Xiao Shuxiang, dia tentunya akan merasa kasihan dengan para gadis yang ditipu oleh wajah tampan bak tanpa dosa itu. Tetapi melihat para gadis tersebut yang merasa senang membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa.


Xiao Shuxiang bukan pemuda yang mesum atau sosok yang selalu tebar pesona, dia tetap pada batasannya dan itulah yang membuatnya mudah akrab bahkan kepada para gadis.


Di samping itu, para wanita yang berumur pun menyukai Xiao Shuxiang. Pemuda ini sangat menyenangkan ketika diajak bicara dan rasanya selalu ingin menghabiskan waktu dengannya.


Di sisi lain, para pemuda pun tidak kalah. Mereka dan Xiao Shuxiang selayaknya saudara yang sudah lama tidak bertemu. Keakraban mereka bahkan membuat para pemuda ini tidak ragu mengajak Xiao Shuxiang bertualang di hutan sampai mandi bersama di sungai.


Mereka membicarakan banyak hal, mulai dari yang sepele hingga mesum sekali pun. Bahkan ada salah satu pemuda yang mendapat jitakan keras dari rekannya sebab membahas hal yang dewasa dan tidak menjaga kesopanan di depan Xiao Shuxiang.


Pemuda itu berpikir Xiao Shuxiang akan merasa terganggu dan marah pada mereka, tetapi sebelum perasaan itu datang---Xiao Shuxiang justru memberi respon dengan pembicaraan yang tidak kalah mesumnya. Saat itu juga, para pemuda ini memutuskan bahwa mereka sudah bertemu saudara satu aliran yang lama dicari.


Tidak hanya para pemuda, anak-anak pun bisa cepat akrab dengan Xiao Shuxiang. Apalagi pemuda ini lebih nyambung diajak bicara daripada orang dewasa lainnya.


Xiao Shuxiang adalah orang asing dan karena dia berbeda, orang-orang ingin tahu lebih banyak tentangnya. Tetapi Xiao Shuxiang hanya memperlihatkan bakat yang penuh kejutan hingga membuat orang sampai lupa menanyakan hal yang lebih pribadi darinya.


Wajah yang terlihat polos dan baik, kemudian dengan sikapnya yang ramah membuat Xiao Shuxiang mendapat kepercayaan orang-orang ini untuk mendengarkan keluhan dan masalah pribadi mereka. Tidak ada yang tidak kagum pada seorang Xiao Shuxiang.


!!!


Aah!

__ADS_1


Seorang wanita berteriak dan mengagetkan semua orang termasuk Xiao Shuxiang dan Han Li. Keduanya pun bergegas menghampiri wanita itu yang tangannya terluka.


"Apa yang terjadi?" Han Li bertanya.


"Tsk, ini hanya luka goresan benang. Bukan masalah besar--!!" wanita yang memeriksa rekannya itu terkejut ketika yang dia kira adalah luka kecil ternyata bukan.


"Minggir," Xiao Shuxiang juga terkejut sebab wanita yang tangannya terluka itu langsung memuntahkan darah dengan wajah yang pucat dan mulai nampak membiru.


Xiao Shuxiang memeriksa nadi wanita ini dan langsung memberi totokan pada beberapa titik yang akan mencegah aliran darah mengalir ke bagian organ vital. Luka gores karena benang itu rupanya mengandung racun.


Xiao Shuxiang mengambil sedikit darah yang menetes keluar dari luka wanita ini dan kemudian menciumnya. Ada aroma samar yang membuatnya mengerutkan kening.


"Tuan Xiao, bagaimana?" seorang pria terlihat panik. Dia adalah suami dari wanita yang sedang diperiksa oleh Xiao Shuxiang.


"Untuk sementara hentikan dulu kegiatan kalian, tetapi jangan khawatir." Xiao Shuxiang meminta selembar daun besar dan tidak butuh waktu lama sampai Han Li mengambilkan untuknya.


Darah di luka wanita itu belum berhenti menetes, Xiao Shuxiang mengambil beberapa tetes darah tersebut dan kemudian meminta bantuan pemuda di depannya untuk membalut luka wanita ini.


Xiao Shuxiang tidak bisa langsung memakai Pil Embun Malam miliknya karena dia tidak mengenali aroma ini. Dia butuh memastikan apakah penawar racunnya tidak akan memiliki efek lain yang merugikan.


Semua orang memperhatikan tindakan Xiao Shuxiang dengan saksama. Pemuda itu mengeluarkan sebuah pil dan memasukkannya ke dalam darah yang dia ambil barusan.


Pil Embun Malam merupakan pil penawar racun terkuat milik Xiao Shuxiang. Warnanya seputih susu dan mudah lebur. Tetapi pil itu sekarang justru berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap.


!!!


"Apa yang terjadi?!"


"Tuan Xiao!"


"Akan kukeluarkan racunnya dengan cara yang lain. Tolong bantu aku dan ambil air,"


"Baik,"


Han Li dan beberapa orang berusaha untuk membantu Xiao Shuxiang. Mereka mengangkat wanita yang masih meringis kesakitan itu ke salah satu rumah dan membaringkannya di tempat tidur.


Di dalam ruangan, ada tiga perempuan bersama Xiao Shuxiang yang membantunya. Pemuda itu pun memasukkan tangannya ke dalam air dan perlahan mengangkatnya.


Ketiga wanita itu melihat air tersebut terangkat entah bagaimana. Xiao Shuxiang memberi perintah, "Pegang tangan dan kakinya dengan kuat."


"Ba-baik,"


!!!


Cukup lama mereka menunggu sampai suara jeritan itu pun perlahan memudar. Pintu yang sebelumnya tertutup kini mulai terbuka dan sosok yang keluar tidak lain adalah Xiao Shuxiang.


"Tuan Xiao, bagaimana keadaan istriku?"


"Dia sudah baik-baik saja sekarang. Kau bisa masuk dan melihatnya," Xiao Shuxiang menatap Han Li dan memberi isyarat agar pria tua itu mengikutinya.


Mereka berjalan ke tempat alat tenunan berada dan Han Li pun tidak bisa lagi menunggu. Dia pun bertanya, "Apa yang sebenarnya terjadi? Selama ini mereka baik-baik saja,"


"................." Xiao Shuxiang mengusap lembut kain tenunan di sampingnya dan berkata, "Di antara laba-laba sutra ... Ada dari jenis lili api. Laba-laba ini sebenarnya tidak berbahaya karena tubuhnya bisa dijadikan obat yang kuat, tetapi untuk perlindungan diri, satu dari benang yang dia keluarkan mengandung racun."


Han Li terkejut, "Apa racunnya mematikan?"


"Tidak pada umumnya. Seseorang yang tergores oleh benang laba-laba ini hanya akan mengalami nyeri atau yang terburuk muntah. Tetapi untuk kasus wanita tadi, itu hal yang berbeda."


Han Li memperhatikan Xiao Shuxiang. Dia mengerutkan kening, "Apa maksudnya?"


"Aku tidak tahu penyakit apa ini ... Tapi dia sepertinya punya masalah dengan kadar gula di dalam darahnya. Aku perlu mempelajari soal ini lebih jauh. Sebisa mungkin jangan biarkan wanita itu dekat-dekat dengan pintalan benang,"


"Sebenarnya ... Nyonya Yi Qi memiliki masalah ini. Setiap kali jarinya tanpa sengaja tergores, meski hanya sedikit---darahnya akan terus mengalir tanpa henti dan lukanya butuh waktu yang sangat lama untuk bisa sembuh."


Xiao Shuxiang tersentak, "Kenapa kau tidak mengatakan ini sebelumnya? Ya ampun,"


Han Li tersentak, "Aku pun tidak tahu bahwa Nyonya Yi Qi akan berada di sana."


Xiao Shuxiang menghela napas, "Baiklah. Semuanya pun sudah terjadi dan karena kejadian ini ... Kita pun harus lebih teliti memperhatikan banyak hal."


"Mn, aku benar-benar minta maaf.."


"Bukan salahmu, ayo."


*

__ADS_1


*


Kejadian yang tidak terduga sebelumnya membuat Xiao Shuxiang memutuskan untuk memeriksa kondisi setiap manusia di tempat ini. Bakatnya dalam hal pengobatan justru membuat orang-orang terkejut dan semakin terkesan padanya.


Hari-hari berganti, Xiao Shuxiang merasa tidak ada lagi yang harus dia perbuat di tempat ini. Lagipula kedatangannya kemari adalah untuk melihat kehidupan di tanah terlarang sekaligus menenangkan dirinya. Walau jujur saja apa pun yang dia lakukan hanya menghilangkan sejenak kelalutan dalam pikirannya.


"Paman Xiao, ada apa denganmu?" seorang anak perempuan berusia 9 Tahun nampak meletakkan keranjang berisi buah miliknya dan duduk di samping Xiao Shuxiang yang sedang memandangi danau buatan ini.


"Memang ada apa denganku?" Xiao Shuxiang tersenyum dan membuat anak perempuan di sampingnya nampak cemberut.


"A-Qiao bertanya, kenapa Paman Xiao justru balik bertanya? A-Qiao melihat Paman seperti memikirkan sesuatu, apa Paman merindukan rumah?"


"................." Xiao Shuxiang menarik napas dan merentangkan tangannya, "Entahlah ... Aku hanya lelah. Seharian berjalan-jalan membuat aku lelah,"


"Apa Paman Xiao ingin kupijat?" anak perempuan itu tersenyum dan dengan semangat berdiri.


Dia mulai memijat bahu Xiao Shuxiang dan dengan senang hati berkata, "Bagaimana?"


"Oh, kau punya bakat alami. Tolong yang di sebelah sini, sedikit lebih kuat."


"Seperti ini?"


"Oh! Luar biasa, kau melakukannya dengan baik,"


Anak perempuan itu tersenyum saat mendapat pujian dari Xiao Shuxiang. Dia cukup lama memijat bahu pemuda menawan ini dan mulai buka suara.


A-Qiao berkata, "Jika Paman Xiao suka, bolehkah aku meminta sesuatu sebagai hadiah?"


"Mn? Kau ingin membuat hubungan yang seperti itu? Apa yang kau inginkan?"


A-Qiao tidak mengerti maksud dari ucapan Xiao Shuxiang, tetapi dia tanpa ragu berkata. "Paman Xiao sudah banyak membantu kami selama ini, tapi A-Qiao tidak tahu seperti apa perasaanmu. Apa kau bisa memberitahuku?"


!!


Xiao Shuxiang tertegun, dia spontan meraih tangan kecil anak perempuan ini dan lantas menariknya untuk duduk di sampingnya. Ekspresi wajahnya serius saat dia melihat wajah manis dari anak di dekatnya ini.


"Kau tadi bicara apa?" Xiao Shuxiang buka suara.


A-Qiao menarik napas dan dengan polos mengatakan, "A-Qiao tidak tahu masalah apa yang sedang mengganggu Paman Xiao, karena itulah A-Qiao ingin tahu."


"Siapa yang memberitahumu bahwa aku punya masalah?"


"Semua itu terlihat di matamu, Paman. A-Qiao bahkan bisa melihat kegelisahan dalam senyumanmu." A-Qiao berkata, "Jika kau percaya padaku. Apa kau bisa menceritakan penyebab kegelisahanmu?"


Xiao Shuxiang memperhatikan anak kecil di sampingnya dengan saksama dan kemudian berkata, "Kau yakin akan cukup mengerti saat kuceritakan padamu?"


"Tentu saja, ibuku bilang A-Qiao sudah besar."


Xiao Shuxiang mengusap lembut kepala anak perempuan di sampingnya dan kemudian mengembuskan napas. Dia pun menatap jauh ke arah danau dan cukup lama terdiam.


"Paman Xiao,"


"Aku tidak biasa menceritakan hal ini pada orang lain sebenarnya..." Xiao Shuxiang bernapas pelan, "Aku bertengkar dengan temanku. Bagaimana pendapatmu?"


"Ah ..." A-Qiao mengusap-usap dagunya dan kemudian berkata, "A-Qiao tidak ingin meledek. A-Qiao juga sering melihat orang dewasa bertengkar dan permasalahan yang terlihat sederhana justru rumit untuk mereka selesaikan,"


Xiao Shuxiang berkedip, anak perempuan yang polos ini mempunyai pemikiran yang cukup mengagumkan. Ini mempunyai arti lain dari segi, 'terlalu dewasa untuk umurnya'.


"A-Qiao juga sering bertengkar, tapi kami bisa dengan cepat berbaikan. Jika A-Qiao berbuat salah, A-Qiao hanya tinggal memberikan buah kesukaan teman dan kami pun akrab kembali. Tapi orang dewasa itu ... Cukup sulit dimengerti,"


"Hmph, lihat kan. Apa kubilang," Xiao Shuxiang meledek dan membuat anak perempuan di sampingnya menggelembungkan pipi.


A-Qiao berkata, "Paman Xiao. A-Qiao belum kalah, kau harus mengatakan penyebabmu bertengkar dengan temanmu dulu. Baru setelah itu A-Qiao akan membantumu menyelesaikannya,"


"Percaya diri sekali," Xiao Shuxiang tersenyum dan kemudian bernapas pelan. Dia berujar, "Ini masalah yang tidak akan mungkin bisa kau selesaikan. Dan mustahil untuk kuceritakan secara jelas, kau bisa saja bermimpi buruk."


"Jangan menakut-nakutiku, Paman Xiao."


"Aku serius, bahkan tidak bisa kujamin kau akan makan dengan baik. Masalah ini tidak seperti masalah orang dewasa yang selalu kau lihat, jadi sebaiknya kau pergi dan bermainlah dengan teman-temanmu."


"Paman Xiao, ayo ikut denganku."


"Mn?"


A-Qiao memegang tangan Xiao Shuxiang dan mengajak pemuda tampan itu pergi. A-Qiao berkata, "Paman Xiao sudah mengenal semua orang di sini, tapi belum menemui Ketua Bijak kami. Kakek itu akan membantumu,"

__ADS_1


Xiao Shuxiang mengerutkan kening, dia tidak tahu akan dibawa ke mana tetapi terlalu lelah untuk protes. Dia pun hanya mengikuti anak kecil ini yang membawanya masuk ke dalam hutan.


******


__ADS_2