KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
242 - Persiapan


__ADS_3

Wang Zhao terlihat berlatih pedang bersama dengan Lan Guan Zhi. Mereka berada di bawah pengawasan Tetua Jing Yufeng.


Suara benturan pedang keduanya dan kibaran pakaian mereka menjadi salah satu hal yang menakjubkan untuk dilihat. Apalagi gerakan berpedang dan langkah kaki mereka penuh dengan strategi serta kemantapan.


Tetua Jing Yufeng melihat Wang Zhao lebih mendominasi melakukan serangan daripada Lan Guan Zhi. Pemuda tersebut tenang, tapi gerakan anggota tubuhnya sangat bersemangat.


Wang Zhao mengayunkan pedang kayu miliknya dan menyerang dengan gerakan yang rendah. Dia menargetkan kaki Lan Guan Zhi, namun dengan cepat dihindari oleh pemuda berpita dahi itu.


"..............."


Lan Guan Zhi sendiri lebih banyak dalam posisi bertahan. Ekspresi wajahnya tetap tenang dengan postur tubuh yang penuh wibawa, namun matanya mengandung keseriusan. Jelas bahwa dia lebih fokus pada gerakan lawan dan memperkirakan titik mana yang akan menjadi incaran dari serangan berikutnya.


Tetua Jing Yufeng nampak mengerutkan kening. Hanya saja tidak lama dirinya pun tersentak saat melihat pemandangan di depannya yang berubah seketika.


Pedang panjang Lan Guan Zhi bergetar, nampak menciptakan lapisan cahaya yang berkilauan. Lapisan cahaya yang melintas itu bagaikan pelangi di malam yang gelap. Ini merupakan kondisi dari penyempurnaan Seni Pedang yang luar biasa mempesona.


Pergerakan Lan Guan Zhi terbilang cukup sederhana dan tidak banyak langkah yang terbuang, bisa dikatakan----gerakan berpedang pemuda tampan ini sangat efektif. Inilah yang memungkinkan dia bisa meningkatkan teknik dari seni berpedangnya.


Di sisi lain, pendorong terbesar yang telah membuat perubahan pada Lan Guan Zhi adalah gerakan cepat dan terkesan liar dari Wang Zhao. Meski begitu bukan hanya Lan Guan Zhi yang teknik berpedangnya meningkat, tetapi juga Wang Zhao.


"............. Bagus sekali," Tetua Jing Yufeng memuji karena melihat gerakan Wang Zhao yang semakin meningkat.


Wang Zhao tidak hanya asal menyerang, dia belajar memperkirakan gerakan dari lawannya dan serangan yang harus dia lesatkan berikutnya. Dia memakai isi kepalanya untuk berpikir akan strategi yang harus digunakannya.


"............. Tuan Muda Lan memang sangat hebat. Dia sama sekali tidak terlihat lelah," Wang Zhao tersengal-sengal dan mencoba mengatur napasnya.


Lan Guan Zhi memanfaatkan itu dan kemudian menyerang. Dia membuat Wang Zhao tersentak dan pemuda itu berusaha untuk menangkis ayunan dari pedangnya.


Suara debaman keras tercipta bahkan sampai membuat angin kejut. Jubah putih Lan Guan Zhi berkibar, termasuk rambut dan pita panjangnya yang terlihat dilambai-lambaikan angin.

__ADS_1


Tidak seperti Wang Zhao yang ekspresi wajahnya nampak begitu jelas---Lan Guan Zhi masih tetap tenang. Bahkan pemuda dari Sekte Pedang Langit itu terlihat tidak kelelahan sama sekali.


"..............." Tetua Jing Yufeng sudah bisa melihat ketahanan dari fisik Wang Zhao. Pemuda itu hampir mencapai batasnya.


"Sudah cukup," Tetua Jing Yufeng buka suara dan memberi perintah. Lan Guan Zhi langsung menghentikan serangannya dan Wang Zhao pun terlihat tidak lagi mengayunkan pedang.


Tetua Jing Yufeng berjalan mendekat dan di saat yang sama----Lan Guan Zhi mulai menyarungkan kembali pedangnya. Dia mengangguk pelan saat Lan Guan Zhi menyatukan kedua tangan dan memberi hormat kepadanya.


Tetua Jing Yufeng memberi beberapa saran dan ini pun disaksikan oleh Hei Lian meski gadis kecil itu berada di tempat yang sedikit lebih jauh.


"..............." Hei Lian sama sekali tidak mengatakan apa-apa. Tingkahnya yang lebih pendiam itu berbeda sekali dengan murid junior Istana Seribu Pedang yang duduk di sampingnya.


Tentu saja Hei Lian menjadi terganggu, namun dia tidak mencoba menegur para bocah yang duduk di sampingnya ini. Dia fokus memperhatikan Wang Zhao dan Lan Guan Zhi yang sedang mendapat beberapa arahan dari Tetua Jing Yufeng.


Di tempat yang sangat jauh, tepatnya di Sekte Lautan Awan----perbaikan sekte sudah hampir selesai. Dan meski telah berusaha untuk menyembunyikan berita tentang penyerangan di sekte mereka----tetap saja pada akhirnya kabar ini telah menyebar.


Tetua Dao Fang An meminum teh di gelas bambu miliknya yang sebelumnya telah dibawakan oleh salah satu pelayan. Dia pun bernapas pelan dan berkata, "Kita sudah melalui ini selama beberapa hari. Sebaiknya kau mulai pergi dan menyusul anak-anak itu,"


Tetua Meng Hao Niang menggoyang-goyangkan kendi labu miliknya dan lalu berkata, "Kau yakin? Bagaimana jika sekte lain berdatangan dan menyerang tempat ini?"


Tetua Meng Hao Niang berkata, "Tidak banyak murid yang selamat dari insiden penyerangan dari Sekte Lembah Iblis. Ini jelas merupakan kerugian paling besar yang pernah ada. Jika aku pergi, tempat ini akan kembali pada kondisi yang jauh lebih buruk lagi."


"Tapi anak-anak itu juga butuh bimbingan darimu," Tetua Dao Fang An berkata, "Mereka adalah aset yang akan mampu membantu kita mengatasi Sekte Lembah Iblis. Keselamatan anak-anak itu dan juga pengajaran yang diberikan pada mereka jauh lebih penting,"


"Aku tahu mereka hebat, tapi tidak perlu terlalu berharap. Menyerahkan tugas sebesar ini pada anak-anak yang masih begitu muda justru akan terlihat bahwa kita tidak bisa berbuat apa pun sendiri,"


Tetua Dao Fang An menoleh. Dia menatap wanita di sampingnya dan lantas berkata, "Apa kau ingin tahu kenapa aku begitu menaruh kepercayaan kepada anak-anak itu, utamanya pada Wang Zhao dan 'Bocah Berandalan' itu..?"


Tetua Dao Fang An menjelaskan, "Wang Zhao merupakan pemimpin dari Sekte Lembah Iblis yang dibuang. Meski hidup sebagai kultivator Aliran Hitam, nyatanya dia anak yang baik dan murah hati. Sosok yang penuh rasa cinta kasih itu mampu menjadikannya pendekar yang kuat."

__ADS_1


Tetua Dao Fang An berkata, "Sementara di sisi lain .... Untuk anak nakal dan liar itu-----aku tidak bisa mengukur batasan dari kemampuannya. Aku bahkan tidak ragu mengatakan bahwa jika dia berhasil mengendalikan kekuatannya dan segel itu terlepas-----dia akan menjadi sosok yang tidak terkalahkan,"


"............. Xiao Shuxiang, hm..." Tetua Meng Hao Niang bergumam pelan dan kemudian menengadah untuk memperhatikan bintang-bintang yang perlahan hampir tidak terlihat.


Tetua Meng Hao Niang berkata, "Aku memang melihat potensi tidak terukur dari pemuda menyebalkan itu. Dia akan menjadi sosok yang amat penting dalam mengubah alur pertarungan ketika kita menghadapi Sekte Lembah Iblis. Tapi ..."


Tetua Meng Hao Niang meminum arak di dalam kendi labunya sebelum berkata, "Bocah Berandalan itu perlu belajar lebih keras untuk mengendalikan nafsunya dalam membunuh. Tapi dia mempunyai kesulitan di bagian ini,"


"Istana Seribu Pedang adalah tempat yang sesuai untuk melatihnya," Tetua Dao Fang An berkata, "Tetua besar Chen bisa menanganinya. Aku sendiri bisa untuk tidak menaruh rasa percaya pada sekte yang lain, tapi tidak akan meragukan pengajaran di Istana Seribu Pedang."


Tetua Meng Hao Niang bernapas pelan dan kemudian berkata, "Sebenarnya di mana pun tempat pemuda itu berlatih----dia tidak akan bisa berubah bila bukan dirinya sendiri yang berusaha mengubahnya. Dan kuperhatikan selama ini ..... Dia mampu menyerap apa yang diajarkan padanya dengan cukup baik,"


Tetua Dao Fang An mengangguk pelan. Dia setuju dengan ucapan Tetua Meng Hao Niang dan sejujurnya Xiao Shuxiang memang punya kemampuan semacam itu.


Saat ini, Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu nampak duduk bersila di atas sebuah batu yang agak licin dan di bawah air terjun. Xiao Shuxiang begitu berkonsentrasi dan sampai tidak peduli pada dingin yang dibawa oleh air terjun tersebut.


"..............."


Tetua Chen Duan Shan yang sejak semalam memperhatikan pemuda mempesona itu nampak tersentak saat melihat mulai ada perubahan dari diri Xiao Shuxiang. Padahal pelatihan ini belum sampai satu hari penuh.


"Dia ...." Tetua Chen Duan Shan tanpa sadar menahan napas, tatapan matanya tertuju pada Xiao Shuxiang.


Pelatihan Tertutup merupakan pelatihan yang memang untuk fokus meningkatkan praktik, menyembuhkan cedera atau luka. Waktu yang dibutuhkan agar hasilnya terlihat tidak bisa dikatakan singkat. Beberapa orang bahkan harus menghabiskan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.


Tapi Xiao Shuxiang ini bahkan tidak butuh sampai seharian penuh. Pemua tampan itu memulai pelatihannya malam tadi dan kini mulai terlihat perubahannya. Entah ini akan menjadi hal yang baik atau justru bisa saja menjerumus pada penyimpangan Qi.


"..............." Tetua Chen Duan Shan menahan napas dan bersiap akan kemungkinan terburuk yang dapat terjadi.


******

__ADS_1


__ADS_2