![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang mengikuti Alkemis Zhou Yan dan Lan Guan Zhi ke sebuah tempat lapang yang masih berada di dalam wilayah Sekte Kupu-Kupu. Dia menyeret para kultivator Alam Kultivasi Atas dan memperhatikan bagaimana Alkemis Zhou Yan menggunakan sebuah segel tangan.
?!
Ukiran kuno terbentuk di tanah dan kemudian mengelilingi tubuh Alkemis Zhou Yan, Lan Guan Zhi, Xiao Shuxiang dan para kultivator tawanan mereka. Tidak butuh waktu lama sampai ukiran kuno itu mengeluarkan cahaya dan menyelimuti tubuh mereka. Berikutnya, Zhou Yan dan yang lainnya tidak lagi terlihat.
Mereka semua tiba di hutan terdekat yang ada di wilayah Istana Seribu Pedang. Xiao Shuxiang mengikuti langkah Zhou Yan sambil menarik tali yang mengikat para kultivator tawanannya. Dia pun bertanya, "Tetua? Apa ini tempat yang tepat? Kau tidak membuat kami kesasar, kan?"
Zhou Yan menatap sejenak ke arah Xiao Shuxiang sebelum dengan nada mengejek berkata, "Jangan samakan aku denganmu. Aku tidak mungkin memilih tempat yang salah seperti pemandian umum atau kamar pribadi Kaisar Matahari Tengah."
Xiao Shuxiang tersentak. Alkemis Zhou Yan jelas sedang menyindirinya. Dia ingat pernah membawa beberapa rombongan ke tempat yang tidak terduga seperti pemandian umum, apalagi dia tanpa sengaja tiba di kamar Li Qian Xie dan membuat gaduh di sana.
Xiao Shuxiang memijat pelan kepalanya. Dia tidak perlu menanyakan siapa dan bagaimana Alkemis Zhou Yan tahu hal ini. Ada banyak mulut yang sangat suka mengumbar segala apa pun tentangnya.
Lan Guan Zhi sendiri tidak memperhatikan apa yang sedang dibicarakan oleh Alkemis Zhou Yan dan Xiao Shuxiang, dia sedang dalam kekalutan sendiri. Sejak awal menginjakkan kaki ke tempat ini, penglihatannya terasa agak aneh.
Ada kilasan ingatan yang terlihat, tetapi itu bukan miliknya. Dia seakan diperlihatkan oleh kejadian yang terjadi di hutan ini sebelum mereka tiba. Dan meskipun ingatan itu saling menumpuk, dia masih mengenali orang-orang dalam penglihatannya ini.
Lan Guan Zhi melihat empat orang pria yang berlari dari arah Istana Seribu Pedang, mereka tidak lain adalah Jian Yang, Li Huanshou, Liu Wei Lin, dan Wang Zhao. Entah keempatnya lari dari apa, tetapi mereka terlihat khawatir.
Tidak ada yang menyadari, bahkan kultivator yang diseret Xiao Shuxiang. Alkemis Zhou Yan pun juga tidak memperhatikan perubahan pada warna mata Lan Guan Zhi. Mereka terus saja berjalan dan mulai merasakan firasat tidak nyaman ketika melihat gerbang Istana Seribu Pedang.
Xiao Shuxuang mengerutkan keningnya, di sisi lain para kultivator yang menjadi tawanannya nampak terkejut bukan main. Gerbang Istana Seribu Pedang sudah hancur, nyaris tidak dikenali. Mereka tidak tahu apa yang terjadi, tetapi bisa dipastikan kejadian ini ada ketika mereka semua berada di Alam Kultivasi Bawah.
"Shizun..!"
Xiao Shuxiang mendengar seruan salah satu tawanannya dan kemudian mendengus, "Kini kau baru ingat dengan Shizun-mu? Ke mana saja kalian selama ini, huh?"
"Shuxiang..."
"Tetua Tiga, mereka ini sangat mengesalkan." Xiao Shuxiang membela diri dengan berkata, "Mereka pergi mengejar sesuatu yang hanya berdasarkan rumor belaka dan meninggalkan sekte mereka sendiri. Sekarang lihatlah kondisi dari tempat tinggal kalian,"
"................"
"Tidak perlu menundukkan kepala dan merasa menyesal, itu sudah terlambat." Xiao Shuxiang kembali berjalan dan kali ini Alkemis Zhou Yan yang mengikutinya dari belakang.
Dilihat dari atas, Istana Seribu Pedang hanya mengalami kerusakan di beberapa bagian. Itu pun karena serangan mengejutkan dari Tetua Paviliun Teratai Naga, Bai Zhou Tian. Untunglah kerusakan yang terjadi berasal dari satu serangan dan ini berarti Tetua Chen Duan Shan tidak sampai bertarung dengan Tetua Bai Zhou Tian.
Xiao Shuxiang dan yang lainnya tiba di gerbang Istana Seribu Pedang, dia melihat beberapa murid sedang memperbaiki kerusakan yang ada. Salah satu di antara mereka adalah Li Huanshou.
__ADS_1
?
"Tuan Muda Xiao?" Li Huanshou mengerutkan keningnya. Dia cukup lama memperhatikan pemuda yang berjalan mendekat dan akhirnya yakin bahwa orang yang dilihatnya memang adalah Xiao Shuxiang.
"Itu Tuan Muda Xiao dan Tuan Muda Lan..!" seorang murid Istana Seribu Pedang berseru dan menarik perhatian rekan-rekannya. Tetua Chen Duan Shan yang saat ini ada di antara murid-muridnya pun nampak menoleh ketika mendengar suara seruan itu.
"Tuan Muda Xiao..!" Li Huanshou bergegas menghampiri Xiao Shuxiang. Ada perasaan lega di hatinya ketika melihat pemuda ini, apalagi mengetahui bahwa Xiao Shuxiang tidak datang sendiri---melainkan bersama Lan Guan Zhi.
"Li Huanshou, apa yang sedang terjadi di sini-" Xiao Shuxiang baru akan bertanya ketika Li Huanshou tiba-tiba memeluknya. Tindakan dari pemuda ini mengejutkan bahkan bagi Xiao Shuxiang.
"He-Hei, Kawan? Ada apa denganmu?" Xiao Shuxiang tidak tahu bagaimana harus bereaksi, dia menatap Lan Guan Zhi dan temannya itu pun terlihat tidak mengetahui apa pun.
"Tuan Muda Xiao..."
"Tenanglah kawan, ayo bicarakan baik-baik. Apa yang sebernaranya terjadi?" Xiao Shuxiang mengusap pelan punggung Li Huanshou dan kemudian memegang lengannya.
Li Huanshou perlahan melepaskan pelukannya. Dia menatap Xiao Shuxiang dan dengan pelan berkata, Kupikir aku tidak akan pernah melihat Tuan Muda Xiao lagi. Kenapa kau pergi tanpa mengatakan apa pun. Tempat ini..."
"Ini salahku, aku minta maaf." Xiao Shuxiang berujar lembut. Dia menepuk lengan pemuda di hadapannya dan bisa mengetahui betapa berat hal yang dilalui oleh Li Huanshou dari ekspresi wajahnya.
"Tuan Xiao, sebenarnya..." Li Huanshou menarik napas dan menjelaskan, "Pemimpin Paviliun Teratai Naga datang kemari u-untuk menangkap Liu Wei Lin. Tapi Tetua Besar Chen menghalanginya dan kekacauan ini pun terjadi,"
"Paviliun Teratai Naga?"
"Ah..." Xiao Shuxiang mulai mengerti dengan apa yang ingin dikatakan oleh Li Huanshou. Dia baru akan bicara ketika Tetua Chen Duan Shan datang dan buka suara.
Tetua Besar dari Istana Seribu Pedang itu berkata, "Bai Zhou Tian adalah pemimpin dari Paviliun Teratai Naga. Dia tahu bahwa Liu Wei Lin merupakan pemimpin dari Sekte Lembah Hantu dan mengincar nyawanya. Kerusakan yang kau lihat di tempat ini adalah karena Bai Zhou Tian menganggap kami berpihak pada musuh,"
Chen Duan Shan menghela napas pelan. Dia mengangguk ketika Lan Guan Zhi memberikan hormat padanya. Pandangannya pun lantas terarah pada pria berpakaian putih dengan cadar tebal yang berdiri di samping Lan Guan Zhi.
"................." Kening Chen Duan Shan mengerut. Dia memperhatikan sosok di hadapannya baik-baik dan merasa tidak asing. Dia seakan mengenali orang ini.
"Kau... Apa mungkin Zhou Yan?"
"Ini memang aku," Zhou Yan buka suara dengan nada yang tenang. Jawabannya membuat Chen Duan Shan terkejut saking tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
!?
Xiao Shuxiang tersentak saat melihat senyum di wajah Chen Duan Shan. Pria itu bahkan memeluk Alkemis Zhou Yan seakan-akan kedua orang ini seperti pasangan teman yang sudah lama tidak saling bertemu.
__ADS_1
"Kenapa kau baru datang kemari?" Chen Duan Shan memegang lengan Zhou Yan dan kembali memperhatikan penampilan pria di depannya. Dia berkata, "Kau seharusnya lebih sering berkunjung."
"Aku juga inginnya begitu, tetapi ada banyak pekerjaan yang harus kulakukan dan sekarang pun aku memiliki murid untuk diajari."
"Sungguh? Aku terkejut kau sekarang sudah menerima murid. Padahal dulu aku sangat menentang menjadi guru seseorang,"
"Aku sendiri tidak tahu bagaimana itu bisa seperti ini, semuanya terjadi begitu saja.."
Xiao Shuxiang memperhatikan Alkemis Zhou Yan dan Tetua Chen Duan Shan secara bergantian. Dari pembicaraan yang dia dengar, kedua orang ini seperti sudah lama saling mengenal.
Tetua Chen Duan Shan memang dekat dengan Alkemis Zhou Yan, pria di hadapannya adalah teman baiknya dan sosok yang luar biasa. Dia memiliki banyak kenangan dengan orang ini dan hubungan mereka pun sangat baik. Hanya saja ada beberapa waktu di mana Alkemis Zhou Yan sudah mulai jarang berkunjung.
Tetua Chen Duan Shan melihat Xiao Shuxiang keheranan, dia baru akan buka suara ketika tersadar bahwa ada beberapa pemuda yang berpakaian serba hitam dan dalam kondisi tubuh terikat. Dia tersentak saat mengenali para pemuda ini yang beberapa merupakan murid sektenya.
"Shuxiang, ini..."
"Tetua Chen, aku tahu kebingunganmu." Xiao Shuxiang tanpa ragu berkata, "Mereka datang ke Alam Kultivasi Bawah dan mengacaukan kota serta mencari masalah dengan sekteku. Sejujurnya, aku lebih suka menguliti mereka hidup-hidup dan menjemurnya di bawah matahari. Tetapi Tetua Tiga dan A-Yuan mencegahku. Sekarang muridmu ini kubawa kemari agar kau bisa menghukum mereka sendiri,"
"Tunggu. Sebenarnya apa yang membuat kalian pergi ke Alam Kultivasi Bawah?" Tetua Chen Duan Shan tidak habis pikir, begitu pula dengan Li Huanshou dan para murid Istana Seribu Pedang yang lain.
"................"
Melihat para tawanannya menundukkan kepala dan tanpa bicara membuat Xiao Shuxiang kembali angkat suara. Dia berujar, "Apa lagi yang bisa mereka lakukan, Tetua. Mereka ini... Mendengar kabar aneh tentang aku yang memiliki Kitab Pembunuh Matahari. Karena keserakahan... Mereka bahkan tidak peduli pada aturan ataupun nama baik sektemu. Mereka melakukan kekacauan yang membuat rugi banyak pihak."
Saat Xiao Shuxiang membahas tentang Kitab Pembunuh Matahari, seketika itu juga suara riuh terdengar. Rasanya seakan mereka begitu terkejut dengan hal yang mereka dengar barusan.
Tetua Chen Duan Shan menatap para muridnya yang masih dalam kondisi tubuh terikat. Dia memperhatikan dengan saksama para murid nakalnya ini dan lantas mengembuskan napas. Dia berkata, "Mereka akan dihukum sesuai aturan yang berlaku dan atas apa yang para muridku ini lakukan... Aku meminta maaf padamu,"
"Tetua Chen, bukan Tetua yang harusnya meminta maaf. Aku pun tidak membawa mereka kemari untuk mendengarkan permintaan maaf darimu, Tetua."
Xiao Shuxiang menoleh ke arah Lan Guan Zhi dan kembali berkata, "Ada sesuatu yang ingin kuselidiki bersama A-Yuan. Jadi jika Tetua tidak keberatan, kami pamit sekarang."
"Li Huanshou," Xiao Shuxiang bertanya, "Apa kau tahu di mana Wang Zhao sekarang?"
!
Li Huanshou tersentak. Dia menatap Chen Duan Shan sejenak sebelum menjelaskan situasinya pada Xiao Shuxiang. Suaranya pelan saat berkata, "Karena Pemimpin dari Paviliun Teratai Naga datang kemari untuk mengincar Liu Wei Lin... Aku dan Jian Yang serta Wang Zhao menemani Liu Wei Lin melarikan diri. Hanya saja dalam perjalanan, aku dan Jian Yang diminta untuk kembali kemari. Saat ini... Wang Zhao bersama Liu Wei Lin dan kurasa mereka pulang ke Sekte Lautan Awan,"
Xiao Shuxiang baru akan bicara ketika lengan kanannya diraih oleh Lan Guan Zhi. Dia pun tersentak dan menatap ke arah teman baiknya sambil dengan ekspresi keheranan.
__ADS_1
"Maaf. Permisi sebentar, Tetua." Lan Guan Zhi berujar tanpa nada dan langsung menarik Xiao Shuxiang pergi. Alkemis Zhou Yan dan Tetua Chen Duan Shen beserta para murid Istana Seribu Pedang yang melihat kejadian itu nampak berkedip. Mereka tidak tahu apa yang ingin dibahas oleh Lan Guan Zhi pada teman baiknya itu.
******