KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
215 - Bocah Pengemis Gila (3)


__ADS_3

PERINGATAN!


Episode masih mengandung sedikit adegan bromance. Tetap bijaklah dalam membaca, terima kasih^^


*


*


*


Merupakan hal yang memalukan bagi Xiao Shuxiang saat dia digendong ala pengantin oleh teman baiknya sendiri. Sekarang, efek serangan Lan Guan Zhi bukan lagi hal yang dia pikirkan, tetapi justru tindakan 'manis' dari teman baiknya ini.


"..............." Xiao Shuxiang meringis. Kini tidak hanya dadanya, tapi juga kepalanya yang berdenyut sakit. Dirinya bahkan tak sanggup lagi untuk memberontak.


"Langit benar-benar baik," Xiao Shuxiang berujar pelan, "Aku diberikan teman yang begitu perhatian..."


Sebenarnya Xiao Shuxiang ingin meledek pemuda yang sedang menggendongnya, tapi dia sudah kehilangan tenaga untuk berujar dengan nada yang keras.


Lan Guan Zhi sendiri tidak membalas ucapan teman baiknya. Dia tetap dengan tenangnya membawa Xiao Shuxiang ke Paviliun Pengobatan setelah mendapat persetujuan dari Tetua Wang Jing Li.


"........... Lan Zhi," Xiao Shuxiang bertanya. "Sampai kapan kau akan melakukan ini? Tolong turunkan saja aku. Haah ..... Aku benar-benar tidak punya wajah lagi untuk diperlihatkannya pada siapa pun,"


"Mn, kau hanya perlu memperlihatkannya padaku."


!!


Ketahanan jantung Xiao Shuxiang benar-benar diuji. Di saat yang seperti ini, teman baiknya masih bisa menggodanya. Dan ucapan yang seharusnya bernuansa 'candaan', justru terdengar serius jika dilontarkan oleh Lan Guan Zhi.


Pipi Yi Wen sampai memerah. Ucapan dari pemuda tampan berpakaian putih ini sangat jelas di telinganya. Bukan dia yang berada di posisi Xiao Shuxiang, tapi dirinya-lah yang justru merona malu.


"Lan Guan Zhi, turunkan aku..!" Xiao Shuxiang kembali memberontak. Dia telah mengumpulkan tenaga untuk bersuara, namun detik berikutnya dia merasakan dadanya sakit lagi.


"Pegangan yang erat,"


"Lan'Er, yang sakit itu organ dalamku. Bukan kaki. Kenapa aku harus diberi perlakuan semacam ini? Aku .... Kau membuatku merasa sangat malu,"


"..............." Lan Guan Zhi memperhatikan wajah teman baiknya.


Xiao Shuxiang memang protes, tetapi sepertinya tidak sadar dengan posisinya sekarang. Dia bersandar dalam pelukan teman baiknya dan mungkin telah gagal memperhatikan betapa dekat keduanya.


Bocah Pengemis Gila sudah beberapa kali terlihat masam. Perasaan yang dia rasakan sangat campur aduk, begitu pula dengan Yi Wen saat ini.


"Saudara Xiao, kau tidak seharusnya bersandar seperti itu." Yi Wen protes, "Kedekatanmu dengan Tuan Muda Lan terlihat 'intim' dan aku tidak suka,"

__ADS_1


"Lalu apa menurutmu aku menyukainya?" Xiao Shuxiang membela diri. Namun kini bukan Yi Wen yang membalas, tetapi Bocah Pengemis Gila.


Pria dengan tongkat bambu itu berkata, "Siapa yang tahu? Kau bisa saja sedang gembira di dalam hati sekarang ini. Tentu, karena seseorang yang memeluk dan menggendongmu adalah Lan'Er Gege."


Xiao Shuxiang mendengus, "Aku bukan orang dengan kelainan yang sama sepertimu. Hanya kau yang akan senang bila mendapat perhatian semacam ini,"


Bocah Pengemis Gila mengerucutkan bibirnya, dia kembali berujar. "Jika kau memang tidak suka, maka kau kan bisa meminta digendong oleh orang lain. Yi Wen contohnya,"


Yi Wen tersentak, dia menatap ke arah Bocah Pengemis Gila. Xiao Shuxiang sendiri justru mendengus dan berkata, "Kau ingin agar Yi Wen menggendongku? Lihat baik-baik. Dia sendiri sudah punya 'beban' yang begitu menguras tenaga, apalagi jika ditambah denganku."


"Sa-Saudara Xiao ..." Yi Wen mengatupkan bibirnya. Dia menggelembungkan pipi karena tahu apa yang sedang disinggung oleh Xiao Shuxiang.


Bocah Pengemis Gila memperhatikan tubuh bagian atas Yi Wen dan tersedak oleh napasnya sendiri. Dia terbatuk-batuk dan entah kenapa pipinya jadi terasa panas.


Bocah Pengemis Gila berdeham. Pria dengan tongkat bambu ini belum mau menyerah. Dia pun kembali berkata kepada Xiao Shuxiang.


Bocah Pengemis Gila, "Jika kau tidak ingin Yi Wen. Maka para gadis ini saja yang membawamu, atau bagaimana dengan Nona Ling?"


"Mn," Ling Qing Zhu mengangguk pelan. Dia menatap Xiao Shuxiang dan berkata tanpa nada, "Kau mau kugendong?"


Xiao Shuxiang tersenyum getir, "Aku tentu tidak menginginkan itu. Mau ditaruh di mana wajah Yang Mulia Xiao Shuxiang ini jika yang menggendongnya merupakan perempuan? Hah, tidak .... Aku menolak."


"Lalu bagaimana denganku?" Bocah Pengemis Gila menawarkan dirinya sendiri. Dia sebenarnya tidak ingin Xiao Shuxiang diperlakukan selembut ini oleh Lan'Er Gege-nya. Itu seperti menyiram *cuka tepat di wajahnya dan dia telah membiarkan hal itu terjadi.


Xiao Shuxiang berekspresi pucat. Dia pun dengan spontan berkata, "Aku lebih baik menyerahkan tubuhku kepada Lan Zhi daripada harus digendong olehmu."


!!


Lan Guan Zhi berkedip. Sementara Bocah Pengemis Gila, Yi Wen, Ling Qing Zhu dan yang lainnya nampak tersentak. Mereka langsung menatap Xiao Shuxiang karena mendengar ucapan ambigu dari pemuda mempesona ini.


Bocah Pengemis Gila menatap horor pada Xiao Shuxiang dan berkata, "Ka-kau tadi bilang apa..? Kau mau menyerahkan tubuhmu pada Lan'Er Gege?!"


Xiao Shuxiang tersentak, "Aku ...."


"Sekarang aku mulai cemburu," Ling Qing Zhu berujar tanpa nada dan membuat Yi Wen menoleh ke arahnya.


"..............." Lan Guan Zhi memandangi wajah teman baiknya dan lalu bertanya. Suaranya pelan, "Apa kau yakin?"


"Tidak. A-aku spontan Lan'Er. Bukan itu maksudku," Xiao Shuxiang mencoba untuk melakukan pembelaan, tetapi sia-sia saja sebab semua orang di sekitarnya sudah mendengar hal itu.


Ling Qing Zhu bernapas pelan dan lalu berkata, "Aku benar-benar cemburu."


"Buka begitu, Kucing Putih..! Aku--" Xiao Shuxiang panik, apalagi sekarang Zhao Lu Si dan tiga murid Sekte Lautan Awan memberinya pandangan yang aneh.

__ADS_1


"Tuan Muda Xiao ...." Zhao Lu Si berujar pelan, dia memandang ke bawah dan berekspresi kecewa. "Aku .... Tidak menyangka Tuan Muda Xiao adalah orang yang seperti itu,"


"Ti-tidak, sungguh. Bukan itu maksudku--"


"Pffft, kami hanya bercanda." Zhao Lu Si tertawa kecil. Ketiga temannya pun ikut melakukan hal yang sama dan membuat Xiao Shuxiang tersentak.


Menyaksikan bahwa tidak hanya Zhao Lu Si yang bertindak demikian, tetapi juga Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila membuat Xiao Shuxiang merasa bahwa dia sedang digoda oleh teman-temannya.


Hal yang paling tidak terduga adalah bahwa Ling Qing Zhu dan teman baiknya pun ikut terlibat. Entah bagaimana orang-orang ini bisa bekerja sama dengan baik untuk menggodanya.


Xiao Shuxiang berujar, "Kalian benar-benar keterlaluan. Apa sangat sukanya mempermainkanku seperti ini...?"


Yi Wen, "Kau terlihat menggemaskan saat sedang kesal, Saudara Xiao. Apalagi dalam keadaan tidak berdaya,"


Xiao Shuxiang mendengus. Tak disangka dia akan memiliki saudara seperguruan yang begitu tidak waras seperti Yi Wen.


Bocah Pengemis Gila berujar, "Anggap saja ini sebagai hiburan untukmu. Aku tahu kau sedang banyak pikiran dan ada begitu banyak hal yang perlu kau lakukan. Setelah ini, kau bahkan masih harus berlatih lagi."


"..............." Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia pun berkata. "Ucapanmu tidak salah. Tapi bukan aku yang dihibur di sini, melainkan kalian...! Menyebalkan,"


"..............." Lan Guan Zhi tertegun saat dengan tiba-tiba Xiao Shuxiang justru semakin bersandar kepadanya.


Ling Qing Zhu sebenarnya juga hanya ikut mempermainkan Xiao Shuxiang. Dia sama sekali tidak keberatan melihat kedekatan Lan Guan Zhi dengan Wali Pelindungnya itu.


Dia bahkan tanpa ragu membuka pintu sebuah kamar di Paviliun Pengobatan agar Lan Guan Zhi bisa dengan mudah membawa Wali Pelindungnya masuk.


Xiao Shuxiang dibaringkan dengan penuh perhatian oleh teman baiknya. Dia pun tersenyum pahit dan menggeleng pelan. Sungguh, dirinya ingin mencari lubang untuk bersembunyi.


Tindakan Lan Guan Zhi sebenarnya tidak masalah. Tidak ada niatan apa pun selain membantu teman yang sedang terluka. Xiao Shuxiang pun pasti akan melakukan hal yang sama.


Di dalam ruangan tempat Xiao Shuxiang saat ini, sama sekali tidak menampakkan sosok Wang Zhao. Pemuda itu memang tidak ikut dalam rombongan, dia diminta untuk tetap tinggal dan berlatih oleh Tetua Wang Jing Li.


Pemuda itu sebenarnya ingin menyusul Xiao Shuxiang, namun ketegasan Tetua Wang Jing Li membuat nyalinya ciut untuk meminta izin. Alhasil, Wang Zhao pun harus terperangkap sendirian.


Salah satu murid perempuan yang menjadi rekan Zhao Lu Si nampak keluar untuk memanggil tabib. Ini sebenarnya tidak perlu dilakukan, sebab meski saat ini kekuatan Xiao Shuxiang disegel----regenerasi tubuhnya tidak menghilang.


Xiao Shuxiang hanya tidak mengatakan apa pun tentang regenerasi tubuhnya karena itu akan menimbulkan banyak spekulasi jika orang seperti Zhao Lu Si mendengarnya.


Rekan Zhao Lu Si datang tidak lama setelah itu, dia membawa seseorang yang tak lain adalah Mo Huai. Pemuda dengan gigi taring yang manis itu nampak senang bertemu dengan Xiao Shuxiang.


Hanya saja ketika Mo Huai sedang memeriksa denyut nadi Xiao Shuxiang, tiba-tiba saja Tetua Meng Hao Niang masuk dan langsung meminta Xiao Shuxiang untuk ikut dengannya.


Hal yang mengherankan sekaligus membuat gugup adalah ekspresi wajah Tetua Meng Hao Niang yang begitu serius. Xiao Shuxiang yang bahkan ingin bertegur sapa dengannya pun memutuskan untuk mengurungkan niat itu.

__ADS_1


******


__ADS_2