KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
261 - Alur Awal


__ADS_3

"Tu-tunggu aku..!" Mo Huai berseru. Dia terengah-engah karena mengikuti Wang Zhao dan Feng Hao yang terus melesat. Mereka sesekali menapakkan kakinya di dahan pepohonan.


"Astaga ... Kenapa kalian cepat sekali," Mo Huai kesulitan untuk menapak di dahan pohon. Dia butuh waktu lama saat melompat dari satu dahan ke dahan lainnya, apalagi pepohonan di tempat ini kadang bergerak.


Wang Zhao buka suara. "Mo Huai, sebaiknya kau menunggu kami di sini saja. Tempat yang akan kita tuju sangat berbahaya,"


"Tapi aku takut sendirian,"


Wang Zhao baru akan bicara lagi saat sebuah akar menjalar tiba-tiba muncul. Dengan gerakan cepat, dia berbalik dan langsung menyelamatkan Mo Huai yang hampir saja terkena serangan itu.


Feng Hao juga ikut bergerak dan mulai mengayunkan pedangnya. Akar menjalar itu pun tertebas. Di sisi lain, Mo Huai sangat kaget dengan apa yang baru saja terjadi.


Wang Zhao menapak di tanah. Sambil memegang lengan Mo Huai, dia pun berkata. "Aku tidak ingin kau terluka, apalagi aku tahu bahwa kau tidak terlalu pandai dalam bertarung. Jika kau tetap ikut, aku khawatir tidak akan mampu melindungimu."


"Tapi aku ..." Mo Huai tertunduk dan dengan suara yang agak sedih, dia pun berkata. "Aku tahu .... Aku hanya menjadi beban. Tapi aku tidak mau sendirian, aku sangat takut. Ba-bagaimana jika aku--"


"Tenanglah, Tuan Muda Mo." Feng Hao menepuk bahu Mo Huai dan berujar lembut, "Aku akan memasang pelindung untukmu. Kami akan segera kemari saat keadaan sudah aman. Kau jangan pernah takut, kau pasti akan baik-baik saja."


"Itu sama sekali tidak membuatku tenang," Mo Huai ingin mengatakannya, namun dia juga tidak mungkin menahan kedua rekannya ini. Dia bisa mendengar suara-suara ledakan yang berarti sedang ada pertarungan sengit saat ini. Dia tidak bisa terus keras kepala.


Mo Huai bernapas pelan dan menatap Feng Hao, "Apa ... Perisaimu sangat kuat?"


"Mn, kau benar-benar akan aman." Feng Hao menyakinkan. Dia pun membuat sebuah segel tangan dan energi spiritual mengelilingi Mo Huai.


Feng Hao berkata, "Jangan keluar dari lingkaran perisai ini sampai kami kembali. Tidak ada yang akan terjadi selama kau mengingat ini, percayalah."


Mo Huai mengangguk pelan, dia tidak berusaha membujuk Wang Zhao dan Feng Hao kembali. Dia takut ditinggal, namun juga tidak ingin merepotkan kedua temannya ini.


Mo Huai berpesan agar Wang Zhao dan Feng Hao berhati-hati. Kedua pemuda itu mengangguk dan kemudian melesat pergi. Mereka meninggalkan Mo Huai di antara pepohonan aneh ini.


Saat kedua temannya tidak terlihat lagi, Mo Huai pun mulai menelan ludah dan mengedarkan pandangan ke sekeliling. Di sendirian sekarang dan terlihat sangat gugup.


"........... Kenapa mereka meninggalkanku di sini?" Mo Huai memegang kuat kain pakaiannya dan tersentak ketika pohon di sekitarnya kembali bergerak. Akar liar pun muncul di tanah dan melesat, tepat ke arahnya.


!!


Mo Huai berseru, memejamkan mata dan menutup telinganya. Dia berjongkok dan nampak sangat ketakutan. Untunglah, perisai yang dibuat Feng Hao sangat kuat hingga bisa menahan akar-akar ini. Hanya saja, sampai kapan perisai tersebut akan bertahan?


"Aku akan mati, aku akan mati. Pasti mati," Mo Huai hampir menangis. Dia berharap agar Wang Zhao dan Feng Hao segera kembali.


"..............."

__ADS_1


Tanpa disadari, tidak jauh dari tempat Mo Huai saat ini----terlihat beberapa pasang kaki yang mulai menapak di tanah.


Kabut hijau nampak di sekitar kaki yang berpijak itu. Hujan sudah reda entah sejak kapan dan sosok-sosok asing mulai bermunculan dari kegelapan. Ada sebuah seringai mengerikan yang terlihat dan tatapan-tatapan tajam mengandung nafsu membunuh yang besar.


*


*


Wang Zhao dan Feng Hao mempercepat langkah mereka. Keduanya mempunyai firasat buruk dengan apa yang sedang terjadi di tempat Xiao Shuxiang.


!!


"Suara ledakan itu mengerikan sekali," Feng Hao berekspresi buruk. "Tidak bisa dibayangkan jika tak ada yang mati,"


"Aku sangat berharap tuan Xiao dan yang lainnya baik-baik saja."


Feng Hao mengangguk. Dia tentu saja tidak ingin orang yang dikenalnya dalam keadaan yang terluka. Meskipun suara ledakan dahsyat itu membuatnya agak sedikit ragu.


Beberapa akar menjalar kembali melesat dan menyerang Wang Zhao serta Feng Hao. Kedua pemuda itu mengayungkan pedang mereka dan menebas akar-akar tersebut. Kerja sama keduanya terlihat sangat baik, bahkan tidak butuh waktu lama sampai mereka tiba di tempat Xiao Shuxiang sekarang.


Wang Zhao dan Feng Hao terkejut bukan main saat menyaksikan apa yang ada di hadapan mereka. Kuil Xiang Yu sudah tidak ada dan justru pemandangan yang mengerikan terlihat.


Wang Zhao berekspresi pucat, perutnya terasa sakit dan dia sampai ingin muntah menyaksikan pemandangan ini. Jantungnya berdebar-debar karena mengingat suatu kejadian yang serupa. Dia pernah melihat sesuatu yang seperti lautan mayat semacam ini dan sampai sekarang trauma karenanya.


"..............." Feng Hao baru merasakan penciumannya terganggu. Dia menunduk dan melihat bahwa kakinya menginjak genangan air hitam-kemerahan. Siapa pun tahu bahwa air itu sudah bercampur dengan darah para mayat.


Feng Hao baru saja akan bicara ketika mendengar suara pekikan nyaring. Dia sampai merinding karena suara tersebut amat memilukan.


Wang Zhao juga mendengar hal yang sama. Dia berusaha menahan diri, mencoba agar tidak mengenang beberapa masa lalu yang buruk. Dia hendak melesat untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi saat sesuatu melesat dan menghantam tanah di hadapannya.


!!


Seseorang terlihat menggunakan lutut dan pedangnya sebagai penahan agar tubuhnya tidak sampai ambruk. Wang Zhao terkejut ketika mengetahui bahwa orang itu adalah Xiao Shuxiang.


"Tuan Muda Xiao?" Feng Hao terkejut, dia juga melihatnya. Pakaian Xiao Shuxiang nampak berbeda dan sepertinya pemuda itu dalam kondisi yang basah kuyup.


Tetesan air terlihat di ujung rambut Xiao Shuxiang, bahkan tetesan lain mengucur di pelipis hingga menuruni lehernya. Dia sebenarnya sangat mempesona andai air itu tidak nampak seperti darah.


"Tuan Xiao-!!" Wang Zhao baru saja akan memanggil Xiao Shuxiang ketika sebuah ekor yang mirip kalajengking melesat dengan gerakan yang begitu cepat.


Xiao Shuxiang menggertakkan giginya dan kembali menerjang serangan dari Gui Hong Yi. Dia tidak mendengar suara dari Feng Hao dan Wang Zhao karena fokus menghabisi lawannya.

__ADS_1


Awal pertarungan Xiao Shuxiang sudah menguras banyak tenaga dan bila ingin jujur----menang dalam menghadapi dua sosok hantu adalah hal yang sangat sulit dilakukan.


Meski nama tingkat praktik di Alam Kultivasi Atas dengan Alam Kultivasi Bawah sama, namun level kekuatannya sangat berbeda. Bahkan mampu mencapai dua kali lipat dibandingkan yang biasanya.


Xiao Shuxiang tidak bisa membaca praktik kultivasi dari Gui Xiao maupun Gui Hong Yi. Namun ada saat-saat tertentu di mana dia terkadang bisa membaca praktik kedua lawannya ini.


Saat bertarung sengit tadi dan berhasil mengalahkan Gui Xiao, Sang Hantu Tertawa----Xiao Shuxiang melihat bahwa praktik pria itu berada di Tingkat Master Foundation tahap Emas Kuning. Padahal dia merasa sedang melawan kultivator setingkat Grand Master.


Perbedaan kekuatan ini sangat jauh dan begitu mengerikan. Jika kultivator tingkat Master Foundation saja bisa sekuat ini, maka apa jadinya bila dia melawan Grand Master?!


!!


Tidak hanya Xiao Shuxiang yang terkejut, tetapi pihak lawannya pun juga merasa demikian. Gui Hong Yi sendiri tidak menyangka bahwa ada pemuda yang bisa mengalahkan Gui Xiao, apalagi praktik pemuda ini hanya setingkat Forging Qi.


Sungguh, bila ada yang ingin disebut monster----sebenarnya itu adalah Xiao Shuxiang sendiri.


"Tidak," Gui Hong Yi menggeram marah, "Yang kuat bukan pemuda ini .... Tapi pedang pusaka di tangannya itu..!"


Gui Hong Yi tidak menerima kondisinya yang terdesak, "Pedang itu .... Aku yakin pedang itu adalah Pusaka Langit yang selama ini dicari. Tidak salah lagi..!"


"Benar-benar sia-sia..!" Gui Hong Yi berseru saat mengibaskan ekornya. Dia menatap tajam ke arah Xiao Shuxiang dan lalu berkata, "Pedang yang begitu hebat kenapa bisa ada di tangan orang sepertimu? Kau bahkan tidak mampu mengeluarkan kekuatan aslinya! Sangat mengesalkan!"


"..............." Xiao Shuxiang menatap Gui Hong Yi dan dengan tenang berkata, "Jadi kau tahu ini? Apa ... Kau mau memilikinya?"


!!


Gui Hong Yi terkejut saat melihat seulas senyum dari lawannya. Dia kaget ketika Xiao Shuxiang mengulurkan pedangnya dan bahkan melemparkan senjata itu ke udara.


Pandangan Gui Hong Yi mengikuti pedang yang dilemparkan Xiao Shuxiang. Monster ular kalajengking itu hendak meraih senjata tersebut di saat Xiao Shuxiang melesat.


Seruling Giok Putih keluar dan berada di tangan kanan Xiao Shuxiang, di saat yang sama---Cermin Pemindah terbentuk dan pemuda itu melesat ke dalamnya.


Wang Zhao dan Feng Hao terkejut melihat cermin lain muncul, tepat di bahwa ekor Gui Hong Yi dan Xiao Shuxiang melesat keluar dengan penuh Aura Pembunuh.


!!


Kilatan merah muncul dalam sekejap dan menghalangi pandangan Feng Hao, dia spontan mengulurkan lengan untuk menutupi pandangannya. Di saat itu juga suara keras bagai ledakan gunung terdengar. Hanya Wang Zhao yang bisa melihat apa yang terjadi.


"Teknik serangan itu ..." Wang Zhao membeku dengan mata yang melebar. Dia menyaksikan hal yang seharusnya tidak pernah dilihat.


******

__ADS_1


__ADS_2