![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
PERINGATAN!
Episode mengandung adegan sedikit bromance. Harap selalu bijaklah dalam membaca dan terima kasih karena masih tetap mendukung karya ini.
*
*
Wang Zhao berada dalam kamarnya dan terlihat membungkus pedangnya dengan kain. Senjata di depannya ini tidak lagi terbuat dari kayu seperti sebelumnya, dia sama sekali tidak mengerti bagaimana pedangnya bisa berubah.
Wang Zhao mengembuskan napas pelan dan mengingat pertarungannya dengan Hei Lian. Beberapa kenangan masa lalu pun terlihat di hadapannya, saat di mana pamannya mengambil alih kepimpinan Sekte Lembah Iblis yang seharusnya adalah miliknya.
Dia memejamkan mata sejenak sebelum mulai memegang kuat pedangnya dan berjalan meninggalkan kamar. Tatapan mata Wang Zhao tidak seperti biasa dan sejujurnya sangat gugup mengingat ini adalah malam dia dan teman-temannya pergi ke Sekte Lembah Iblis.
Di tempat lain, Lan Guan Zhi baru saja selesai membaca buku dan menoleh ke sebuah sekat kayu. Ini adalah bukunya yang kedua dan seseorang masih juga belum keluar dari balik sekat itu.
Lan Guan Zhi tidak pernah menolak jika teman baiknya ingin menginap, tetapi sudah sejak tadi dia menyuruh temannya untuk mandi dan sampai sekarang belum juga selesai.
Merasa ada yang tidak beres membuat Lan Guan Zhi bangun dan berjalan ke arah sekat kayu. Dia memanggil nama teman baiknya.
"Shuxiang?"
Tidak ada jawaban membuat Lan Guan Zhi terus berjalan semakin dekat dan tersentak saat melihat teman baiknya tidur di dalam bak mandi. Bahkan tidak disangka orang ini bisa mendengkur.
Lan Guan Zhi mengembuskan napas dan menggeleng pelan. Dia mengulurkan tangan dan menepuk-nepuk bahu teman baiknya sambil memanggil.
"Shuxiang? Xiang'Er? Kau terlalu lama berendam, bangunlah. Shuxiang?" Lan Guan Zhi memperhatikan wajah teman baiknya yang begitu tenang, rasanya jadi tidak tega membanting bak mandi ini untuk membangunkan teman baiknya.
"Kau tidak jadi pergi?" Lan Guan Zhi bertanya dengan suara yang setengah berbisik dan membuat Xiao Shuxiang spontan membuka matanya.
"Aku lupa!" Xiao Shuxiang berdiri saking kagetnya karena baru mengingat bahwa dia mempunyai misi malam ini.
Koki Alkemis itu baru akan turun dari bak mandi saat kakinya tiba-tiba membentur pinggiran bak. Kejadian tersebut terlalu cepat, Lan Guan Zhi bahkan tidak sempat menghindar.
Wang Zhao di saat yang sama baru akan mengetuk pintu kamar Lan Guan Zhi dan kaget mendengar suara yang keras. Dia langsung masuk untuk melihat apa yang terjadi dan sangat terkejut menyaksikan pemandangan di hadapannya.
Wang Zhao membeku, suaranya bahkan tertahan di tenggorokan dan pedangnya sendiri jatuh ke lantai. Dia sampai tidak berkedip saking kagetnya.
Di depannya, Wang Zhao melihat Xiao Shuxiang dalam keadaan basah kuyup dengan posisi menindih Lan Guan Zhi. Mengejutkannya, pemuda itu bahkan hanya memakai celana putih panjang yang juga dalam kondisi basah.
Tidak perlu dijelaskan sedetail apa Wang Zhao bisa melihat gundukan padat berisi dari bokong Xiao Shuxiang. Dia bahkan melihat ukiran Phoenix Api di punggung pemuda mempesona itu yang nampak bergerak seperti hidup.
__ADS_1
Lan Guan Zhi sadar dengan apa yang terjadi. Dia langsung menarik teman baiknya, bertindak seakan melindungi tubuh temannya itu dan bahkan sampai memberi tatapan tajam pada Wang Zhao hingga membuat pemuda tersebut kaget.
Wang Zhao dengan cepat berbalik dan tidak berani melihat lagi. Di sisi lain, Xiao Shuxiang masih terguncang dan bahkan tidak sadar bersembunyi dalam pelukan teman baiknya.
"Apa kau tidak bisa mencari masalah di tempat lain?" Lan Guan Zhi buka suara dan pertanyaan ini jelas ditujukan pada subjek di dekapannya.
"Aku kan tidak sengaja," Xiao Shuxiang bicara disela-sela giginya yang terkatup. Dia menggeleng pelan, "Kau pikir aku menyukainya? Aku sama sekali tidak mengira akan terjadi hal semacam ini."
Lan Guan Zhi menatap teman baiknya dan bernapas pelan. Dia merasa bahwa setiap kali Xiao Shuxiang menumpang di kamarnya, pasti selalu saja ada masalah. Terakhir kali, pemuda ini bahkan sampai memecahkan bak mandi.
Lan Guan Zhi kembali bukan suara, dia berujar tanpa nada. "Kau harusnya tidak terburu-buru. Dan berhentilah tidur saat berendam,"
"Itu juga tidak disengaja, Lan'Er.."
"Lalu cepat bangun dan segera ganti pakaianmu. Berhentilah memeluk,"
Xiao Shuxiang tersadar dan kemudian mulai melepaskan pelukannya. Dia pun berdiri dan berkedip melihat Wang Zhao yang masih memunggunginya.
Xiao Shuxiang membantu Lan Guan Zhi bangun dan teman baiknya itu pun mulai berjalan keluar dari sekat. Wang Zhao yang ada di tempat kejadian langsung mengambil pedangnya yang terjatuh dan mengikuti Lan Guan Zhi. Dia menunggu Xiao Shuxiang selesai berganti pakaian.
Rasa gugup di hati Wang Zhao berganti dengan rasa gugup yang lain. Dia terlihat duduk dengan kepala yang menunduk dan jari-jari tangan yang begitu gelisah.
Wang Zhao mengatupkan bibir sebelum mulai mencoba mencairkan suasana di sekitarnya. Dia menahan napas ketika menatap ke arah Lan Guan Zhi dan semakin gugup saat hendak buka suara.
"Jangan dipikirkan. Xiao Shuxiang tidur saat berendam,"
"Ah ..." Wang Zhao menggaruk pipinya dan tersenyum pahit saat berkata, "Aku pernah mendengar kebiasaannya itu. Dia bahkan sulit mengendalikan hal ini,"
"Mn, kau duduk dan tunggu saja."
"Ba-baik," Wang Zhao mengembuskan napas, namun tatapan matanya masih lebih banyak tertunduk. Dia menunggu sampai Xiao Shuxiang selesai memakai pakaiannya.
Lan Guan Zhi melihat temannya yang sudah selesai berpakaian, dia pun lantas berjalan dan ikut mengganti pakaiannya yang basah di balik sekat kayu. Hanya saja di saat bersamaan, terdengar suara ketukan pada pintu terdengar.
Wang Zhao dan Xiao Shuxiang menoleh, mereka melihat Liu Wei Lin dan Bocah Pengemis Gila melangkah masuk. Dan tidak butuh waktu lama sampai Hu Li pun juga ikut datang.
Xiao Shuxiang menunggu Lan Guan Zhi selesai berpakaian dan menatap satu demi satu teman-temannya. Dia berkedip saat melihat wajah Bocah Pengemis Gila yang penuh dengan riasan tebal.
"Bukankah kau sudah melupakan riasan wajah yang mirip hantu gantung itu?" Xiao Shuxiang buka suara, "Kenapa kau memakainya lagi?"
Bocah Pengemis Gila mengusap tongkat bambunya dan menjawab, "Kita akan menyerang Sekte Lembah Iblis. Tentu saja aku harus mempersiapkan diri dan ini adalah salah satunya. Aih, sungguh. Tanpa riasan ini, rasanya aku seperti kehilangan bagian dari jiwaku."
__ADS_1
"Hmph, jiwamu? Dengan tepung dan pewarna pipi setebal itu?" Xiao Shuxiang menggeleng dan menyilangkan tangannya. "Jika saja ada minyak di sini, maka aku pasti akan langsung menggorengmu."
"Ayolah, ini penampilanku saat akan berperang. Kau tidak perlu terlalu mempermasalahkannya,"
"Kau itu tampan, Bocah Pengemis Gila. Harusnya kau menjaga wajahmu. Riasan aneh itu justru sangat merusaknya tahu!"
Liu Wei Lin melambaikan kipas miliknya dan menarik napas, "Saudara Xiao. Aku juga sudah memberitahukan itu padanya, tapi dia sama sekali tidak mau mendengarkan."
"Dasar anak muda ..." Bocah Pengemis Gila menghela napas dan kemudian berkata, "Kita akan menyerang markas Sekte Lembah Iblis, maka tentu saja perlu ada samaran. Ini juga salah satu fungsi dari riasan wajahku, mengerti?"
"Kau kan bisa menggunakan topeng," Liu Wei Lin tidak mau kalah dan membuat Bocah Pengemis Gila mendengus.
Pria dengan tongkat bambu itu berkata, "Topeng harganya mahal untuk orang yang tidak punya uang sepertiku. Dan lagi, wajah akan kaku bila memakai topeng dan rasanya tidak nyaman sekali. Riasan wajah seperti ini jelas lebih baik, harganya murah dan sangat mudah didapat."
Liu Wei Lin menggeleng, "Terserah kau sajalah. Aku tidak bisa mengerti pikiran seorang pria tidak waras,"
Hu Li menarik napas dan lantas menatap ke arah Xiao Shuxiang. Dia pun mulai buka suara, "Tuan Muda? Apa kita masih menunggu orang lain lagi?"
"Tidak, hanya kita yang akan pergi. Kalian sudah siap, kan?" Xiao Shuxiang berdiri dan pertanyaannya barusan dianggukkan oleh teman-temannya.
Wang Zhao menarik napas dan dengan gugup bertanya, "Ja-jadi bagaimana cara kita pergi ke Sekte Lembah Iblis?"
"Kemarilah dan berdiri di sampingku," Xiao Shuxiang meminta Wang Zhao mendekat. Dia pun berkata, "Aku akan mencoba teknik yang belum pernah kupakai berpindah tempat selama ada di Alam Kultivasi Atas. Ini adalah yang pertama kalinya,"
"Jangan gugup," Xiao Shuxiang memberi peringatan. Tangannya terulur dan lalu menyentuh pelan kepala Wang Zhao, dia meminta temannya untuk menutup mata.
Xiao Shuxiang berkata, "Pikirkan tentang tempat tinggalmu di Sekte Lembah Iblis. Usahakan kau membayangkan tempat aman di sektemu. Fokus dan jangan melawan,"
Wang Zhao berusaha mengingatnya. Di sisi lain, teman-temannya nampak begitu tegang. Liu Wei Lin sendiri tanpa sadar menahan napas dan merasa penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Saudara Xiao-nya.
Lan Guan Zhi, Hu Li dan Bocah Pengemis Gila pernah menyaksikan Xiao Shuxiang menggunakan teknik semacam ini, tapi itu sudah cukup lama dan kejadiannya saat Ling Ya Bing diculik.
Xiao Shuxiang menggunakan Teknik Pengendali Roh yang dihubungan dengan Cermin Pemindah miliknya. Ini adalah cara yang bisa dia lakukan untuk pergi ke suatu tempat yang belum pernah dia injak sebelumnya.
Di Alam Kultivasi Atas, tentu saja Xiao Shuxiang harus berhati-hati. Apalagi saat ini dia dan teman-temannya akan pergi menyerang Sekte Lembah Iblis. Dia tentu saja tidak boleh bertindak gegabah.
Xiao Shuxiang menarik napas, dia sudah menemukannya. Titik-titik air mulai berkumpul di udara, memadat dan lalu membentuk sebuah cermin setinggi orang dewasa. Liu Wei Lin terpukau dengan teknik yang begitu unik ini.
Xiao Shuxiang meminta Wang Zhao membuka matanya kembali. Dia pun menatap ke arah cermin miliknya sambil mengeluarkan Yīng xióng.
Xiao Shuxiang berkata akan masuk lebih dahulu dan teman-temannya mengikuti di belakang. Lan Guan Zhi adalah orang kedua yang memasuki cermin pemindah, disusul oleh Hu Li, Wang Zhao, Liu Wei Lin dan yang terakhir adalah Bocah Pengemis Gila.
__ADS_1
Cermin Pemindah milik Xiao Shuxiang perlahan memudar dan bersamaan dengan itu---sebuah bayangan gelap melintas masuk ke dalamnya sebelum cermin tersebut benar-benar menghilang.
******