![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Zhi Shu menunggu dan menjadi tegang. Dia dan Tetua Chen Duan Shan terus mengawasi apa yang dilakukan oleh Yi Wen dan bahkan tidak punya waktu untuk merasa kagum.
Dia menyaksikan bagaimana tubuh Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu dan Hu Li telah dipenuhi oleh cahaya merah redup sebelum akhirnya menghilang. Entah apa yang terjadi pada ketiga temannya, Zhi Shu sama sekali tidak tahu dan tidak mungkin bertanya pada Yi Wen saat ini.
Di sisi lain, Yi Wen terlihat sangat fokus. Ini merupakan salah satu teknik paling sulit yang pernah dia pelajari. Sebuah teknik Pelepasan Jiwa dan mengirim jiwa-jiwa itu ke alam yang lain.
Ini adalah teknik terlarang dan memiliki risiko yang tidak main-main. Merupakan sebuah kemungkinan bila jiwa yang lepas dari tubuh tidak akan kembali. Tapi untuk mengurangi risiko itu, Yi Wen memakai benang yang akan menjadi jembatan untuknya agar bisa membawa kembali jiwa yang pergi.
Di tempat lain, Bocah Pengemis Gila yang berada di luar kediaman Tetua Chen Duan Shan melihat ada tiga titik cahaya yang muncul secara terpisah. Cahaya itu seakan keluar dari dalam kediaman sebelum akhirnya naik ke langit dan menghilang.
Malam itu sangat menenangkan bagi sebagian orang, namun membuat gelisah beberapa orang lainnya. Bocah Pengemis Gila tidak bisa melakukan apa-apa untuk yang satu ini, dia hanya bisa berharap Yi Wen sedang tidak bermain-main.
Salah satu dari titik cahaya itu menembus kegelapan, mengembara, melintasi langit malam. Begitu titik cahaya turun dan menyentuh tanah, wujud seseorang pun terlihat.
Dia adalah Ling Qing Zhu, gadis cantik berambut putih itu tidak akan terlihat oleh siapa pun saat ini. Dia mengedarkan pandangan dan melihat dirinya berada di sebuah halaman luas dengan cukup banyak anak yang sedang berlatih bela diri.
Ling Qing Zhu memperhatikan dan sadar bahwa ini bukan tempat di Istana Seribu Pedang. Dia berada di lokasi lain, bahkan tidak pernah dia temui sebelumnya.
Anak-anak berbagai usia yang dia lihat nampak berpakaian serba hitam dengan sabuk pinggang dan ikat rambut berwarna merah. Ling Qing Zhu tersentak saat salah satu anak melintas menembus tubuhnya dan lalu mengambil tempat di antara barisan anak lainnya.
Kediaman ini sangat besar, bangunannya luas dan mengelilingi halaman tempat anak-anak berlatih. Setiap bangunan terbuat dari kayu hitam yang kokoh dan bambu merah yang Ling Qing Zhu pun tahu itu jenis bambu langka.
Semakin berjalan, perasaan Ling Qing Zhu makin tidak nyaman. Apalagi dia melihat tanaman di tempat ini hampir semuanya mati. Yang tumbuh pun adalah rumput jarum beracun yang hanya bisa ditemukan di pengunungan curam, Wilayah Aliran Hitam.
Ling Qing Zhu tersentak saat dia mulai mengetahui lokasinya. Dia sekarang ada di salah satu sekte, wilayah aliran hitam. Baru saja akan memikirkan hal lain, tiba-tiba saja sebuah suara terdengar.
"Xiao Shuxiang dihukum lagi..!"
"Apa?!"
"Oh! Dihukum? Apa kesalahannya kali ini?"
Ling Qing Zhu berkedip, dia mendengar nama Wali Pelindungnya disebut oleh anak yang masih berusia belasan tahun ini. Dirinya yang penasaran pun mulai mengikuti beberapa anak yang terlihat sangat antusias dengan kabar tersebut.
Sambil bertanya-tanya di dalam hati, Ling Qing Zhu tetap berjalan. Langkah kakinya mengarahkan dia ke sebuah bangunan yang mirip dengan Balai Utama sekte pada umumnya.
Terlalu banyak murid dari berbagai usia dan Ling Qing Zhu tidak bisa melihat dengan jelas. Dia baru ingat tubuhnya mampu menembus tubuh para murid ini, jadi dia menarik napas dalam dan mulai melangkah. Sejujurnya, dia sangat gugup saat melakukan hal tersebut.
Semakin ke depan, suara bagai pecutan terdengar di telinga Ling Qing Zhu. Dia pun menyaksikan seorang anak laki-laki yang berusia sangat muda dan tengah berlutut sambil menengadah.
Anak laki-laki itu menatap seorang pria dewasa yang tanpa henti menggerakkan cambuk berukuran sedang, tapi sangat perih jika mengenai kulit dengan keras.
Ling Qing Zhu terkejut, dia tidak tahu siapa anak laki-laki ini----namun terasa sangat tidak asing.
Hanya saja dia lebih terkejut lagi saat menyaksikan cambukan terus datang dan mengenai pipi serta tubuh anak ini. Dia menatap tajam ke arah pria yang begitu tidak warasnya menghukum seorang anak yang masih berusia belia. Bahkan Ling Qing Zhu yakin, anak ini belum berusia 7 Tahun.
"Apa aku masih belum cukup mengajarimu?" suara dingin dan tegas dari pria itu terdengar bersamaan dengan setiap cambukannya.
__ADS_1
"Tidak ada perlakuan khusus meski kau anak dari seorang Tetua, kau mengerti?"
Cambukan itu kembali datang dan mengenai bahu kanan anak kecil tersebut hingga tubuhnya gemetar. Ling Qing Zhu tidak tahu apa yang dilihatnya ini, namun rasanya sungguh keterlaluan.
"Jangan menangis!"
Bahkan para murid yang ada di sekeliling Ling Qing Zhu hanya beberapa yang nampak ngilu dan takut menyaksikan pemandangan ini, lainnya seperti telah terbiasa dan bahkan memperlihatkan tatapan penuh kekaguman. Entah itu ditujukan kepada pria ini atau kepada anak laki-laki yang menahan diri untuk tidak menjerit kesakitan.
"Bagus! Pertahankan ekspresimu yang seperti itu!" seringai menakutkan terlihat pada wajah pria yang ditatap oleh Ling Qing Zhu, namun cambukan pria itu justru semakin kuat.
Entah sudah berapa lama hukuman ini berlangsung, tetapi Ling Qing Zhu tidak bisa berbuat apa-apa selain merasakan sakit di hatinya dan gemetar di tubuhnya. Anak laki-laki yang dilihatnya penuh dengan luka, namun masih tetap tersenyum.
"Terima kasih atas pengajaran, Tetua. Xiang'Er tidak akan pernah lupa,"
Ling Qing Zhu membeku. Dia seperti mendengar suara petir menyambar hanya dengan ucapan dari anak laki-laki ini. Napasnya tercekat di tenggorokan bersamaan dengan sesuatu yang merangkak keluar dari pikirannya.
"Shu ... Shuxiang?" Ling Qing Zhu sangat tidak bisa menduga hal ini. Dia tidak pernah bertemu dengan Xiao Shuxiang saat pemuda itu masih anak-anak, jadi dia kebingungan diawal. Tapi sekarang, pikirannya benar-benar terbuka seolah baru saja disiram air dingin.
Xiao Shuxiang. Itu memang dia! Namun Ling Qing Zhu tidak pernah menyangka akan melihat kejadian semacam ini. Dia bahkan terkejut menyaksikan tubuh kecil Wali Pelindungnya yang diperlakukan dengan begitu kejam.
"Kalian semua ...." pria dewasa yang dingin dan kejam itu mengedarkan pandangan memperhatikan para muridnya. Dia berkata, "Ini adalah contoh agar kalian tidak melakukan sesuatu yang tidak berguna. Siapa pun yang berani melanggar aturan, entah itu kesalahan kecil atau besar----hukumanku tidak akan berbelas kasih."
Pria dewasa itu menatap merendahkan dan dingin pada anak laki-laki yang masih berlutut di hadapannya. Dia pun berkata, "Kau pergilah ke Paviliun Bulan Beku dan dapatkan pengobatan. Untuk kalian! Jangan ada yang membantu Xiao Shuxiang. Jika dia mati dalam perjalanan, maka buang saja jasadnya keluar dari sekte."
Ling Qing Zhu entah sejak kapan sudah memegang Baiyi di tangannya. Darahnya mendidih melihat sikap dari orang ini kepada sosok yang masih sangat kecil. Belum lagi, para murid yang lain justru memberi hormat dan berterima kasih kepada orang itu. Mereka benar-benar mengabaikan anak yang masih berlutut dalam kondisi terluka parah.
Seorang murid yang nampak berusia lebih dewasa, sekitar 13 Tahun terlihat berjalan dan berjongkok tepat di hadapan anak kecil yang terluka itu. Dialah pelaku yang melempar hewan malang tersebut.
"Kau lihat?" murid itu buka suara, "Hanya karena masalah kecil seperti ini .... Kau benar-benar dihabisi. Jujur saja, aku terkejut kau tidak mati. Tapi seperti yang kau lihat, Tetua yang merupakan ayahmu sendiri bahkan tidak memberikanmu ampunan. Dia adalah Tetua yang sangat hebat, sayang sekali anaknya begitu payah."
Anak yang berusia 13 Tahun, bagaimana bisa berbicara kasar dan bahkan mampu memberikan pandangan seburuk itu pada orang lain? Ling Qing Zhu tidak tahu harus berkata apa, tetapi jika saja dia bisa----dia akan langsung memberikan hukuman berat pada anak ini.
"Kau begitu bodoh karena memelihara seekor kelinci tidak berguna di tempat ini," seorang murid berkata, "Sekte Serigala Iblis bukan penampungan hewan. Yang kau lakukan ini justru mengotori sekte kita,"
"Hmph, dasar tidak berguna."
Ling Qing Zhu menatap tajam ke arah anak yang berani berkata kasar seperti itu. Dia melihat beberapa murid berjalan pergi dengan sangat angkuh, sebagian ingin menolong----namun takut dihukum.
Sekarang yang ada di ruangan ini hanya anak laki-laki yang terluka, seekor kelinci yang mati mengenaskan dan Ling Qing Zhu yang tidak bisa berbuat apa-apa.
Ling Qing Zhu melihat tangan kecil itu terulur, nampak gemetar dan terlihat ada bekas cambukan di punggung tangan anak tersebut. Dia memperhatikan wajah anak ini dan begitu kuat menahan sakit di seluruh tubuhnya.
Ling Qing Zhu terkejut melihat anak kecil itu memeluk kelinci yang sudah mati dan berusaha untuk bangun. Anak kecil itu terjatuh dan kemudian terbatuk darah, dia jelas sedang terluka---namun tetap mencoba berdiri, lagi dan lagi.
Ling Qing Zhu tidak pernah merasakan rasa sakit semacam ini. Dia mengikuti seorang anak yang berusaha menyeret tubuhnya sendiri ke Paviliun Bulan Beku, bahkan dia terkejut menyaksikan lokasi paviliun itu yang berada di atas 33 anak tangga.
"Ini ...." Ling Qing Zhu terkejut. Anak kecil yang terluka parah dengan usia yang bahkan belum mencapai 7 Tahun pasti akan mati menaiki anak tangga ini.
__ADS_1
Sekte Serigala Iblis. Sebenarnya perguruan semacam apa yang begitu kejam kepada anak yang masih sangat muda, bahkan terlalu muda?!
"Shuxiang ..." Ling Qing Zhu mengikuti setiap langkah kecil dari anak laki-laki ini.
Dalam hati, dia bertanya-tanya apa sosok ini adalah Wali Pelindungnya, sosok Xiao Shuxiang yang dia kenal atau bukan. Jika benar, mungkinkah ini bagian masa lalu Xiao Shuxiang yang tidak pernah bisa dia bayangkan?
Setiap kali Ling Qing Zhu melihat jejak darah di tangga, dia merasa semakin sakit. Anak yang begitu kecil ... Terlihat mendorong dirinya sendiri untuk terus melangkah menaiki anak tangga satu demi satu.
Terkadang anak itu berhenti, bahkan nyaris tumbang. Namun dia tetap saja keras kepala dan kemudian berjalan kembali. Ling Qing Zhu mendengar suara napas yang terengah-engah dan sebuah gumaman kecil.
"Jika aku mati, tidak ada yang akan menguburmu. Tunggu sebentar lagi,"
Ling Qing Zhu mengepalkan tangannya, dia kesulitan menelan ludah. Jadi karena inilah Xiao Shuxiang kecil begitu keras kepala? Bahkan saat pandangannya telah memudar, anak ini berusaha untuk tetap sadarkan diri hanya agar bisa mengubur mayat seekor kelinci. Apa ini sungguh Wali Pelindungnya?!
Perhatian Ling Qing Zhu tidak pernah berpindah. Dia memperhatikan Xiao Shuxiang bahkan ketika anak itu mulai diobati oleh seorang wanita tua di Paviliun Bulan Beku.
"Anak nakal," wanita tua itu merutuk saat sedang meracik tanaman obat, "Terakhir kali kau membolos latihan dan dihukum. Sekarang kau membawa hewan aneh ke sekte ini dan lihat! Kau hampir saja mati,"
"Aku hanya penasaran dengan benda bercahaya yang naik ke langit. Itu terjadi setiap setahun sekali, tidakkah Nenek juga melihatnya?"
"Untuk apa diperhatikan. Hanya karena benda aneh itu, kau hampir kehilangan nyawamu." wanita tua itu menggeleng pelan dan berkata, "Kau tahu benar sifat ayahmu. Kenapa kau tak pernah berhenti untuk tidak membuatnya marah? Dan kenapa kau masih membawa binatang itu?"
"Aku ... Ingin menguburnya,"
"Xiao Shuxiang..! Jika ayahmu tahu kau masih menyimpan benda itu, dia akan menguburmu bersamanya. Cepat buang sekarang..!"
"Nenek, tapi ini bukan benda. Aku-"
"Xiang'Er..!" wanita tua membentak, "Kenapa kau tidak mengerti?! Kau lahir di tempat yang keras, tidak ada tempat untuk hati selembut tahu milikmu."
Dibalik cadar tipisnya, Ling Qing Zhu nampak mengigit bibir. Bahkan jika dia mempunyai seluruh ketenangan di dunia ini, dirinya masih bisa marah.
"Ambil ini dan habiskan," wanita tua itu menyodorkan secawan cairan obat yang terlihat begitu hijau. Dia melihat wajah anak laki-laki di hadapannya yang begitu pucat.
Sebelum bocah tersebut bicara, dia tiba-tiba menyela dengan berkata. "Tidak ada permen gula merah untukmu. Kau harus belajar minum obat yang pahit,"
"Nenek ..."
"Jika tidak minum, maka tidak perlu ke sini lagi. Kau bisa mati dan menyusul kelincimu itu,"
Ling Qing Zhu melihat Xiao Shuxiang kecil menerima ramuan obat itu dan kemudian meminumnya. Dia tahu Wali Pelindungnya sangat tidak suka pahit, jadi dirinya bisa menebak apa yang mungkin akan terjadi.
Nenek tua itu membekap mulut anak laki-laki yang masih belia itu untuk tidak memuntahkan obat buatannya. Sebagai ganti, saat obat berhasil ditelan---tidak berlangsung lama anak kecil itu mulai memuntahkan darah. Bahkan air mulai menetes dari pelupuk matanya saat dia terbatuk.
Ling Qing Zhu tidak tahan melihatnya. Namun seberapa keras pun mencoba, dia tidak bisa menolong anak kecil ini. Seberapa keras pun dia berusaha, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.
******
__ADS_1