KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
55 - Kedekatan


__ADS_3

Bimbingan yang diberikan kepada Ling Qing Zhu dan para kultivator yang masih baru di sekte ini berakhir setelah sore hari. Mereka dibawa ke sebuah kediaman yang di dalamnya ternyata adalah tempat untuk makan.


Ling Qing Zhu tidak menolak, dia bahkan duduk bersama empat orang kultivator yang dua di antara mereka adalah pria. Hanya saja setelah makan sesumpit nasi, Ling Qing Zhu berdiri dan pamit untuk pergi ke kamarnya.


Sepanjang jalan dia terus didekati oleh banyak kultivator, bahkan baru sehari di tempat ini----sudah ada tiga lamaran langsung yang diberikan kepadanya.


Ling Qing Zhu tentu tidak memberikan jawaban satu pun dan lebih memilih berjalan pergi. Tindakan itu bukannya membuat para pria tersebut menyerah, tetapi justru membuat mereka semakin bersemangat mengejarnya.


Ling Qing Zhu yang kini ada di dalam kamarnya nampak mengembuskan napas lelah. Di tempat ini dirinya memang dihormati, namun tetap saja ada kultivator yang dari penglihatannya sangatlah tidak tahu malu.


Gadis berambut putih itu memutuskan untuk membersihkan diri. Dia pun mulai berjalan ke arah sekat kayu dan mandi dengan cepat. Dia paling tidak suka berlama-lama dalam bak mandi, apalagi mengingat sekte ini bukanlah rumahnya.


!!


Suara keras terdengar dan membuat Ling Qing Zhu tersentak kaget. Dia bergegas mengambil pakaiannya dan menarik pedang pusakanya. Suara keras barusan itu jelas sekali karena ada orang yang berani menerobos masuk ke kamarnya.


"Kucing Putih...!"


?!


Ling Qing Zhu mengenali suara tersebut. Dia pun berjalan keluar dan melihat ada pemuda yang sepertinya masuk ke dalam kamarnya melewati jendela. Tindakan seperti ini hanya satu orang yang bisa melakukannya.


"Shuxiang...?"


Xiao Shuxiang berbalik ketika mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Dia melihat Ling Qing Zhu dengan pakaian putih dan rambut yang tergerai panjang.


Ling Qing Zhu sebenarnya tidak yakin bahwa pemuda yang dilihatnya ini adalah Wali Pelindungnya, namun dugaan itu langsung tertepis ketika pemuda tersebut kembali memanggilnya.


"Kucing Putih,"


!!


Hanya Xiao Shuxiang yang akan bersikap biasa saja saat melihat wajahnya, baik ketika memakai cadar maupun tidak. Ini membuat Ling Qing Zhu lebih tenang dan tidak merasa perlu untuk waspada.


"Apa yang kau lakukan di tempat ini?" suara Ling Qing Zhu dingin. Dia menyimpan pedangnya kembali.


Wajah cantik yang dia miliki dapat memikat siapa pun, namun sepertinya itu tidak berlaku pada Xiao Shuxiang dan inilah yang membuat Wali Pelindungnya sangat mempesona.


"Tentu saja mengikutimu," Xiao Shuxiang dengan polosnya berkata, "Aku tidak mungkin membiarkan istriku sendirian di tempat yang penuh bahaya. Kau tidak akan bisa membayangkan apa yang telah kukorbankan untuk dapat sampai ke tempat ini,"


"Aku akan baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir,"


"Bagaimana bisa begitu? Lupakan tentang Demonic Beast, aku khawatir dengan laki-laki di tempat ini. Para pria itu sangat menyeramkan Kucing Putih, kau tidak akan menyadarinya sebelum benar-benar diterkam. Aku tidak mau itu terjadi,"


"......."


Ling Qing Zhu terdiam dengan tatapan yang terus memperhatikan pemuda di hadapannya. Dia menunggu dan tetap menunggu sampai akhirnya tidak tahan lagi.

__ADS_1


Suara Ling Qing Zhu dingin, "Mau sampai kapan kau memegang tanganku?"


Xiao Shuxiang tersentak dan baru sadar dia tadi meraih kedua tangan gadis di depannya. Dia pun melepaskannya dan memperlihatkan ekspresi yang cemberut.


Xiao Shuxiang merutuk, "Aku hanya memegangmu. Masa begitu saja kau tidak mau,"


"Hmph, memalukan."


"Oh, ayolah. Kita ini sudah menikah. Apa saat aku menaruh perhatian itu akan dianggap memalukan? Pasangan suami-istri lain tidak seperti ini, Kucing Putih. Aku sampai tidak tahu lagi harus berbuat apa padamu,"


"......"


Ling Qing Zhu memperhatikan ketika Wali Pelindungnya mulai cerewet. Ekspresi wajahnya tidak berubah, namun hatinya terasa hangat ketika melihat pemuda di depannya baik-baik saja.


"Shuxiang, kau duduklah."


Xiao Shuxiang menggelembungkan pipinya, "Kau pasti tidak mendengarkan aku mengomelimu, kan? Kau ini sangat keterlaluan,"


Meski di dalam kamar itu hanya Xiao Shuxiang yang sangat cerewet, namun pemuda tersebut tetap duduk seperti yang diminta Ling Qing Zhu. 


Gadis berambut putih itu menuangkan teh pada sebuah cawan keramik dan meletakkan di atas meja, tepat di depan Xiao Shuxiang. 


Ling Qing Zhu duduk berhadapan dengan Wali Pelindungnya, dia bertanya. "Apa pakaian itu adalah pakaian pelayan?"


"Benar, aku menjadi tukang cabut rumput." Xiao Shuxiang memijat keningnya, "Kau bisa membayangkan betapa sulitnya itu. Aku bahkan sampai sekarang masih tidak percaya benar-benar melakukannya,"


"Mn, itu pasti sangat mempesona."


"......"


Ling Qing Zhu mengembuskan napas pelan. Pemuda di hadapannya inilah yang tidak mengerti ucapannya. Dia baru saja memuji Wali Pelindungnya karena jujur baginya, Xiao Shuxiang berprofesi seperti apa pun tetap sangat mempesona. Ling Qing Zhu bahkan menantikan saat dia melihat Wali Pelindungnya bekerja.


"Kucing Putih?"


"Mn? Ada apa?"


"Kau tidak kesulitan menaiki Tiān lù? Kau tidak mengalami luka dalam, kan?"


"Aku baik-baik saja,"


Xiao Shuxiang memang melihat Ling Qing Zhu nampak sehat-sehat saja. Tapi dia masih penasaran, "Aku masih belum bisa tenang. Kemari dan ulurkan tanganmu,"


"Tidak perlu. Aku tidak apa-apa,"


"Aku hanya ingin memastikannya," Xiao Shuxiang mendesak. "Aku ini tahu bahwa kau punya kebiasaan buruk yang suka sekali menahan rasa sakit. Jadi ulurkan tanganmu,"


Xiao Shuxiang sebenarnya tahu bahwa itu adalah hal yang wajar sebab gadis ini tidak ingin disebut lemah.

__ADS_1


Pada akhirnya Ling Qing Zhu menyerah, dia mengulurkan tangan kanannya dan Wali Pelindungnya nampak memeriksa denyut nadinya.


Dia memperhatikan bagaimana Xiao Shuxiang begitu serius memeriksa kondisi tubuhnya.


Ling Qing Zhu berujar tenang, "Aku tahu cara menggunakan Qi untuk penyembuhan. kau tidak perlu sampai seperti ini,"


"Tidak masalah, setidaknya ini hal yang bisa kulakukan untukmu." Xiao Shuxiang mengembuskan napas lega saat merasa tidak ada yang aneh dengan denyut nadi Kucing Putihnya. Dia kembali meminum teh miliknya.


Ling Qing Zhu, "Kau tidur di mana malam ini?"


Xiao Shuxiang tersedak, dia pun terbatuk dan menatap gadis berambut putih di depannya. Cara Kucing Putihnya memulai pembicaraan benar-benar sesuatu. 


"Ahem, aku punya gubuk bambu sendiri, meski tidak sebesar dan sebagus kamarmu. Memang kenapa? Jangan bilang kau mau mengundangku tidur di sini," Xiao Shuxiang tersenyum. Dia hanya asal bicara dan semata-mata menggoda Kucing Putihnya. Siapa yang tahu reaksi gadis itu sangat tidak terduga.


Ling Qing Zhu dengan tenangnya bicara, "Tempat tidur di kamar ini nyaman. Kau bisa tinggal, aku hanya akan duduk dan mempelajari beberapa buku."


Xiao Shuxiang tersenyum pahit, "Kadang kau benar-benar menjadi orang yang sangat menyebalkan, Kucing Putih. Kau begitu tidak peka,"


"Mn? Kau mau tidur denganku?"


!!


Xiao Shuxiang terkejut mendengar pertanyaan tidak terduga barusan. Saking kagetnya dia sampai membuat cawan keramik yang dipegangnya pecah hingga tangannya terkena air panas.


Ekspresi Ling Qing Zhu tidak berubah, namun tatapan matanya nampak memperlihatkan keterkejutan. "Kenapa kau ceroboh sekali?"


"Kau sekarang terlalu peka!" ujung telinga Xiao Shuxiang memerah, "Bagaimana kau bisa mengatakan hal semacam itu dengan sangat mudah? Bahkan tanpa rasa sama sekali. Kau... Tidak tahu malu,"


"Apa yang memalukan dengan tidur bersama? Aku tidak mengajakmu berhubungan suami-istri..." Ling Qing Zhu dengan tenang meminum teh miliknya, "Lagipula kau masih terlalu muda."


Xiao Shuxiang terkejut, gadis di depannya benar-benar mengatakan sesuatu yang sangat jelas. Masalahnya kenapa dialah yang justru salah tingkah. "Ya ampun, seakan usiamu sudah ratusan tahun saja. Kau sungguh Kucing Putihku, kan? Aku tidak tahu kau bisa bicara spontan begitu..."


"Jika kau pria dewasa. Kau tidak akan salah tingkah begitu. Kau mudah ditebak," Ling Qing Zhu menggeleng pelan. 


Dia bisa bicara seperti tadi bukan tanpa alasan. Ling Qing Zhu tahu bahwa dirinya menikah dengan kultivator yang usianya lebih dari seratus tahun, belum lagi rumor tentang Wali Pelindungnya yang suka pergi ke tempat bordil. Dia tentu tidak bisa menjadi gadis polos yang tidak tahu apa-apa.


Hanya saja saat melihat reaksi dari Wali Pelindungnya ini----Ling Qing Zhu jadi yakin bahwa Xiao Shuxiang tidak pernah memiliki hubungan seperti 'itu' dengan para wanita. Padahal biasanya orang yang dianggap tirani menakutkan dan sosok yang membawa kekacauan mana mungkin tidak pernah merusak wanita.


"Mengejutkan," Ling Qing Zhu menatap pemuda di hadapannya. "Aku penasaran dengan apa yang selama ini kau lakukan saat pergi ke tempat bordil,"


Xiao Shuxiang terbatuk pelan, "Tentu saja aku ke sana untuk bermain, melepas lelah dan mencari hiburan. Memang apalagi? Kau sendiri apa tidak pernah ke tempat seperti itu?"


Ah, Xiao Shuxiang baru tersadar. Kenapa dia menanyakan sesuatu yang tidak tahu malu kepada Ling Qing Zhu. Gadis cantik ini jelas mustahil menginjakkan kaki ke tempat yang begitu buruk. Dia telah salah bicara.


"Kucing Putih, maksudku..."


"Aku pernah sekali ke tempat bordil." Ling Qing Zhu dengan tenang menyela ucapan Xiao Shuxiang, dia kembali bersuara. "Di tempat itu hanya ada wanita. Aku tidak bisa menemukan pria yang tampan dan layak untuk diajak bermain,"

__ADS_1


!!


******


__ADS_2