KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
70 - Kuil TongTian


__ADS_3

Ah. Xiao Shuxiang baru sadar dengan ucapannya barusan dan kembali berkata, "Maksudku bukan yang seperti 'itu'. Aku hanya ingin bicara denganmu. Beberapa hari terakhir aku selalu kemari, tapi kau tidak ada. Sebenarnya kau ini dari mana saja? Apa kau tidak pernah khawatir padaku? Dan kenapa selalu aku yang mencarimu?"


".........."


Ling Qing Zhu terdiam dan hanya memandang ke arah Wali Pelindungnya. Dia pun mengembuskan napas dan lalu berjalan mendekat, dia kembali duduk di samping Xiao Shuxiang.


Ling Qing Zhu berujar pelan, "Kau... Selalu datang kemari?"


"Tentu saja. Bukankah aku pernah bilang akan datang setiap malam? Tapi saat aku mengunjungimu, kau malah tidak ada."


Xiao Shuxiang tidak menertawakan Ling Qing Zhu lagi. Dia tahu bahwa gadis itu sempat merasa malu karena kejadian barusan, tetapi dia tidak berniat untuk semakin menggoda Kucing Putihnya.


Dia tahu Ling Qing Zhu akan merasa tidak nyaman. Inilah sebabnya Xiao Shuxiang kembali bersikap seperti biasa dan mulai mengalihkan pembicaraan ke arah lain. Untunglah itu berhasil, Kucing Putihnya terlihat kembali tenang.


Ling Qing Zhu berkata, "Aku mengunjungi kediaman dari dua Tetua Gunung Puncak Suci."


"Benarkah? Apa tempatnya bagus?" Xiao Shuxiang terlihat antusias, dia membuat wanita di sampingnya merasa bahwa ucapannya sangatlah menarik.


"Mn," Ling Qing Zhu mengangguk, warna matanya tidak lagi sedingin yang tadi. Dia berkedip ketika pemuda di sampingnya memperbaiki posisi duduknya dan sedikit agak merapat dengannya.


"Ceritakan, seperti apa tempat itu?"


Melihat betapa tidak sabarannya Xiao Shuxiang membuat Ling Qing Zhu mulai mengingat-ingat apa yang sudah dia lihat selama beberapa hari terakhir ini. Hanya saja dia tidak tahu akan menceritakannya dari mana.


"Shuxiang, itu..."


"Apa sangat bagus sampai kau tidak tahu harus mulai menjelaskannya dari mana?" Xiao Shuxiang untuk kali ini sangat peka pada apa yang dipikirkan oleh Ling Qing Zhu.


"Mn, tidak bisa kujelaskan."


"Baiklah, kalau begitu aku akan bertanya. Kau hanya perlu menjawabnya sebisamu, apa nama dua puncak gunung yang kau datangi?"


"Gunung Puncak Xiyue dan Gunung Puncak Jiang."


"Seperti apa murid di Gunung Puncak Xiyue?"


"Semuanya wanita,"


"Tidak ada pria?"


"Mn,"


"Kau bersama siapa ke sana?"


"Nona Yun Qiao Yue,"


"Apa kau belajar sesuatu di sana?" Xiao Shuxiang terus memberi pertanyaan sederhana dan dijawab singkat oleh Ling Qing Zhu.


Dia sangat memahami bahwa pribadi Kucing Putihnya tidak seperti gadis lain pada umumnya. Ling Qing Zhu juga ingin menyampaikan banyak hal, namun dia terlalu kaku dalam memulai sebuah komunikasi. Jadi bisa dibilang Xiao Shuxiang-lah yang berusaha lebih berperan aktif bertanya dan menanggapi setiap ucapan gadis itu.


Mereka menghabiskan waktu yang amat panjang di mana hanya Xiao Shuxiang yang mengajukan banyak pertanyaan. Dia terus mendorong agar Ling Qing Zhu bisa lebih banyak bicara padanya meski dengan kata-kata yang singkat.


Dari sini Xiao Shuxiang tahu bahwa gadis di sampingnya akrab dengan lima murid terbaik Sekte Lautan Awan, termasuk Liu Wei Lin. Kucing Putihnya pun sebentar lagi akan pergi untuk menghadiri Aliansi Abadi di tempat yang sangat terkenal di Alam Kultivasi Atas----Kuil TongTian.

__ADS_1


Secara harfiah, kuil TongTian disebut sebagai tempat yang melewati atau menghubungkan ke langit dan sebuah tempat yang menghubungkan ke surga. Entah bagaimana penampilan dari kuil itu, tetapi dari namanya saja membuat Xiao Shuxiang merasa penasaran.


"Kucing Putih, kau akan belajar di sana----apa kau akan meninggalkanku lagi?" Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia jadi agak sedih dan itu membuat Ling Qing Zhu merasa sedikit bersalah.


"Aku..."


"Kau akan pergi dengan Liu Wei Lin, kan?"


"Mn, benar."


"Baguslah, aku sebenarnya khawatir jika membiarkanmu pergi sendirian. Tetapi kurasa aku bisa meminta bantuan Liu Wei Lin untuk menjagamu. Kapan kau akan pergi?"


"Sepuluh hari lagi. Kau kenal dengan senior Liu?"


"Tentu, dia teman baruku."


"........."


Ling Qing Zhu ingin mengatakan bahwa Wali Pelindungnya merupakan sosok yang hebat. Dengan cepat pemuda ini sudah memiliki teman baru, padahal dia sendiri butuh beberapa hari untuk bisa dekat dengan seseorang----itu pun masih ada parit pemisah antara mereka.


"....... Aku sangat iri padamu,"


Xiao Shuxiang mengerutkan kening, dia heran dengan gumaman Ling Qing Zhu dan kemudian bertanya. "Kenapa...?"


"Kau mudah akrab dengan orang lain,"


"Kau juga ingin sepertiku? Itu sederhana, cobalah untuk menyapa mereka lebih dahulu."


Ling Qing Zhu menatap Xiao Shuxiang saat mendengar ucapan pemuda itu barusan.


Ling Qing Zhu, "Aku sering menyapamu."


Xiao Shuxiang tertegun dan kemudian berkedip sebelum akhirnya angkat bicara, "Kapan? Kenapa aku bisa tidak ingat?"


"Setiap bertemu,"


Xiao Shuxiang mengerutkan kening dan lalu mengembuskan napas, "Nak. Jika gumaman itu yang kau anggap sapaan, maka kau benar-benar menyebalkan. Orang menyapa itu selalu bertanya kabar atau apa pun, bukan menggumam."


"Aku bertanya kabar,"


"Benarkah?"


"Dengan tatapan mata,"


!!


Xiao Shuxiang menggeleng, "Kucing Putih! Aku tidak seaneh Lan'Er yang bisa berkomunikasi denganmu lewat tatapan mata. Orang lain juga mustahil bisa memahamimu, tolong perbaiki kebiasaanmu ini."


"Mn, akan kuusahakan."


"Terima kasih, sekarang ayo bahas yang lain. Misalnya tentang alasan kenapa kau bisa mendapat undangan dari Alam Kultivasi Atas,"


Ling Qing Zhu sempat merasa bahwa Xiao Shuxiang akan membahas tentang kelangsungan hubungan mereka, namun nyatanya tidak demikian. Dia pun dengan tenang berujar, "Tidak ada alasan khusus. Setiap sekte memang diberi masing-masing sebuah undangan."

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan kitab kuno itu?"


Ling Qing Zhu tersentak, dia menatap Wali Pelindungnya yang berekspresi serius. Xiao Shuxiang seperti ingin membahas sesuatu yang penting.


"Kucing Putih, kudengar kau membawa lembaran kitab itu bersamamu. Apa yang sedang kau rencanakan?" Xiao Shuxiang sudah sejak lama ingin membicarakan ini dan sekaranglah waktu yang tepat.


"Memusnahkannya,"


Xiao Shuxiang tersentak, dia menatap gadis bercadar tipis di sampingnya dan tahu bahwa ucapan barusan penuh dengan kesungguhan.


Xiao Shuxiang kembali bersuara, "Kau yakin bisa melakukannya? Itu adalah lembaran kitab yang sangat tua. Jika sampai sekarang lembaran itu masih ada, bukankah ada semacam segel yang mencegahnya agar tidak lapuk termakan usia?"


"Mn, benar. Karena itulah penting untuk mencari tahu... Sesuatu yang bisa memusnahkannya,"


"Boleh... Aku melihat lembaran yang ada padamu?"


Ling Qing Zhu memperhatikan pemuda di sampingnya dan menjadi sedikit ragu, dia terdiam untuk waktu yang lama sebelum pada akhirnya mengeluarkan sesuatu dari dalam lengan pakaiannya.


Itu adalah dua lembar kertas yang sudah sangat tua, bahkan terlihat bercak darah yang telah mengering di kertas tersebut. Xiao Shuxiang mengulurkan tangan dan mengambil ketiga kertas itu, dia sangat serius memperhatikan setiap tulisannya.


"........."


Untuk pertama kalinya Ling Qing Zhu bisa melihat ekspresi Wali Pelindungnya yang tidak biasa. Xiao Shuxiang saat sedang fokus pada sesuatu terlihat luar biasa mempesona.


"Ini... Tulisan pada dua kertas ini tidak saling terhubung satu sama lain," Xiao Shuxiang mengutarakan pendapatnya setelah memperhatikan dua lembar kertas itu dengan saksama.


"Mn, tidak bisa dipelajari."


"Kau yakin ini asli?"


"Sudah dipastikan oleh ayah dan kakakku,"


".........."


Xiao Shuxiang memperhatikan sekali lagi tulisan yang ada pada dua kertas usang di tangannya dan lalu meletakkannya di atas meja. Dia berkata, "Kau tidak harus menyimpan ini karena terlalu berbahaya untukmu."


"Aku akan baik-baik saja,"


".........."


Xiao Shuxiang sebenarnya tidak ingin membuat Kucing Putihnya terlibat dalam masalah, tetapi bukan berarti dia bisa mengekang gadis ini. Masalahnya dia butuh Ling Qing Zhu hidup-hidup dalam rencana besarnya. Sampai saat itu tiba, gadis ini tidak boleh terluka.


Xiao Shuxiang, "Jujur saja aku ingin menggantikanmu menyimpan lembaran kitab ini, tapi kau pasti tidak setuju. Jadi kuharap kau dapat menyimpannya baik-baik. Aku sendiri akan mencari cara untuk bisa keluar dari sekte ini dan menyusulmu pergi,"


"Kau... Tidak harus melakukan itu,"


"Aku datang kemari hanya agar dapat menjagamu. Kalau kau pergi, tentu saja aku akan menyusul. Tenang saja, aku sebisa mungkin tidak akan membuat masalah yang berlebihan, tapi memang tidak janji."


"........."


Ling Qing Zhu sebenarnya tidak ingin dijaga, dia bisa melindungi dirinya sendiri. Namun dia tetap mengkhawatirkan Wali Pelindungnya. Biar bagaimanapun Xiao Shuxiang tidak bisa tinggal lama di sekte ini. Pemuda tersebut memang tidak naik ke Alam Kultivasi Atas untuk menjadi seorang pelayan.


Ling Qing Zhu pada akhirnya mengangguk pelan dan berkata, "Baiklah. Aku percaya padamu."

__ADS_1


******


__ADS_2