![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Usia Tuan Muda Lan memang bagi manusia biasa sudah cocok untuk menjalani kehidupan pernikahan. Tetapi sosok seperti Lan Guan Zhi ini tanpa perlu mencari pun... gadis-gadis akan selalu mengantri dan berusaha menarik perhatiannya.
"Tuan Muda Xiao, apa anda lupa tujuan kita datang kemari?" Hu Li mengingatkan.
"Itu bisa menunggu."
!?
Jawaban Xiao Shuxiang membuat Hu Li menepuk dahinya pelan. Andai dia bisa, mungkin saat ini dia sudah menarik telinga Tuan Mudanya itu dan bertanya apakah membahas masalah mencarikan gadis untuk Lan Guan Zhi jauh lebih penting daripada misi mereka terkait dengan Ling Qing Zhu?
Haah.. Pada akhirnya, Hu Li hanya dapat mengembuskan napas dan menggeleng pelan sambil menunggu Tuan Muda Xiao-nya sadar sendiri.
"Jadi Lan'Er, bagaimana?"
Lan Guan Zhi menatap Xiao Shuxiang sejenak sebelum menarik napas pelan. Teman baiknya tidak akan berhenti kecuali jika dia segera menjawab.
"Mn, baiklah."
Xiao Shuxiang tersentak, dia pun bergeser dan terlihat sangat antusias menunggu ucapan pemuda berpakaian putih di sampingnya ini.
Lan Guan Zhi, "Aku suka yang berambut hitam panjang, berisik, pemberani dan liar. Dia harus sejenis makhluk yang langka dan disukai Lan Xiao."
"LanLan, kau ini ingin mencari istri atau peliharaan?" Xiao Shuxiang menggeleng, tipe gadis yang disukai teman baiknya sungguh tidak biasa.
Dia mungkin harus mengajak Lan Guan Zhi sesekali ke Dunia Elf dan memperkenalkannya dengan beberapa Elf Bulan. Kebetulan Elf langka di Dunia Manusia.
"Apa kau menyerah?" Lan Guan Zhi melihat teman baiknya agak lesu, "Tidak perlu dipikirkan jika kau-"
"Akan kucari," Xiao Shuxiang menepuk pelan lengan teman baiknya, "Tapi tidak janji kau akan langsung suka,"
Lan Guan Zhi tersenyum samar dan lalu menggumam. Dia pun bertanya tentang alasan Xiao Shuxiang yang sebenarnya hingga datang kemari. Dia tentu tidak bisa mengabaikan ucapan Hu Li yang tadi.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Kau pasti melihat praktikku yang sekarang, kan?"
"Mn,"
"Aku diberi segel oleh 12 Tetua dari berbagai sekte saat berada di Benua Tengah. Identitasku membuat mereka takut dan merasa terancam. Belum lagi akhir-akhir ini banyak pembantaian yang terjadi dan itu selalu dikaitkan denganku. Kucing Putih... Juga dibuat tidak tenang karenanya. Itulah sebabnya kuputuskan menerima segel ini,"
Lan Guan Zhi bisa melihat dari raut wajah teman baiknya. Keputusan yang diambil Xiao Shuxiang berat dan berisiko tinggi. Tetapi mungkin untuk membuktikan ketulusannya, teman baiknya ini berani berbuat demikian.
"Sekarang aku sedang dalam misi penting bersama Hu Li dan praktik yang rendah ini membatasi pergerakanku. Hanya kau yang kutahu merupakan kultivator yang ahli tentang segel. Aku ingin meminta bantuanmu untuk sedikit melonggarkannya. Setidaknya praktikku bisa naik satu atau dua tingkatan."
"......"
Lan Guan Zhi berujar tenang, "Bagaimana bentuk dari segel yang diberikan ke-12 tetua itu padamu?"
Xiao Shuxiang, "Hu Li. Kertas dan kuas,"
"Ah, baik."
Hu Li menyiapkan permintaan Tuan Muda-nya. Xiao Shuxiang menggambar beberapa titik dan garis serta lingkaran sambil menjelaskan posisi tetua yang dia ingat pada Lan Guan Zhi, termasuk rasa sakit dari setiap segel yang diberikan padanya.
"... Satu segel seperti membentuk rantai yang nampak bagai angin tipis dan itu terasa melilit jantung. Kemudian segel lainnya juga melakukan hal yang sama pada organ dalam termasuk kedua dantian milikku. Buruknya, ada segel yang seperti menyatu dengan aliran darah dan Qi hingga aku bahkan lebih lemah dari kultivator yang berada di Forging Qi tingkat 5 pada umumnya."
"Separah itu?"
__ADS_1
"Benar. Jika kufokuskan mengeluarkan Cermin Pemindah, aku hanya akan cepat kelelahan. Kemudian efek lainnya juga berpengaruh pada regenerasi tubuhku yang sekarang amat lambat. Aku bahkan sudah tidak bisa memakai teknik terkuat yang kumiliki, rasanya seperti tersegel rapat."
Hu Li tersentak mendengarnya. Teknik terkuat yang dia tahu dimiliki oleh Tuan Muda Xiao-nya merupakan Teknik Pengendalian Darah. Mendengar ucapan Tuannya barusan----rasanya seperti teknik itu telah dimatikan.
Kedua tangan Hu Li mengcengkeram kuat pakaiannya. Ke-12 tetua itu sudah terlalu kelewatan. Sekarang bagaimana bisa Tuan Muda Xiao-nya menjalankan kewajiban sebagai 'Wali Pelindung' bila keadaannya seperti ini. Sayang apa yang baru saja Hu Li dengar belum semuanya.
Xiao Shuxiang pun lanjut berkata, "Aku menyerahkan Gelang Semesta pada Hu Li karena khawatir pusaka itu akan ikut terpengaruh oleh segel yang diberikan padaku ini. Tapi mungkin itu adalah keputusan yang tepat. Aku sendiri sadar benar bahwa sekarang ini... Aku tidak bisa menggunakan Gelang Semesta. Jangankan masuk ke dalam sana, bahkan mengeluarkan satu butir pil pun tidak bisa. Belum lagi masih ada Segel Rantai Pengekang Jiwa. Haah.. Rasanya seperti tubuhku ini tempat penyimpanan segel."
Lan Guan Zhi mengambil kertas yang telah memiliki gambar dari teman baiknya. Xiao Shuxiang hanya melukis beberapa garis dan lingkaran. Petunjuk semacam ini masih terlalu kabur. Dia butuh petunjuk yang lain.
Lan Guan Zhi pun bertanya. "Shuxiang, kau tahu gerakan tangan dari segel ini?"
"Mm... Coba kuingat-ingat dulu..." Xiao Shuxiang terdiam dan seperti sedang berpikir, dia bahkan menyentuh poni rambut depannya dan mulai teringat dengan gerakan tangan dua orang tetua.
Lan Guan Zhi memperhatikan saat teman baiknya memperlihatkan gerakan tangan yang rupanya berhasil membentuk satu rantai segel tipis yang terbuat dari angin. Hanya saja rantai itu muncul secara singkat sebelum Xiao Shuxiang merasa kehabisan tenaga.
Tenaga Xiao Shuxiang harusnya tidak sepayah ini sampai bisa lelah hanya karena mempraktikkan gerakan tangan pada sebuah segel, tetapi karena kondisi tubuhnya----dia sungguh telah menjadi lemah.
Lan Guan Zhi mempraktikkan gerakan tangan yang dia lihat dan berhasil hanya dengan sekali percobaan. Rantai segel yang bisa dia buat bahkan lebih banyak daripada rantai milik salah satu tetua yang Xiao Shuxiang lihat.
Koki Alkemis itu memuji teman baiknya, "Waah, kau benar-benar berbakat Lan'Er. Jenius sejati, aku bahkan sampai kagum padamu. Tsk, tsk, tsk... Luar biasa."
"Apa segel ini juga mempengaruhi Roh Phoenix Api milikmu?"
Xiao Shuxiang menggeleng, "Entahlah. Yang kutahu selama tiga bulan terakhir ini... Aku hanya merasakan sedikit dari kehadiran roh itu. Tapi saat kekuatanku telah disegel, aku sudah tidak lagi merasakannya. Ada kemungkinan roh itu juga ikut terpengaruh,"
"Mn, coba lepaskan pakaianmu."
!?
Hu Li tersentak mendengar ucapan Lan Guan Zhi yang menyuruh Tuan Muda Xiao-nya melepaskan pakaian. Xiao Shuxiang sendiri bahkan mengerjap karenanya.
"Oh, Mn... Baiklah,"
Hu Li, "Tuan Muda Xiao. Saya menunggu Anda di sini saja,"
Hati nurani Hu Li memperingatkan bahwa dia tidak boleh sampai terlibat di antara kedua pasangan teman baik itu. Dia bahkan menoleh untuk mencari sumber pengalih perhatian lain ketika Tuan Muda Xiao-nya dan Lan Guan Zhi telah berada di balik sebuah sekat kayu.
Baru saja perhatian Hu Li tertuju pada lukisan bunga haitang yang terpajang di dinding, tiba-tiba saja suara Tuan Muda Xiao-nya langsung membuatnya menoleh.
Pakaian Xiao Shuxiang sudah berada di atas sekat. Hu Li berkedip sekali dan kemudian berkedip untuk kedua kalinya sebelum menggelengkan kepala seolah mengusir bayangan aneh di pikirannya.
"Lan'Er, tanganmu dingin."
"Punggungmu yang panas,"
"Ah, kenapa airnya dingin sekali? Pelan-pelan, Lan'Er. Kau membuat celanaku basah."
"Shuxiang, diamlah."
"Ah! Lan Zhi, kau-"
!!
Entah berapa kali Hu Li berkedip. Dia menatap lurus ke arah sekat kayu yang tidak dia ketahui ada kejadian apa di baliknya. Dia sebenarnya tidak mungkin akan berpikir yang aneh-aneh bila di balik sekat itu bukan Tuan Muda Xiao-nya dan Lan Guan Zhi, tapi masalahnya...
__ADS_1
"Lan'Er! Jangan mengusap-usapnya begitu, kau membuatku geli..."
"Berhenti bergerak,"
"Aduh! Kau mencubit?!"
"Shuxiang, kau berisik."
"Tanganmu kenapa rasanya semakin ke bawah, Lan'Er?"
"Aku menemukannya,"
"Kupikir itu bukan---Ah! Apa yang kau sentuh barusan?!"
!!
Hu Li sudah berdiri dengan wajah yang pucat. Telinga dan kepalanya serasa panas membayangkan apa yang sedang diperbuat Tuan Muda Xiao-nya dengan Lan Guan Zhi di belakang sana. Detakan jantungnya menjadi tidak karuan dan dia baru berusaha menenangkan diri ketika pakaian yang berada di atas sekat mulai ditarik kembali.
Tidak beberapa lama, Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi berjalan keluar. Keduanya memiliki aura yang penuh wibawa, tapi di saat yang bersamaan juga terlihat serasi hingga mengundang banyak pemikiran-pemikiran yang menyimpang.
"Tuan Muda Xiao..." Hu Li menatap Xiao Shuxiang saat Tuannya tersebut mulai duduk kembali dan nampak mengusap belakang pinggangnya.
Lan Guan Zhi juga duduk, posisi tubuhnya tegap dan ekspresi wajahnya tetap penuh ketenangan.
Sekilas tidak ada keanehan apa pun yang terlihat, namun saat diperhatikan dengan saksama----Hu Li tahu bahwa ada yang berbeda dari kedua pemuda ini. Tatapan mata Tuan Muda Xiao-nya dan Lan Guan Zhi tidak seperti yang sebelumnya.
"Tuan Muda Lan...?" Hu Li bersuara pelan, dia bertanya. "Apa ada masalah...?"
Lan Guan Zhi mengembuskan napas dan menggeleng pelan. Dia menoleh ke arah teman baiknya yang kebetulan juga kini mengarahkan pandangan padanya.
"Tuan Muda Xiao? Ada apa ini?" Hu Li ingin mengatakan agar dirinya jangan dibuat gelisah. Dia tidak nyaman bila Tuannya tak seberisik yang biasa.
Xiao Shuxiang, "Sebenarnya segel yang diberikan padaku itu... Polanya sangat rumit dan roh Phoenix Apiku juga ikut tersegel. Lan Zhi menemukan tandanya, tapi tidak bisa dilonggarkan. Masalah lainnya... Entah bagaimana tandanya justru ada di tempat yang agak... Tidak terduga,"
Lan Guan Zhi berdeham pelan, "Kurasa sekitar 7 dari 12 orang tetua itu adalah Tua bangka yang mesum."
"Pfft... Tidak kusangka kau akan bicara begitu, Lan'Er." Xiao Shuxiang menahan tawanya, ini pertama kalinya dalam sejarah dia bisa membaca perubahan suasana hati teman baiknya.
Dia pun kembali bersuara, "Memalukan sekali yah?"
"Mn, sangat memalukan."
Kemungkinan hanya Hu Li seorang-lah yang tidak tahu apa-apa di sini, "Memang tanda bagaimana yang terlihat di tubuh Tuan Muda hingga disebut... Ehm... Memalukan?"
Xiao Shuxiang tersenyum ke arah Hu Li, "Ada baiknya kau tidak tahu. Lan Zhi saja bisa bersikap seperti ini karenanya, apa lagi kau Hu Li. Anggap saja kau belum cukup umur untuk mengetahuinya,"
Pupil mata Hu Li sedikit membesar, dia sepertinya mulai mengerti. Namun Tuan Muda Xiao-nya sudah berkata demikian, jadi dia tidak berani memikirkan hal yang bukan-bukan atau bertanya lebih jauh lagi.
Lan Guan Zhi, "Akan kucari tentang segel itu dan biar kutanyakan juga kepada Xiongzhang."
Xiao Shuxiang mengangguk, dia pun menepuk pelan lengan teman baiknya. "Aku merepotkanmu lagi..."
"Mn, tidak masalah."
"Baiklah, satu sudah selesai. Kini ada yang ingin kukatakan lagi sebelum pergi." Xiao Shuxiang sekarang kembali berbicara serius, "Ini masih berhubungan dengan segel yang ada padaku. Meski nanti kau tahu cara untuk melonggarkannya, tapi mungkin kita tidak akan bertemu. Ini karena aku harus pergi menyusul Kucing Putih ke Alam Kultivasi Atas."
__ADS_1
!!
******