![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Di antara peserta barisan Istana Seribu Pedang terlihat Li Huanshou dan Jian Yang. Mereka berdua terus menatap ke arah Xiao Shuxiang tanpa mengalihkan perhatian ke tempat lain. Tatapan mata Jian Yang-lah yang paling terlihat begitu memupuk kebencian pada pemuda itu.
Di lantai tertinggi, Konferensi Aliansi Abadi dibuka dengan sambutan Tetua Besar dari perguruan Menara Bintang Suci. Ini hal yang wajar dan sama sekali bukan masalah besar mengingat Menara Bintang Suci telah menghabiskan banyak uang mereka.
Xiao Shuxiang nampak begitu perhatian mendengarkan tetua besar Menara Bintang Suci menjelaskan setiap aturan Konferensi. Suara dari sosok pria yang dikenal bernama Wang Haoran tersebut terdengar hingga ke semua telinga para kultivator. Jelas hal itu membuktikan bahwa Tetua Wang Haoran mempunyai kemampuan yang mumpuni.
"Konferensi berlangsung selama sepuluh hari. Setelah memasuki gerbang cahaya, seluruh peserta akan tiba di Ngarai Xiling. Komunikasi mereka terhadap dunia luar akan terputus, namun para penonton di tempat ini masih mampu menyaksikan situasi yang dihadapi oleh para peserta konferensi."
Xiao Shuxiang berkedip dan menatap kagum ketika tiba-tiba terbentuk cahaya keperakan yang makin menebal dan juga cukup lebar. Cahaya itu berada di depan peserta dan berangsur-angsur berubah warna hingga sangat menarik perhatian.
Tetua Wang Haoran kembali memberikan penjelasan, "Kalian harus tahu bahwa ada sekitar lima ribu atau lebih monster di dalam Ngarai Xiling. Monster-monster itu memiliki level kekuatan yang berbeda dan tugas kalian sebagai peserta adalah menjatuhkan para monster tersebut dan mengumpulkan Demonic Core-nya."
"Gelang perak yang dibagikan pada kalian mempunyai fungsi seperti Cincin Spasial," ucapan Tetua Wang Haoran membuat beberapa peserta melihat gelang perak yang mereka pakai di tangan kiri masing-masing.
Tetua Wang Haoran lanjut berkata, "Demonic Core yang tersimpan di dalam gelang perak itu akan secara otomatis tersortir dan langsung terlihat pada papan peringkat 100 besar di sebelah sini,"
Mo Huai yang juga merupakan salah satu peserta Konferensi Aliansi Abadi nampak menatap kagum pada papan peringkat di hadapannya. Dia berkedip sebelum raut wajahnya berubah pucat.
"Lebih dari lima ribu monster, kemudian disediakan papan peringkat...." Mo Huai bergumam dengan napas yang tertahan, "Membayangkan namaku ada di antara seratus besar itu saja sudah merupakan kemustahilan. Satu-satunya yang pasti adalah .... Namaku lebih dahulu ditulis sebagai peserta yang gugur paling pertama. Itu sudah pasti,"
Wang Zhao yang berdiri di dekat Mo Huai mendengarnya. Dia bisa melihat ekspresi wajah pemuda ini yang nyaris bagai mayat hidup. Tidak hanya wajah Mo Huai yang pucat, bahkan pemuda di dekatnya ini pun nampak gemetar saking takutnya.
"Mo Huai, tenangkan dirimu." Wang Zhao bersuara pelan, "Konferensi Aliansi Abadi diadakan untuk alasan mengembangkan kemampuan diri. Aku yakin kau bisa,"
"Tuan Muda Wang, hidupku sendiri adalah beban..." nada suara Mo Huai terdengar gemetar, "Sebelumnya aku terus ditolong oleh tuan muda Xiao dan yang lainnya, tapi sekarang aku malah harus menolong diri sendiri. Aku tidak bisa melakukannya. Aku benar-benar tidak bisa,"
Wang Zhao bernapas pelan saat melihat air mulai menumpuk di mata Mo Huai. Dia pun mengembuskan napas dan berkata pelan, "Mo Huai. Aku sendiri juga bukan orang yang hebat. Tapi tidak ada yang bisa kita lakukan jika terus mengikuti rasa takut. Kau jangan cemas, aku akan selalu bersamamu."
Mo Huai mengusap air yang hampir jatuh dari matanya. Pemuda yang mempunyai gigi taring manis itu baru saja ingin mengucapkan terima kasih pada Wang Zhao saat suara Tetua Wang Haoran mengejutkannya.
"Masing-masing peserta yang memasuki Gerbang Cahaya akan tiba di tempat yang berbeda-beda. Burung Hantu Roh akan melintasi langit dan mengawasi situasi peserta. Sangat dilarang ada perkelahian antar sekte! Jika itu sampai terjadi, maka hak berpartisipasi dalam konferensi akan dicabut dan peserta itu dikenakan hukuman sesuai peraturan yang berlaku."
Mo Huai lebih fokus mendengarkan ucapan pertama dari Tetua Wang Haoran barusan. Dia pun tersenyum pahit dan menatap Wang Zhao. Air kembali menggenang di pelupuk matanya.
Wang Zhao terlihat agak bersalah sebab dia berkata akan selalu bersama Mo Huai, namun penjelasan tetua Besar Menara Bintang Suci yang mengatakan para peserta akan tiba di tempat yang berbeda-beda itu sudah seperti api yang membakar ucapannya barusan.
"Mo Huai, aku akan mencarimu." Wang Zhao memastikan akan mencari Mo Huai dan melindunginya.
"Tuan Muda Wang.... Kau tidak perlu bersusah payah," Mo Huai bersuara lirih. "Aku mati pun tidak akan mengubah apa-apa. Setelah satu hari berlalu, namaku tidak akan diingat lagi..."
Wang Zhao menahan napas, pemuda di sampingnya ini sangat pesimis. Mo Huai terlalu mudah menyerah, apalagi dia kini mulai menggumamkan sesuatu seperti 'beban', 'figuran', 'orang paling biasa' dan lain sebagainya.
Tetua Menara Bintang Suci masih menyampaikan beberapa hal, namun pendengaran Wang Zhao agak terganggu dengan suara-suara di sekitarnya.
Pada saat ini, entah murid laki-laki dan perempuan yang menjadi peserta----bahkan termasuk para penonton sedang diam-diam berdiskusi.
"Apa dia Tetua Dao Fang An? Dia sangat tampan."
"Ini pertama kalinya aku melihat Tetua Besar Sekte Lautan Awan, dia begitu sangat muda."
__ADS_1
"Selama ini tetua Sekte Lautan Awan yang terkenal tampan adalah Tetua Puncak Xuyang, Tetua Jing Shang Yu. Tapi melihat pemuda itu ..... Mereka berdua seperti berasal dari dunia yang berbeda,"
"Kau melihatnya dari wajah, coba perhatikan baik-baik praktiknya. Pemuda itu hanya berada di Forging Qi Tingkat 7, apa mungkin dia Tetua Besar Sekte Lautan Awan?"
?!!
Para kultivator itu terkejut dan seakan baru menyadarinya. Pandangan mata mereka langsung tertuju pada satu titik dan membuat orang yang ditatap merasa berdigik.
Xiao Shuxiang berdiri di lantai tertinggi dan nampak memperhatikan Tetua Wang Haoran bicara. Merasa menjadi target pembicaraan, dia pun langsung memandang ke bawah.
Xiao Shuxiang berkedip karena merasa banyak pasang mata yang tengah tertuju padanya.
"..............."
Bukannya gugup, segaris senyuman justru terbentuk di wajah Xiao Shuxiang yang malah membuat keriuhan orang-orang.
Seorang wanita berseru, "Dia lebih tampan dari Tetua Jing Shang Yu..!!"
Entah siapa itu, tetapi Yan Tianhen merasakan telinganya berdenging. Li Huanshou pun berwajah buruk, terlalu banyak suara di sekitarnya dan kebanyakan adalah suara kaum para perempuan.
"Aku suka pada pemuda yang ramah senyum. Dia benar-benar sudah merebut hatiku~"
"Ini godaan. Hatiku yang sepenuhnya milik Tetua Jing kini dicuri sebagian olehnya..." seorang wanita sampai meneteskan air mata dan membuat para pria memberinya pandangan aneh.
Tetua Puncak Xuyang, Jing Shang Yu memang terkenal tidak hanya pada bakatnya tetapi juga karena paras wajahnya. Dia sampai dijuluki Tetua Berwajah Giok.
Pribadi seorang Jing Shang Yu sangat tenang, jarang buka suara dan jujur sangat dingin. Dia semacam Keindahan Yang Tidak Tergapai. Siapa pun bahkan tidak pernah melihatnya tersenyum, tapi meski demikian----banyak kultivator dari berbagai sekte yang mengaguminya.
"Entah kalian ingin memilihnya, tapi aku tetap menjadi penggemar Tetua Jing. Beliau adalah belahan jiwaku,"
"Aku juga tetap akan memilih Tuan Muda Lan. Dia akan selalu menjadi pemilik hatiku,"
"Hmph, berapa lama kalian bisa bertahan menghadapi 'Gunung Es Abadi'? Kalian berusaha keras bagaimapun juga tetap tidak bisa mencairkannya. Aku jauh lebih memilih pemuda yang ramah senyum dan menyenangkan sepertinya,"
Tidak hanya Xiao Shuxiang yang menjadi pusat perhatian, bahkan Lan Guan Zhi pun ikut jadi perbincangan.
Para kultivator itu seakan terbagi dalam 3 kelompok penggemar. Pertama adalah mereka yang mengagumi Tetua Jing Shang Yu, kedua adalah mereka yang menjadi fanatik Lan Guan Zhi dan yang terakhir menjadi penggemar berat Xiao Shuxiang.
Untuk kultivator pria, mereka sebenarnya juga terbagi-bagi dalam kumpulan para penggemar. Ini karena di setiap sekte selalu ada murid perempuan yang tidak hanya berparas menawan, tetapi juga penuh bakat.
Zhang Xiao Lian dan Yun Qiao Yue adalah salah satu murid Sekte Lautan Awan yang berparas sangat cantik. Hanya saja, hati seluruh pemuda itu seakan telah direbut oleh satu kecantikan mutlak bernama Ling Qing Zhu.
"Sekte Bunga Surga terkenal dengan kecantikan para tetua dan murid-muridnya. Begitu juga dengan para murid Gunung Puncak Xiyue dari Sekte Lautan Awan. Tapi setelah melihat nona yang cantik itu.... Semua gadis seakan terlihat biasa di mataku,"
"Nona berambut putih itu menggantikan tetua Liu Lang dari Gunung Puncak Jiang, ada kemungkinan dia adalah cucu dari tetua Liu."
"Aku tidak pernah dengar tetua Liu memiliki seorang cucu, tapi siapa pun nona itu-----dia sudah merebut hatiku."
Untuk Ling Qing Zhu, dia sangat sadar bahwa dirinya juga ikut menjadi topik perbincangan. Namun baginya saat ini yang lebih penting adalah mencari jawaban atas sikap pengabaian Wali Pelindungnya.
__ADS_1
"..............."
Xiao Shuxiang tadi sempat tersenyum, namun itu tidak ditujukan padanya. Dia benar-benar ingin tahu kenapa pemuda ini bisa berubah sikap sedrastis itu. Apa mungkin dia sudah membuat kesalahan?
"..............."
Diam-diam Ling Qing Zhu memegang kuat pakaiannya. 'Pengabaian' adalah hal yang tidak pernah dialaminya selama ini. Bahkan jika keluarga 'Ling'-nya terkenal sebagai keluarga paling 'Dingin' yang pernah ada----dirinya sama sekali tidak pernah diabaikan.
Ling Chu Zhen yang merupakan ayah dari Ling Qing Zhu bahkan pernah berkata bahwa burung-burung yang terbang pun langsung terjatuh karena terpesona dengan kecantikan putrinya dan itu bukanlah bualan. Fakta ini jelas menjadi bukti bahwa Ling Qing Zhu adalah sosok yang 'mustahil' diabaikan.
Tapi kenapa Xiao Shuxiang berbeda? Apa mungkin kepala pemuda itu terbentur sesuatu? Xiao Shuxiang punya kelainan? Apa mungkin pemuda itu melihat wajah orang lain berbentuk mirip telur, atau bisa saja bentuknya 'papan datar'. Xiao Shuxiang bukankah cukup sering menyebut kata itu?
Semakin memikirkannya, tatapan mata Ling Qing Zhu kian dingin. Bahkan sampai Tetua Wang Haoran hampir selesai membaca aturan konferensi pun----Xiao Shuxiang tetap tidak menoleh atau bicara padanya.
Ling Qing Zhu bernapas pelan. Dia harus menyelesaikan hal ini. Xiao Shuxiang merupakan pemuda yang banyak bicara, jadi jika orang ini begitu sangat diam----maka pasti ada yang salah.
"..............."
"Ayam!" Xiao Shuxiang spontan berseru saat tiba-tiba saja ada yang mencolek keras pinggangnya. Dia membuat seluruh hadirin konferensi terkejut dan langsung menatap ke arahnya.
Para tetua yang ada di lantai tertinggi pun ikut memandanginya dan membuat Xiao Shuxiang tersenyum malu. Pemuda yang menawan itu menyatukan kedua tangan dan menoleh kepada para tetua serta Tetua Wang Haoran.
Xiao Shuxiang berkata dan masih dengan senyuman malu-malunya. "Aku meminta maaf. Aku lapar mendengar sambutan Tetua hingga tanpa sengaja menyebut 'ayam'."
!!!
Ucapan Xiao Shuxiang yang jujur itu seketika membuat kuil TongTian tersebut dipenuhi tawa. Bahkan Tetua Jing Shang Yu yang selama ini terkenal tidak pernah tersenyum sama sekali justru nampak memperlihatkan senyuman samar yang jelas tidak mungkin dilihat oleh kultivator-kultivator di bawah sana.
Mo Huai yang sejauh ini terus diselimuti dengan ketakutan kini merasa lebih baik. Dia jadi sangat tenang dan bahkan ikut tersenyum saat mendengar penuturan Xiao Shuxiang. Wang Zhao di samping Mo Huai pun nampak menahan tawa.
"Saudaraku..! Kau mewakili suara kami..!" Zhi Shu berseru dan kemudian tertawa.
Jujur di sekitarnya tadi banyak suara yang mengeluhkan kapan sambutan Tetua Wang selesai karena mereka ingin segera menikmati hidangan yang tersedia sebelum para peserta diminta memasuki portal untuk mulai bertanding.
Para kultivator sebenarnya tidak perlu terlalu memikirkan makanan karena mereka berlatih 'inedia', namun jika ada hidangan yang terjadi di depan mata----tentu akan sangat sia-sia bila dilewatkan.
Xiao Shuxiang sungguh berani karena menghentikan sambutan Tetua Wang Haoran dengan cara yang tidak terduga. Pemuda itu mampu merubah drastis suasana di tempat ini menjadi penuh gelak tawa.
"Dia benar-benar belahan jiwaku," Liu Wei Lin tersenyum dan melambai-lambaikan kipasnya.
"Xiang'Er..." Lan Guan Zhi menggeleng pelan dan tersenyum samar. Memang bukan teman baiknya jika tak melakukan sesuatu yang tidak terduga.
Di sisi lain, kedua telinga Xiao Shuxiang terlihat memerah karena malu. Dia pun menatap pelaku yang membuatnya menyerukan kata 'ayam' tanpa sengaja.
"Kucing Putih..." suara Xiao Shuxiang pelan. Dia menggeram, tapi sama sekali tidak marah.
"..............."
Ling Qing Zhu sendiri hanya memandang ke depan. Tatapan matanya setenang biasa, begitu pula dengan raut wajahnya. Gadis cantik bercadar tipis itu bersikap seolah-olah tidak terlibat sama sekali. Postur tubuhnya tanpa celah dan tanpa dosa. Benar-benar sikap yang sempurna.
__ADS_1
******