KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
338 - Desakan (3)


__ADS_3

Qiao Nuan terdesak. Dia sebenarnya mempunyai kelemahan terhadap Teknik Pengendalian Darah milik Xiao Shuxiang dan juga Teknik Pernapasan Iblis milik Wang Zhao. Kedua pemuda itu telah menggabungkan kekuatan, jadi tentu saja dia akan kerepotan.


"Tidak bisa seperti ini," Qiao Nuan terlihat mengepalkan kedua tangannya. Dia pun menggeram, "Di tempat ini ... Akulah yang berkuasa. Ini dunia ciptaanku, jadi tidak ada yang bisa lebih hebat dariku. Tidak ada!"


!!


Setelah seruan itu, dalam sekejap langit berubah warna menjadi putih dan lantas membuat terkejut semua orang. Wang Zhao menahan napas dan menjadi tegang. Perasaannya sangat tidak nyaman melihat perubahan yang terjadi.


Di saat Wang Zhao hendak mundur, dia justru dikejutkan dengan lesatan Xiao Shuxiang yang menerjang Qiao Nuan yang sudah diselimuti kabut merah, nyaris menghilang.


Keberanian pemuda itu membuat Wang Zhao terbelalak. Efek mendekati kabut merah ketika Qiao Nuan berubah akan sangat fatal, tetapi Xiao Shuxiang malah menerjangnya begitu saja. Dia tidak bisa memikirkan bahwa pemuda itu memang mempunyai isi kepala yang bermasalah.


"Tuan Xiao..!" Wang Zhao berseru. Dia kini tidak melihat Xiao Shuxiang sama sekali dan itu membuatnya khawatir.


Langit di atasnya kembali berubah warna beberapa kali, terkadang hitam, merah, putih dan kembali hitam. Wang Zhao mendengar suara gemuruh dan seperti suara kaca yang pecah. Entah hanya penglihatannya atau memang langit nampak retak di atas sana.


Tetua Meng Hao Niang, Lan Guan Zhi, serta pria bermata hijau yang merupakan leluhur dari Bocah Pengemis Gila itu juga terlihat terkejut. Mereka tidak hanya menyaksikan bagaimana langit retak, tapi juga udara di sekeliling mereka.


Rasa-rasanya seperti ada dinding kaca di sekitar mereka yang kini retak dan makin meluas. Tetua Meng Hao Niang menarik Lan Guan Zhi dan terlihat melindungi anak laki-laki itu.


Tetua Meng Hao Niang baru akan bicara saat dirinya tersentak kala menoleh ke arah pria asing di sampingnya. Dia pun berujar, "Tubuhmu ...?! Kau ..."


?


Leluhur Bocah Pengemis Gila nampak mengerutkan kening. Dia akan bertanya saat menyadari bahwa kedua tangan dan tubuhnya mulai memudar. Ini perubahan yang menandakan bahwa jiwanya akan kembali ke dunianya semula.


"Kau baik-baik saja?" Tetua Meng Hao Niang memperlihatkan raut wajah yang cemas. Tubuh pria di sampingnya makin transparan entah apa sebabnya.


"Ini ..." pria bermata hijau alami tersebut melihat kedua telapak tangannya dan lantas berujar, "Aku tidak tahu apa ini akan baik atau tidak ... Tapi pertarungan Xiao Shuxiang belum berakhir."


*


*


Bocah Pengemis Gila saat ini sedang menghadapi Iblis Mimpi yang merupakan bagian dari diri Qiao Nuan yang lain. Dia bergabung dalam pertarungan kelima kultivator yang berasal dari Sekte Aliran Putih.


Qiao Nuan yang dirinya lawan begitu kuat dan bahkan berhasil menewaskan dua orang kultivator tingkat Emas Hitam hanya dalam beberapa gerakan. Dia sendiri bahkan sampai kesulitan.


Seorang kultivator yang terlihat berusia sekitar 60 Tahun menggeram. Dia pun menghunuskan pedangnya dan berkata, "Kau iblis yang tidak tahu diri. Setelah merampas lembaran kitab pembunuh matahari yang ada di sekteku, kau juga membunuh para muridku. Hari ini akan kupastikan kau membayar semua dosamu!"


"Hmph, kau yakin bisa membuatku membayarnya? Tetua Li?"


Bocah Pengemis Gila memegang erat tongkat bambu miliknya. Dia melihat wanita berpakaian serba merah di hadapannya itu kembali bertukar serangan dengan kultivator dari Sekte Yuran. Pertarungan itu dahsyat, apalagi dibantu oleh kultivator dari sekte lain.


Teknik dan gerakan wanita iblis mimpi ini sangat cepat hingga nyaris bisa diikuti oleh mata. Awalnya para kultivator itu bisa menghindar tanpa kesulitan, namun tidak lama kemudian---mereka langsung kehilangan banyak tenaga.


"I-ini ..."

__ADS_1


"Apa yang terjadi?!"


"Tidak mungkin!"


"Bagus sekali, bukan?" senyum indah dari wanita itu seperti senyum menyeringai setan. Dia seakan menikmati kondisi yang dialami oleh para kultivator di hadapannya.


Dalam sekali gerakan, wanita itu melesat ke salah satu kultivator yang tidak bisa bergerak dan mulai mencengkeram leher pria itu. Dia menguatkan cengkeraman tangannya dan lalu menggunakan tangan lain untuk melakukan sesuatu yang sangat mengejutkan.


Bocah Pengemis Gila melihat dengan jelas bagaimana wanita itu menusuk dada kultivator yang lehernya masih dicengkeram kuat. Dia merinding, apalagi saat wanita tersebut mengeluarkan salah satu organ dalam dari pria itu dan membuatnya tewas seketika.


"Kurang ajar..! Berani sekali kau!" salah satu pria membentak. Energi spiritual yang kuat menyelimuti tubuhnya dan dia pun melesat dengan pedang yang terayun kuat.


"Jangan lakukan itu!" Bocah Pengemis Gila berseru dan berusaha menghentikan kultivator itu untuk menyerang, namun sudah terlambat. Pertarungan sengit tidak bisa dihindari.


Hanya saja tidak butuh waktu lama sampai sesuatu tiba-tiba terjadi. Wanita iblis itu melakukannya lagi. Dia berhasil memberi luka yang dalam pada lawan dan hanya butuh beberapa saat sampai satu mayat kembali terjatuh ke tanah.


Bocah Pengemis Gila menarik napas dan menelan ludahnya. Dia merasa bahwa wanita yang dilihatnya sekarang jauh lebih brutal dari Qiao Nuan yang saat ini sedang dihadapi oleh Xiao Shuxiang.


Ada beberapa pendekar lain yang juga melihat kejadian itu. Mereka tidak takut, tetapi justru berhasrat ingin membunuh wanita iblis tersebut. Bocah Pengemis Gila yang menyadari bahwa akan ada banyak korban jiwa berjatuhan jika tidak segera dihentikan akhirnya melesat dengan memakai Tenaga Dalam Udara miliknya.


"Menjauh dari sana..!" seruan Bocah Pengemis Gila mengejutkan para pendekar. Pria dengan tongkat bambu itu menerjang wanita iblis hingga membuat sosok tersebut terpental ke tempat yang jauh.


!!!


Kejadian itu berlangsung sangat cepat, bahkan Ling Lang Tian yang bertarung melawan para mayat hidup juga melihat hal tersebut dan terkejut. Dia tahu Bocah Pengemis Gila bukan pria biasa, namun tidak disangka kekuatan pria itu akan bisa sebesar ini.


Siu Yixin yang baru saja menebas tubuh tiga mayat hidup pun nampak terkesan. Dia berkata dengan nada, "♩♬ Dia ternyata menyembunyikan kekuatannya. Dasar pria yang aneh, yo! ♩♬"


Seorang tetua sekte yang melayang di udara nampak menggeram kesal, "Aku akan menyusulnya--"


"Jangan harap kalian bisa meninggalkan tempat ini..!!" seorang anggota Sekte Lembah Iblis menyela dengan teriakan yang lantang. Dia memberi isyarat pada rekan-rekannya dan mereka pun kembali melesat.


Di sisi lain, wanita iblis yang diserang oleh Bocah Pengemis Gila menghantam tiga pohon hingga tumbang sebelum menghantam tanah. Dia terbatuk darah dan kemudian menggeram.


"Kau ..." wanita itu hendak mengumpat, tetapi sebuah terjangan kembali datang dan beruntung karena kali ini dia masih bisa menangkisnya, meski sejujurnya tenaga lawan sangatlah besar.


Bocah Pengemis Gila berekspresi serius, tetapi karena riasan bedak tebal pada wajahnya dan beberapa goresan pewarna bibir---dia jadi terlihat konyol. Namun meski demikian, serangannya bukanlah untuk main-main.


Wanita iblis itu mendengus, "Aku tidak menyangka bahwa akan ada pria aneh yang bisa mendesakku seperti ini. Kau jelas adalah yang pertama,"


"Tidak peduli tentang urutannya, aku tidak akan melepaskanmu." Bocah Pengemis Gila memakai kakinya untuk menendang lawan. Pertukaran serangan terjadi dan ini merupakan pertarungan yang luar biasa sengit.


Wanita iblis itu sebenarnya memakai teknik yang dia pelajari dari lembaran kitab pembunuh matahari, tetapi dia mempunyai dua kendala saat ini dan salah satunya berasal dari kemampuan lawannya sendiri.


Entah bagaimana, teknik yang dia pelajari tidak berpengaruh pada pria aneh yang sedang dia lawan ini. Dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, tapi firasatnya mengatakan bahwa lawannya bukanlah pendekar seperti yang biasa dia hadapi.


Kendala lain yang dia alami tentu berasal dari kemampuannya yang tidak bisa menarik jiwa lawan atau pun jiwa para pendekar lainnya untuk masuk ke dalam Bentang Alam Mimpi miliknya.

__ADS_1


Wanita iblis itu tidak bisa karena saat ini tubuh lainnya sedang mengeluarkan Bentang Alam Mimpi. Setiap satu tubuh memakai sebuah teknik, maka tubuh lain tidak bisa mengeluarkan teknik yang sama. Inilah fakta yang berusaha untuk disembunyikan.


Bocah Pengemis Gila tentu saja sedang bertanya-tanya mengapa lawannya hanya fokus menyerang tanpa ada tanda-tanda perubahan pada suasana di sekitarnya. Dia berpikir bahwa ini mungkin saja siasat lawan untuk membuatnya lengah atau lawannya ini masih menyepelekan kemampuannya.


Bocah Pengemis Gila menarik napas dan menggumam. "Jika saja kau kultivator biasa, aku pasti tidak akan melibatkan diri dalam pertarungan ini. Tetapi kalian memiliki hubungan denganku karena bagian kitab itu. Kalian sudah melampaui batas,"


Wanita iblis yang menjadi lawan Bocah Pengemis Gila mengerutkan keningnya. Dia tidak fokus mendengarkan ucapan pria ini karena harus memperhatikan posisinya sekarang. Dia mendapat serangan yang tidak main-main.


!!


Wanita itu kembali terpental karena tidak bisa menyaingi kecepatan gerak lawan yang dia hadapi. Seluruh tubuhnya sakit dan semakin menjadi saat dirinya membentur tanah. Dia bahkan terbatuk darah.


Bocah Pengemis Gila selalu menahan kekuatannya, bahkan sekarang pun demikian. Jika saja dia serius sejak awal, maka mustahil lawannya akan bisa bergerak. Tentu saja, wanita iblis yang dia hadapi sedikit berbeda. Dia butuh kerja sama orang lain agar bisa mengalahkannya.


"Tidak bisa ... Ukh, seperti ini ..." wanita iblis itu terbatuk darah saat tubuhnya mulai diselimuti oleh kabut merah. Dia menatap ke arah musuhnya dengan napas yang terengah-engah.


Wanita iblis itu berkata, "Aku tidak terima dikalahkan oleh orang sepertimu ... Tidak akan pernah. Tidak akan!"


!!


Bocah Pengemis Gila terbelalak. Tubuh lawannya dalam sekejap berubah menjadi sosok yang sama sekali tidak terduga. Dia bahkan tanpa sadar mundur karena terlalu terkejut.


"Itu .... Phoenix Iblis!"


!!!


Beda dengan Bocah Pengemis Gila, maka beda pula dengan Xiao Shuxiang. Pemuda itu tidak lagi berada di Bentang Alam Mimpi Qiao Nuan, dia dan teman-temannya sudah keluar.


Tubuh Lan Guan Zhi kembali menjadi seperti sebelumnya dan Tetua Meng Hao Niang kini bisa memakai energi spiritualnya lagi. Hanya saja, pria bermata hijau alami yang sebelumnya ada bersama mereka kini ikut menghilang.


Bukan Xiao Shuxiang yang sebenarnya membebaskan teman-temannya dari Bentang Alam Mimpi Qiao Nuan, dan ini juga bukan keinginan Qiao Nuan sendiri. Wanita itu pun sangat terkejut dengan perubahan di sekelilingnya yang sudah bukan lagi di dalam lingkup Bentang Alam Mimpinya.


"Ba-bagaimana ini bisa terjadi?!" tentu saja Qiao Nuan sangat syok. Hanya dia yang bisa mengendalikan Bentang Alam Mimpinya, termasuk saat dia hendak mengubah lokasinya dan membuat jiwa-jiwa yang terperangkap mengalami kejadian yang mengerikan.


Tetapi apa yang terlihat sekarang ini?! Semuanya kacau! Dia bahkan belum menghabisi semua yang terperangkap dalam Bentang Alam Mimpinya dan kini dirinya kembali di halaman luas Istana Teratai Hitam miliknya.


Ada yang salah! Qiao Nuan yakin ada sesuatu yang salah. Tetapi bahkan untuk memikirkannya pun dia tidak bisa karena saat ini harus menghadapi sosok yang begitu merepotkan.


"XIAO SHUXIANG--!!" Qiao Nuan baru akan berteriak saat matanya terbelalak dengan apa yang dia lihat sekarang ini.


Seseorang berdiri di hadapannya dengan kibaran pakaian putih dan tangan yang memegang sebuah pedang. Orang lain yang juga ikut terkejut adalah Xiao Shuxiang sendiri, pemuda itu sampai tidak berkedip menyaksikan ada orang yang sedang memunggunginya.


"Kau ..." Qiao Nuan tanpa sadar menahan napas. Ujung matanya memerah saking marahnya. Dia kini tahu siapa yang sudah mengacaukan Bentang Alam Mimpinya.


"KAU..!!" Qiao Nuan berteriak nyaring, kuku pada jari-jari tangannya memanjang dan urat kehitaman terbentuk di leher serta wajahnya. Kemarahannya memuncak.


".............." Xiao Shuxiang berkedip dan kemudian menggumamkan nama sosok di hadapannya.

__ADS_1


"Ku-Kucing Putih...?"


******


__ADS_2