![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Serangan kejutan dari Xiao Shuxiang tentu saja berdampak dan bahkan membuat Jade Liong menggeram dengan mata yang melotot marah. Pria bertubuh besar itu kembali menerjang dan pertukaran serangan dengan gerakan cepat tidak bisa dihindari.
Xiao Shuxiang tidak menggunakan pedang pusakanya karena bisa saja dia lupa dan tanpa sengaja membunuh lawannya. Dia pun hanya mengeluarkan Seruling Giok Putih untuk dipakai menahan terjangan bilah pedang besar Jade Liong.
"Kau ini sebenarnya kenapa sangat mengincar Rana Qisheng?" Xiao Shuxiang bertanya disela-sela pertarungannya. Dia menghindari serangan dan tendangan lawan dan itu membuat Jade Liong frustrasi.
"Sialan," Jade Liong merutuk dan kemudian membentak, "Untuk aku memberitahumu?"
"Jadi kau tidak akan mengatakannya?"
"Hmph, bukan kau yang memberi ancaman di sini. Tapi aku,"
!!
Xiao Shuxiang tersentak, teknik lawan seketika berubah. Dia terlihat begitu fokus agar aliran pertarungan ini tidak menyeretnya dalam strategi lawan.
Sejujurnya dia penasaran hubungan pria berotot ini dengan Rana Qisheng, tetapi dilihat dari situasinya---lawannya ini jelas tidak akan bicara dengan mudah.
Tangan Xiao Shuxiang bergerak memutar Seruling Giok Putihnya dan kemudian pusaka itu kembali berbenturan keras dengan pedang Jade Liong hingga terdengar bunyi yang keras, bahkan dari benturan tersebut---angin kejut tercipta.
Patriarch Lan Xu Jian sendiri bisa menyaksikan betapa sengitnya pertarungan Xiao Shuxiang. Hanya saja ada hal yang membuatnya sedikit keheranan, itu adalah gerakan Xiao Shuxiang yang tidak seperti biasanya.
Patriarch Lan Xu Jian mengenal teman baik dari adiknya itu dan setelah banyak kejadian di masa lalu---bisa dikatakan dia tahu orang seperti apa Xiao Shuxiang ini saat sedang menghadapi lawannya. Tetapi yang dia lihat sekarang benar-benar tidak biasa.
Xiao Shuxiang yang dia kenal adalah orang yang mempunyai gerakan bertarung liar, seperti kobaran api atau deras arus air. Xiao Shuxiang yang orang seperti itu. Bahkan inti dari gerakan tersebut merupakan kecepatan yang brutal layaknya hewan buas.
Patriarch Lan Xu Jian bahkan sadar benar dengan detail ini bahwa saat bertarung---Xiao Shuxiang sama sekali dengan serangan lawan dan akan menerima goresan sambil tetap menerjang. Pakaian koyak dan penuh darah adalah hal yang selalu menjadi ciri saat Xiao Shuxiang bertarung, tetapi apa yang terjadi ini?
Teman baik dari adiknya itu memang sekarang bertarung sengit, tetapi gerakan kaki dan tangan saat mengayunkan senjata lebih terstruktur dan penuh perhitungan. Bahkan tidak ada gerakan yang sia-sia seperti Xiao Shuxiang yang biasanya. Bisa dibilang, dia melihat perubahan pada pemuda menawan ini.
Jade Liong menggeram marah. Serangan besar yang dia lesatkan sama sekali tidak berguna dan bahkan tidak sampai merusak apa pun di sekitarnya. Ini semua adalah karena teknik sialan dari pemuda menyebalkan di hadapannya.
"Jurus apa yang sebenarnya dia pakai?!" Jade Liong kesal sampai-sampai urat menegang di dahinya.
Setiap kali dia melesatkan serangan yang dahsyat, maka di detik itu juga muncul sebuah cermin setinggi orang dewasa dan serangan itu seakan terhisap masuk ke dalamnya.
Hal paling menjengkelkan lainnya adalah, tidak ada satu pun dari serangannya yang mampu menggores tubuh lawan. Sebaliknya, dia sudah banyak menerima pukulan dan tendangan yang kuat.
Ini sangat memalukan. Jelas sekali begitu memalukan mengingat lawannya terlihat masih sangat muda. Jika dia sampai kalah di sini, maka ini benar-benar menampar harga dirinya.
"Dia lawan yang sulit di hadapi. Sial. Aku sudah meremehkannya," Jade Liong berpikir untuk mengubah strategi. Dia mengambil jarak dan bermaksud memakai senjata rahasia saat sesuatu seketika terjadi.
Suara seruling yang memekakkan telinga tiba-tiba terdengar dan membuat Jade Liong langsung menjatuhkan pedang dan berteriak kesakitan. Tindakannya yang mengambil jarak itu jelas dipakai oleh Xiao Shuxiang untuk memainkan Seruling Giok Putih di tangannya.
__ADS_1
!!!
Harusnya Jade Liong menyadari hal ini. Lawan yang dia hadapi sebelumnya menggunakan seruling untuk menangkis ayunan pedang pusaka miliknya. Benda seperti seruling ini... Tentu saja fungsinya bukan dibuat untuk menjadi pedang dan karena kurangnya ketelitian tersebut---dia malah terjebak sendiri.
Sebuah ledakan tercipta, tepat di depan Jade Liong dan membuat pria itu terpental hingga punggungnya menghantam sebuah bangunan di belakangnya. Karena ledakan yang besar dan sulitnya dihindari, Jade Liong menderita luka yang serius dan terlihat tidak sadarkan diri.
Xiao Shuxiang menghentikan permainan seruling miliknya dan dengan tenang menyelipkan benda itu di sabuk pinggangnya. Dia pun berjalan untuk memeriksa kondisi lawan yang terbaring di tanah dengan mata dan mulut yang terbuka.
"Hei, apa kau mati?" Xiao Shuxiang memakai kakinya untuk menggoyangkan tubuh Jade Liong. Tidak adanya reaksi membuat dirinya berkedip dan kemudian berjongkok.
"Aku menahan diri karena Patriarch Lan ingin kau hidup-hidup. Jangan bilang begini saja dan kau sudah mati," Xiao Shuxiang mengulurkan tangan dan memeriksa nadi pada leher Jade Liong, dia pun memeriksa napas pria berotot ini dan kemudian menjadi lega karena lawan tidak sampai tiada.
"Xiao'Er..!"
Xiao Shuxiang menoleh dan melihat Patriarch Lan Xu Jian mendekat padanya. Kakak dari teman baiknya ini terlihat berkeringat, mungkin karena sudah bekerja keras membantu para warga kota.
"Patriarch, orang ini sekarang milikmu. Jadi kau akan membawanya ke mana?" Xiao Shuxiang buka suara.
"Sekte Pedang Langit masih dalam masalah. Pergilah ke sana dan biarkan aku mengurus sisanya di sini,"
"Mn, baiklah." Xiao Shuxiang pun melesat dan meninggalkan Patriarch Lan Xu Jian bersama Jade Liong.
"..................." Patriarch Lan Xu Jian sebenarnya mempunyai banyak pertanyaan untuk Xiao Shuxiang. Pemuda itu benar-benar sudah banyak berubah dan bahkan saat melihatnya bertarung pun---dia tidak lagi melihat Xiao Shuxiang yang penuh semangat hingga terlihat seperti orang yang gila darah.
Bahkan Xiao Shuxiang yang dahulu hanya menyerang tanpa peduli kondisi di sekitarnya rusak parah, tetapi kini... Rasanya sangat berbeda. Seakan-akan Xiao Shuxiang yang sekarang tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga mulai memikirkan orang lain.
"Berbeda... Dia sekarang terlihat seperti seseorang yang baru,"
*
*
Di Sekte Pedang Langit, Feng Jiayi terlihat memuntahkan darah. Dia telah mendapatkan serangan yang bertubi-tubi dari lawannya, pemuda yang mempunyai ekspresi wajah dingin dan menyebalkan karena bahkan tidak pernah mau bersuara.
"Sialan. Apa kau bahkan tidak mau menyebutkan namamu, hah?!" Feng Jiayi berteriak, "Apa kau sebenarnya bisu!?"
"..................."
Feng Ying tidak memberikan respon apa pun dan justru kembali menyerang. Dia kembali bertukar serangan dan dalam lima jurus yang dilakukannya---dia pun akhirnya berhasil menebas paha lawan sebelum membuat terpisah kepala lawan dengan tubuhnya.
!!!
Kepala Feng Jiayi terpental dan menggelinding cukup jauh sebelum akhirnya berhenti di antara kaki murid Sekte Pedang Langit. Tubuh Feng Jiayi lantas jatuh tepat setelah Feng Ying membersihkan bilah pedangnya dengan mengusapkan di lengan pakaian miliknya.
__ADS_1
Kejadian di mana kepala Feng Jiayi menggelinding itu benar-benar seperti hantaman di dalam hati para murid Sekte Pedang Langit. Mereka luar biasa terkejut dengan apa yang terjadi.
Ying Tao yang saat ini terlihat menusuk salah satu murid senior Sekte Pedang Langit dan hampir menebas murid lainnya nampak melotot tajam. Dia melihat kepala rekannya yang menggelinding dan terkejut bukan main.
"Kau..!!" Ying Tao berteriak, dia baru akan menerjang Feng Ying saat tiba-tiba serangan seorang murid Sekte Pedang Langit mengenai punggungnya. Ying Tao pun tersungkur ke tanah tanpa bisa bergerak.
Di sisi lain, Demonic Beast Singa Petir yang sudah membuat banyak keributan terlihat dilawan oleh Lan Guan Zhi. Demonic Beast itu benar-benar kuat, bahkan Lan Guan Zhi pun direpotkan karenanya.
Pemuda yang merupakan teman baik Xiao Shuxiang itu bahkan harus dibantu oleh Ling Qing Zhu untuk menghadapi seekor Demonic Beast. Pertarungan mereka tidak sama seperti saat Feng Ying menghabisi satu singa petir ini dalam sekali serangan.
Tentu saja perbedaannya ada pada cara mereka menyerang. Feng Ying sebelumnya melakukan serangan secara mendadak hingga Demonic Beast itu tidak sempat bereaksi dan akhirnya tewas. Sementara posisi Lan Guan Zhi sekarang tidak demikian.
Meski cukup sulit, namun tidak butuh waktu lama sampai hasil dari kerjasama Lan Guan Zhi dengan Ling Qing Zhu terlihat. Mereka berhasil memberi luka pada Demonic Beast ini dan membuatnya tumbang tidak berdaya.
Di sisi lain, Patriarch Yu Chang Hai sudah lama melumpuhkan lawannya dan Demonic Beast Singa Petir yang lain pun berhasil dikalahkan. Dia tidak membunuh lawannya atau pun menghabisi Singa Petir itu.
Baik Patriarch Yu Chang Hai, maupun Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu tidak membuat lawan mereka terbunuh. Bahkan para murid Sekte Pedang Langit sebelumnya pun melakukan hal yang sama. Inilah mengapa pertarungan tersebut terasa begitu sulit dan memakan waktu.
Saat Xiao Shuxiang datang, dia tersentak saat melihat kondisi di sekitarnya yang kacau. Dia bahkan menyaksikan beberapa murid Sekte Pedang Langit yang tewas dengan luka tebasan di tubuh mereka.
"Segel Pelindungnya bahkan dirusak..." Xiao Shuxiang benar-benar tidak habis pikir dengan orang-orang itu. Mereka datang untuk Rana Qisheng, tetapi melakukan hal yang merusak seperti ini.
Xiao Shuxiang berjalan, mencoba memeriksa setiap tubuh murid Sekte Pedang Langit karena mungkin saja masih ada di antara mereka yang bisa diselamatkan.
Saat Xiao Shuxiang berjalan, dia mendengar suara yang aneh dan tidak butuh waktu lama sampai dirinya tahu. Xiao Shuxiang terkejut melihat seekor anak harimau bulan di antara puing-puing bangunan.
"Lan Xiao..!" Xiao Shuxiang bergegas dan dengan perlahan mengangkat harimau bulan seukuran kucing itu dan menggendongnya. Dia merasa takut untuk sesaat, tetapi syukurlah karena Lan Xiao masih bernapas dan bahkan mulai membuka mata walau masih agak lemah.
"Tidak apa-apa. Aku ada di sini sekarang... Kau sekarang akan baik-baik saja," Xiao Shuxiang membawa Lan Xiao dan beberapa murid Sekte Pedang Langit menghampirinya.
"Tuan Muda Xiao-"
Murid Sekte Pedang Langit itu terengah-engah, ada luka di lengan dan juga pelipisnya. Dia berusaha untuk berbicara, "Ba-bagaimana keadaan Lan Xiao? Di sana juga, ba-banyak yang butuh bantuan."
Meski dalam kondisi terluka, murid Sekte Pedang Langit itu justru lebih peduli pada keselamatan orang lain bila dibandingkan diri sendiri.
Xiao Shuxiang berkata, "Lan Xiao tidak apa-apa. Dia benar-benar sangat kuat. Bawa aku ke tempat para saudaramu,"
"Baik, tolong lewat sini."
Xiao Shuxiang mengikuti murid Sekte Pedang Langit di hadapannya. Wajahnya tenang, tetapi tatapan matanya jelas terlihat tajam seolah sedang menahan amarah.
******
__ADS_1