![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Mo Huai perlahan membuka matanya, pandangannya masih kabur dan saat sudah makin jelas---hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit berukiran gumpalan awan.
"Oh! Dia sudah sadar,"
Ada suara yang didengar oleh Mo Huai. Dia pun melihat Zhi Shu yang duduk di sisi tempat tidurnya. Di sekitarnya pun ada banyak orang.
"Mo Huai, bagaimana keadaanmu?" Wang Zhao bertanya dengan raut wajah yang masih khawatir.
"Bukankah sebaiknya dia diberi minum dulu?" Xiao Shuxiang buka suara, "Dia baru saja bangun. Harusnya jangan langsung diberi pertanyaan,"
"Ah, maaf ..." Wang Zhao dengan hati-hati membantu Mo Huai untuk bangun dan menyandarkan pemuda itu. Zhi Shu pun membantu dengan memberikan air untuk diminum oleh Mo Huai.
"Terima kasih ..."
"Setelah tenang, ceritakanlah apa yang kau alami tadi." Xiao Shuxiang terlihat duduk di tepian kursi tempat Liu Wei Lin duduk. Di antara teman-temannya, dia memang satu-satunya yang tidak sopan di sini.
Mo Huai memperhatikan sekelilingnya dan mengetahui bahwa ini merupakan kamarnya sendiri di Istana Seribu Pedang. Tidak hanya Zhi Shu, Wang Zhao, Xiao Shuxiang dan Liu Wei Lin yang ada di ruangan ini---tetapi juga Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu dan Feng Hao.
Bahkan, Mo Huai berkedip saat melihat ada Bocah Pengemis Gila, Yi Wen dan Hu Li yang nampak duduk di lantai. Kehadiran ketiga orang itu membuatnya cukup terkejut.
Bila ada yang harus dibilang terlambat sebenarnya bukan Xiao Shuxiang, tetapi Bocah Pengemis Gila. Pria yang selalu membawa tongkat bambu ke mana pun pergi itu----baru saja tiba di Istana Seribu Pedang dan telah melewatkan banyak hal. Yi Wen sendiri bahkan lebih kecewa lagi karena tidak ikut bertarung melawan para penyusup di tempat ini.
Mo Huai mengembuskan napas dan tersentak saat mendapat tatapan dari Wang Zhao dan Feng Hao. Tentu saja, teman-temannya sedang menunggu penjelasan darinya.
Mo Huai pun mulai buka suara, ".... Saat Senior Feng Hao dan Wang Zhao meninggalkan aku di dalam perisai itu untuk menyusul Tuan Muda Xiao ... Tiba-tiba saja ada banyak makhluk aneh berwajah menyeramkan yang datang,"
Mo Huai menelan ludah, ekspresinya pucat saat membayangkan kejadian yang dia alami. Dia berkata, "Me-mereka menggeram seperti hewan buas. Aku sangat ketakutan dan mencoba untuk melarikan diri, ta-tapi kakiku benar-benar sulit digerakkan."
Mo Huai berkata, "Saat salah satu di antara mereka melesat dan berniat menyerang. Aku yang berusaha pergi bahkan tanpa sengaja keluar dari perisai buatan Senior Feng Hao. Ta-tapi bahkan jika aku tetap di dalam pun, perisai itu tidak bisa menolong. Makhluk itu sangat kuat,"
"Apa dia berasal dari Sekte Lembah Hantu?" Wang Zhao bisa dibilang dapat merasakan betapa tidak nyamannya Mo Huai sekarang. Dia juga bisa merasakan rasa takut yang dialami oleh pemuda ini.
Mo Huai mencengkeram kuat kain yang menyelimuti dirinya dan kemudian berkata, "Saat itu ... Aku berpikir bahwa akan mati, ta-tapi saat makhluk itu hendak membunuhku dengan tangan mereka yang tajam----seseorang tiba-tiba muncul dari kegelapan dan menyerang mereka."
"Benarkah?" Zhi Shu tersentak, dia begitu tertarik dengan ucapan Mo Huai dan lalu bertanya. "Siapa yang datang?"
Ling Qing Zhu dan yang lainnya pun ikut tersentak, bahkan Xiao Shuxiang juga. Mereka menatap Mo Huai dan seakan menunggu pemuda itu bersuara kembali.
Mo Huai menggeleng pelan, "Aku juga tidak tahu. Orang itu benar-benar muncul dan melawan makhluk-makhluk yang jahat itu. Aku bahkan bisa lari karena pertolongannya, dia begitu kuat."
Xiao Shuxiang mengerutkan kening. Dia pun bertanya, "Kuanggap apa yang kau katakan ini benar. Lantas bagaimana kau bisa sampai di Kuil Xiang Yu tanpa terluka sama sekali? Padahal hutan yang kau lewati penuh dengan pepohonan yang bergerak dan akar merambat yang bisa menyerangmu dari belakang."
Mo Huai menatap Xiao Shuxiang dan terkejut dengan kalimat pertama yang diucapkan pemuda itu.
Kuanggap apa yang kau katakan ini benar? Bukankah itu berarti Xiao Shuxiang justru mempunyai pendapat yang lain? Bukankah ini berarti ceritanya diragukan?
Mo Huai bernapas pelan, tidak ingin mendebat pemuda ini. Dia pun berkata, "Tentu saja aku tahu ... Hutan itu penuh dengan jebakan. Aku mungkin sangat beruntung bisa melewatinya saat yang pertama kali, tapi keberuntungan itu tidak mungkin didapatkan lagi."
Mo Huai berkata, "Aku hanya terus berlari dan menyakinkan diri bahwa aku tidak boleh sampai menyerah sebelum bisa bertemu dengan Tuan Muda Xiao. Aku bahkan tersandung akar merambat dan jatuh, hampir saja aku mati andai tidak ada angin kejut yang begitu kuat dan menebas semua akar serta batang pepohonan di sekelilingku."
Mo Huai mengusap-usap wajahnya dan menggeleng tidak menyangka. Dia pun menatap teman-temannya dan berkata, "Sampai sekarang aku pun masih tidak percaya bisa ada di sini. Jantungku ... Masih berpacu kencang sekarang. Aku sama sekali tidak percaya aku masih bisa hidup, bahkan setelah semua yang terjadi."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia baru ingat bahwa angin kejut yang dikatakan Mo Huai barusan adalah dampak dari serangannya waktu itu. Ini berarti Mo Huai bisa lolos dari akar-akar merambat serta pepohonan yang bergerak juga karena dirinya.
Yi Wen memuji Mo Huai, "Kau sungguh sangat beruntung. Tapi siapa orang yang menolongmu itu? Apa kau tahu dia?"
Mo Huai menggeleng pelan, "Aku tidak tahu. Aku bahkan menyesal saat ini. Aku berhasil selamat dan bertemu dengan Tuan Muda Xiao, tapi aku terlalu lemah hingga jatuh pingsan sebelum meminta pertolongan untuk orang itu."
__ADS_1
Mo Huai menundukkan pandangannya dan berkata dengan nada suara yang menyesal. "Aku harusnya meminta bantuan. Orang itu ... Dia pasti dalam kesusahan,"
"Itu bukan salahmu," Zhi Shu mencoba menenangkan Mo Huai, dia dibantu oleh Wang Zhao dan Feng Hao.
Bocah Pengemis Gila berkata, "Tidak perlu merasa bersalah. Kau sudah berjuang dan itu patut dihargai. Lagipula kau sekarang dalam keadaan yang baik, bahkan tidak mengalami luka yang serius."
Yi Wen. "Semangatlah, tidak ada yang akan menyalahkanmu."
"Tapi saya merasa penasaran dengan orang yang menyelamatkan Tuan Muda Mo," Hu Li buka suara dan membuat teman-temannya, termasuk Xiao Shuxiang juga ikut memikirkan hal itu dan bertanya-tanya.
Mo Huai pun ikut memikirkannya dan dengan nada suara yang pelan, dia pun berkata. "Aku juga penasaran. Orang itu ... Aku hanya ingat dia memakai jubah hitam dan bertudung. Aku tidak melihat wajahnya karena dia memakai topeng rubah. Aku sama sekali tidak tahu siapa dia,"
Saat Mo Huai mengatakan 'topeng rubah'---di saat itu juga Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang tersentak. Kedua pemuda itu bahkan terkejut ketika Yi Wen tiba-tiba bicara.
"Topeng rubah? Apa mungkin Qian Kun?" Yi Wen menoleh ke arah Xiao Shuxiang dengan ekspresi wajah yang polos.
Rasanya seakan-akan gadis cantik itu tidak merasa beban menyebut nama sosok yang sangat sensitif di telinga teman-temannya. Bahkan karena ulah Yi Wen, Hu Li termasuk Ling Qing Zhu pun memberinya pandangan yang aneh.
"Bocah Pengemis Gila..!" Xiao Shuxiang tiba-tiba berseru dan membuat pemuda bertongkat bambu itu terkejut.
Bocah Pengemis Gila kaget melihat tatapan tajam serta menuntut dari Xiao Shuxiang. Dia pun mengangkat tangan kanannya dan berkata, "Aku berani bersumpah..! Sungguh, aku sudah menyegel kekuatannya. Orang itu tidak akan mengganggumu selama beberapa tahun ke depan,"
"Lalu jika bukan dia, maka siapa?" Xiao Shuxiang tidak bisa mengabaikan ini, "Aku belum sepenuhnya menguasai Kitab Tanpa Tanding dan bahkan belum bisa melepaskan segel yang mengikat kekuatanku. Tidak mungkin, kan harus bertemu lawan yang terlampau kuat lagi?"
Liu Wei Lin, Feng Hao dan Wang Zhao tidak tahu siapa yang dimaksud oleh Xiao Shuxiang dan teman-temannya. Sementara di sisi lain, Ling Qing Zhu, Zhi Shu, Hu Li, termasuk Mo Huai tidak pernah melihat secara langsung sosok 'Qian Kun' itu.
Di dalam ruangan tersebut, hanya Bocah Pengemis Gila, Yi Wen, Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang sendiri yang pernah melihat dan berhadapan dengan Qian Kun. Walau sejujurnya, Lan Guan Zhi hanya pernah sekali bertemu pandangan dengan sosok yang sudah menyebabkan banyak masalah untuk teman baiknya itu.
"Saudaraku, kau mau ke mana?" Liu Wei Lin bertanya saat Xiao Shuxiang tiba-tiba saja bangun dari tempat duduknya dan sebuah cermin pemindah muncul tidak jauh di depan temannya itu.
"Aku ikut," Lan Guan Zhi buka suara dan membuat Xiao Shuxiang menatap ke arahnya. Teman baiknya itu mengangguk pelan dan mereka berdua pun memasuki cermin pemindah, meninggalkan Liu Wei Lin dan yang lainnya.
Yi Wen sendiri juga ingin ikut dengan Xiao Shuxiang, namun cermin yang dia lihat dengan cepat menghilang seperti kemunculannya.
Di sisi lain, Ling Qing Zhu meminta agar Mo Huai beristirahat dan berkata bahwa teman-temannya juga sebaiknya pergi ke kamar masing-masing. Mo Huai mengangguk pelan dan ikut meminta teman-temannya beristirahat, dia berterima kasih karena begitu diperhatikan.
Wang Zhao sendiri adalah orang yang keluar paling belakang dan menyusul teman-temannya yang meninggalkan kamar Mo Huai. Di luar, dia melihat Yi Wen dan Zhi Shu yang sedang berbicara dengan Ling Qing Zhu.
Yi Wen nampak merutuki gadis berambut putih dan bercadar tipis itu. Wang Zhao tanpa sengaja mencuri dengar.
Yi Wen berkata, "Tuan muda Lan sudah mencuri start darimu. Harusnya kau yang mengajukan diri lebih dahulu untuk menemani saudara Xiao-ku. Sekarang lihat, tuan muda Lan sudah mengambil tempatmu."
Zhi Shu mengangguk dan berkata, "Nona Ling. Menjadi perempuan itu harus lebih peka. Jika kau membiarkan suamimu sebebas saat kalian belum menikah, maka suatu hari nanti dia akan diculik dan menjadi milik orang lain. Entah itu pria atau wanita ... Kau sama sekali tidak boleh lengah,"
"..............." Ling Qing Zhu berkedip, tidak tahu harus memberi respon apa untuk membalas ucapan kedua gadis ini.
Wang Zhao sendiri nampak menggeleng pelan. Dia baru saja akan bicara pada diri sendiri saat sebuah tangan menyentuh pundaknya. Dia tersentak dan langsung menoleh, sosok di sampingnya tidak lain adalah Bocah Pengemis Gila.
Pria dengan tongkat bambu itu tidak sendirian, Hu Li dan Liu Wei Lin ada bersamanya. Wang Zhao berkedip dan sebenarnya merasa tidak nyaman. Jika saja yang menyentuh pundaknya adalah musuh, maka dia pasti sudah mati saat ini.
Dalam hati, Wang Zhao merasa perlu berlatih untuk mempertajam kepekaan indranya. Dia tidak boleh sampai lengah lagi.
Bocah Pengemis Gila berdecak pelan melihat Yi Wen dan berkata, "Gadis-gadis dari Sekte Kupu-Kupu memang tidak ada yang normal. Lihat itu, mereka sedang menghasut Ling Qing Zhu agar menjadi wanita yang pencemburu."
Liu Wei Lin melambaikan kipasnya dan berkata, "Kurasa itu tidak akan mempan. Aku bahkan sudah mengeluarkan syair bernada asmara untuk nona Ling, tapi dia sama sekali tidak goyah. Dia gadis yang luar biasa,"
Wang Zhao mendengus dan menatap ke arah Liu Wei Lin. Dia pun berkata, "Tuan Muda Liu. Apa kau tidak pernah merasa bahwa dibandingkan dengan terpukau, orang-orang lebih memilih pergi daripada melihatmu berpuisi? Tolong sadarlah,"
__ADS_1
"Hah, anak ini sudah mulai berani.." Liu Wei Lin berkata, "Apa kau tidak sadar? Kau ini hanya pelayan tapi berani bicara begitu denganku? Apa kau sudah hebat sekarang, huh?"
Hu Li dan Bocah Pengemis Gila berkedip. Kedua pemuda ini entah bagaimana mulai saling beradu mulut.
Wang Zhao menyilangkan tangan dan berkata, "Aku memang pelayan. Tapi itu hanya berlaku di Sekte Lautan Awan dan di depan Shizun. Aku hanya melayani Shizun dan bukan orang lain. Kau mengerti?"
"Oh, astaga ... Kau rupanya sudah mulai memperlihatkan taringmu--"
"Sudahlah.." Hu Li dengan cepat melerai, dia berujar lembut. "Tidak baik jika kalian bertengkar, apalagi bila sudah melalui masa-masa sulit bersama."
Liu Wei Lin menatap Wang Zhao dan berkata, "Untung saja ada pemuda manis di sini. Kalau tidak, kau pasti sudah lama kehilangan kepalamu."
Wang Zhao mendengus, "Harusnya aku yang bilang begitu. Jika bukan karena Tuan Muda Hu Li ada di sini, kepalamu pasti sudah jatuh ke tanah."
Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas mendengar kedua pemuda ini. Dia membatin, "Haaah ... Anak muda zaman sekarang. Tsk, tsk, tsk. Aku yang sudah tua ini bahkan merasa terasingkan."
*
*
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi yang kembali ke hutan. Tempat itu sangat berantakan dan penuh dengan aroma busuk yang menyengat meskipun mayat-mayat di sini baru ditinggal beberapa saat.
"Hati-hati," Lan Guan Zhi memegang lengan teman baiknya yang hampir saja terjatuh karena menginjak gumpalan daging. Tanah di tempat ini sejujurnya lebih mengerikan dari yang dibayangkan.
Xiao Shuxiang mengedarkan pandangan ke sekeliling, "Pertarungan jenis apa ini? Kacau sekali ..."
Lan Guan Zhi mengikuti arah pandangan Xiao Shuxiang dan melihat di antara pohon yang tumbang----ada organ dalam membentang dan melilit beberapa dahan. Siapa pun tahu organ dalam itu merupakan usus yang ditarik keluar dari perut dan membesar karena terkena udara.
Lan Guan Zhi masih berekspresi tenang, dia berujar tanpa nada. "Kurasa kau pernah melakukan hal yang sama,"
"Apa?" Xiao Shuxiang menatap teman baiknya dan berkata, "Meski aku juga sering bertindak keterlaluan. Tapi aku belum sampai ke tahap menghiasi dahan pepohonan dengan organ dalam. Paling aku hanya memakainya untuk melilit leher orang dan menggantungnya,"
"Itu bahkan lebih buruk lagi," Lan Guan Zhi melangkah dengan hati-hati. Dia tidak suka melihat pemandangan ini. Siapa pun yang melakukannya, maka dia adalah sosok yang tidak manusiawi.
"Lan Zhi, aku ini sudah berubah. Teman baikmu ini sudah menjadi sosok yang mulai peduli dengan kebersihan," Xiao Shuxiang berkata, "Aku bahkan tidak merasa senang melihat ini semua. Biasanya ... Aku sangat bersemangat dan ingin juga melakukan hal yang sama. Sekarang sudah tidak lagi,"
Xiao Shuxiang tersenyum, "Bukankah itu artinya aku sudah menjadi orang yang baik? Benar, kan? Lan'Er?"
"..............." Lan Guan Zhi tidak menjawab. Dia memperhatikan bekas pertarungan ini sambil terus berjalan. Teman baiknya sama sekali tidak berhenti bicara.
"A-Yuan, apa kau mendengarku?"
"Mn, aku mendengarkan."
"Setidaknya balas jika aku bicara. Kau ini sama sekali tidak berubah,"
"......... Kau tetap baik di mataku," Lan Guan Zhi berujar lembut dan bersamaan dengan itu----kakinya pun menginjak sesuatu.
Lan Guan Zhi mengerutkan kening dan mengambil benda yang tanpa sengaja dia injak sebelumnya. Binar matanya terlihat berbeda dan dia pun memanggil teman baiknya mendekat.
"Shuxiang?"
"Mn? Apa?" Xiao Shuxiang mendengar panggilan itu. Dia menaikkan sebelah alisnya saat Lan Guan Zhi berbalik dan menyodorkan sesuatu padanya. Dirinya pun tersentak saat tahu benda di tangan teman baiknya itu.
!!
******
__ADS_1