KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
387 - Lan Xu Jian


__ADS_3

Feng Jiayi terkejut bukan main sebab lawan yang dia hadapi selalu mengincar organ vital di bawah perutnya. Tidak hanya itu, tetapi semakin lama mereka bertarung---dia justru makin sulit mengimbangi teknik lawan.


"Ada yang salah," Feng Jiayi mengerutkan kening, terlihat keringat terbentuk di dahinya. Dia membatin, "Ada yang salah dengan orang ini. Ukh,"


Feng Jiayi mulai kesulitan mengambil posisi, gerakan lawannya terlalu cepat dan brutal. Dia bahkan berusaha memancing lawan dengan mempengaruhi emosinya, tetapi sosok ini sama sekali tidak peduli. Sejujurnya, lawannya bahkan tidak mengeluarkan satu patah kata pun dan itu menyebalkan.


"Aku seperti bertarung dengan patung kayu. Dia mempunyai ekspresi wajah seperti mayat hidup saja. Apalagi tatapan matanya itu..." Feng Jiayi menggertakkan giginya. Ini pertama kali dia menyaksikan seseorang yang memiliki tatapan seperti ikan mati. Tentu saja, ini bukan hal yang baik untuk didengar.


Di tempat lain, Jade Liong yang menjadi lawan Patriarch Lan Xu Jian kini menyeringai puas sebab berhasil membuat musuhnya terdesak.


Di sisi lain, sebenarnya sebelum ini... Patriarch Lan Xu Jian bertarung menghadapi Ying Tao. Namun di tengah-tengah pertarungan mereka, Jade Liong tiba-tiba saja menyela dan seakan mengambil alih tempat rekannya. Sekarang, dia berada dalam situasi yang sama sekali tidak menguntungkan.


"Ha ha ha," Jade Liong tertawa keras saat di tangannya sekarang seorang anak kecil yang dia rampas ketika para warga kota berusaha menyelamatkan diri mereka.


Jade Liong menyeringai lebar, "Ada apa? Kau mulai ragu dengan seranganmu, hm?"


"Anak itu tidak ada urusannya. Lepaskan dia," Patriarch Lan Xu Jian meski bicara baik-baik, tetapi nada suaranya jelas mengandung aura yang dingin dan amarah yang tersembunyi.


"Kedatanganku kemari adalah Rana Qisheng. Berikan gadis itu selagi aku masih berbelas kasih. Jika tidak, maka jangan salahkan aku bila sektemu dan kota ini rata dengan tanah."


"Gadis itu tidak ada di tempat ini,"


"Tidak mungkin. Kau pikir bisa menipu kami?"


"Aiya, jangan seperti itu.."


!?


Patriarch Lan Xu Jian terkejut mendengar suara asing barusan. Jade Liong sendiri pun ikut mendengarnya dan menoleh. Dia melihat ada seorang pemuda berpakaian putih yang sedang berjalan sambil menyilangkan tangan dan tersenyum padanya.


Patriarch Lan Xu Jian juga melihat sosok yang rupanya sangat dia kenali itu. Pemuda tersebut tidak lain adalah Xiao Shuxiang. Jika teman baik dari adiknya itu ada di sini, maka Lan Guan Zhi pasti juga sudah datang.


"Orang yang kau cari memang tidak ada di Sekte Pedang Langit," Xiao Shuxiang berkata dengan tenang, "Kau membalikkan tanah sekte itu dan kota ini pun... Orang yang kau cari tidak akan kau temukan."

__ADS_1


"Shuxiang?" Patriarch Lan Xu Jian melihat Xiao Shuxiang yang berjalan semakin dekat dan kini berdiri, tepat di sampingnya.


Jade Liong dengan angkuhnya berkata, "Siapa kau?"


"Aku adalah keajaiban. Pemuda paling luar biasa bernama Yang Mulia Xiao Shuxiang, jadi berlututlah dan terima hukumanmu."


Jade Liong mendengus, dia meludah ke samping dan kemudian berkata. "Anak sombong yang tidak pernah diajari sopan santun sepertimu memang harus mendapat didikan. Biar kurobek mulutmu itu,"


"Menakutkan sekali," Xiao Shuxiang menghela napas dan menggeleng pelan. Seulas senyum tipis terlihat bersamaan dengan binar matanya yang berubah.


Xiao Shuxiang berkata, "Kemarilah. Jika hanya merobek mulut, aku sama sekali tidak ragu pada kemampuanku."


Ukh!


Suara rintihan anak yang lehernya dicengkeram oleh Jade Liong menarik perhatian Xiao Shuxiang. Pemuda itu menatap anak laki-laki yang nampak berusia 11 Tahun tersebut yang terlihat sudah berwajah pucat.


Jade Liong tahu arah pandangan lawannya dan seketika tersenyum licik. Dia pun dengan sengaja mengeratkan cengkeramannya dan lantas mengangkat tubuh anak tersebut hingga kaki kecil itu tidak dapat menyentuh tanah.


Patriarch Lan Xu Jian tersentak, dia baru akan berseru saat Xiao Shuxiang tiba-tiba buka suara. Teman baik dari adiknya itu pun mulai berkata, "Mengambil seseorang menjadi sandera? Hanya satu yang kupikirkan saat melihat ini. Jelas sekali bahwa kau ragu dengan kemampuanmu yang sekarang,"


"Ini bukan omong kosong. Rasanya kau terlihat seperti pengecut karena bersembunyi di balik punggung anak kecil."


"Hmph, kau mengatakan itu agar aku melepas anak ini, kan?" Jade Liong tahu tujuan dari lawannya. Dia pun semakin tersenyum lebar dan berkata, "Coba saja kau datang dan rebut dariku. Biar kulihat siapa yang lebih cepat antara nyawanya yang sudah tiada atau kau,"


!!


Patriarch Lan Xu Jian tersentak menyaksikan anak laki-laki yang begitu kesakitan tersebut. Dia bahkan melihat anak itu menangis dan dengan wajah yang semakin memucat.


Xiao Shuxiang tanpa nada berkata, "Kau tahu... Aku sudah memberimu kesempatan. Sayang sekali kebaikan Yang Mulia ini sepertinya tidak layak untuk orang sepertimu,"


Jade Liong tanpa peringatan langsung menguatkan cengkeramannya. Tepat saat dia mengira sudah menghabisi nyawa anak laki-laki di tangannya---tubuhnya seketika terpental dan nyaris menabrak sebuah bangunan andai dia tidak sigap mengatur posisi dengan baik.


Dalam raut wajah Jade Liong jelas terlihat bahwa dia terkejut dengan bagaimana bisa dirinya mendapatkan serangan yang bahkan tidak terdeteksi sama sekali. Dia menatap lurus dan melihat pemuda berpakaian putih itu yang kini sudah memegang anak laki-laki tersebut.

__ADS_1


Xiao Shuxiang tanpa ekspresi langsung melempar anak yang ada padanya dan spontan ditangkap oleh Patriarch Lan Xu Jian. Dia pun berkata, "Maaf jika aku harus mengambil alih dari sini, Patriarch. Tolong bantu saja aku untuk membawa warga kota ke tempat yang aman."


"Kau pikir dapat pergi?" Jade Liong melesat dan bersamaan dengan Xiao Shuxiang yang juga ikut menerjang.


Pedang besar yang dimiliki oleh Jade Liong berbenturan dengan telapak tangan lawannya dan menghasilkan suara yang keras. Dia tentu saja terkejut sebab lawannya tidak memakai senjata apa pun, dan anehnya... Lawannya bahkan bisa menahan ayunan pedangnya.


"Orang ini..." Jade Liong menggeram, "Tubuhnya biasa saja, tetapi mengapa tenaganya begitu besar?!"


"Sepertinya kau terkejut, tapi ini bahkan belum seberapa." Xiao Shuxiang memakai tendangan dan pukulan yang tidak main-main. Dia bahkan berhasil membuat lawannya kini menghantam sebuah dinding bangunan.


"Xiao'Er!" Patriarch Lan Xu Jian berseru saat Xiao Shuxiang hendak melesat. Dia pun buka suara, "Kau jangan membunuhnya. Kita masih butuh informasi tentang tujuan sebenarnya mereka datang kemari,"


Xiao Shuxiang menoleh sejenak sebelum berkata, "Kau memberikan permintaan yang sulit, Patriarch. Tapi akan kuusahakan agar tidak sampai membunuhnya,"


"Kau pikir bisa melakukannya?" Jade Liong menggeram, "Kaulah yang akan mati di tanganku..!"


Xiao Shuxiang mendengus, "Luar biasa. Kalau begitu coba perlihatkan bagaimana kematian di tanganmu,"


!!!


Patriarch Lan Xu Jian tersentak. Dia melihat bagaimana Xiao Shuxiang dan Jade Liong bertukar serangan. Dia sendiri berusaha dengan segel pelindungnya untuk menangkis serangan nyasar kedua orang itu.


Dia sebenarnya bisa menghadapi Jade Liong dengan mengerahkan seluruh kemampuannya, tetapi jika itu terjadi---akan banyak korban yang berjatuhan. Selain nyawa, tempat ini pun akan mengalami banyak kerusakan. Patriarch Lan Xu Jian tidak bisa mengambil risiko, karena itulah dia menahan diri dan sebisa mungkin memikirkan cara terbaik.


Masalahnya, terkadang tidak ada waktu untuk berpikir apalagi saat menghadapi musuh yang begitu sulit. Xiao Shuxiang tahu ini dan dia pun tahu risiko jika dirinya menggunakan cara yang biasa untuk menyerang lawan.


Xiao Shuxiang saat ini mengeluarkan Cermin Pemindah miliknya ketika serangan lawan datang. Karena ketepatan waktunya, serangan itu pun akhirnya masuk ke dalam Cermin Pemindahnya, saat itu lawannya nampak sangat terkejut.


"Aku sebenarnya tidak terlalu terbiasa menangkap penjahat tanpa membuatnya sekarat, tetapi aku akan mengusahakannya." Xiao Shuxiang melesat, kali ini dia memotong sebuah tiang rumah dan tanpa peringatan melemparkannya ke arah musuh.


Meski itu adalah sebuah pengalihan, tetapi kekuatan lemparan Xiao Shuxiang benar-benar hebat. Seseorang bisa langsung tewas jika benda itu menembus tubuh begitu saja.


!!!

__ADS_1


******


__ADS_2