![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Ada seorang pemuda yang berjalan ke arah Jian Yang dan para murid Istana Seribu Pedang. Sosok itu mengenakan pakaian putih, wajahnya bagai batu giok dengan mata seperti bintang dingin yang berkilauan.
Ekspresi wajah pemuda yang dilihat Jian Yang sama sekali tidak dingin, justru sebaliknya. Ekspresi itu menunjukkan keramahan yang dalam, apalagi bibir yang tertarik membentuk senyuman itu terlihat sangat lembut.
Jian Yang secara tidak sadar menahan napas, "Siapa .... Kau--"
"Siapa kau?!" seorang murid Istana Seribu Pedang menggeram marah. Dia membuat Jian Yang tersentak.
"Berani sekali kau datang ke tempat kami..!" seorang murid lainnya nampak menarik senjatanya. Dia juga marah.
Emosi Jian Yang ikut memuncak. Dalam sekejap, otaknya memanas hingga mendidih. Dia menggeram ketika membaca praktik pemuda di hadapannya.
"Brengsek! Hanya Bocah tidak tahu diri dan aku sampai begitu waspada." tangan Jian Yang terkepal kuat, dia pun menatap tajam ke arah pemuda di hadapannya.
"Serang dia!"
Satu perintah dari Jian Yang langsung membuat dua orang rekannya termasuk Li Huanshou melesat dengan ayunan pedang mereka.
Pemuda asing yang tak lain adalah Xiao Shuxiang itu nampak mendengus. Dia menggerakkan pelan telunjuk kanannya dan dedaunan hijau kembali terlepas dari tangkainya.
Li Huanshou dan kedua murid Istana Seribu Pedang tersentak, mereka tidak bisa mendekat. Daun-daun yang melesat bagai pisau ini mengganggu pergerakan mereka. Sedikit kehilangan konsentrasi saja, tubuh mereka bisa terluka.
"Hanya tiga orang...? Kenapa tidak menyerang semua? Apa yang kalian tunggu, hm?"
"Kurang ajar!!" seorang murid melesat, teman-temannya pun menyusul.
Xiao Shuxiang mengibaskan lengan pakaiannya dan pertarungan antara dia dengan para murid Istana Seribu Pedang pun mulai pecah. Dia hanya butuh tiga gerakan dan berhasil merebut sebuah pedang dari salah satu murid. Xiao Shuxiang lantas memberi tendangan pada murid tersebut yang langsung membuat lawannya terpental hingga menabrak beberapa orang.
Jian Yang terkejut. Teman-temannya itu adalah ahli berpedang sehingga mustahil dikalahkan begitu saja. Apalagi lawan yang mereka hadapi hanya mempunyai praktik di Forging Qi tingkat 7, hal ini jelas tidak mungkin dipercayai.
Xiao Han mengerutkan kening, dia pun tidak bisa mempercayai apa yang dirinya lihat. Sosok yang bertarung dengan para murid Istana Seribu Pedang ini masih sangat muda, mempunyai tulang berusia 22 Tahun dan bahkan tingkat praktiknya juga begitu rendah.
"Siapa sebenarnya dia?"
Xiao Han tersentak dan secara spontan menghindar ketika seorang murid terlempar hingga nyaris menabraknya. Dia melihat murid itu memuntahkan darah segar dengan wajah yang pucat.
Ekspresi Jian Yang memburuk. Dia pun mulai mengayunkan pedangnya dan melesatkan energi spiritual yang cukup besar tanpa bergerak dari tempat berdirinya.
Jian Yang jelas menargetkan punggung lawan, namun yang terjadi berikutnya membuat dia sangat terkejut.
Jian Yang pikir serangan itu berada di titik buta lawan, namun ketika serangan itu nyaris mengenai lawannya----dengan cepat pemuda asing tersebut melompat menghindar.
Buruknya, serangan milik Jian Yang justru mengenai empat orang rekannya sendiri hingga mereka mengalami luka yang cukup parah.
Jian Yang belum sempat bereaksi saat lehernya mendadak dicengkeram oleh seseorang. Dia tidak bisa mengambil posisi dengan baik hingga harus terjatuh di mana punggungnya terasa sakit akibat membentur tanah.
Seseorang duduk di perutnya dan Jian Yang baru menyadari bahwa pemuda asing itulah pelakunya. Dia merasakan sakit karena cengkeraman kuat pada lehernya.
"Saudara Jian..!" Li Huanshou kaget bukan main, begitu pula dengan teman-temannya yang lain.
"Senior Jian...!?"
__ADS_1
"Senior..!?"
Li Huanshou serta para saudara seperguruannya tidak tahu bagimana lawan mereka bisa begitu gesit, dan bahkan saat ini berhasil menundukkan Jian Yang. Padahal mereka semua sudah mengeluarkan teknik berpedang yang kuat.
"Le-lepaskan aku..!" Jian Yang berusaha menyerang, namun sakit pada lehernya membuat dia kembali tidak bisa berbuat apa-apa.
"Sialan! Lepaskan Saudaraku..!" Li Huanshou hendak melesat, namun detik berikutnya dia tiba-tiba terjatuh. Raut wajahnya memperlihatkan keterkejutan yang amat sangat.
"A-apa yang terjadi?!" seorang pemuda juga ikut terjatuh. Kakinya mendadak tidak bisa menopang tubuhnya sendiri entah kenapa.
"Aaah..!" murid perempuan Istana Seribu Pedang yang merupakan rekan Jian Yang pun mengalami hal yang sama. Dia kaget karena kakinya seakan melemah.
"A-apa ini..?! Apa yang terjadi?!"
"Khhh, aku tidak bisa bergerak!"
"Sebenarnya ada apa ini?!"
Li Huanshou dan teman-temannya jelas berwajah pucat, takut-takut seandainya mereka lumpuh secara tidak wajar.
Jujur, kaki mereka sangat sulit digerakkan.
Xiao Han pun merasakan kakinya lemas, namun dia masih bisa bergerak walau tidak yakin akan mampu berjalan jika tidak mengeluarkan kekuatannya yang tersembunyi. Dia pun berpura-pura terjatuh sambil memperhatikan sosok asing yang sedang menahan Jian Yang itu.
"Si-Siapa kau sebenarnya?! Apa yang kau inginkan?!" seorang murid berseru, dia mencoba bangun tapi tidak bisa. "Sialan, sebenarnya apa yang terjadi padaku?"
Li Huanshou memperhatikan sekitarnya dan mengerutkan kening saat melihat ada asap tipis di antara rerumputan sebelum asap itu memudar.
"Le-lepaskan aku!" Jian Yang merasakan dadanya sakit, bahkan napasnya seakan tertahan ditenggorokan. Hanya saja dia berusaha untuk bicara.
Jian Yang, "A-apa yang kau inginkan?! Si-siapa kau sebenarnya!?"
"Pertanyaanmu terlalu banyak," Xiao Shuxiang menjawab dengan tenang. Dia tersenyum, "Aku kemari untuk mencari masalah. Bukankah itu sudah jelas, hm?"
Khhhaak..!
Jian Yang merasakan nyawanya sudah berada di ujung kepala. Dia pikir akan mati, namun syukurlah cengkeraman pada lehernya sedikit dilonggarkan meski sebenarnya masih sangat sakit.
Xiao Shuxiang tanpa ekspresi berkata, "Aku mendengar bahwa ada beberapa murid yang suka membuat onar dalam perguruan ini. Awal melihatmu .... Aku langsung tahu bahwa kau adalah ketua dari perkumpulan para berandalan ini."
Xiao Shuxiang berujar, "Aku hanya akan mendisiplinkan ketua dari perkumpulan kalian. Dengan memberi pelajaran yang berharga pada ketuanya, maka para pengikut yang lain akan ikut mempelajari sesuatu. Jadi... Mari kita mulai,"
Jian Yang tersentak ketika tangan lawan tidak lagi mencengkeraman lehernya. Dia terbatuk dan hendak menyerang, tetapi tiba-tiba dia kaget saat tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali.
Tentu saja Jian Yang bertanya-tanya. Bagaimana mungkin tubuhnya begitu tidak berdaya? Kakinya seakan lumpuh dan bahkan aliran Qi di dalam tubuhnya sangat tidak stabil.
"Dia seorang Alkemis!" seorang murid berseru. Dia membuat teman-temannya, termasuk Jian Yang tersentak kaget.
Xiao Shuxiang yang berdiri pun menoleh, ekspresinya tenang. Terlihat tidak ada seorang pun murid yang dapat bangun, apalagi sampai menyerangnya. Dia pun tersenyum, matanya berbinar.
Xiao Shuxiang menatap salah seorang murid Istana Seribu Pedang dan berkata, "Kau mempunyai penciuman yang bagus. Kau pun sangat pintar karena memberi kesimpulan yang tepat. Rasanya aku jadi ingin membelah kepalamu dan memakan isinya,"
__ADS_1
Mata murid itu terbelalak dan sangat kaget mendengar ucapan barusan. Murid tersebut bahkan menahan napas, dia sampai tidak merasakan detakan pada jantungnya selama beberapa saat sebelum akhirnya detakan itu berpacu begitu kencang.
Li Huanshou pun sama kagetnya, apalagi dia bisa memastikan bahwa perkataan sosok asing di hadapannya sama sekali bukan candaan. Tatapan mata pemuda yang dia lihat itu mengandung keseriusan dan seolah-olah sosok tersebut memang terbiasa melakukan hal yang tidak wajar.
Xiao Han sendiri semakin yakin bahwa pemuda yang dia lihat ini mempunyai identitas tidak biasa. Dia menjadi sangat penasaran.
Di sisi lain, Lan Guan Zhi bernapas pelan dan nampak mencengkeram batang pepohonan karena mendengar suara teriakan tragis dari Jian Yang. Entah kenapa dia menyesali keputusannya dalam meminta bantuan Xiao Shuxiang.
Teman baiknya itu sudah memulai aksinya. Xiao Shuxiang nampak mematahkan satu per-satu jari tangan Jian Yang dan sama sekali tidak merasa bersalah karenanya. Dia memberikan pemandangan yang mengerikan untuk dilihat.
Aaaakh...!
"Sakit?" Xiao Shuxiang tersenyum, "Bukan masalah. Temanmu mengatakan aku seorang alkemis. Itu benar. Jadi kau tidak perlu khawatir, aku akan mengobatimu."
"Brengsek!" Li Huanshou mengumpat, "Hentikan tindakanmu sekarang juga! Kalau tidak, aku akan---"
"Akan apa?" Xiao Shuxiang menyela dan lantas mendengus, "Sadari posisimu 'Bocah'. Kau tidak berada dalam posisi yang mampu memberiku ancaman,"
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan kembali mematahkan satu jari Jian Yang, dia menatap Li Huanshou dan berkata. "Melihat dari usia kalian .... Sebenarnya kurang pantas jika aku masih menyebut kalian 'Bocah'. Tapi mau bagaimana lagi, bukankah yang suka membuat onar dan bertingkah layaknya berandalan itu adalah anak kecil?"
"Aaakkh...! Si-sialan! A-aku pasti akan membalasmu!" Jian Yang berkeringat dan berusaha menahan sakit pada jari tangannya. Dia sungguh mengutuk pemuda asing ini.
"Nak, kau jangan bicara begitu..." Xiao Shuxiang dengan tenang berujar, "Jangan sampai aku kesal dan malah tidak jadi mengobatimu. Kau akan cacat dan tidak bisa menggunakan pedang lagi,"
Xiao Shuxiang tersentak dan lantas tersenyum senang, "Benar juga. Jika kau cacat, jari-jarimu ini akan jadi tidak berguna. Bagaimana jika dipotong saja? Aku sudah lama tidak memotong dan mencabut tulang seseorang. Aku jadi merindukan rasanya. Aku sampai berdebar-debar,"
"SIAPA KAU...!" seorang murid perempuan berteriak, "Kami tidak pernah mencari masalah denganmu!"
Xiao Shuxiang mengeluarkan sesuatu dari lengan pakaiannya dan dengan polos berkata, "Token indah ini sangat berat. Apa kau mengenalnya?"
Jian Yang berusaha meredam suara teriakannya. Dia mencoba melihat token yang ditunjukkan tepat di hadapannya. Dia sangat kesakitan, bahkan urat menegang di leher dan juga dahinya.
Mata Jian Yang langsung terbuka lebar ketika melihat simbol gulungan awan pada token emas di hadapannya. Dia tahu simbol tersebut.
Li Huanshou pun ikut terbelalak, "Sekte Lautan Awan... Tapi---"
"Tetua Besar Sekte Lautan Awan...!? I-ini tidak mungkin..." teman Li Huanshou juga mengenali token tersebut.
Para murid Istana Seribu Pedang tahu benar bahwa token emas hanya dimiliki oleh Tetua Besar, bahkan Xiao Han yang berasal dari Sekte Lembah Iblis pun mengetahuinya.
Napas Li Huanshou tercekat.
Selama ini, Konferensi Aliansi Abadi diselenggarakan oleh lima perguruan besar termasuk Sekte Lautan Awan. Tetapi memang hanya Tetua Besar Sekte Lautan Awan-lah yang jarang ikut andil dalam konferensi ini.
Li Huanshou bahkan hanya sekali melihat Tetua Besar Sekte Lautan Awan dan sejauh yang dia ingat----Tetua Besar sekte ini adalah kultivator yang cukup tua, bukan sosok yang luar biasa tampan dan mengagumkan seperti ini.
"Tidak mungkin ...." murid Istana Seribu Pedang yang lain juga tidak mempercayainya.
Li Huanshou dan teman-temannya seakan bertanya-tanya.
Apa mungkin Tetua Besar Sekte Lautan Awan telah berhasil mencapai tingkatan tertinggi dari praktik kultivasi hingga mampu menjadikannya muda kembali? Bahkan usia tulangnya pun ikut berubah. Ini jelas seperti kelahiran kembali. Terlalu luar biasa dan mengerikan.
__ADS_1
******