![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Dai Chen tersentak. Dari arah pembicaraan ini, Xiao Shuxiang pasti sudah membuat masalah besar lagi dan itu jelas tidak akan jauh dari kata, 'darah' atau 'pembantaian'.
Lan Guan Zhi sendiri berujar tenang, "Aku bisa memahami jika kau berusaha melindungi diri. Tapi yang tidak kumengerti adalah alasanmu membunuh mereka. Kau bisa melarikan diri dengan cermin pemindahmu, tapi kau tidak melakukannya. Kenapa?"
"Karena mereka tidak pantas hidup,"
"Shuxiang-"
"Meskipun!" Xiao Shuxiang menyela. "Meski aku membunuh sepuluh, seratus, atau seribu orang seperti mereka---Dunia tidak akan kehilangan apa pun. Justru itu lebih baik karena keserakahan di antara manusia menjadi berkurang,"
"Xiang'Er-"
"A-Yuan, mereka bukan sampah. Mereka pantas mati--"
"Tunggu," Dai Chen buru-buru menyela dan berkata, "Sebenarnya apa yang terjadi di antara kalian?"
Xiao Shuxiang tidak mendengarkan Dai Chen. Dia hanya menatap lurus pada Lan Guan Zhi dan berkata, "Aku sudah hidup lama dengan menemui banyak karakter manusia. Tetapi hanya sedikit dari mereka yang benar-benar bisa dianggap teman,"
Xiao Shuxiang berkata, "Aku bisa mengatakan ini dengan jujur padamu. Aku tidak pernah mau memberi kesempatan pada mereka yang serakah. Aku tidak mempercayai orang seperti ini akan bisa berubah,"
"Lalu bagaimana denganku?" suara Lan Guan Zhi dingin, "Apa aku harus melakukannya lagi? Mempercayaimu?"
Dai Chen merasa situasi ini semakin tidak enak, apalagi sejauh yang dia ketahui---Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi tidak pernah berdebat sampai seserius ini.
"Jangan melakukannya," Xiao Shuxiang berdiri. Dia menatap teman baiknya dan berkata, "Kali ini kau tidak perlu melakukannya lagi."
"Shuxiang-"
"Aku memang orang yang jahat," Xiao Shuxiang menyela, "Aku melangkah di jalan yang kuanggap benar, meski dunia menentangnya dan bahkan! Jika ayah dan ibuku sendiri menghentikanku pun, akan kubunuh mereka. Xiao Shuxiang memang seperti ini. Jadi jika kau tidak menyukainya, cobalah hentikan aku. Pilihanmu ... Adalah kematianku atau kehancuran dunia ini."
!!!
Dai Chen dan Lan Guan Zhi terkejut. Mereka terlambat mencegahnya, Xiao Shuxiang sudah lebih dulu melesat pergi. Dai Chen tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi, tetapi kata-kata Xiao Shuxiang barusan seperti peringatan bahwa hubungan mereka sudah berubah.
"Tuan Muda Lan..."
__ADS_1
*
*
Xiao Shuxiang begitu cepat melesat, dia bahkan sudah kembali ke dalam hutan yang berada di wilayah aliran hitam. Tempat ini sudah mengalami perubahan. Sekarang... Pepohonan di sini terlihat begitu hidup.
Ucapannya di depan Lan Guan Zhi dan Dai Chen sebelumnya masih terngiang. Seakan dia kembali ke masa lalu, di hadapan temannya Zhou Yuan dengan ucapan yang sama.
Dahulu Xiao Shuxiang meminta Zhou Yuan untuk membunuhnya jika ingin menghentikannya, dan sekarang dia meminta hal yang sama kepada Lan Guan Zhi.
Xiao Shuxiang memperhatikannya. Pepohonan di tempat ini berasal dari jenis yang berbeda, bahkan di antara rumput yang dipijaknya pun---terlihat ada tanaman dari jenis berbeda.
Begitu harmonis, seakan tidak ada penentangan. Seolah mereka bisa hidup berdampingan dan bahkan dapat saling berbagi udara.
"Aku melakukannya lagi..." Xiao Shuxiang menarik napas dan mengulurkan tangan. Dia melihat telapak tangannya yang jika diperhatikan baik-baik, itu nampak gemetar.
"Siapa yang bisa.. Membantu memikul beban ini. Pada akhirnya... Memang hanya Xiao Shuxiang sendiri,"
"Kau melakukan kesalahan."
"Apa kau bisa.. Membunuh ayah dan ibumu?" anak laki-laki yang berusia 7 Tahun itu berdiri di depan Xiao Shuxiang dengan wajah polos seolah dia merupakan kemurnian dari dunia.
"Kita pernah melakukannya, dan lihat yang terjadi. Kita membentuk kebencian orang-orang hanya agar bisa menghukum diri sendiri. Kau mau melakukan hal yang sama sekarang?"
"................" Xiao Shuxiang memperhatikan sosok di hadapannya. Wajah itu adalah bagian dari ingatannya, sosoknya sendiri yang merupakan anak berusia 7 Tahun.
"Sepuluh Kehidupan... Tetapi hanya satu masa lalu yang masih teringat jelas. Kita mengambil nyawa orang lain, membunuh, membunuh, dan membunuh setiap harinya dengan harapan agar ada orang yang bisa menghentikan ini. Kita menciptakan kebencian dengan harapan bahwa salah satu di antara mereka bisa menjadi kematian untuk kita sendiri. Tapi siapa yang bisa mengalahkan Xiao Shuxiang?"
"................."
"Kita orang yang paling ingin mati, tetapi juga orang yang sangat ingin hidup. Kita orang yang paling tidak tenang karena hanya kita yang tahu cara melindungi dunia ini,"
"........ Kau tidak tahu apa pun," Xiao Shuxiang bernapas pelan dan berjalan ke arah anak laki-laki itu. Dia berujar, "Kau hanya ada untuk membenarkan tindakanmu."
Xiao Shuxiang seakan menembus tubuh anak laki-laki itu dan saat dia berbalik, sosok kecil itu pun sudah tidak ada.
__ADS_1
Dia pernah mengalami hal yang sama. Saat sendirian, dia selalu bisa melihat tubuh kecilnya berdiri di sampingnya dan bicara. Seolah dia dapat terbuka pada orang lain tentang banyak hal, tetapi sangat tertutup untuk membicarakan perasaan hatinya sendiri.
"Aku melakukan kesalahan, itu benar." Xiao Shuxiang duduk di atas sebuah batu besar dan terdiam di waktu yang lama. Bahkan saat hari mulai gelap, dia masih tetap di tempatnya.
Xiao Shuxiang memperhatikan pita dahi Lan Guan Zhi yang berada di tangannya. Dia pun mengembuskan napas untuk sekian kalinya dan menggeleng pelan, "Harusnya aku mengembalikan ini dulu baru bicara. Sekarang jika menemuinya lagi ... Rasanya jadi benar-benar tidak tahu malu."
Xiao Shuxiang berkedip saat teringat sesuatu. Dia pun menepuk pelan dahinya, "Ya ampun. Aku harusnya menemui Kucing Putih, dia pasti sudah menunggu."
Xiao Shuxiang baru saja akan turun dari tempat duduknya, ketika dia mengurungkan niat itu. Dia merasa bahwa mungkin Lan Guan Zhi atau Dai Chen sedang menemui Kucing Putihnya. Akan terasa canggung jika sampai mereka bertemu setelah perkataan jahatnya tadi siang.
"Haaah... Sudahlah. Aku memang tidak cocok pada hubungan yang terlalu akrab. Kita tidak seumur dan juga tidak sejalan,"
Mengingat tentang usia, Xiao Shuxiang jadi melupakan sesuatu. Dia berkedip dan segera mengeluarkan Cermin Pemindah miliknya. Seseorang keluar dari cermin setinggi orang dewasa itu dan membuat Xiao Shuxiang tersentak.
?!
Sosok itu langsung menjatuhkan diri di rerumputan dan nampak terengah-engah. Pakaian cokelat-kehitaman miliknya terlihat begitu berantakan. Tangannya telentang sambil berulang kali mendesah.
"Haiih, kau sangat keterlaluan."
Xiao Shuxiang melompat turun dari tempat duduknya. Cermin pemindahnya telah kembali menjadi titik air dan menghilang. Dia pun berdiri di samping pria yang terbaring itu dan menyilangkan tangan.
Xiao Shuxiang mendengus, "Apa yang terjadi padamu? Di mana tongkatmu? Dan apa-apaan riasan wajah itu? Kau sekarang benar-benar terlihat seperti orang gila."
"Aduh, terlalu banyak pertanyaan. Biarkan aku mengambil nyawaku sebentar,"
Xiao Shuxiang menggeleng. Sosok ini adalah Bocah Pengemis Gila dan pria ini nampak mengatur napas. Dia pun berjongkok dan berkata, "Dari yang terlihat.. Kau sepertinya sudah melakukan banyak kebaikan. Katakan? Kau dilecehkan oleh berapa orang?"
Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas dan menggeleng pelan. Dia melambaikan tangan kanannya dan berkata, "Xiao Shuxiang. Jika saja orang-orang yang mengejarku adalah keindahan yang tampan sepertimu atau Lan'Er Gege---maka aku pasti sudah melebarkan kakiku dan menungging di depan mereka. Tapi tidak,"
"Mulut sialanmu itu!--"
"Apa? Apa? Kau bertanya, aku menjawab. Siapa suruh kau menanyakan hal semacam itu," Bocah Pengemis Gila mulai mengambil posisi duduk, dia merapikan ikatan rambutnya yang berantakan.
******
__ADS_1