KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
198 - Penaklukan


__ADS_3

Xiao Shuxiang dan teman-temannya mengikuti Jian Yang dan Li Huanshou. Wang Zhao tertinggal jauh di belakang, namun masih berusaha untuk mengejar yang lainnya.


Xiao Shuxiang menapakkan kakinya di salah satu dahan pohon dan kembali melesat. Dia pun bertanya, "Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Kenapa kalian begitu panik?"


Jian Yang mendengarnya dan berusaha menjelaskan, "Kami sedang memperbaiki pedangmu yang patah itu. Liu Wei Lin dan kami sedikit bertengkar dan dia mulai melempar pedangmu ke udara,"


Li Huanshou ikut bersuara, "Tuan muda Liu itu memperbaiki pedangmu dengan cara mengalirkan energi spiritualnya. Kami membantunya untuk hal itu dan tiba-tiba saja, pedang pusakamu berubah menjadi besi berujung runcing dan justru menyerang kami."


"Sumpah. Kami hanya memperbaikinya, sama sekali tidak melakukan hal yang lain." Jian Yang berkata, "Besi berujung runcing itu menyerang seperti kesurupan dan buruknya----dia bahkan menjadi besi yang sangat beracun. Tergores sedikit saja, maka ...."


Jian Yang tidak bisa melanjutkannya, tapi para kultivator muda yang lain sudah mengetahuinya. Dia pun bernapas pelan dan berkata pada Xiao Shuxiang, "Tolong jangan salahkan kami. Tidak ada yang menginginkan kejadian ini terjadi. Kami tidak bermaksud merusak pedangmu, Saudara Xiao."


"Aku tahu," Xiao Shuxiang berujar. "Kalian sudah bekerja keras. Apa yang kalian lakukan ini sudah terlalu baik, pedangku memang mengandung racun."


!!


Jian Yang dan Li Huanshou jelas saja kaget dengan penuturan Xiao Shuxiang. Keduanya baru akan bicara saat pemuda tampan tersebut melesat lebih cepat dan mendahului mereka.


*


*


Di tempat lain, sudah banyak pohon yang mati dan tumbang akibat pertarungan yang dilakukan oleh Bocah Pengemis Gila. Pria dengan riasan aneh itu sudah berusaha bertahan sambil menjaga jarak sejauh ini. Satu kesalahan kecil saja, maka semuanya akan selesai.


Liu Wei Lin sendiri terus mengikuti Bocah Pengemis Gila dan memperhatikan cara bertarung pria asing itu. Dia membantu dengan serangan jarak jauh dan berhasil membuat Yīng xióng terpental.


Masalahnya, sekeras apa pun Liu Wei Lin dan Bocah Pengemis Gila melesatkan serangan----itu sama sekali tidak ada artinya. Ini karena mereka menghadapi sebuah benda, bukan makhluk hidup sejenis manusia atau pun Demonic Beast.


Buruknya, Yīng xióng tidak hanya kuat dan gesit-----tetapi juga mampu menyerap serangan lawan dan melesatkannya dengan kekuatan yang berlipat ganda.


"Bagaimana ini?!" Bocah Pengemis Gila bernapas pelan, "Aku mempunyai Teknik Pernapasan Naga yang kuat, tapi jika itu kukeluarkan dan senjata pusaka tersebut menyerapnya...."


Ekspresi Bocah Pengemis Gila menjadi pucat, dia menelan ludah. "Jika senjata itu menyerap dan mengeluarkannya dengan kekuatan berlipat ganda, maka tempat ini akan menjadi tidak selamat."


Bocah Pengemis Gila mengurungkan niat dan fokus pada posisi bertahan. Dia pun kembali berkata, "Aku juga tidak mungkin memakai Tenaga Dalam Berat, teknik itu akan efektif dalam serangan jarak dekat. Masalahnya, yang kuhadapi saat ini adalah benda yang mengandung racun, bagaimana jika kulitku sampai tergores sedikit saja? Itu ... Tidak, tidak, tidak. Aku tidak mau mengambil risiko yang begitu besar,"


Di saat semacam ini, memang benar-benar hanya Xiao Shuxiang yang bisa mengatasi senjata gila itu. Bocah Pengemis Gila hanya mampu bertahan untuk sekarang, dia harus menahan diri agar tak sampai kebablasan melakukan serangan yang kuat.

__ADS_1


Liu Wei Lin pun juga ikut menyadari kemampuan senjata yang dia lihat. Selama ini, Yīng xióng tidak pernah menghindari serangan jarak jauhnya dan justru senjata itu menerimanya begitu saja.


Jika Yīng xióng adalah makhluk hidup, mustahil dia akan bisa bertahan sampai saat ini tanpa terluka parah. Hanya saja, tidak hanya bukan makhluk hidup----Yīng xióng merupakan monster dengan wujud benda padat yang sulit ditaklukkan.


"Tidak baik ...." Liu Wei Lin tanpa sadar menahan napas, "Karena senjata itu bukan makhluk hidup-----dia tentu tidak mempunyai rasa lelah. Kecepatannya bukan hanya tidak berkurang, tetapi justru semakin bertambah."


Liu Wei Lin melesat dan memperhatikan terus pertarungan Bocah Pengemis Gila melawan besi berujung runcing tersebut. Dia pun berdecak, "Aku juga tidak bisa memberi serangan secara sembarangan. Benda itu bisa menyerap seranganku dan melesatkannya untuk menyerang pria asing itu. Ssh... Bagaimana ini.."


Di saat Liu Wei Lin sedang berpikir, Bocah Pengemis Gila mulai terpojok. Pria yang membawa tongkat bambu itu berdiri dengan pohon besar di belakangnya.


Dia tidak sempat melompat menghindar dan saat ini benar-benar hanya mampu memakai Tenaga Dalam Berat. Bocah Pengemis Gila pun mulai mengepalkan tangannya dan hendak menyerang Yīng xióng saat sebuah tendangan langsung mengenai pinggangnya hingga dirinya hampir terjatuh.


!!


Nyaris saja tubuh Bocah Pengemis Gila menubruk tanah andai sebuah tangan tidak terulur dan memegang tangannya. Dia terkejut, namun belum sempat untuk bereaksi-----suara bagai sambaran petir terdengar sangat menggelegar.


Saat suara sambaran petir itu mulai mereda, terdengar seseorang bicara.


"Maaf menendangmu,"


Suara yang didengar Bocah Pengemis Gila sangat tidak asing. Saat pria dengan tongkat bambu itu menoleh untuk melihat siapa yang bicara barusan, dia pun tersentak.


"Hmph, sepertinya kau kerepotan." Xiao Shuxiang tersenyum meledek, dia benar-benar datang seperti pahlawan di mata Bocah Pengemis Gila.


"Kenapa kau lama sekali?! Kau hampir membuatku terbunuh, tahu..!" Bocah Pengemis Gila hampir menangis karena sudah mengerahkan kemampuannya untuk berhadapan dengan senjata tidak waras.


Senyuman Xiao Shuxiang semakin lebar saat dengan tenangnya dia berkata. "Bukankah pahlawan selalu datang di saat yang benar-benar genting? Jika tidak, bagaimana ceritanya akan seru."


"Xiao Shuxiang, itu adegan klise. Sudah terlalu klasik. Kau ini benar-benar anak yang menyebalkan,"


"Aku juga sebenarnya tidak mau datang terlambat. Kau pikir aku ini cenayan yang bisa tahu bahwa kau sedang bertarung sekarang," Xiao Shuxiang bicara dengan Bocah Pengemis Gila sambil menatap lurus dengan lengan kiri yang menahan serangan Yīng xióng.


Bocah Pengemis Gila baru melihatnya dan amat syok saat melihat ujung runcing dari besi itu menancap tepat di tangan Xiao Shuxiang. Matanya melebar saat memperhatikan jari-jari tangan Xiao Shuxiang yang mulai berwarna ungu-kehitaman.


!!!


"Saudara Xiao...!" Liu Wei Lin juga sangat terkejut. Dia sampai tidak tahu harus mengatakan apa. Tiba-tiba saja Xiao Shuxiang datang dan menghadang serangan senjata itu dari Bocah Pengemis Gila.

__ADS_1


Xiao Shuxiang segera melepaskan pegangan tangan Bocah Pengemis Gila saat pria itu sudah berdiri dengan baik. Dia pun mulai menotok urat di sekitar lengannya untuk menghentikan penyebaran dari racun Yīng xióng.


Ujung runcing dari senjata itu menusuk lengan Xiao Shuxiang sangat dalam sampai menembus tulangnya. Dia sedikit meringis, namun masih bisa menahan erangan kesakitan.


"Shuxiang ...." ekspresi Bocah Pengemis Gila begitu pucat. Dia sampai merasakan sakit di tenggorokannya, suaranya agak bergetar. "Kau .... Kau ...."


"Aku akan baik-baik saja," Xiao Shuxiang memegang batang besi yang menancap di tangannya dan berusaha menariknya keluar. Dia berkata, "Untuk menghentikan senjata seperti ini .... Memang harus sedikit berkorban. Kau mengerti?"


"Kau akan mati, Nak?!" Bocah Pengemis Gila merasa sangat gelisah. Dia melihat Lan Guan Zhi, Jian Yang, Li Huanshou dan Yan Tianhen ikut mendekat.


"Saudara Xiao...!?" Jian Yang baru saja sampai dan tentu saja terkejut melihat pemandangan semacam ini. Ekspresinya pucat bukan main.


Li Huanshou pun kaget. Sebelumnya, dia sudah amat terkejut karena Saudara Xiao-nya bisa melesat lebih cepat dan meninggalkan mereka meski praktiknya rendah. Dan sekarang dia kembali dikejutkan.


Xiao Shuxiang berhasil melepaskan besi yang menancap di tangannya. Dia pun berujar kepada senjata tersebut, "Kau sungguh sudah membuat masalah."


"Saudara Xiao, tanganmu...!" Yi Wen yang juga ada di tempat kejadian seketika berseru. Dia melihat tangan kiri Saudara Xiao-nya yang nampak berwarna ungu-kehitaman.


"Bukan masalah, Yīng xióng masih kenal dengan pemiliknya. Jika dia melupakan aku, maka mana mungkin dia memakai racun. Senjata ini bisa saja menjadikanku tulang-belulang saat ini juga,"


"Tapi itu racun," Lan Guan Zhi bersuara tenang, namun tatapan matanya jelas mengandung rasa khawatir yang dengan baik disadari oleh Xiao Shuxiang.


"Tidak apa, Lan Zhi. Aku sudah menghentikan penyebaran racunnya. Lebih baik kuatasi benda ini lebih dahulu--Waa!" Xiao Shuxiang kaget saat tiba-tiba senjata di tangannya hendak melepaskan diri. Dia ditarik dan membuat teman-temannya syok.


"Shuxiang....!" Bocah Pengemis Gila berseru. Dia menyusul Xiao Shuxiang, namun dengan segera teman baik Lan'Er Gege-nya itu menghentikan.


"Jangan kemari..! Kalian tidak boleh ke sini..!" Xiao Shuxiang mencengkeram kuat senjata di tangannya dan beberapa kali hampir dibuat menghantam pohon andai dia tidak melentingkan tubuh.


"Yīng xióng--" Xiao Shuxiang merasakan kebas di tangannya, tapi tetap berusaha untuk menjaga agar cengkeramannya tidak sampai mengendur.


"Ukh, kau hanya benda. Akulah yang mengendalikan di sini. Bersikap patuhlah atau aku tidak akan segan lagi..!" tangan Xiao Shuxiang mengeluarkan darah akibat terlalu kuat mencengkeram Yīng xióng. Giginya sampai bergemeretakan.


Yīng xióng terus menarik Xiao Shuxiang dan bahkan mengeluarkan aura yang sangat menekan. Kaki Xiao Shuxiang berpijak di tanah dan nyaris terbenam, tekanan senjata di tangannya luar biasa kuat. Organ dalamnya pun ikut terluka.


"Tsk. Senjata yang tidak mau mendengarkan..!" Xiao Shuxiang menggunakan kedua tangan meski tangan kirinya sedang terluka. Urat menegang di dahi dan lehernya.


Tanpa sadar, simbol dari segel di dahi Xiao Shuxiang terlihat dan angin kejut tercipta bersamaan dengan kejadian itu.

__ADS_1


******


__ADS_2