KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
398 - Ling Qing Zhu (12)


__ADS_3

"Kau mengatakan apa tadi?" Bocah Pengemis Gila tersentak mendengar ucapan Yi Wen barusan. Dia berkata, "Kau mengenali mereka?"


"................" Yi Wen menghela napas dan menggeleng pelan, "Entahlah. Aku hanya merasa pernah mendengarnya. Tapi entah di mana..."


"Ya ampun, coba ingat lagi. Kau ini kan masih muda,"


"Apa sekarang kau mulai membahas usia di saat seperti ini?!" Yi Wen menjadi kesal dan berkata, "Coba bercermin. Kau sangat tua tapi begitu kekanakan,"


Bocah Pengemis Gila mendengus, dia kembali buka suara dan berakhir saling mendebat dengan Yi Wen. Mereka membuat keributan tersendiri di dalam penjara besi yang diselimuti oleh kilatan petir itu.


Di sisi lain, Xiao Shuxiang sama sekali tidak mengetahui apa yang dialami oleh teman-temannya. Pemuda menawan itu saat ini sedang berada di sudut sebuah bangunan sambil memperhatikan pergerakan kedua mayat hidup buatannya.


Mayat-mayat itu berjalan di antara orang-orang yang berlalu-lalang. Sampai saat ini, masih belum ada yang mengetahui identitas mereka dan tentu saja hal tersebut merupakan sesuatu yang baik untuk Xiao Shuxiang.


"Kurasa sekarang aku bisa pergi," Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan kembali berjalan. Pandangan matanya sedikit mengarah pada orang-orang yang saat ini sedang merapikan barang dagangan mereka yang berserakan.


Sekali dilihat, Xiao Shuxiang tahu bahwa di tempat ini pernah terjadi pertarungan. Apalagi dari kerusakan yang ada... Pertarungan itu jelas sangat sengit. Dia memikirkan untuk menghampiri orang-orang itu, tetapi tidak butuh waktu lama sampai dia memutuskan untuk tidak ikut terlibat.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan melanjutkan perjalanannya. "Semua memiliki masalah dan aku bukan orang yang suka ikut campur dengan masalah orang lain. Aiya, tidak akan kulakukan hal yang merepotkan."


Xiao Shuxiang memilih berjalan di lorong kecil dan sebuah cermin pemindah muncul, tidak jauh di depannya. Dia pun memasuki cermin tersebut dan tiba di depan gerbang Sekte Pedang Langit.


Segel pada sekte tersebut sudah diperbaiki. Xiao Shuxiang sendiri tidak bisa masuk sembarangan lagi, tetapi untunglah dia tidak pernah dicegah oleh murid penjaga saat hendak masuk ke dalam.


Perbaikan masih terlihat di beberapa tempat. Xiao Shuxiang memutuskan pergi ke salah satu bangunan yang digunakan untuk merawat para murid Sekte Pedang Langit yang sedang terluka. Dia ke tempat itu untuk memeriksa kondisi Lan Xiao sekaligus Kucing Putihnya.


Malam semakin larut, tetapi masih ada murid Sekte Pedang Langit di dalam Balai Peristirahatan ini yang terjaga. Xiao Shuxiang sendiri melihat Kucing Putihnya yang sedang duduk di dekat tempat tidur. Gadis berambut putih itu terlihat sedang menjaga seekor harimau kecil.


Sambil bernapas pelan, Xiao Shuxiang pun berjalan mendekat. Dia menyilangkan tangan dan mulai buka suara, "Padahal kupikir aku bisa memergokimu mengeluarkan suara lucu, seperti dengkuran misalnya."


Ling Qing Zhu menoleh. Dia melihat Wali Pelindungnya menggeser satu kursi dan duduk tepat di sampingnya. Tanpa nada dia pun berkata, "Kau dari mana saja?"


Xiao Shuxiang berkedip. Dia pun tersenyum dan berkata, "Apa kau merindukanku?"


"............. Tidak mungkin,"


Xiao Shuxiang menyenggol pelan lengan gadis di sampingnya dan berdecak. Dia berkata, "Paling tidak katakan jika kau rindu. Meski itu bohong, aku akan tetap senang."


"............ Tidak mau,"


"Aiih, kau sangat menyebalkan." Xiao Shuxiang cemberut dan kemudian melihat ke arah harimau bulan yang terbaring di hadapannya. Tangannya lantas terulur dan mengusap kepala harimau yang terlihat tertidur itu.


Xiao Shuxiang buka suara, "Bagaimana kondisi Lan Xiao?"


"Dia sudah membaik, bahkan diajak bermain oleh Xiao Qing Yan. Namun dia belum berubah menjadi manusia seperti sebelumnya,"


"................ Jika sampai seperti itu berarti kondisi Lan Xiao cukup parah." Xiao Shuxiang bernapas pelan dan berkata, "Dia memiliki energi kehidupan yang sangat banyak hingga berpengaruh pada regenerasi tubuhnya. Dia bisa menyembuhkan lukanya dengan cepat. Tapi jika kau mengatakan dia belum bisa berubah menjadi manusia, itu berarti luka Lan Xiao belum sepenuhnya pulih."


"Sebenarnya siapa orang-orang itu?" Ling Qing Zhu bertanya. Dia menatap Wali Pelindungnya dan berkata, "Apa mereka mengincarmu?"


"Bukan aku, tapi Rana Qisheng. Kau jangan khawatir. Intinya sekarang... Semua sudah membaik." Xiao Shuxiang mengendarkan pandangan dan bertanya, "Apa Lan'Er tidak menemanimu di sini?"


"Tuan Muda Lan sebelumnya datang, tapi Patriarch Lan Xu Jian memanggilnya jadi dia pergi bersama Feng Ying,"


"Baiklah. Ayo pergi ke kamarku yang dulu. Kau bisa istirahat di sana,"


"Tapi Lan Xiao.."


"Aku akan membawanya. Ayo,"

__ADS_1


"Mn,"


Ling Qing Zhu melihat Wali Pelindungnya dengan penuh perhatian mulai menggendong harimau bulan tersebut. Dia pun mengikuti pemuda itu ke bangunan para murid dan masuk ke salah satu kamar yang selalu dipakai oleh Xiao Shuxiang.


"Aku tidak mengerti." Ling Qing Zhu buka suara, "Kau hanya pernah belajar sementara di tempat ini. Tapi kenapa kamarmu tidak pernah dipakai orang lain?"


"Meski bukan murid sekte ini, tapi aku sering datang dan menginap. Para tetua tidak punya pilihan selain mengosongkan kamar ini,"


"............ Kau tidak tidur di kamar Tuan Muda Lan?"


"Aku selalu sembunyi-sembunyi ke sana,"


"Apa?" Ling Qing Zhu berkedip, "Kenapa?"


"Entahlah, mereka tidak ingin aku tidur di tempat Lan'Er. Sepertinya mereka takut aku akan memakannya," Xiao Shuxiang perlahan membaringkan harimau bulan yang digendongnya ke tempat tidur sebelum mulai mengarahkan pandangan pada gadis di sampingnya.


Sambil tersenyum, Xiao Shuxiang berkata. "Daripada aku memakan Lan'Er, kan lebih baik jika aku memakanmu."


Ling Qing Zhu tersentak saat mendapat kedipan mata yang aneh dari Wali Pelindungnya. Dia mendengus dan tanpa nada berkata, "Ada banyak makanan yang normal dan kau justru mau menjadi kanibal?"


"Kucing Putih, bukan seperti itu maksudku.." Xiao Shuxiang menggaruk pipinya yang tidak gatal. Dia baru akan bicara saat Ling Qing Zhu berjalan ke arah sekat.


"Kucing Putih? Apa yang kau lakukan?" Xiao Shuxiang bertanya tanpa bergerak dari posisinya sekarang.


"Mandi,"


"Ah... Kau pasti sudah bekerja keras seharian. Aku berterima kasih,"


"Mn, bukan masalah."


"................." Xiao Shuxiang mendengar suara air dan mengembuskan napas. Dia pun lantas mengulurkan tangan dan membelai pelan kepala harimau bulan yang nampak tertidur nyenyak.


"..........Melihatmu seperti ini... Rasanya seperti akulah yang sudah menyakitimu. Cepatlah sembuh,"


"Shuxiang?"


Xiao Shuxiang menoleh saat mendengar suara Kucing Putihnya. Dia buka suara, "Ada apa?"


"Aku tidak punya pakaian ganti. Bisakah kau membantuku?"


Xiao Shuxiang berkedip, dia bangun dari tempat duduknya dan berjalan sambil berkata. "Apa kau mandi dan lupa mengambil pakaian ganti lagi?"


"Tidak sengaja,"


"Ya ampun," Xiao Shuxiang menghela napas. "Beruntung kau menikah denganku. Jika pria lain, entah apa yang akan dia lakukan. Tunggu sebentar,"


Xiao Shuxiang berjalan ke sebuah lemari dan hendak mengambil satu set pakaian. Dia pun berjalan ke arah sekat dan teringat beberapa kejadian mengejutkan yang pernah dirinya alami.


"Kucing Putih, apa kau sudah selesai?" Xiao Shuxiang tidak melangkah lebih jauh. Dia berdiri di dekat sekat dan berkata, "Pakaianmu kuletakkan di bawah. Aku tidak mau jika sekat penghalangnya jatuh seperti yang pernah terjadi,"


"......... Mn, terima kasih."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan setelah meletakkan pakaian yang dibawanya di lantai, dekat dengan sekat---dia pun kembali ke tempat Lan Xiao. Cukup lama menunggu dan akhirnya Kucing Putihnya keluar setelah selesai membersihkan diri.


"Kau sebaiknya juga bersih-bersih," Ling Qing Zhu buka suara saat berjalan mendekat ke arah Wali Pelindungnya.


Xiao Shuxiang berbalik. Dia memperhatikan gadis berambut putih ini dan kemudian mulai mengangguk pelan. Dia memang butuh untuk membersihkan diri, tentu saja sekaligus sebagai penenang pikiran.


Ling Qing Zhu duduk di tempat Xiao Shuxiang. Dia menunggu sampai Wali Pelindungnya selesai mandi. Harimau bulan yang terbaring di tempat tidur nampak mengeluarkan suara denguran kecil yang menandakan tidurnya begitu nyenyak.

__ADS_1


Meski sebelumnya sempat bermain dengan Xiao Qing Yan dan beberapa murid Sekte Pedang Langit, namun harimau bulan ini masih membuat perasaan Ling Qing Zhu cemas. Dia tidak tahu kapan makhluk menggemaskan ini dapat kembali ke wujudnya yang biasa.


Saat ini, Xiao Shuxiang selesai membersihkan diri dan berpakaian. Dia berjalan keluar dari sekat dan menghampiri Ling Qing Zhu. Dirinya tersentak saat tiba-tiba ditarik dan dipaksa duduk oleh gadis berambut putih ini.


Xiao Shuxiang tidak bergerak, tetapi ekspresi terkejut nampak di wajahnya. Dia bertanya, "Apa yang kau lakukan?"


Ling Qing Zhu mengambil sebuah kain dan sisir kayu. Dia mengeringkan rambut Wali Pelindungnya dan menjawab, "Menurutmu apa yang kulakukan?"


Xiao Shuxiang duduk dengan patuh. Dia pun lantas berkata, "Aku bisa mengeringkan rambutku dengan energi spiritual. Kau tidak perlu repot seperti ini,"


"Kau tidak mau aku mengeringkannya untukmu?"


Xiao Shuxiang berkedip, "Tentu saja aku mau. Lakukanlah,"


Ling Qing Zhu mengembuskan napas dan membantu mengeringkan rambut Wali Pelindungnya. Dia menyisir rambut Xiao Shuxiang dan sedikit nakal mengikatkan sedikit kepang untuknya.


"Kucing Putih,"


"Mn,"


"Kucing Putih,"


"Ada apa?"


"Tidak, aku hanya ingin memanggilmu."


"Tidak tahu malu. Bicaralah dengan benar,"


"Tidak tahu malu lagi..?" Xiao Shuxiang agak cemberut dan berkata, "Memang apa yang kulakukan kali ini? Apa aku bahkan tidak boleh memanggilmu?"


"Berhenti bicara--" Ling Qing Zhu tertegun saat tiba-tiba Wali Pelindungnya mengulurkan tangan dan memeluk pinggangnya. Dia berkedip dan baru akan bicara ketika mendengar pemuda ini buka suara lebih dahulu.


"Kucing Putih... Apa yang harus kulakukan sebenarnya?"


"................" Ling Qing Zhu tidak pernah mendengar Xiao Shuxiang bicara seperti ini sebelumnya. Suara pemuda yang memeluknya pun terdengar berat dan dalam.


"Saat aku merasa bisa mengatasi semuanya, di saat yang sama itu justru adalah batasanku. Aku... Bukankah aku sudah menyakitimu?"


"................" Ling Qing Zhu menatap pemuda yang duduk dan menengadah padanya. Dia pun mengulurkan tangan dan menyentuh Wali Pelindungnya ini. Dia menggeleng pelan sebagai jawaban.


"Aku tidak merasa... Kau sudah menyakitiku." Ling Qing Zhu menarik napas dan berkata, "Sebenarnya aku ingin menanyakan ini. Kenapa kau pergi begitu saja dari Alam Kultivasi Atas? Apa alasan kau bertengkar dengan tuan muda Lan?"


"Hanya kesalahpahaman. Tapi sekarang kami sudah baik-baik saja. Bukankah kau juga melihatnya?"


Xiao Shuxiang tersenyum lembut, tetapi Ling Qing Zhu justru mengusap wajah Wali Pelindungnya dan tanpa nada berkata. "Jangan memperlihatkan senyumanmu seolah semua baik-baik saja. Aku bisa melihat... Kau punya banyak masalah,"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan menggeleng pelan, "Kucing Putih. Kau seperti tidak kenal aku saja. Suami-mu yang luar biasa ini selalu berkencan dengan masalah, jadi itu bukan lagi hal besar untukku."


"Lalu kenapa tingkahmu seperti ini?"


"Aku hanya merasa aku sudah menyakitimu." Xiao Shuxiang memegang tangan Ling Qing Zhu dan membuat gadis cantik itu duduk, berhadapan dengannya.


Dengan suara pelan, Xiao Shuxiang berkata. "Bukankah aku selalu meninggalkanmu selama ini? Kau pasti sedih dan wajar jika kau marah. Aku tidak pernah memperlakukanmu dengan baik dan kurasa bahkan tanpa kusadari... Aku sudah menyakitimu."


"................" Ling Qing Zhu bernapas pelan. Dia menggeleng dan menepuk tangan pemuda di hadapannya. Suaranya tenang saat berkata, "Apa kau khawatir karena kita tidak terlihat seperti pasangan yang sudah menikah?"


"Itu ...."


******

__ADS_1


__ADS_2